Kamis, 10 Februari 2022 – Peringatan Wajib St. Skolastika, Perawan

Rm. Andreas Nugroho SCJ dari Komunitas SCJ Rumah Damai Dehon Palembang – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 15:5-6

Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku, dalam tangan-Mulah nasibku. Tanah permai akan menjadi bagianku, milik pusakaku menyenangkan hatiku.

PENGANTAR:

Orang sering menanyakan arti biara tertutup, “Mengapa orang-orang itu mengurung diri seumur hidup? Kan Tuhan tak dapat menuntut itur Jawaban tepat atas misteri panggilan ilahi dan jawaban insani sulit diberikan. Tetapi Skolastika, adik Santo Benediktus, telah menjawabnya. Baginya bukanlah pengurungan diri melainkan suatu pembebasan diri, suatu kebebasan yang dibaktikan kepada Tuhan.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa yang mahakudus, pada hari ini kami memperingati Santa Skolastika. Kami mohon, semoga kami meniru teladannya dan mengabdi Engkau dengan cinta kasih, sehingga dapat memperoleh hasil kasih sayang-Mu. Demi Yesus Kristus…

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja 11:4-13

“Salomo tidak berpegang pada perjanjian Tuhan maka kerajaannya dikoyakkan.”

Ketika Raja Salomo menjadi tua, isteri-isterinya mencondongkan hatinya kepada dewa-dewa, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan, Allahnya, seperti Daud, ayahnya. Demikianlah Salomo mengikuti Ashtoret, dewi orang Sion, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon. Salomo melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti Tuhan, seperti Daud ayahnya. Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengurbanan bagi Kamos, dewa kejijikan sembahan orang Moab, di gunung sebelah timur Yerusalem, dan bagi Molokh, dewa kejijikan sembahan bani Amon. Demikianlah dilakukannya bagi semua isterinya, orang-orang asing itu, yang mempersembahkan kurban ukupan dan kurban sembelihan kepada dewa-dewa mereka. Maka Tuhan menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari Tuhan, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya, dan yang telah memerintahkan kepadanya supaya jangan mengikuti dewa-dewa lain. Akan tetapi ia tidak berpegang pada apa yang diperintahkan Tuhan. Lalu bersabdalah Tuhan kepada Salomo, “Oleh karena engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka Aku akan mengoyakkan kerajaanmu dan akan memberikannya kepada hambamu. Hanya saja, demi Daud ayahmu, Aku belum mau melaksanakannya selama engkau masih hidup. Dari tangan anakmulah Aku akan mengoyakkannya. Namun demikian tidak seluruh kerajaan akan Kurenggut daripadanya. Satu suku akan Kuberikan kepada anakmu demi hamba-Ku Daud dan demi Yerusalem yang telah Kupilih.”

Demikianlah sabda Tuhan.

U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 106: 3-4.35-36.37.40

Ref. Ingatlah akan daku, ya Tuhan, demi kemurahan-Mu terhadap umat.

  1. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum, yang melakukan keadilan di setiap saat! Ingatlah akan aku, ya Tuhan, demi kemurahan-Mu terhadap umat, perhatikanlah aku, demi keselamatan yang datang dari pada-Mu.

  2. Mereka malah bercampur baur dengan bangsa-bangsa itu, dan meniru kebiasaan mereka. Mereka beribadah kepada berhala-berhala para bangsa, yang menjadi perangkap bagi mereka.

  3. Mereka mengurbankan anak-anak lelaki mereka, dan anak-anak perempuan mereka kurbankan kepada roh-roh jahat. Maka berkobarlah murka Tuhan terhadap umat-Nya, dan Ia jijik kepada milik pusaka-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL: 

U : Alleluya

S : (Yak 1:21)  Terimalah dengan lemah lembut sabda Allah yang tertanam dalam hatimu, sebab sabda itu berkuasa menyelamatkan kamu. 

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 7:24-30

“Anjing-anjing pun makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.”

