Sabtu, 07 Mei 2022 – Hari Biasa Pekan III Paskah

Rm. Antonius Tugiyatno SCJ dari Komunitas SCJ Kokonao Papua Indonesia

 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Kolose 2:12

Kita dikubur bersama Kristus dalam pembaptisan dan dibangkitkan bersama dengan Dia pula berkat kepercayaan kita akan kuasa Allah, yang telah membangkitkan Kristus dari alam maut. Alleluya.

PENGANTAR:

Sungguh bahagia orang yang dapat berdoa dalam untung dan malang. Juga kalau kita prihatin dan mohon sesuatu, hendak-nya kita meniru Santo Petrus, “Tuhan, Engkau memiliki sabda kehidupan kekal. Kepada siapa lagi kami harus menghadap?” Kita pun percaya bahwa Tuhan memperhatikan kita dalam sakit dan sedih, dan kita percaya bahwa Yesus memberikan rezeki yang mengantar kita menuju hidup abadi.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa mahabaik, dalam pembaptisan Engkau memberi hidup baru bagi orang yang percaya kepada-Mu. Lindungilah kami semua, yang dilahirkan kembali dalam Kristus dan dibebaskan dari kesesatan. Semoga kami semakin setia memelihara rahmat-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 9:31-42

“Jemaat dibangun, dan jumlahnya makin bertambah besar, oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.”

Selama beberapa waktu setelah Saulus bertobat, jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus. Pada waktu itu Petrus berjalan keliling, mengadakan kunjungan kemana-mana. Dalam perjalanan itu ia singgah juga kepada orang-orang kudus yang di Lida. Di situ didapatinya seorang bernama Eneas, yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh. Kata Petrus kepadanya, “Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!” Seketika itu juga bangunlah orang itu. Semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka berbalik kepada Tuhan. Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita, dalam bahasa Yunani: Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah. Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal. Dan setelah dimandikan, mayatnya dibaringkan di ruang atas. Adapun Lida dekat dengan Yope. Maka ketika murid-murid mendengar bahwa Petrus ada di Lida, mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan permintaan, “Segeralah datang ke tempat kami.” Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas, dan semua janda datang berdiri di dekatnya. Sambil menangis, mereka menunjukkan kepada Petrus semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup. Tetapi Petrus menyuruh mereka keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kmudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata, “Tabita, bangkitlah!” Lalu Tabita membuka matanya, dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk. Petrus memegang tangannya dan membantu ia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup. Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope, dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan. Sesudah peristiwa itu Petrus tinggal beberapa hari di Yope, di rumah seorang yang bernama Simon, seorang penyamak kulit.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 116:12-13.14-15.16-17

Ref. Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebaikan-Nya kepadaku?

  1. Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebaikan-Nya kepadaku. Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama Tuhan.

  2. Aku akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umat-Nya. Sungguh berhargalah di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya.

  3. Ya Tuhan, aku hamba-Mu! Aku hamba-Mu, anak dari sahaya-Mu! Engkau telah melepaskan belengguku: Aku akan mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama Tuhan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (lih. Yoh 6:63b.68b) Perkataan-perkataan-Mu adalah roh dan hidup. Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 6:60-69

“Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.”

Setelah Yesus menyelesaikan ajaran-Nya tentang roti hidup, banyak dari murid-murid-Nya berkata, “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” Yesus dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, maka berkatalah Ia kepada mereka, “Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? Lalu bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada? Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna! Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.” Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia. Lalu Ia berkata, “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.” Mulai dari waktu itu banyak murid Yesus mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti Dia. Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya, “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Jawab Simon Petrus kepada-Nya, “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal. Kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Antonius Tugiyatno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Mariae.

Saudara–saudari sahabat Resi Dehonian yang dikasihi oleh Tuhan, kita berjumpa kembali dalam Resi renungan singkat Dehonian, edisi Sabtu pekan ke III masa Paskah 7 Mei  2022. Kali ini bersama saya Romo Antonius Tugiyatno SCJ dari Komunitas Kokonao Papua. Hari ini kita akan mendengarkan dan merenungkan bacaan dari Injil Yohanes 6: 60-69. Marilah kita membuat tanda kemenangan Tuhan, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Saudara-saudari pendengar Resi yang dikasihi oleh Tuhan, ada sebuah mob yang menceritakan seorang suami istri yang baru tiga hari menikah. Lalu istrinya menulis story di sosial media yang berbunyi “kamu adalah suami terbaikku” kata-kata yang romantis. Mungkin kata-kata yang sama akan tetap tertulis atau bisa jadi kata-katanya berubah ketika suatu saat anak minta jajan, token listrik, elpiji, beras, minyak, ajinomoto dan lain-lain habis bersamaan. Dari kisah singkat ini saya merenungkan apa yang dialami oleh orang-orang disekitar Yesus ketika situasi berubah. Ketika terjadi situasi yang mengagetkan hal itu dapat mempengaruhi apa yang orang katakan atau apa yang orang putuskan. Dalam Injil yang kita dengarkran tadi kita juga mendengarkan bagaimana situasi para murid dan orang-orang yang mengikuti Yesus mengalami shock karena perkataan Yesus yang mungkin sulit dipahami. Mungkin ketika Yesus mengubah lima roti dan dua ikan menjadi ribuan, banyak yang mengatakan aleluia, puji-pujian, ku mau cinta Yesus selamanya dan lain-lain. Tetapi ketika Yesus mengatakan tentang DiriNya sebagai Roti Hidup ternyata banyak dari kata pujian itu berubah menjadi sungut-sungut. Ada suatu lompatan pemaknaan yang tidak serta-merta dipahami oleh para pengikut saat itu, sehingga banyak yang mengundurkan diri.

Pada kesempatan ini marilah kita juga merenungkan seandainya pertanyaan yang sama diajukan kepada kita, ketika mengalami situasi sulit dan ditanya “Apakah kamu tidak mau pergi juga”. Sekilas pertanyaan itu menyakitkan. Bagaiamana mungkin kebaikan Yesus yang tidak terhitung sudah diberikan seolah-olah terhapus begitu saja hanya dengan perkataan Roti Hidup.       Pada kesempatan ini kita mendengarkan suatu kualitas jawaban dari dalam diri Petrus. “Tuhan, kepada siapa kami akan pergi PerkataanMu adalah perkataan hidup yang kekal”. Pada jawaban Petrus ini terkandung suatu permenungan yang amat mendalam. Kalau kita juga mengimani bahwa perkataan Yesus adalah hidup yang kekal dan jalan kebenaran, maka Tuhan pasti akan memberi kita kekuatan di saat kita menghadapi segala tantangan dan kesulitan. Tuhan tidak akan tinggal diam saat kita membutuhkan pertolongan dalam mengambil keputusan. Tuhan akan menyertai kita untuk mencerahkan keputusan itu dan memberi jalan rahmat untuk dapat melaksanakannya.

Dalam kisah Injil tadi ketika banyak orang mengundurkan diri, Yesus tidak berusaha untuk menjelaskan apa yang telah Dia katakan. Pada kesempatan itu Yesus berpaling kepada orang-orang terdekatnya dan bertanya, “Apakah Engkau juga ingin pergi?” Petrus mungkin tidak mengerti arti penuh dari apa yang Yesus katakan tetapi dia tahu apa yang penting. Petrus menanggapi bahwa pertanyaan Yesus tersebut bersifat revolusioner dan menantang mereka yang mendengarnya. Kalau kita percaya seutuhnya kepada Tuhan, bahwa Tuhan menciptakan kita untuk diselamatkan tentu pertanyaan itu tidak mengguncangkan iman kita. Justru sebaliknya pertanyaan itu membawa kita ke dalam kualitas hidup yang semakin bemakna, memberi harapan dan cinta dalam semua aktivitas yang kita lakukan.  Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa maha pengasih, terimalah persembahan umat-Mu ini. Semoga dengan bantuan perlindungan-Mu kami tetap memelihara anugerah-Mu di dunia dan memperoleh kurnia-Mu di surga. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Yohanes 17:20-21

Tuhan bersabda, “Ya Bapa, Aku berdoa bagi mereka, semoga mereka bersatu dalam Kita, agar dunia percaya, bahwa Engkau telah mengutus Aku. Alleluya.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kehidupan sejati, andaikan kami tidak diperkenankan mengikuti Roh Kudus, kami tentu mati dan tidak berdaya sama sekali, meski tampaknya hidup. Maka kami mohon, jadikanlah kami kuat dan siap sedia mengikuti Putra-Mu dalam kehidupan, penderitaan, dan penghinaan, agar kelak Kauperkenankan ikut serta hidup demi Engkau untuk selama-lamanya. …

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment