Senin, 28 November 2022 – Hari Biasa Pekan I Adven

Rm. Aegidius Warsito SCJ dari Komunitas SCJ Toronto Kanada

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – lih. Yeremia 31:10; Yesaya 35:4

Dengarkanlah sabda Tuhan, hai bangsa-bangsa, dan wartakanlah sampai ke batas bumi: Janganlah takut! Lihatlah. Penebus kita akan datang.

PENGANTAR:

“Mimpi adalah khayalan,” kata orang. Namun, orang yang tidak bermimpi lagi akan kehilangan daya tahan menghadapi masa depan dan akan cepat menua. Orang beriman mendambakan hari depan di mana kemuliaan Allah akan tampak dalam segala sesuatu yang hidup. Yesus telah datang untuk menyertai kita dalam perjalanan hidup dan menggambarkan impian akan ke- bahagiaan kita.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber pengharapan, bantulah kami merindukan kedatangan Kristus Putra-Mu. Bila la tiba dan mengetuk, semoga kami didapati-Nya berjaga dalam doa dan menyambut-Nya dengan gembira. Demi Yesus Kristus Putra-Mu,.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 2:1-5

“Tuhan menghimpun semua bangsa dalam kerajaan damai abadi Allah.”

Inilah firman yang dinyatakan kepada Yesaya, putera Amos, tentang Yehuda dan Yerusalem, “Pada hari-hari yang terakhir akan terjadilah hal-hal ini: Gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di atas gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit. Segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata, ‘Mari kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuh jalan itu. Sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan dari Yerusalem akan keluar sabda Tuhan. ‘Tuhan akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa. Maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas. Bangsa yang satu tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa yang lain, dan mereka tidak akan lagi berlatih perang. Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!”

Atau

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya (4:2-6)

Orang-orang Israel yang selamat akan disebut kudus karena telah dibersihkan dari segala noda. Semuanya akan dilindungi Tuhan siang dan malam.

Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan Tuhan akan menjadi permai dan mulia, dan hasil bumi akan menjadi kebanggaan serta kehormatan bagi orang-orang Israel yang selamat. Dan semua orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus. Mereka itu ialah setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup, apabila Tuhan telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar. Maka Tuhan akan menjadikan di atas seluruh wilayah Gunung Sion dan di atas semua pertemuan yang diadakan di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam. Sebab di atas semuanya itu akan nampak kemuliaan Tuhan sebagai tudung dan pondok tempat bernaung terhadap panas terik pada waktu siang dan sebagai perlindungan serta persembunyian terhadap angin ribut serta hujan.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 122:1-2.3-4a. (4b-5.6-7). 8-9

Ref. ‘Ku menuju ke altar Allah dengan sukacita.

  1. Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, “Mari kita pergi ke rumah Tuhan.” Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.

  2. Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat, kepadamu suku-suku berziarah yakni suku-suku Tuhan.

  3. Untuk bersyukur kepada nama Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel. Sebab di Yerusalemlah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga Raja Daud.

  4. Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: “Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat kesentosaan. Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan kesentosaan di dalam purimu!”

  5. Oleh karena saudara-saudara dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: Semoga kesejahteraan ada di dalammu!” Oleh karena rumah Tuhan, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya.
S : (Mzm 80:8) Ya Allah, pulihkanlah kami buatlah wajah-Mu bersinar, maka selamatlah kami.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 8:5-11

“Banyak orang akan datang dari timur dan barat masuk Kerajaan Surga.”

Pada waktu itu Yesus masuk ke kota Kapernaum. Maka datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan mohon kepada-Nya, “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh, dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya, “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi perwira itu menjawab, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku. Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu, ‘Pergi!’ maka ia pergi; dan kepada seorang lagi, ‘Datang!’ maka ia datang; ataupun kepada hambaku, ‘Kerjakanlah ini!’ maka ia mengerjakannya.” Mendengar hal itu heranlah Yesus. Maka Ia berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Kujumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu, banyak orang akan datang dari timur dan barat, dan duduk makan bersama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Aegidius Warsito SCJ 

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Jumpa lagi saudara-saudari pendengar Resi Dehonian bersama saya: Rm. Aegidius Warsito SCJ, dari Komunitas SCJ – Toronto – Kanada, di dalam Resi-renungan singkat – Dehonian edisi hari Senin Advent Pekan I, tanggal 28 November 2022, Mari kita baca bersama perikopa Injil pada hari ini yang diambil dari Mateus 8:5-11, 13.

Saudara/I pendengar Resi Dehonian yang budiman, apa yang bisa kita pelajari dari cerita sang perwira yang baru saja kita dengarkan dari Injil pada hari ini?

Menurut saya, paling tidak ada dua hal yang bisa kita pelajari dari kisah ini, yaitu iman yang teguh kepada Yesus dan kepedulian sang perwira kepada hamba/ karyawannya yang sedang sakit. Kita diajak untuk belajar dari sikap si perwira ini untuk peduli kepada orang lain tanpa harus memandang status/kedudukannya di tengah masyarakat.

Si perwira ini bukanlah seorang prajurit biasa, dia adalah seorang perwira yang sangat memperhatikan hamba/karyawanya sehingga dia pergi kepada Yesus dengan iman yang dimilikinya dan memohonkan kesembuhan bagi karyawannya. Kalau kita perhatikan kedudukan atau pangkat yang disandangnya, dia bisa saja mengirim beberapa bawahannya kepada Yesus. Akan tetapi dia pergi secara pribadi kepada Yesus, dan dari sini kita bisa melihat kebaikan, kepedulian, dan ketulusannya di dalam menolong orang yang sakit dan membutuhkan tanpa harus memandang status atau kedudukan orang yang akan ditolongnya itu.

Saudara/I pendengar Resi Dehonian yang budiman, dari kisah ini kita bisa bercermin kepada diri kita sendiri: seberapa banyak orang dari kita yang cukup memperhatikan mereka yang rendah, tanpa jabatan dan status sosial, orang-orang tua yang sepertinya dibuang ke panti jompo, yang miskin, mereka semua adalah orang-orang yang terabaikan dari masyarakat kita. Berapa banyak dari kita yang benar-benar memperhatikan karyawan atau pembantu rumah tangga kita? Apakah kita akan tetap memperhatikan mereka meskipun mereka tidak dapat melayani kita lagi?

Saudara/I pendengar Resi Dehonian yang budiman, hari ini kita ada dalam masa Advent pekan yang pertama, dan melalui bacaan pada hari ini, Yesus mengundang kita semua untuk melihat sebarapa besar iman kita akan Yesus dan bagaimana iman itu diwujudkan di dalam kehidupan kita sehari-hari dan di dalam perjumpaan kita dengan orang-orang yang kita jumpai setiap hari dan mereka yang ada di sekitar kita.

Lalu siapakah mereka itu yang membutuhkan uluran tangan kasih kita? Mereka bisa jadi anggota keluarga kita sendiri, karyawan atau pembatu rumah tangga kita sendiri, sahabat, tetangga, anggota lingkungan atau paroki kita sendiri, atau bahkan mereka yang sama sekali tidak dipandang dan dikucilkan oleh masyarakat sekitarnya. Mereka inilah yang dimaksudkan oleh Yesus dengan kisah si perwira yang baik hati itu. Bagi Yesus, tidak cukup seseorang mengklaim bahwa dia seorang Katolik sejati dan memiliki iman yang teguh dan tak tergoyahkan akan Yesus akan tetapi tidak melakukan apapun kepada mereka yang sakit, menderita, tersingkirkan dan yang dianggap hina.

Saya kira, untuk menutup permenungan kita pada hari ini, ada baiknya kalau kita bertanya pada diri kita masing-masing: bagaimana iman kita akan Yesus mendasari dan mempengaruhi sikap kita sehari-hari kepada orang-orang yang kita jumpai atau ada di sekitar kita? Bisakah kita membandingkan iman akan Yesus yang kita miliki saat ini dengan iman si perwira di dalam bacaan Injil pada hari ini? Apa yang harus kita lakukan sekarang?

Saudara/I pendengar Resi Dehonian yang budiman, semoga permenungan kita di dalam masa Advent ini membantu kita untuk berkembang dalam hal iman dan perbuatan yang konkrit. Dan semoga kasih Tuhan memberkati langkah dan perjuangan hidup kita di sepanjang hari ini. Serta semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa mahakudus, semoga ibadat yang kami laksanakan di hadirat-Mu dalam perjalanan ziarah kami, kelak mendatangkan anugerah penebusan kekal. Demi Kristus, …..

ANTIFON KOMUNI – lih. Mazmur 106:4-5; Yesaya 38:3

Datanglah, ya Tuhan, kunjungilah kami dengan damai, agar kami sebulat hati bersukacita di hadapan-Mu.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa mahamulia, semoga ibadat yang kami lakukan ini mendatangkan keselamatan bagi kami. Kiranya Engkau mengajar kami mendambakan harta surgawi di tengah suka-duka dunia ini. Demi Kristus, 

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

1 Comment

Leave a Comment