Kamis, 18 November 2021 – Hari Biasa Pekan XXXIII

Rm. YAM. Fridho Mulya SCJ Dari Komunitas Skolastikat  SCJ Yogyakarta – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 50:15

Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, niscaya Aku akan menyelamatkan dikau dan engkau akan memuliakan Daku.

PENGANTAR:

Gereja sering menjadi sasaran kritik: ‘Hidup Gereja mestinya harus lebih sesuai dengan Injil’. Kita sering tergoda pula untuk ikut-ikutan, karena keprihatinan kita. Nyatanya kita malahan melecehkan diri sebagaimana dilakukan Kristus. Sebab tidak selalu kita tahu apa yang membawakan kedamaian bagi Gereja. Maka kita harus bertahan dan tidak berputus asa dalam kesulitan-kesulitan yang timbul.

DOA PEMBUKA

Marilah bedoa: Allah Bapa kami di surga, perkenankanlah kami menemukan apa yang dapat mendatangkan kedamaian. Semoga kami semua patuh setia akan sabda Putra-Mu yang menjadi cahaya di dalam perjalanan kami, sebab Dialah Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Makabe 2:15-29

“Kami akan menaati hukum nenek moyang kami.”

Pada masa pemerintahan Raja Antiokhus Epifanes orang-orang Yahudi dipaksa meninggalkan ketetapan hukum Taurat. Sekali peristiwa para pegawai raja datang ke Kota Modein untuk menuntut orang-orang Yahudi mempersembahkan kurban kepada berhala. Banyak orang Israel datang kepada mereka. Matatias dan anak-anak berkumpul juga. Pegawai raja itu angkat bicara dan berkata kepada Matatias, “Saudara adalah seorang pemimpin, orang terhormat dan pembesar di kota ini,dan lagi didukung oleh anak-anak serta kaum kerabat. Baiklah Saudara sekarang juga maju ke depan sebagai orang pertama untuk memenuhi ketetapan raja. Hal ini telah dilakukan semua bangsa, bahkan juga orang-orang Yehuda dan mereka yang masih tinggal di Yerusalem. Kalau demikian niscaya Saudara serta anak-anak Saudara termasuk dalam kalangan sahabat-sahabat raja dan akan dihormati dengan perak, emas dan banyak hadiah!” Tetapi Matatias menjawab dengan suara lantang, “Kalaupun segala bangsa di lingkungan wilayah raja mematuhi perintah Seri Baginda dan masing-masing murtad dari agama nenek moyangnya serta menyesuaikan diri dengan perintah Seri Baginda, namun aku serta anak-anak dan kaum kerabatku hendak tetap hidup menurut perjanjian nenek moyang kami. Semoga Tuhan mencegah kami meninggalkan hukum Taurat serta peraturan-peraturan Tuhan. Titah raja itu tidak dapat kami taati. Kami tidak dapat menyimpang sedikit pun dari agama kami.” Belum lagi Matatias selesai berbicara, seorang Yahudi tampil ke depan umum untuk mempersembahkan kurban di atas mezbah berhala di kota Modein menurut penetapan raja. Melihat itu Matatias naik darah dan gentarlah hatinya karena geram yang tepat. Disergapnya orang Yahudi itu dan digoroknya di dekat mezbah. Petugas raja yang memaksakan kurban itupun dibunuhnya pada saat itu juga. Kemudian mezbah itu dirobohkannya. Tindakannya untuk membela hukum Tuhan itu serupa dengan yang dahulu pernah dilakukan oleh Pinehas terhadap Zimri bin Salmon. Lalu berteriaklah Matatias dengan suara lantang di Kota Modein, “Siapa saja yang rindu memegang hukum Taurat dan berpaut pada perjanjian hendaknya mengikuti aku!” Kemudian Matatias serta anak-anaknya melarikan diri ke pegunungan. Segala harta miliknya di kota ditinggalkannya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 50:1-2.5-6.14-15

Ref. Siapa yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.

  1. Yang Mahakuasa, Tuhan Allah, berfirman dan memanggil bumi dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya. Dari Sion, puncak keindahan, Allah tampil bersinar.

  2. “Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Daku, perjanjian yang dikukuhkan dengan kurban sembelihan!” Maka langit memberitakan keadilan-Nya; Allah sendirilah Hakim!

  3. Persembahkanlah syukur sebagai kurban kepada Allah, dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi. Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, maka Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Daku.”

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Mzm 95:8ab) Hari ini janganlah bertegar hati, tetapi dengarkanlah suara Tuhan.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 19:41-44

“Andaikan engkau tahu apa yang perlu untuk damai sejahteramu!”

Pada waktu itu ketika Yesus mendekati Yerusalem dan melihat kota itu, Ia menangisinya, katanya, “Wahai Yerusalem, alangkah baiknya andaikan pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya, musuhmu mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung dan menghimpit engkau dari segala jurusan. Dan mereka akan membinasakan dikau beserta semua pendudukmu. Tembokmu akan dirobohkan dan tiada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain. Sebab engkau tidak mengetahui saat Allah melawati engkau.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. YAM Fridho Mulya SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Jumpa dengan saya Rm. Y.A.M Fridho Mulya SCJ dari Komunitas Dehon Metro Lampung, dalam RESI (Renungan Singkat) Kamis, 18 November 2021. Hati Yesus menjiwai Anda sekalian.

Para Pendengar Resi, di manapun Anda berada, hari ini kita mendengar pesan dari Tuhan Kita Yesus Kristus melalui  Injil Lukas 19:41-44, dengan tema:  Andaikan engkau tahu apa yang perlu untuk damai sejahteramu!

Menangis, ya menangis, para Pendengar Resi. Apakah Anda pernah menangis. Pasti pernah. Sekurangnya ada beberapa alasan mengapa orang menangis. Menagis karena sedih, yang sungguh sedih – mendalam karena kehilangan (kematian) orang yang sangat dikasihi: suami atau istri, orang tua atau anak; menangis sedih sementara karena perpisahan: pacar, anak, istri atau suami atau sahabat yang pindah atau pergi ke tempat tertentu namun suatu saat bisa jumpa lagi; menangis karena gembira dan syukur, yakni tangisnya seorang ibu atau bapa yang lama menantikan anaknya lahir atau datang dari perantauan, atau merestui anak menikah, jadi suster atau romo, bertemu sahabat lama, atau menerima anugerah tertentu/keberhasilan tertentu; yang berikut menangis sedih – prihatin, karena melihat – menyaksikan – mengalami adanya ketidak beresan dalam kehidupan.

Dalam injil sangat jelas disebut, ketika melihat dan mendekati kota Yesuralem, Yesus menangisinya. “Yesus menangisi kota Yerusalem”. Yesus bukan menangis biasa, tetapi ‘menangisinya’. Ada obyek yang membuat Yesus menangisinya, yaitu Kota Yerusalem. Tangis Yesus menunjukkan betapa Yesus begitu mencintai Kota Yerusalem dan seluruh manusia yang ada di kota ini; tetapi kenyataannya manusia-manusia di kota Yerusalem tidak menghargai, bahkan menolak cinta Yesus, kedegilan mereka. Maka, Yesus katakan, “Wahai Yerusalem, alangkah baiknya andaikan pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu!

Yerusalem, kota damai sejahtera, tapi kenyataannya tidak ada damai sejahtera bagi orang yang mendiaminya, orang-orang Yerusalem tidak mampu menciptakan damai sejahtera karena hidup mereka di penuhi dengan kejahatan. Mereka mengisi hatinya dengan berbagai macam hal jahat, sibuk dengan dirinya sendiri, “maaf akau mengurus ladang dulu, maaf aku menguburkan orang mati dulu”, kalau zaman itu sudah ada, mereka sibuk dengan gadged dan HPnya, sibuk dengan pekerjaannya, mata jadi buta dan telinga jadi tuli akan kehadiran Allah yang nyata dalam diri Yesus, kehadiranNya yang membawa damai sejahtera, rahmat Allah dalam Yesus pembawa damai sejahtera tertutup dan tidak mereka sadari.

Para Pendengar Resi yang dicintai Tuhan, Yesus juga hadir di tengah kita, dalam hidup kita membawa dan menyampaikan damai sejahtera. Kita yang adalah warga Yerusalam baru. Ia hadir mencurahkan cinta sehabisnya melalui LambungNya yang tertikam di atas salib. Yesus mencurahkan “air – darah” kehidupan bagi manusia. Bagi kita. Ia mencurahkan damai sejahtera bagi kita. Apakah kita mau cuek kayak manusia Yerusalem? Tentu tidak. Mari kita pandang dengan hati iman Lambung Yesus Tertikam. Mari kita tangkap, kita maknai damai sejahtera Yesus itu. Mau ya!

Mari masuk lebih dalam ke dalam Lambung Yesus Tertikam (LYT). Bapa Dehon mengatakan, “LYT adalah uangkapan cintakasih Tuhan yang membangkitkan hidupnya”. Kita hayati, LYT sebagai via purgativa rumah cinta, rumah rohani, tempat tinggal yang aman, tempat berlindung, bernaung yang membungkus hidup kita dari berbagai macam kejahatan; LYT sebagai via illuminativa, cahaya cinta tak terbatas yang menunjukkan baik dan menarik untuk mengikuti jalan Tuhan; dan sebagai via unitiva, altar, tempat pemujaan kepada Allah Bapa dan Kristus adalah isi persembahanya. Diri kita sudah bersatu dengan Kristus melalui baptis, kita bersatu dengan persembahan Kristus dalam Ekaristi, dalam persatuan dengan Tubuh Kristus.

Pendengar Resi, itulah tiga jalan (via) bagi kita menimba damai sejahtera Yesus. Bisa? Tentu bisa? Laksanakan! Biarlah berlimpah-limpah rahmat damai sejahtera menaungi hidup kita, hidup saya, hidup keluarga, hidup teman dan sahabat, hidup siapa saja. Hidup masyarakat dan Gereja. Agar kita tidak di kutuk Yesus, tetapi selalu diberkati.

Mata memandang lautan nan luas

Ujung sana dinaungi birunya mega

Cinta Yesus luas tiada batas

Pembawa damai sejahtera bagi kita

       Di ufuk timur terlihat bintang kemukus

       Bertaburan di sela-selanya mega

       Tangkap dan hayati cinta Yesus

       Ciptakan kesatuan, kreasi damai sejahtera

Semoga Hati Yesus, memberkati – mensejahterakan kita. Amin.

DOA PERSEMBAHAN

Allah Bapa kami di surga, sucikanlah anggur roti ini menjadi lambang belas kasih-Mu yang Kaugunakan untuk memelihara kami. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 50:14-15

Persembahkanlah syukur sebagai kurban kepada Allah, dan bayarlah nazarmu kepada Allah yang mahatinggi. Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, maka Aku akan meluputkan dikau, dan engkau memuliakan Daku.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa kami sumber kebebasan, Engkau telah mengunjungi kami untuk melimpahkan penebusan dan keselamatan, agar kami dapat bebas dari penindasan dan kebencian. Perkenankanlah kami menyambut Engkau dengan hati gembira penuh rasa syukur. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment