Senin, 20 Februari 2023 – Hari Biasa Pekan VII

Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ dari komunitas SCJ Dehon House Manila – Philipina

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 93:2.5

Takhta-Mu teguh sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada. Peraturan-Mu sangat teguh, ya Tuhan, bait-Mu berhiaskan kekudusan sepanjang masa.

PENGANTAR:

Pemahaman hidup dan rencana Allah tentang manusia yang lebih mendalam hanya dapat kita peroleh dari kebijaksanaan ilahi. Bila kita hanya terbuka untuk kebijaksanaan kita sendiri, maka kita akan keranjingan dan membisu. Doa dan puasa diperlukan untuk dapat mengalahkan bisikan roh jahat.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa mahakuasa, atas kebijaksanaan-Mu Engkau menciptakan langit dan bumi. Kami mohon, agar hidup kami Kaudukung dengan daya yang sama, supaya kami menjadi orang yang bijaksana. Demi Yesus Kristus ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Putra Sirakh 1:1-10

“Kebijaksanaan diciptakan sebelum segala-galanya.”

Segala kebijaksanaan dari Tuhan asalnya, dan ada pada-Nya selama-lamanya. Pasir di laut dan tetes hujan, dan hari-hari kekekalan siapa gerangan dapat membilangnya? Tingginya langit, luasnya bumi, dan samudera raya dan kebijaksanaan, siapa dapat menduganya? Sebelum segala-galanya kebijaksanaan sudah diciptakan, dan pengertian yang arif sejak dahulu kala.8 Kepada siapakah pangkal kebijaksanaan telah disingkapkan, dan siapakah mengenal segala akalnya? Hanyalah Satu yang bijaksana, teramat menggetarkan, yaitu Yang bersemayam di atas singgasana-Nya. Tuhanlah yang menciptakan kebijaksanaan, yang melihat serta membilangnya, lalu mencurahkannya atas segala buatan-Nya. Pada semua makhluk ia ada sekadar pemberian Tuhan, yang juga membagikannya kepada orang yang cinta kepada-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 93:1ab.1c-2.5

Ref. Tuhan adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan

  1. Tuhan adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, dan kekuatanlah ikat pinggang-Nya.

  2. Sungguh, telah tegaklah dunia, tidak lagi goyah. Takhta-Mu tegak sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada.

  3. Peraturan-Mu sangat teguh; bait-Mu berhiaskan kekudusan, ya Tuhan, sepanjang masa!

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (2Tim 1:10b) Yesus Kristus, Penebus kita, telah membinasakan maut, dan menerangi hidup dengan Injil.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 9:14-29

“Aku percaya, ya Tuhan! Tolonglah aku yang kurang percaya ini!”

Pada suatu hari Yesus bersama Petrus, Yakobus dan Yohanes, turun dari gunung, lalu kembali pada murid-murid lain. Mereka melihat orang banyak mengerumuni para murid itu, dan beberapa ahli Taurat sedang mempersoalkan sesuatu dengan mereka. Ketika melihat Yesus, orang banyak itu tercengang-cengang semua, dan bergegas menyambut Dia. Yesus lalu bertanya kepada mereka, “Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?” Kata seorang dari orang banyak itu, “Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu karena ia kerasukan roh yang membisukan dia. Setiap kali roh itu menyerang, anakku dibantingnya ke tanah. Lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan, dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah minta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.” Maka kata Yesus kepada mereka, “Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu?” Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!” Lalu mereka membawanya kepada Yesus. Dan ketika roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya; dan anak itu terpelanting di tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa. Kemudian Yesus bertanya kepada ayah anak itu, “Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Jawabnya, “Sejak masa kecilnya! Seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api atau pun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu, jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.” Jawab Yesus, “Katamu, ‘jika Engkau dapat?’ Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” Segera ayah anak itu berteriak, “Aku percaya! Tolonglah aku yang kurang percaya ini!” Ketika melihat makin banyak orang yang datang berkerumun, Yesus menegur roh jahat itu dengan keras, kata-Nya, “Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau: Keluarlah dari anak ini, dan jangan memasukinya lagi!” Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncangkan anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang mengatakan, “Ia sudah mati.” Tetapi Yesus memegang tangannya dan membangunkannya, lalu ia bangkit berdiri. Ketika Yesus sudah di rumah, dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka, “Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?” Jawab Yesus, “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DEHONIAN DIBAWAKAN OLEH Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Berdoa itu kebutuhan

Pesan sederhana yang bisa kita ambil dari perikopa hari ini adalah supaya kita selalu berdoa. Dialog yang panjang pada peristiwa Injil hari ini ditutup oleh Yesus dengan kata-kata yang jelas “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.” Dalam berbagai situasi, apalagi situasi panik seperti dialami para murid, memperkuat diri dengan berdoa menjadi langkah yang bijaksana. Jika kita tidak mampu, biarkan Tuhan Yesus yang ambil alih. Tidak semua mampu kita kerjakan, tidak semua mampu kita mengerti.

Sebagai orang beriman, pastilah kita selalu punya waktu untuk berdoa. Berapa kali dalam sehari anda memiliki waktu untuk berdoa? Bisa jadi ada yang lebih dari sepuluh kali, atau lebih dari lima kali, atau lebih dari sekali. Jika kurang dari sekali, itu tandanya kita sudah rada keterlaluan. Mungkin sudah perlu saatnya mengundang Tuhan Yesus untuk datang dan menyelesaikan hidup kita.

Bagi banyak orang, berdoa itu bukan sesuatu yang sulit. Namun bagi sebagian orang, berdoa itu sangat susah. Susah bukan karena tidak memiliki waktu, tetapi susah karena tidak tahu apa yang harus dilakukan, atau apa yang harus dikatakan. Jadi lebih baik tidak berdoa, toh tetap bisa bekerja dan hidup seperti orang pada umumnya, bahkan mungkin merasa lebih bisa sukses dari pada orang yang setiap hari berdoa.

Berdoa tidak berarti harus dengan kata-kata yang panjang, waktu yang lama, mencari tempat yang sunyi sepi, mencari waktu luang. Kita bisa berdoa dimanapun dan dalam situasi apapun. Maka tidak perlu kuatir untuk sah atau tidaknya doa kita. Biar itu menjadi perkara Tuhan Allah. Yang menjadi perkara kita adalah apakah saya berdoa dengan tulus atau tidak.

Berdialog seperti dalam Injil hari ini kiranya juga menjadi bagian dari doa. Orang yang berdialog dengan Yesus, menjelaskan keadaan anaknya, dan meminta kesembuhan dari Yesus adalah juga bagian dari doa. Maka, setiap kali berdoa, berbicaralah dan berdialoglah dengan Yesus. Dengarkan suara-Nya, jangan hanya diri sendiri yang berbicara, tetapi bukalah telinga untuk mendengarkan dia yang berbicara.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa mahakuasa, semoga Kautumbuhkan daya hidup pada diri kami berkat roti anggur ini, berkat Yesus Putra-Mu, yang hadir di tengah-tengah kami. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Markus 9:23.24

Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya.” “Aku percaya! Tolonglah aku yang kurang percaya ini!”

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber iman kepercayaan, semoga Kaulengkapi iman kami yang masih kurang; ajarilah kami berdoa, dan berilah kami kekuatan, agar sanggup mengusir kekuasaan kejahatan dari tengah-tengah kami. Demi ….

DOWNLOAD AUDIO RESI

 

1 Comment

  • M Kriswantoro Februari 20, 2023 at 9:18 am

    💓 __Trimakasih Romo Wicak.. diingatkan tentang Teologi Dengkul yang masih sering abai..__ 💕🙏🙏

    Reply

Leave a Comment