Sabtu Malam, 08 April 2023 – Vigili Paskah (Malam Paskah – Tirakatan Kebangkitan Tuhan)

Rm. Vincen Suparman SCJ dari Komunitas SCJ Florida USA

 
 

AUDIO RESI:

UPACARA CAHAYA

Lampu-lampu gereja dipadamkan. Upacara ini dilakukan di luar gereja.

PEMBUKAAN MALAM PASKAH

I : Dalam nama Bapa … dan Putera dan Roh Kudus
U: Amin
I : Kasih karunia, rahmat, dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari PutraNya Tuhan kita Yesus Kristus dalam persekutuan Roh Kudus, bersamamu.
U : Dan bersama rohmu.
I : Saudara-saudara terkasih, Pada malam suci ini Tuhan kita Yesus beralih dari kematian memasuki kehidupan. Gereja mengundang putera dan puterinya untuk berkumpul mengadakan tirakatan. Kita ikuti tirakatan ini untuk mengungkapkan iman kita akan Kristus yang bangkit dengan mulia. Dialah cahaya yang menghidupkan harapan serta memberikan kegembiraan karena telah jaya atas maut.

Malam ini kita akan membaharui janji baptis, membaharui iman kita akan Tuhan. Hidup-Nya membuka harapan baru, hidup bersatu dengan Tuhan. Tetapi warta Paska ini mengandung pula tugas baru bagi kita, dan akan dimahkotai dengan perayaan Ekaristi.

PEMBERKATAN API BARU

I : Marilah berdoa: Allah Bapa mahamulia, Engkau telah menganugerahi kami cahaya kemuliaan-Mu dengan perantaraan Kristus. Kami mohon … berkatilah api baru ini. Semoga perayaan Paska ini menyatakan kerinduan kami akan kehidupan surgawi, sehingga kelak kami dapat merayakan Paska dengan hati murni dalam cahaya-Mu yang kekal. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin.

PEMBERKATAN LILIN PASKAH

Seorang diakon, atau petugas lain memegang liling Paska dan imam menggores tanda-tanda pada lilin sambil mengucapkan kata-kata:

I: Kristus dahulu dan sekarang (dari atas ke bawah)

Awal dan Akhir (dari kiri ke kanan)
Alpha (A) dan Omega (O)
Milik-Nya segala masa (2) dan segala abad (0)
kepada-Nyalah kemuliaan dan kekuasaan (0)
sepanjang segala masa (…)

(kemudian ditancapkan lima biji dupa)

I : Demi luka-luka-Nya yang kudus dan mulia, semoga kita dilindungi dan dipelihara,
oleh Kristus Tuhan.

U : Amin.

Dengan api baru lilin Paska dinyalakan.

I : Semoga cahaya Kristus yang bangkit mulia menghalaukan kegelapan dari hati dan budi kita.

Perarakan

Imam bersama Diakon pembawa lilin Paska dan misdinar maju, dan Diakon atau  imam melagukan:

D/I    Kris-tus ca-ha-ya  du- nia
U      Syu-kur ke-pa-da Al- lah

Atau

D/I    Cahaya Kris-tus
U      Syukur kepada Al-lah

Perarakan bergerak. Seruan ini dinyanyikan oleh imam 3 kali; sebelum masuk gereja, di tengah, akhirnya di depan altar. Setelah seruan kedua, lilin misdinar dinyalakan. Dan setelah seruan ketiga, lilin umat dinyalakan.

PUJIAN PASKAH

Di panti imam, diakon menancapkan lilin Paska pada tempatnya yang sudah disediakan. Pendupaan diisi, lalu imam mendupai lilin Paska. Kemudian menyusul pujian Paska.

L : Pujian Paska mengenangkan sejarah keselamatan kita, yang memuncak pada kebangkitan Kristus. Karena itu marilah kita sebagai Gereja, bersukaria menghaturkan pujian dan syukur:

D/I    Ber-so-rak – lah,  pa – ra   ma – lai – kat di    sur – ga
U      Ber-so-rak – lah, nya-nyi – kan  la – gu  gem-bi –  ra
D/I    Ber-gi-rang-lah,  u –  mat  se – lu –  ruh du –  ni –   a
U      Ber-so-rak – lah, nya-nyi – kan la –  gu  gem –bi – ra

D/I    E –  lu- kan – lah Kris –  tus ra – ja di  ra- ja
U      Ba-  gi  Kris-tus, yang  me-ne -bus    ki-ta
D/I    Ter- ha-lau-  kan ke –    ge – la -pan  do-sa
U      Ba – gi  Kris-tus, yang   me-ne -bus   ki-ta

D/I    Pu – ji – lah  ke – me-na – ngan ja – ya
U      Ber-syu-kur-lah  ke – pa-  da    Al- lah
D/I    Ber-si  – nar ca –  ha – ya     i     la – hi
U      Ber-syu-kur-lah  ke – pa-   da   Al- lah
D/I    Ge – ma-kan-  lah  bu –  nyi  na – fi –   ri
U      Ki-   ta   bang- kit  ber – sa- ma   Kris- tus
D/I    Ye – sus Kris-  tus  jun-  jung-an   ki  –  ta
U      Ki-   ta   bang- kit  ber-  sa –  ma   Kris -tus

