Selasa, 04 Januari 2022 – Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan

Rm. Gregorius Dedi Rusdianto SCJ dari Komunitas SCJ Pangakalan Kerinci Riau – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 118:26-27

Terberkatilah yang datang atas nama Tuhan. Dialah Tuhan dan Allah yang menerangi kita.

PENGANTAR:

Orang tidak hanya memerlukan makanan saja. Masih ada macam-macam hal lain yang diperlukannya: persahabatan, kesetiaan, keakraban, dan lain-lain. Hari ini Yesus memberikan diri-Nya sebagai roti kehidupan, agar kita mengikuti teladan dan semangat-Nya, memberikan diri demi kebahagiaan bersama.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa mahabaik, Putra-Mu yang tunggal telah tampak sebagai manusia, dan kami mengakui-Nya sebagai seorang di antara kami. Semoga hidup kami pun diselaraskan dengan hidup-Nya. Sebab Dialah, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes 4:7-10

“Allah adalah kasih.”

Saudara-saudaraku terkasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah, dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dunia supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allahlah yang telah mengasihi kita dan telah mengutus Anak-Nya sebagai silih bagi dosa-dosa kita.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 72:1-2.3-4.7-8

Ref. Berbelaskasihlah Tuhan dan adil, Allah kami adalah rahim.

  1. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja, dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!

  2. Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran! Kiranya ia memberikan keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu; kiranya ia menolong orang-orang miskin.

  3. Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut sampai ke laut, dari Sungai Efrat sampai ke ujung bumi!

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Luk 4:18-19) Tuhan mengutus Aku menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, dan memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 6:34-44

“Dengan mempergandakan roti, Yesus menyatakan dirinya sebagai nabi.”

Begitu banyak orang mengikuti Yesus. Ketika Yesus melihat jumlah orang yang begitu banyak, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. Ketika hari mulai malam datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata, “Tempat ini sunyi, dan hari sudah mulai malam. Suruhlah mereka pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa dan kampung-kampung sekitar sini.” Tetapi jawab Yesus, “Kamu yang harus memberi mereka makan!” Kata mereka kepada-Nya, “Jadi, haruskah kami pergi membeli roti hanya dengan 200 dinar dan memberi mereka makan?” Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksanya, mereka berkata, “Lima roti dan dua ikan.” Lalu Yesus menyuruh orang-orang itu supaya semuanya duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau. Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang. Setelah mengambil lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada para murid, supaya dibagi-bagikan kepada orang banyak itu; begitu juga ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada mereka semua. Dan mereka semua makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongaan-potongan roti: dua belas bakul penuh, belum termasuk sisa-sisa ikan. Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Gregorius Dedi SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para pendengar Resi, Renungan Singkat Dehonian yang terkasih, gembira sekali saya Rm. G. Dedi Rusdianto, SCJ dapat berjumpa kembali dengan Anda sekalian, dalam Renungan Singkat Dehoniana, hari ini Selasa 4 Januari 2022. Pertama-tama, saya mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru 2022.   

Para pendengar terkasih, kita baru saja merayakan Natal, dan dalam mempersiapkan kotbah Natal, saya merenung dan bertanya: “Kenapa Yesus di lahirkan pada saat musim dingin dan tidak di lahirkan pada musim semi ataupun musim panas?” Negara Israel, Eropa, America, China, Jepang, Korea memiliki empat musim: musim dingin, musim gugur, musim semi dan musim panas. Musim dingin di mulai bulan November s.d. sekitar akhir Maret atau pertengahan bulan April. Seandainya Yesus lahir di musim panas, tentulah Yesus, Maria dan Yosef tidaklah terlalu menderita karena buruknya cuaca, meskipun tinggal di gubuk ataupun kandang sederhana. Di negara-negara yang suhunya bisa mencapai 40 derajat Celsius di musim panas, banyak orang tidur di atap rumah atau di teras rumah karena panasnya cuaca, sedangkan pada musim dingin tentunya orang-orang memilih tinggal di dalam rumah dan membutuhkan api atau pemanas ruangan. Kalau Allah Maha Kuasa, kenapa Yesus harus lahir di musim dingin dan bukan di musim semi yang sejuk ataupun musim panas?

