Senin, 02 Mei 2022 – Peringatan Wajib St. Atanasius, Uskup dan Pujangga Gereja

Rm. YAM. Fridho Mulya SCJ Dari Komunitas SCJ Tegalrejo Belitang Sumatera Selatan – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON KOMUNI – Sir 44:15.14

Kebijaksanaan orang suci diwartakan bangsa-bangsa. Kemuliaannya dikabarkan umat, dan nama mereka hidup terus, dikenangkan turun-temurun.

PENGANTAR

Ketika Atanasius menjadi batrik di Alexandria, nampaknya Gereja akan mengalami masa tenang. Penganiayaan berdarah sudah berlalu. Tetapi ternyata di dalam Gereja sendiri muncul pertentangan sengit. Arius seorang imam keuskupannya mengingkari bahwa Yesus adalah Tuhan. Pengikut-pengikutnya mengarahkan sasarannya kepada Atanasius, sebab ia dekat dengan umat, dan tidak menyembunyikan imannya akan keallahan Yesus. Berkali-kali Atanasius tak berkenan di hati Kaisar. Gerak-geriknya dibatasai. Berkat pernyataan imannya yang tegas ia dijuluki ‘Rasul Penjelmaan Tuhan’.

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau menugasi Santo Atanasius, uskup,Mu, untuk membela keallahan Putera-Mu. Kami mohon semoga kebenaran ini semakin meresap di dalam hati kami, sehingga kami semakin mendalami iman kami dan semakin berkembang dalarn cinta kasih. Demi Yesus Kristus,…..

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 6:8-15

“Mereka tidak sanggup melawan hikmat Stefanus dan Roh yang mendorong dia berbicara.”

Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini. – Anggota-anggota jemaat ini adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria. – Mereka datang bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara. Lalu mereka menghasut beberapa orang untuk mengatakan, “Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah.” Dengan jalan demikian mereka mengadakan suatu gerakan di antara orang banyak serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat; maka mereka menyergap Stefanus, lalu menyerahkan dan membawanya ke hadapan Mahkamah Agama. Lalu mereka mengajukan saksi-saksi palsu yang berkata, “Orang ini terus menerus mengucapkan perkataan yang menghina tempat kudus ini dan hukum Taurat. Sebab kami telah mendengar dia mengatakan bahwa Yesus, orang Nazaret itu, akan merobohkan tempat ini dan mengubah adat-istiadat yang diwariskan oleh Musa kepada kita.” Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu menatap Stefanus, lalu mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 119:23-24.26-27.29-30

Ref. Berbahagialah orang yang hidup menurut Taurat Tuhan.

  1. Sekalipun para pemuka duduk bersepakat melawan aku, hambamu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu. Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, dan kehendak-Mu menjadi penasihat bagiku.

  2. Jalan hidupku telah kuceritakan dan Engkau menjawab aku; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.

  3. Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah hukum-Mu kepadaku. Aku telah memilih jalan kebenaran, dan menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Mat 4:4) Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 6:22-29

“Berkerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal.”

Setelah Yesus mempergandakan roti, keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang danau Tiberias, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain yang dipakai murid-murid Yesus. Mereka melihat juga bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat. Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias ke dekat tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya. Ketika orang banyak melihat bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya, “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?” Yesus menjawab, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.” Lalu kata mereka kepada-Nya, “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?” Jawab Yesus kepada mereka, “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Y.A.M. Fridho Mulya SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Mariae.

Jumpa dengan saya Rm. Y.A.M Fridho Mulya SCJ dari Komunitas Pastoran Santa Maria Tidak Bernoda Tegalrejo, Belitang OKU Timur Sumatra Selatan,  dalam RESI (Renungan Singkat) Senin, 2 Mei 2022. Hati Yesus menjiwai Anda sekalian.

Para Pendengar Resi, di manapun Anda berada. Pada hari ini Peringatan wajib St. Atanasius Usk. Pujangga Gereja, mari kita membuka pikiran dan hati mendengar pesan Tuhan Yesus Kristus melalui  Injil Yos 6:22 – 29: Orang banyak mencari Yesus

Para Pendengar Resi pertema-tama saya sampaikan pantun ini, pergi ke sungai melewati sawah, di sungai banyak ikan toman; dengan ketulusan hati kuucap selamat Paskah, semoga Paskah mendorong perbaikan kehidupan. Alleluia.

Baik juga kita ucapkan kepada saudara-saudari Muslim; Selamat merayakan Idhul Fitri, moga makin fitri bersih hati hidup suci di hadapan Allah dan bangun persaudaraan sejati. Minal Aidin Walfaidin, mohon maaf lahir batin.