D/I    Tuhan bersamamu
U      Dan bersama rohmu
D/I    Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan
U      Sudah kami arahkan
D/I    Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita
U      Sudah layak dan sepantasnya

D/I    Sungguh layak dan pantas kami lagukan dengan bulat hati madah pujian bagi-Mu Bapa, Allah yang tak kelihatan, dan bagi PuteraMu, Yesus Kristus, Tuhan dan sembahan kami. Sebab Ia telah melunasi hutang kami, keturunan Adam, kepada Dikau; Ia telah menghapus hutang dosa lama dengan darah hati-Nya. Inilah pesta PASKA, hari anak domba sejati dikurbankan, dan pintu rumah umat beriman sudah ditandai dengan darah-Nya.  Inilah malam, waktu leluhur kami, Bangsa Israel, Engkau hantar keluar dari Mesir, melalui Laut Merah, lewat jalan yang kering. Inilah MALAM, Yesus Kristus mengalahkan kuasa maut dan BANGKIT sebagai pemenang yang unggul dari kuburNya. Pada malam ini semua orang yang percaya kepada Kristus Engkau lepaskan dari kedurhakaan dosa, Engkau anugerahi rahmat dan Engkau persatukan dalam Gereja yang kudus.

Bersoraklah …

D/I    O betapa agung kasih-Mu, Bapa, terhadap kami sampai Putra-Mu Engkau serahkan untuk menebus para hamba. Sungguh perlu dosa Adam, yang telah dilebur oleh wafat Kristus. O dosa yang menguntungkan sebab mendatangkan Penebus semulia ini.

O malam bahagia, yang menghubungkan kembali surga dengan dunia, Allah dengan umat manusia.

 Bersoraklah …

D/I    Semoga cahaya suci malam ini mengusir kejahatan, mengambil dosa, memulihkan kesucian bagi yang jatuh, menghibur yang berdukacita, menghalau kedengkian, memupuk kerukunan, dan menundukkan keangkuhan.

 Bersoraklah …

D/I    Semoga lilin ini, yang diberkati demi penghormatanmu, Bapa, bernyals terus untuk menghalau kegelapan malam ini. Semoga nyalanya Kaugabungkan dengan bintang kejora, yakni Yesus Kristus yang takkunjung  terbenam. Ia telah terbit dari alam maut dan menyinari umat manusia dengan seri cahaya-Nya. Kini Ia bersama dengan Dikau dan Roh Kudus hidup dan berdaulat sekarang dan sepanjang masa.
U      A-min    a –   min   a  –     min.

Lilin umat dipadamkan, semua duduk.

LITURGI SABDA

L : Saudara-saudara terkasih, setelah membuka upacara malam ini dengan meriah, marilah kita mendengarkan Sabda Allah dengan penuh perhatian. Hendaklah kita renungkan, bagaimana Allah menyelamatkan umat-Nya dimasa lampau dan bagaimana Ia mengutus Putera-Nya menjadi Penebus kita. Maka hendaklah kita berdoa, agar Allah menyelesaikan karya penyelamatan Paska ini.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kejadian 1:1-31; 2:1-2 (Maka jadilah petang dan pagi: PS 866)

Allah melihat semua yang telah dijadikan-nya dan amat baiklah semuanya itu.”

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam.

Maka jadilah petang dan pagi, hari per- ta – ma.

Lalu berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.” Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. Allah menamai cakrawala itu langit

Maka jadilah petang dan pagi, hari kedua.

Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Berfirmanlah Allah: “Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.” Dan jadilah demikian. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Maka jadilah petang dan pagi, hari ketiga.

Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah demikian. Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Maka jadilah petang dan pagi, hari keempat.

Berfirmanlah Allah: “Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.” Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung – yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: “Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.”

Maka jadilah petang dan pagi, hari kelima.

Berfirmanlah Allah: “Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar.” Dan jadilah demikian. Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.

Maka jadilah petang dan pagi, hari keenam

Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

Maka jadilah petang dan pagi, hari ini.

Demikianlah sabda Tuhan. U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 104:1-2a.5-6.10.12.13-14.24.35c

Ref. Aku wartakan karya agung-Mu Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.

  1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Tuhan Allahku, Engkau sungguh besar! Engkau berpakaian keagungan dan semarak, berselimutkan terang ibarat mantol.

  2. Engkau telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyah untuk selama-lamanya. Dengan samudera raya bumi ini Kau selubungi; air telah naik melampaui gunung-gunung.

  3. Di lembah-lembah Engkau membualkan mata air yang mengalir di antara gunung-gunung. Burung-burung di udara bersarang di dekatnya, bersiul-siul dari antara dedaunan.

  4. Dari bangsal-Mu Engkau menyirami gunung-gunung, bumi penuh dengan segala yang Kauturunkan dari langit. Engkau menumbuhkan rumput bagi hewan, dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, Engkau mengeluarkan makanan dari dalam tanah.

  5. Betapa banyak karya-Mu, ya Tuhan, semuanya Kaubuat dengan kebijaksanaan. Bumi penuh dengan ciptaan-Mu: Pujilah Tuhan, hai jiwaku!

Doa

I : Marilah berdoa: Allah Bapa yang maha kuasa dan kekal, penciptaan dunia sungguh amat mengagumkan. Semoga umat yang telah Kautebus yakin, bahwa lebih agung lagi karya penebusan oleh Anak Domba Paska kami, yaitu Kristus, yang hidup dan bertahta sepanjang segala masa.
U : Amin

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Kitab Kejadian 22:1-2.9a.10-13.15-18

“Kurban Abraham leluhur kita.”

Setelah Abraham mendapat anak, Ishak, maka Allah mencobai Abraham. Allah berfirman kepada Abraham, “Abraham.” Abraham menyahut, “Ya Tuhan.” Sabda Tuhan, “Ambillah anak tunggal kesayanganmu, yaitu Ishak, pergilah ke tanah Moria, dan persembahkanlah dia di sana sebagai kurban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” Maka sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepada Abraham. Abraham lalu mengulurkan tangannya, dan mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat Tuhan dari langit, “Abraham, Abraham!” Sahut Abraham, “Ya Tuhan.” Lalu Tuhan bersabda, “Jangan bunuh anak itu, dan jangan kauapa-apakan dia. Kini Aku tahu bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.” Lalu Abraham menoleh, dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Diambilnya domba itu, dan dipersembahkannya sebagai kurban bakaran pengganti anaknya. Untuk kedua kali berserulah Malaikat Tuhan dari langit kepada Abraham, kata-Nya, “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri —- demikianlah firman Tuhan —- Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Melalui keturunanmulah segala bangsa di bumi akan mendapat berkat, sebab engkau mentaati sabda-Ku.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 16:5.8.9-10.11

Ref. Tuhan penjaga dan benteng perkasa dalam lindungan-Nya aman sentosa

  1. Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan yang diundikan kepadaku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

  2. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai dan tubuhku akan diam dengan tentram sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati dan tidak membiarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan.

  3. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.

Doa

I : Marilah berdoa: Allah Bapa umat beriman, Engkau selalu menciptakan manusia-manusia baru dan mengangkat mereka menjadi putera-puteri-Mu serta pewaris perjanjian-Mu. Apa yang Engkau janjikan kepada Abraham kini berkat misteri Paska terlaksana bagi segala bangsa. Semoga kamipun mengenal suara-Mu dan mengimani sabda-Mu.
Demi Kristus, pengantara kami.
U : Amin.

BACAAN KETIGA: Bacaan dari Kitab Keluaran 14:15-15:1

“Orang-orang Israel berjalan di tengah laut yang kering.”

Dalam perjalanan keluar dari tanah Mesir, ketika hampir tersusul oleh pasukan Firaun, ketakutanlah orang-orang Israel dan berseru-seru kepada Tuhan. Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa, “Mengapa engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. Dan engkau, angkatlah tongkatmu, dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel dapat masuk ke tengah-tengah laut dan berjalan di tanah yang kering. Dan sementara itu Aku akan menegarkan hati orang-orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel. Dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orang-orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku. Maka orang Mesir akan insaf bahwa Aku ini Tuhan apabila Aku menampakkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orang-orangnya yang berkuda.” Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berpindah, berjalan di belakang mereka; dan tiang awan yang tadinya bergerak di depan mereka, beranjak dan berdiri di belakang mereka. Demikianlah tiang awan itu berdiri di antara tentara Mesir dan orang Israel. Awan itu menimbulkan kegelapan, sehingga malam itu berlalu tanpa kesempatan bagi bagi orang Mesir untuk mendekati orang-orang Israel. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman Tuhan menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, serta mengeringkan laut itu. Maka terbelahlah air laut itu, dan orang Israel masuk dan berjalan di tengah-tengah laut yang kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. Orang Mesir pun mengejar dan menyusul mereka. Semua kuda Firaun, kereta dan pasukan berkudanya mengikuti orang Israel masuk ke tengah-tengah laut itu. Pada waktu jaga pagi, Tuhan memandang tentara Mesir dari dalam tiang api dan awan, lalu mengacau-balaukan tentara Mesir. Tuhan membuat roda kereta mereka berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkata, “Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab Tuhanlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir!” Berfirmanlah Tuhan kepada Musa, “Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, kereta mereka, dan pasukan berkuda mereka.” Musa mengulurkan tangannya ke atas laut; maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya semula, sedangkan orang Mesir lari menuju air itu. Demikianlah Tuhan mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut. Jadi berbaliklah segala air itu, lalu menimbun kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel ke laut. Tiada seorang pun di antara mereka yang selamat. Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering di tengah-tengah laut, sedang di kiri dan kanan mereka air itu bagai tembok bagi mereka. Demikianlah pada hari itu Tuhan menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terkapar di pantai laut. Ketika orang Israel melihat betapa dahsyat perbuatan Tuhan terhadap orang Mesir, maka seluruh bangsa itu merasa takut akan Tuhan; mereka percaya kepada Tuhan dan kepada Musa, hamba-Nya. Pada waktu itulah Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan madah ini bagi Tuhan.

Demikianlah sabda Tuhan

Sesudah bacaan terakhir, sebelum epistola, lilin altar dinyalakan.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur Tanggapan III. (Kel 15:1-2.3-4.5-6.17-18)

BERSYUKURLAH KEPADA TUHAN

1. Bersyukurlah kepada Tuhan,
U: kar’na kekal kasih Allah.
pada Allah segala dewata,
U: kar’na kekal kasih Allah.
pada Tuhan segala penguasa,
U: kar’na kekal kasih Allah.

2. Hanya Dia mengerjakan karya agung,
U: kar’na kekal kasih Allah.
dengan arif menciptakan langit,
U: kar’na kekal kasih Allah.
membentangkan bumi di atas laut,
U: kar’na kekal kasih Allah.

3. Penerang yang besar dibuat-Nya,
U: kar’na kekal kasih Allah.
surya yang menguasai siang,
U: kar’na kekal kasih Allah.
bulan, bintang, cahaya malam,
U: kar’na kekal kasih Allah.

4. Yang membunuh anak sulung Mesir,
U: kar’na kekal kasih Allah.
dan membebaskan umat Israel,
U: kar’na kekal kasih Allah.
dengan tangan kuat dan lengan perkasa,
U: kar’na kekal kasih Allah.

 

5. Dia yang membelah Laut merah,
U: kar’na kekal kasih Allah.
yang menyeberangkan umat Israel,
U: kar’na kekal kasih Allah.
dan menumpas Firaun dan laskarnya,
U: kar’na kekal kasih Allah.

6. Yang memimpin umat-Nya ke padang gurun,
U: kar’na kekal kasih Allah.
kerajaan besar ditaklukkan-Nya,
U: kar’na kekal kasih Allah.
raja-raja masyhur dibunuh-Nya,
U: kar’na kekal kasih Allah.

7. Diberikan-Nya tanah mereka,
U: kar’na kekal kasih Allah.
kepada Israel hamba-Nya,
U: kar’na kekal kasih Allah.
kemalangan kita diindahkan-Nya,
U: kar’na kekal kasih Allah.

8. Bersyukurlah kepada Tuhan,
U: kar’na kekal kasih Allah.
pembebas kita dari penindas,
U: kar’na kekal kasih Allah.
dan segala makhluk diberi-Nya makan,
U: kar’na kekal kasih Allah.

Doa

I : Marilah berdoa: Allah Bapa kami bersama, karya-Mu yang mengagumkan kini masih terus berlangsung. Dahulu Engkau membebaskan satu bangsa yang tertindas dengan kekuasaan tangan-Mu. Tetapi kini Engkau menyelamatkan segala bangsa dengan air pembaptisan. Jadikanlah semua orang anak-anak Abraham semartabat dengan umat Israel. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
U : Amin.

MADAH KEMULIAAN

Sesudah doa langsung dinyanyikan “KEMULIAAN”. Sementara itu, lonceng gereja dan lonceng/gong altar dibunyikan.

DOA PEMBUKA⁣

Marilah kita berdoa. (hening sejenak): Ya Allah, Engkau menyemarakkan malam yang amat suci ini dengan kebangkitan mulia Kristus Tuhan kami. Bangkit kanlah di dalam Gereja-Mu semangat hidup sebagai anak anak Allah. Semoga kami dibarui lahir-batin agar kami se lalu mengabdi Engkau dengan setia. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. U : Amin.

BACAAN KEDELAPAN: Bacaan Epistola: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma 6:3-11

“Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, dan tidak akan mati lagi.”

Saudara-saudara, kita semua, yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh pembaptisan dalam kematian, supaya, seperti halnya Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan kebangkitan-Nya. Karena kita tahu bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. Jadi, jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu bahwa Kristus, sesudah bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi; maut tidak berkuasa lagi atas Dia! Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya; kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

Ref. A l l e l u y a (3x 1= F, G, A)
Ayat. (Mzm 118:1-2.16ab.17.22-23)

  1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya. Biarlah Israel berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya.

  2. Tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan, tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan! Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan.

  3. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di antara kita.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 28:1-10

“Ia telah bangkit, dan mendahului kamu ke Galilea.”

Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: “Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.” Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Vincen Suparman SCJ

Vivat Cor Jesu per Cor Mariae.  Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria.

