Jumat, 07 Januari 2022 – Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan

Rm. Antonius Tugiyatno SCJ dari Komunitas SCJ Kokonao Papua Indonesia

 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 112:4

Bagi orang tulus hati telah terbit cahaya dalam kegelapan, yaitu Tuhan yang maharahim, penyayang yang adil.

PENGANTAR:

Tentang Yesus diceritakan bahwa Ia berkeliling berbuat amal dan menyembuhkan orang-orang sakit. Ada daya yang keluar dari diri-Nya. Hidup-Nya diabdikan kepada kaum papa, kecil, lemah, dan sakit. Semoga Roh Yesus hidup dan berkarya pula dalam diri kita dan semoga kita yang kini membagi-bagi roti dapat memberikan diri kita kepada sesama.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa mahakuasa, kelahiran penyelamat dunia diwartakan oleh cahaya bintang di langit. Semoga kami semakin mengenal dan mengasihi Dia, yaitu Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes 5:5-13

“Kesaksian tentang Anak Allah.”

Saudara-saudara terkasih, tidak ada orang yang mengalahkan dunia, selain dia yang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah! Dia inilah yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus; bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di bumi: Roh, air, dan darah dan ketiganya adalah satu. Kesaksian manusia kita terima, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Allah menjadi pendusta karena orang itu tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita, dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak Allah, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Dia, ia tidak memiliki hidup. Semuanya ini kutuliskan kepada kamu supaya kamu, yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 147:12-13.14-15.19-20

Ref. Pujilah Tuhan, hai umat Allah! Pujilah Tuhan, hai umat Allah!

  1. Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anak yang ada padamu.

  2. Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik. Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari.

  3. Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan dan hukum-hukum-Nya kepada Israel . Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Mat 4:23) Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 5:12-16

“Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta.”

Sekali peristiwa Yesus berada di sebuah kota. Ada di situ seorang yang penuh kusta. Ketika melihat Yesus, tersungkurlah si kusta dan memohon, “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Maka Yesus mengulurkan tangan-Nya menjamah orang itu dan berkata, “Aku mau, jadilah engkau tahir!” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. Yesus melarang orang itu memberitahukan hal ini kepada siapa pun juga dan Ia berkata, “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam, dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa sebagai bukti bagi mereka.” Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar, dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Akan tetapi Yesus mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.
Demikilah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Antonius Tugiyatno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Vivat cor Jesu per cor Marie, terpujilah Hati Kudus Yesus melalui hati Maria. Saudara –saudari sahabat Resi Dehonian yang dikasihi oleh Tuhan, kembali dalam Resi renungan singkat Dehonian, edisi Jumat 7 Januari 2022. Kali ini bersama saya Romo Antonius Tugiyatno SCJ dari Komunitas Kokonao Papua. Hari ini kita akan merenungkan bacaan dari Injil Yohanes Lukas 5: 12-16. Marilah kita membuat tanda kemenangan Tuhan, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Saudara-saudari pendengar Resi Dehonian yang dikasihi oleh Tuhan, suatu kali saya pernah diajak oleh sebuah kelompok doa katolik untuk mengunjungi panti asuhan khusus yang merawat orang-orang sakit kusta. Ketika mengalami perjumpaan dengan mereka saya ikut merasakan suatu kesedihan, bahwa bukan karena penyakitnya saja, tetapi mereka dikhususkan atau bahasa kasarnya diasingkan. Di satu sisi memang hal itu juga penting untuk menjaga kesehatan banyak pihak supaya penyakit yang mereka derita tidak menular. Tetapi di sisi lain secara kemanusiaan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang butuh berinteraksi dengan sesama, pasti hal itu juga membawa suatu kesedihan. Kalau kita merenungkan konteks orang yang sakit kusta pada zaman Yesus lebih menyedihkan lagi karena orang yang sakit kusta dianggap sebagai orang yang terkena hukuman dan kutukan. Orang yang sakit kusta digolongkan dalam kelompok orang najis. Sudah sakit masih dikucilkan, bagaikan pepatah sudah jatuh tertimpa tangga. Ada beberapa situasi tertentu yang menjadikan orang butuh ditahirkan supaya orang dapat hidup bersama kembali di tengah masyarakat.

Dalam kisah Injil yang kita dengarkan hari ini ada suatu keunikan tersendiri bagaimana seorang yang sakit kusta itu berusaha menjumpai Yesus dengan kata-kata yang amat bijaksana. “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku”. Pertama-tama kita merenungkan bahwa orang yang sakit kusta ini, menuturkan harapannya tanpa sebuah paksaan. Dia menyerahkan seluruh keputusan pada Yesus. Kata-kata “kalau Tuan mau” menyiratkan bahwa si Kusta ini tahu tahu bahwa Yesus dapat mengubah hidupnya. Si Kusta ini juga memiliki sikap penerimaan diri dan berserah utuh sepenuhnya, seandainya Yesus tidak atau belum mengabulkan harapannya. Sementara itu hukum keagamaan yang berlaku adalah, mereka para Imam yang memiliki hak untuk menyatakan ketahiran seseorang. Oleh karenanya Yesus menyuruh si Kusta yang dipulihkan itu untuk memperlihatkan kondisi dan situasi terbarunya kepada para Imam. Kata Yesus “pergilah dan perlihatkanlah dirimu kepada para Imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu sesuai perintah Musa”. Yesus menanggapi kebijaksanaan si Kusta yang disembuhkan itu dengan suatu tindakan yang amat bijaksana pula. Tidak hanya menyembuhkan atau mentahirkan, tetapi juga menunjukkan agar dia melaksanakan kewajiban seturut ketetapan agama yang berlaku.

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Tuhan ada berkat ganda yang diterima oleh si Kusta itu. Yang  pertama adalah dirinya disembuhkan dan yang ke dua dia akan dapat kembali kepada masyarakat untuk hidup secara normal bahkan secara baru. Untuk zaman ini tentu penyakit kusta dalam rohani kita renungkan dalam konteks berbeda. Barangkali dalam hidup kita ada kusta-kusta kemalasan, kusta-kusta kedengkian, kusta-kusta kecemburuan, kusta-kusta keegoisan, kusta-kusta ketidakmautahuan dan sebagainya. Mari kita datang kepada Yesus supaya diapun berkenan mentahirkan dan mengubah hidup kita. Menjadi orang yang hidup penuh semangat. Hidup yang penuh kebijaksanaan. Hidup yang penuh kepercayaan diri pada kehendak Tuhan dan sebagainya. Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa mahakudus, terimalah persembahan kami, umat-Mu, sebagai pernyataan iman kami kepada Kristus, yang akan kami terima dalam sakramen ini. Sebab Dialah ….

ANTIFON KOMUNI – I Yohanes 4:9

Allah mengutus Putra-Nya ke dunia agar kita hidup oleh-Nya; dalam hal ini, nyatalah cinta kasih Allah kepada kita.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Tuhan dan Allah kami, dalam sakramen-Mu ini kami dipersatukan dengan Dikau. Semoga dayanya menguatkan kami agar kurnia-Mu sendiri membuat kami sanggup menerima anugerah-Mu. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI :

No Comments

Leave a Comment