Pada waktu itu Yesus meninggalkan daerah Galilea dan berangkat ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya. Tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. Malah di situ ada seorang ibu, yang anak perempuannya kerasukan roh jahat. Begitu mendengar tentang Yesus, ibu itu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. Ibu itu seorang Yunani berkebangsaan Siro-Fenisia. Ia mohon kepada Yesus supaya mengusir setan dari anaknya. Yesus lalu berkata kepadanya, “Biarlah anak-anak kenyang dahulu! Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Tetapi ibu itu menjawab, “Benar, Tuhan! Tetapi anjing di bawah meja pun makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” Lalu Yesus berkata kepada ibu itu: “Karena kata-katamu itu, pulanglah, sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.” Ibu itu pulang ke rumah dan mendapati anaknya terbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

Demikianlah sabda Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Andreas Nugroho SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat  Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya Romo Andreas Nugroho SCJ dari komunitas SCJ-Rumah Dehon Palembang-Indonesia, dalam Resi – Renungan Singkat – Dehonian edisi Kamis, 10 Februari 2022, Peringatan Wajib Santa Skolastika. Sabda Tuhan yang akan kita dengar dan renungkan hari ini dari: Injil Suci Menurut Markus 7:24-30.

Dalam Kitab Suci, banyak tokoh perempuan yang menjadi model hidup beriman dan takwa kepada Tuhan Allah. magdalena, elisabet, Maria bunda Tuhan, lidia dalam kisah para rasul, seorang perempuan kaya yang murah hati, rumah singgah bagi para pewarta Injil

Hari ini, kita bisa belajar beriman dari sikap perempuan siro-fenisia. Demi anak perempuannya, ibu itu bersimpuh di depan kaki Tuhan, sampai IA menaruh belaskasihan.

  1. Percaya: Perempuan Siro-Fenisia ini percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan meski dia hanya mendengar kabar-kabar yang beredar. Di sinilah kita diajak untuk percaya kepada Yesus meski kita belum pernah bertemu muka dengan Yesus.

  2. Harapan: Perempuan ini mendengar berita tentang perbuatan Yesus yang ajaib dan ia percaya bahwa Yesus sanggup membebaskan anaknya dari kerasukaan setan. Karenanya, kabar berita tentang kedatangan Yesus membangkitkan iman pengharapannya. Di sinilah kita diajak untuk tetap memiliki semangat hidup dan memelihara harapan serta percaya kepada janji Allah.

  3. Rendah hati: Perempuan Kanaan ini terus memohon meski ditolak oleh Yesus dan para murid-Nya, bahkan membuat dirinya semakin tabah dan sabar menanti tiba waktunya ditolong oleh Yesus. Maka denngan rendah hati ia menjawab, “Benar, Tuhan! Tetapi anjing di bawah meja pun makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” Jawaban inilah yang menunjukkan sikap kesungguhan hati dan kegigihannya terus memperjuangkan dengan rendah hati bagi kesembuhan anaknya. Di sinilah kita diajak untuk semakin memurnikan iman dengan membuat ketetapan hati untuk percaya kepada-Nya. Ingin sembuh saja tidak cukup bila tidak disertai dengan menjalani hidup yang berkenan di mata Tuhan.

  4. Sabar: Perempuan ini memiliki ketahanan dan ketabahan menerima cobaan, penolakan dan penderitaan hidup dengan tetap sabar kepada Allah dan hidup benar di mata Tuhan sehingga Allah berkenan atas dirinya dan melimpahkan anugerah kepadanya. Lalu Yesus berkata kepada perempuan itu: “Karena kata-katamu itu, pulanglah, sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.”

Tuhan Yesus tidak segera mengabulkan permintaannya: Sering Tuhan sengaja tidak langsung mengabulkan doa-doa kita supaya kita mau bertekun dalam menantikan dan menunjukkan kedalaman iman kita. Sikap iman yang selalu mengandalkan Tuhan, lebih penting daripada mukjizat yang diharapkan.

Berkat Allah yang Mahakuasa menyertai kita semua, + Bapa Putra dan Roh Kudus. Amin. Semoga hati Kudus Yesus merajai kita semua. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa di Surga, dalam diri Santa Skolastika Kaulebur manusia lama dan Kauciptakan manusia baru menurut citra-Mu. Semoga kami pun Kauperbaharui, sehingga Engkau berkenan menerima kurban perdamaian yang kami rayakan ini. Demi Kristus,…..

ANTIFON KOMUNI – lih. Mat 19:27-29

*Sungguh Aku bersabda kepadamu, kalian telah meninggalkan semuanya dan mengikuti Aku. Kalian akan menerima ganjaran seratus kali lipat dan menerima hidup abadi.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, semoga berkat sakramen cinta kasih ini kami belajar dari teladan Santa Skolastika. Kiranya kami mengutamakan Dikau di atas segalanya dan di dunia ini hidup sebagai manusia baru yang penuh cinta kasih. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.

DOWLOAD AUDIO RESI:

No Comments

Leave a Comment