Malam ini banyak orang ingin menampilkan diri secara istimewa. Orang-orang muda mungkin ingin mengenakan baju baru mereka. Sedangkan, orang tua barangkali memikirkan bagaimana mendapatkan tempat duduk dibagian depan dari gereja. Ada juga kelompok umat yang setelah berminggu-minggu sibuk dengan latihan koor. Malam ini adalah kesempatan untuk mengexpresikan persembahan mereka kepada banyak umat di malam paskah. Pada intinya, semua bergegap-gempita merayakan  Paskah, yaitu hari kebangkitan Jesus Sang Mesias.

Namun tatkala mendengarkan Injil, kita dikejutkan oleh Injil malam ini yang menggambarkan sengsara dengan sangat rinci, tidak menggambarkan Kebangkitan secara rinci. Bacaan hari ini bicara tentang kubur yang kosong, dan menggambarkan saat Jesus yang dibangkitan bertemu dengan para sahabatnya. Jesus memberi tahu para rasul untuk kembali Galilea, di sanalah mereka akan bertemu dengan-Nya, ketika mereka kembali ke kehidupan biasa mereka. Kita juga dapat bertemu Jesus dan kuasa Kebangkitan-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Undangan Jesus adalah pergi ke Galilea dan di sana ‘mereka akan melihat Jesus’. Itu adalah undangan yang sama yang Ia memberikan kepada kita. ‘Galilea’ bisa jadi lingkungan sekitar kita tinggal, keluarga, ruang doa, orang miskin, dan banyak momen di mana kita menyadari kehadiran Jesus. Doa adalah salah satunya; doa akan meningkatkan kesadaran kita saat kita bertemu Tuhan. Marilahkita kembali ke ingatan kita sendiri ketika Tuhan itu dekat, dan bersyukurlah. Biarkan Tuhan dalam doa memberitahu kita agar kita segera pergi, melihat, and mengalami sendiri Jesus yang dibangkitkan, sekali lagi dalam terang pengalaman kita.

Sebgai oran-orang beriman kita terkesan oleh kisah-kisah kebangkitan dalam Injil, yang memberikan penjelasan rinci tentang sengsara, tidak memuat satu kata pun yang menggambarkan detail dari kebangkitan. Kita hanya membaca tentang para wanita yang pergi ke kubur dan menemukan makamnya kosong. Mereka diberitahu bahwa Jesus tidak ada di sana, karena Ia  telah dibangkitkan. Undangan Jesus untuk pergi ke Galilea memberikan inspirasi kepada kita untuk merenungkan kehidupan biasa yang kita gumuli setiap hari. Sayang sekali, banyak orang justru enggan merenungkan kehidupan sehari-hari. Banyak dari mereka  justru menampilkan diri dalam kehidupan pura-pura hebat, kaya, sukses, dan sebagainya untuk menutupi kehidupan konkretnya. Akibatnya, orang tak bersyukur atas apa yang dimiliki. Lebih fatal lagi, mereka tak segan-segan melanggar hak-hak orang lain, salah satunya korupsi.

Para wanita pergi untuk memberitahu para murid dan dalam perjalanan mereka bertemu Jesus, yang dibangkitkan. Ia memberi tahu mereka, “Jangan takut!”, dan mereka tersungkur untuk menyembah-Nya. Saya membayangkan diri saya bertemu dengan Jesus, yang dibangkitkan, mendengarkan kata-kata penghiburan-Nya. Saya menyembah Dia.

Pergi ke Galilea – pulanglah ke kehidupan sehari-hari anda, tetapi ketahuilah bahwa tatkala anda mengalami hidup baru dalam, sejak itu pula kehidupan anda tidak pernah sama. Anda dibangkitkan dan mengalami kehidupan baru.

Anda akan melihat-Nya. Ia akan menjadi bukti bagi anda di mana pun anda mencari-Nya. Jesus hidup. Kerajaan Allah telah mendekati anda. Anda dapat menjangkau dan menyentuhnya. Keyakinan anda yang baru mulai mengubah anda. Seketika itu pula anda ingin membagikan pengalaman anda akan Tuhan kepada orang-orang di sekitar anda.

Ketika hidup dalam iman yang baru, anda ingin memberi tahu orang percaya lainnya membantu anda membentuk kepercayaan anda sendiri kepada Jesus Kristus. Murid-murid itu memberi tahu orang lain, dan segera, sebuah gereja terbentuk di antara orang-orang yang mungkin belum mengenal Jesus selama masa pelayanan-Nya, tetapi mereka mengenal Yesus melalui cerita yang diceritakan para murid. Dan mereka percaya, dan dibaptis, dan mulai menceritakan kisah mereka sendiri tentang bagaimana Jesus telah mengubah mereka dan menjadikan mereka baru. Amin.

LITURGI BAPTIS

Bila tempat bejana Baptis dapat dilihat oleh umat, maka upacara pemberkatan air baptis dilakukan di situ. Jika tidak, lalu disediakan bejana berisi air di panti imam. Bila ada calon baptis, mereka dipanggil, didampingi para wali baptisnya.