Musim dingin mau menunjukkan suasana hati yang muram, dan hati yang membatu. Dan Yesus sang terang sejati datang untuk mencairkan hati dunia dan hati manusia yang membatu, cuek, dan tidak peduli pada kehendak Allah, serta tidak peduli pada sesamanya terutama yang menderita. Dunia manusia bahkan dengan senang hati untuk memperalat sesamanya demi kepentingan pribadi, kejayaannya dan kekayaannya. Manusia bahkan mengorbankan hidup sesamanya yang berbeda keyakinan, berbeda suku, berbeda adat dan kepentingan politiknya. Singkat kata, keyakinan bahwa kemanusiaan pada dasarnya bersifat utama dan universal di abaikan, bahkan terkadang hewan dan tumbuhan kesayangan di perlakukan lebih baik dari pada manusia sesamanya, hanya karena berbeda ideologi pemikirannya.

Bacaan Injil hari ini selain menekankan juga dasar-dasar Ekaristi, yakni Yesus mengangkat roti dan ikan, memberkatinya, memecah-mecahkan lalu memberikannya kepada orang banyak yang mengikuti-Nya dan pada akhirnya mengutus. Juga menekankan aspek solidaritas, yakni Yesus menyuruh mereka duduk berkelompok, dan selanjutnya para murid membagikan makanan secara per kelompok, dan kelompok membaginya kepada masing-masing orang. Dengan membaginya secara berkelompok, maka akan ketahuan siapa yang belum kebagian makanan dan siapa yang rakus atau tidak mau berbagi dan menimbun atau menyimpan sisa-sisa makanan untuk di bawa pulang atau hanya egois memperuntukkan makanan bagi diri dan keluarganya sendiri.

Duduk berkelompok kecil, juga memungkinkan orang-orang itu berkenalan, bekerja sama dan berbicara satu sama lain ketika sedang makan. Kendati mereka mungkin belum saling bertemu atau belum pernah berkenalan sebelumnya, namun pada akhirnya mereka di mungkinkan untuk saling berkomunikasi dan menjalin relasi akrab satu sama lain, kendati mereka memiliki latar belakang keluarga, aliran keagamaan atau aliran politik yang berbeda.

Demikianlah, pada akhirnya karena berkat Allah dan solidaritas anggota-anggota kelompok, maka semuanya mendapatkan makanan yang cukup dan bahkan ada sisa-sisa makanan hasil dari mukjizat yang di lakukan Tuhan Yesus.

Semoga hati kita semakin hangat, ramah, terbuka pada Tuhan dan terbuka untuk bekerja sama dengan sesama dalam mewujudkan kedamaian, kesejahteraan dan keadilan bersama di muka bumi ini. Semoga Allah yang Maha Kuasa memberkati saudara, dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa kami, Allah Bapa, sumber kehidupan, berilah kami rezeki dan ajarilah kami mengenal Yesus Putra-Mu, serta yakinkanlah kami bahwa cinta kasih kepada sesamamendatangkan hidup abadi. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Efesus 2:4; Roma 8:3

Dengan cinta kasih-Nya yang melimpah, Allah telah menaruh cinta kasih kepada kita, sehingga mengutus Putra-Nya dalam rupa manusia lemah.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Tuhan dan Allah kami, dalam sakramen-Mu kami dipersatukan dengan Dikau. Semoga daya sakramen ini menguatkan kami, agar kurnia-Mu sendiri membuat kami sanggup menerima anugerah-Mu. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

2 Comments

  • Sr. Yosea PIJ Januari 3, 2022 at 11:03 pm

    Terima kasih Romo untuk renungannya. Berkah Dalem Salam Manete In Me

    Reply
  • Kosmas Takung Januari 4, 2022 at 4:05 am

    Selamat Tahun Baru,Romo.Terima kasih banyak.

    Reply

Leave a Comment