Kita boleh belajar dari mereka. Selama satu bulan mereka berpuasa, siang hari selama 12 jam tidak makan dan tidak minum. Mulai sore sampai malam, mereka mencari Allah, berdoa melakukan sholat taraweh, dan ngaji atau membaca Al Quran. Intinya setelah membersihkan tubuh dari makanan-makanan jasmani, pikiran dan hati dibuka dan diarahkan kepada Allah, fokus pada Allah untuk mendapatkan pahala.

Para Pendengar Resi yang dikasihi Tuhan, dari bacaan Injil Yohanes, setelah Yesus mengadakan pergandaan roti, begitu banyak orang tertarik kepada Yesus. Dengan berbagai cara mereka mencari dan hendak bertemu Yesus. mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.” Ini suatu tindakan yang baik sekali, ada suatu kerinduan yang besar untuk bertemu Yesus. Menjadi gambaran banyak orang yang mencari Yesus. Setelah ketemu, mereka mengatakan, “Rabi,  bilamana Engkau tiba di sini?” Ada suatu kegembiraan dalam hati mereka. Yesus dengan hati terbuka menyambut kedatangan mereka. Namun Yesus membaca pikiran dan hati mereka, bahwa dalam pencarian Yesus itu masih di dasari oleh hal-hal yang lahiriah belaka, yakni “makan mana dan menjadi kenyang”. Masih soal makanan yang masuk perut, belum berani mengosongkan perut, hati dan pikiran tertutup oleh hal-hal lahiriah.

Maka, Yesus mengajak dan menggiring mencari makanan yang tak binasa, yang memberikan hidup kekal yang diberikan oleh Yesus sendiri. Hati pikiran mereka terpikat dan ingin mendapatkannya. Untuk mendapatkannya, syaratnya adalah percaya kepada “kepada Dia yang telah diutus  Allah.”

Manusia hanya bisa mengerti dan menangkap apa yang dikehendaki Tuhan, dengan iman kepercayaan. Tuhan menghendaki menyantap “makanan yang  bertahan sampai hidup kekal” yang dimaksudkan adalah makanan Ekaristi, komuni kudus. roti hidup yang Yesus berikan, Yesus persembahkan untuk hidup kekal.

Maka Para Pendengar Resi, Cari dan kejarlah roti hidup Yesus.

– Kosongkan perut dengan berpuasa tidak makan, tidak minum.

– Bersihkan mulut, paru-paru dan hidung dari asap rokok dengan tidak merokok,

– Jari-jari tangan tidak pegang rokok karena mau dipakai untuk memegang Roti Hidup,                Komuni Kudus,   sekurang satu jam sebelum memasuki gereja untuk Ekaristi.

– Dengan penuh iman kepercayaan mendalam bangun disposisi hati, fokus pada Allah, pada         Yesus untuk mendapatkan rahmat Ekaristi. 

Masih di pupus jelang bermekaran. Bunga melati yang masih kuncup. Cari Yesus, sumber kehidupan. Dalam Ekaristi Roti Hidup.

Bunga melati di pinggir kolam. Banyak bunga yang masih kuncup. Siapkan diri luar dalam. Kecap manfaat rohani Roti Hidup.

Sekian, Para Pendengar Resi, Resi dari saya. Sampai Jumpa. Dan Selamat Paska, juga memasuki bulan Maria. Tuhan memberkati.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa yang mahaagung, pandanglah dengan rela persembahan kami pada peringatan Santo Atanasius ini. Semoga imannya yang murni serta kesaksiannya akan kebenaran, sungguh bermanfaat bagi kaum beriman. Demi Kristus,…..

ANTIFON KOMUNI – 1Kor 1:23-24

Kami memaklumkan Kristus yang tersalib Kristus, kuasa dan kebijaksanaan Allah.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahakuasa, bersama Santo Atanasius kami mengimani keallahan Putera-Mu yang tunggal. Kami mohon semoga berkat perayaan ekaristi ini iman kami semakin hidup dan semakin teguh. Demi Kristus,….