Ajakan

I : Saudari-saudari terkasih, marilah kita mendampingi saudara-saudari kita ini dengan doa kita bersama. Semoga Bapa yang maakuasa dan maharahim mengasihani dan membantu mereka yang hendak menerima sakramen kelahiran baru.
Menyusul litani Para Kudus.
Atau kalau tidak ada baptisan, ajakan sebagai berikut:

I Saudara-saudari terkasih, marilah kita mohon kepada Allah, Bapa yang mahakuasa, agar rahmat-Nya menaungi bejana ini. Semoga semua yang dilahirkan kembali dari air ini menjadi putera-puteri Bapa bersama Kristus.

Litani Para Kudus

P : Tu-han, kasihanilah ka-mi
U : Tu-han, kasihanilah ka-mi

P : Kris-tus, kasihanilah ka-mi
U : Kris-tus, kasihanilah ka-mi

P : Tu-han, kasihanilah ka-mi
U : Tuhan, kasihanilah kami

P : Santa Maria, Bunda Al-lah
U : Do-a-kan-lah ka-mi

Santo Mikael
Para malaikat Allah
Santo Yohanes Pembaptis
Santo Yosef
Santo Petrus dan Pa-u-lus
Santo And-re-as
Santo Yo-ha-nes
Santa Maria Magda-le-na
Santo Stefanus
Santo Ignasius dari Antio-ki-a
Santo Lauren-si-us
Santa Perpetua dan Feli-si-tas
Santa ¬Ag-nes
Santo Grego-ri-us
Santo Agus-ti-nus
Santo Atana-si-us
Santo Basi-li-us
Santo Mar-ti-nus
Santo Bene-dik-tus
Santo Fransiskus dan Domi-ni-kus
Santo Fransiskus Xave-ri-us
Santo Yohanes Maria Vi-an-ney
Santa Katrina dari Si-e-na
Santa Theresia dari A-vil-la

Tuhan ma-ha-ra-him U Be-bas-kan-lah u-mat-Mu
Dari segala ke- ja- ha-tan
Dari se-ga-la dosa
Dari kema-ti-an kekal
Berkat pen-jel-maan-Mu
Berkat wafat dan ke-bang-ki-tan-Mu
Berkat kedata-ngan Roh Kudus

Kami orang ber-do-sa U De-ngar-kan-lah u-mat-Mu
Jika ada calon baptis
P : Semoga para pilihan ini Kaulahirkan kembali dalam pembapti-san suci
U : Dengarkanlah umat-Mu
Jika tidak ada calon baptis
P : Semoga bejana baptis ini Kausucikan dengan rah-mat-MU,
U : Dengarkanlah umat-Mu
P : Yesus Putera Allah yang hidup
U : Dengarkanlah umat-Mu

P : Kristus, de-ngar-kan-lah ka-mi
U : Kristus, de-ngar-kan-lah ka-mi

P : Kristus, kabulkan-lah do-a ka-mi
U : Kristus, kabulkan-lah do-a ka-mi.

Pemberkatan Air Baptis

I : Allah yang maha berdaulat, Engkau mengerjakan karya agung melalui tanda-tanda sakramen. Dengan pelbagai cara Engkau menpergunakan air untuk menyatakan rahmat pembaptisan.
Ya Allah, pada awal mula dunia, Roh-Mu melayang di atas permukaan air. Sejak saat itu air mengandung kekuatan untuk menyucikan. Ya Allah, dalam peristiwa air bah Kaulambangkan kelahiran baru. Sebab kekuatan air itu telah memusnahkan kejahatan dan melahirkan kebaikan.
Ya Allah, melalui Laut Merah Kauseberangkan putera-puteri Abraham lewat jalan yang kering. Kaum yang Kaubebaskan dari perbudakan Firaun, melambangkan umat yang dibaptis.
Ya Allah, di sungai Yordan Putera-Mu dibaptis oleh Yohanes dan diurapi dengan Roh Kudus. Air dan darah mengalir dari lambung-Nya, ketika Ia bergantung di salib. Sesudah kebangkitan-Nya Ia memerintahkan kepada para murid-Nya: pergilah, jadikanlah segala bangsa murid-Ku dan baptislah mereka demi nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Kami mohon ya Tuhan, restuilah Gereja-Mu dan bukalah sumber air baptis baginya. Semoga air ini, dihidupi oleh Roh Kudus dengan rahmat Putera-Mu. Semoga karena Sakramen Baptis, manusia yang Kau ciptakan menurut citra-Mu, Kau sucikan dari kecemaran dosa. Semoga manusia lahir kembali dari air dan Roh Kudus dan menjadi anak-Mu.
(Lilin Paska dicelupkan ke dalam air satu atau tiga kali)
I : Kami mohon ya Tuhan, semoga dengan perantaraan Putera-Mu kekuatan Roh Kudus turun ke dalam bejana ini.
(Sambil memegang lilin Paska dalam air)
I : Semoga semua orang, yang dalam air baptis dikuburkan bersama Kristus yang wafat, diperkenankan pula hidup bersama Kristus yang bangkit. Sebab Dialah pengantara kami sepanjang segala masa.
U : Amin
(Lilin diangkat dari air, sementara umat berseru)
U : Pujilah Tuhan, hai sumber-sumber air, megahkan dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

JANJI BAPTIS (calon Baptis)

Jika tidak ada pembaptisan dan pemberkatan air baptis, maka lalu diadakan Pemberkatan Air Suci dan Pembaharuan Janji Baptis

Penolakan Setan
I : Sanggupkah saudara-saudari menentang kejahatan dalam diri Saudara sendiri dan dalam masyarakat?
C : Ya, saya sanggup.
I : Sanggupkah saudara-saudari menolak godaan-godaan setan dalam bentuk takhyul, perjudian dan hiburan yang tidak sehat?
C : Ya, saya sangup
I : Sanggupkah saudara-saudari berjuang melawan segala tindakan dan kebiasaan tidak adil dan tidak jujur yang melanggar hak-hak azasi manusia?
C : Ya, saya sanggup

Pengakuan Iman

I : Terimakasih atas janji dan kesanggupan Saudara-saudari. Tetapi dengan menyatakan kesanggupan, tugas saudara-saudari belumlah selesai. Kini masih harus dibuktikan kesanggupan itu; dan ini merupakan tugas yang paling berat. Tetapi janganlah berkecil hati. Percayalah kepada Tuhan! Dengan bimbingan-Nya kita akan berhasil. Ingatlah akan penegasan Santo Yohanes, “Inilah kemenangan yang mengalahkan dunia, yakni iman kita”.
Karena itu, sekarang, nyatakanlah kepercayaan Saudara:
I : Percayakah saudara-saudari akan Allah Bapa yang mahakuasa, Pencipta langit dan bumi?
C : Ya, saya percaya.
I : Percayakah saudara-saudari akan Yesus Kristus, Putera-Nya yang tunggal, Tuhan kita, yang dlahirkan oleh perawan Maria, yang menderita sengsara, wafat dan di¬ma¬kamkan; yang bangkit dari antara orang mati, dan naik ke surga duduk di sisi kanan Bapa yang mahakuasa?
C : Ya, saya percaya.
I : Percakah saudara-saudari akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang kudus, per¬se¬ku¬tuan para kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan, dan kehidupan kekal?
C : Ya, saya percaya.

PEMBAPTISAN

I :  … (nama)…, aku membaptis engkau dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
C : Amin
(Jika tidak ada upacara pembaptisan dan pemberkatan air baptis, maka dilanjutkan dengan Pemberkatan air suci.)

PEMBERKATAN AIR SUCI

I : Saudara-saudari terkasih, Marilah kita bedoa kepada Tuhan Allah kita, supaya Ia sudi memberkati air ini, yang akan direciki pada kita sebagai peringatan akan pembaptisan. Semoga Allah memperbaharui kita, agar kita setia kepada Roh Kudus, yang telah kita terima.
(diam sejenak)
Allah Bapa kami, sumber segala kehidupan, dampingilah umat-Mu, yang berjaga pada malam kudus ini. Berkatilah air ini, sebab kami memperingati karya penciptaan-Mu yang agung dan karya penebusan-Mu yang lebih agung. Engkau telah menciptakan air untuk menyuburkan ladang dan untuk menyegarkan serta membersihkan tubuh kami. Engkau telah menciptakan air untuk melaksanakan rencana penyelamatan-Mu. Sebab lewat air Engkau membebaskan umat Israel dari perbudakan, dan dengan air Engkau memuaskan dahaga mereka di padang gurun. Dengan lambang air para nabi mewartakan Perjajian Baru, yang hendak Kau ikat dengan manusia. Akhirnya air itu pula dikuduskan Kristus di sungai Yordan dan Engkau memperbaharui hdiup kami yang rapuh dengan air baptis yang melahirkan hidup baru. Oleh sebab itu kami mohon, semoga air ini mengingatkan kami akan pembaptisan yang telah kami terima, yang dibaptis pada hari raya Paska ini. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin.