DOWNLOAD AUDIO RESI

Santo Atanasius Agung, Uskup dan Pujangga Gereja

Atanasius dilahirkan di Aleksandria kurang lebih pada tahun 297. Pada tahun 318, Atanasius ditabhiskan menjadi diakon, dan ditunjuk sebagai sekretaris Uskup Aleksandria. Dalam kurun waktu singkat setelah tabhisan diakon itu, ia menerbitkan karangannya tentang rahasia Penjelmaan. Sebagai sekretaris Uskup, ia berhubungan erat dengan para rahib padang gurun, seperti St. Antonius Abas, sang pertapa dari Mesir. Athanasius sendiri sangat tertarik sekali dengan kehidupan para rahib itu. Akhirnya dia sendiri pun meneladani cara hidup para pertapa itu dan menjadi seorang pendoa besar.

Atanasius membaktikan seluruh hidupnya untuk membuktikan bahwa Yesus adalah sungguh Allah. Hal ini amat penting, karena dimasa itu ada sekelompok orang yang disebut Arian menyangkalnya. Ajaran itu disebut ajaran Arianisme. Sebelum ia menjadi seorang imam, Atanasius telah banyak membaca buku tentang iman. Oleh sebab itulah dengan mudah ia dapat menunjukkan kelemahan-kelemahan ajaran bidaah Arian.

Menanggapi ajaran sesat Arianisme, Athanasius bersama uskupnya pergi menghadiri Konsili Nicea (sekarang: Iznik, Turki) yang diprakarsai oleh kaisar Konstantianus. Dalam konsili itu, Atanasius terlibat aktif dalam diskusi-diskusi mengenai Ke-Allah-an Yesus Kristus,Pribadi kedua dalam Tritunggal MahaKudus. Sekembali dari konsili itu, peranan Atanasius semakin terasa penting, terutama setelah meninggalnya uskup Aleksandria enam bulan kemudian. Atanasius kemudian ditahbiskan sebagai Uskup Agung Alexandria (Uskup dalam Gereja Timur disebut Patriark) ketika usianya masih belum tiga puluh tahun. Dalam tugasnya sebagai uskup, Atanasius mengunjungi seluruh wilayah keuskupannya, termasuk pertapaan-pertapaan para rahib. Ia mengangkat seorang uskup untuk wilayah Ethiopia. Ia sendiri memimpin keuskupannya selama 45 tahun.

Pada masa kepemimpinannya Arianisme mulai timbul lagi di Mesir. Dengan tegas Athanasius menentang Arianisme itu. Ia banyak menghadapi tantangan. Sebanyak lima kali ia terpaksa melarikan diri untuk menyelamatkan diri dari kepungan musuhnya. Athanasius dikenal sebagai seorang uskup yang banyak menulis. Dengan tulisan-tulisannya ia berusaha menerapkan dan membela ajaran iman yang benar.

Umat sungguh sangat mengasihi uskup agung mereka yang baik hati itu. Ia seperti seorang bapa bagi mereka. Sementara tahun-tahun berlalu, mereka menghargainya lebih dan lebih lagi, betapa banyak ia telah menderita bagi Yesus dan Gereja. Umatlah yang mengatur serta mengusahakan agar ia dapat hidup dengan tenang. Ia menghabiskan tujuh tahun terakhir hidupnya dengan tenang bersama mereka. Para musuhnya, kaum arian yang didukung oleh kaisar  tetap mengejarnya, namun tak pernah dapat menemukanya.Pada masa itu Gereja sedang berada dalam perpecahan akibat munculnya ajaran bidaah Aranisme yang mengingkari ke-Allahan Kristus. Aranisme bahkan telah merebak sampai kedalam istana kekaisaran Romawi dan beberapa kaisar juga sempat menjadi pengikut Arian. Uskup Athanasius berjuang sekuat tenaga untuk melawan ajaran sesat dari kaum arian ini. Bahkan Kaisar Romawi yang juga pengikut Arian tidak dapat memaksanya berhenti menuliskan penjelasan-penjelasannya yang terang dan jelas mengenai iman kita yang kudus. Para musuhnya menganiayanya dengan berbagai cara. Lima kali ia diusir dari keuskupannya sendiri. Pengasingannya yang pertama berlangsung dua tahun lamanya. Ia dibuang ke kota Trier pada tahun 336.

St. Atanasius adalah pembela terbesar ajaran Gereja Katolik tentang Tritunggal Maha Kudus dan misteri Penjelmaan Sabda menjadi Manusia. St. Atanasius dikenal sebagai ‘Bapak Ortodoksi’ karena perjuangannya yang besar dalam menentang ajaran-ajaran sesat yang berkembang pada masa itu. St.Atanasius wafat dalam damai pada tanggal 2 Mei 373. Ia tetap menjadi salah seorang santo terbesar dan tergagah sepanjang masa dan pembela iman kristiani yang paling gigih yang pernah ada.

No Comments

Leave a Comment