Pembaharuan Janji Baptis

I : Saudara-saudari terkasih, dalam misteri paska kita dikuburkan bersama Kristus, supaya bersama Dia kita menghayati hidup yang baru. Dalam pembaptisan; manusia kita yang lama, yakni cara berpikir lama, cara kerja lama, singkatnya sikap kita yang lama yang kurang baik telah disalibkan bersama Kristus, supaya selanjutnya kita mati terhadap dosa, lalu hidup semata-mata bagi Allah dalam Gereja.
Selama masa Prapaskah empat puluh hari ini kita menyiapkan diri untuk perayaan agung ini dengan tema …(tema APP)..
Dari sebab itu jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
I : Sanggupkah saudara-saudari berjuang menentang kejahatan dalam diri saudara sendiri dan dalam masyarakat?
U : Ya, kami sanggup
I : Sanggupkah saudara-saudari menolak godaan-godaan setan dalam bentuk takhyul, perjudian dan hiburan yang tidak sehat?
U : Ya, kami sanggup.
I : Sanggupkah saudara-saudari berjuang melawan segala tindakan dan kebiasaan tidak adil dan tidak jujur yang melanggar hak-hak azasi manusia?
U : Ya, kami sanggup
I : Sanggupkah saudara-saudari … (tema APP)
U : Ya, kami sanggup.
I : Terimakasih atas janji dan kesanggupan saudara-saudari. Tetapi dengan menyatakan kesanggupan, tugas saudara-saudari belumlah selesai. Kini masih harus dibuktikan kesanggupan itu, dan ini merupakan tugas yang paling berat. Tetapi janganlah berkecil hati. Percayalah kepada Tuhan! Dengan bibingan-Nya kita akan berhasil. Ingatlah akan penegasan Santo Yohanes, “inilah kemenangan yang mengalahkan dunia, yakni iman kita”. Maka marilah dengan keyakinan teguh membaharui iman kita dan menyegarkan janji-janji setia kita kepada Allah sebagaimana kita ikrarkan ketika dibaptis:
I : Percayakah saudara-saudari akan Allah Bapa yang mahakuasa, pencipta langit dan bumi?
U : Ya, kami percaya.
I : Percayakah saudara-saudari akan Yesus Kristus, Putera-Nya yang tunggal, Tuhan kita, yang dilahirkan oleh perawan Maria; yang menderita sengsara, wafat dan dimakamkan; yang bangkit dari antara orang mati, dan naik ke surga, duduk di sisi kanan Bapa yang mahakuasa?
U : Ya, kami percaya.
I : Percayakah saudara-saudari akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang kudus persekutuan para kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan, dan kehidupan kekal?
U : Ya, kami percaya.
I : Semoga Allah yang mahakuasa, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, meneguhkan iman kita kepada Putera-Nya, yang telah mengalahkan maut dan dosa. Semoga Ia mengampuni dosa kita, dan memelihara kita dengan kurnia Roh Kudus sampai ke hidup yang kekal.
U : Amin.
I : Kini saudara-saudara akan direciki dengan air suci untuk mengingatkan kita akan air baptis yang dahulu dicurahkan pada dahi kita. Semoga percikan air suci ini menyucikan hati, sehingga kita mampu mewujudkan janji kesetian tadi dalam karya nyata, yakni menjadi saksi dan tanda  penyelamatan oleh Kristus dimanapun kita berada.
(Kemudian imam mereciki seluruh umat yang hadir)

DOA UMAT

I : Marilah kita panjatkan doa kepada Bapa di Surga, yang telah membangkitkan Yesus Kristus, Putera-Nya, dari kematian, agar kita dapat menemukan hidup sejati pada-Nya:

L : Bagi para baptisan baru dan semua pengikut Kristus: Ya Bapa, ajarilah kami dalam menerima sakramen-sakramen Paska merasakan lagi hasrat dan niat kami untuk menghayati hidup sejati sesuai dengan janji baptis kami. Marilah kita mohon!

L : Bagi tanah air kita: Ya Bapa, semoga kebangkitan Putera-Mu menjiwai para pemimpin dan seluruh rakyat, agar mereka bersama-sama bangkit dan berjuang membangun mayarakat adil dan makmur merata. Marilah kita mohon!

L : Bagi saudara-saudari kita yang mengalami krisis kepercayaan, yang lengah dan acuh tak acuh : Ya Bapa, semoga pada malam ini mereka ikut membaharui janji baptis dan menyadari kembali tanggungjawab mereka sebagai pengikut Kristus, Putera-Mu. Marilah kita mohon!

L : Bagi semua orang yang telah meningal sebagai orang-orang yang sudah ditandai oleh pembaptisan:  Ya Bapa, perkenankanlah mereka malam ini menghayati sukacita Paska sepenuhnya di surga. Marilah kita mohon!

L : Bagi kita yang berkumpul di sini sebagai saudra satu sama lain: Ya bapa, semoga iman akan Kristus yang bangkit, memperteguh kami dalam menunaikan tugas kami masing-masing di dunia. Marilah kita mohon!

I : Allah Bapa kami yang mahakuasa dan kekal, Bapa kami Yesus Kristus, kami telah dilahirkan kembali dari air dan Roh Kudus, dan telah diampuni dosa-dosa kami, bawalah kami berkat rahmat yang telah diperolehNya, memasuki Paska raya abadi. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami
U Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

 Allah Bapa yang mahakudus, berkenanlah menerima permohonan serta persembahan umat-Mu, yang dihunjukkan kepada-Mu. Semoga perayaan Ekaristi, yang berasal dari misteri Paska, memberi kami kekuatan untuk mencapai hidup yang kekal. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami
U Amin.

ANTIFON KOMUNI  —  bdk 1Kor. 5:7-8⁣

Kristus, Anak Domba kita, sudah dikurbankan. Marilah kita merayakan pesta dengan roti tak beragi, yakni kesucian dan kebenaran. Alleluya.⁣⁣

DOA SESUDAH KOMUNI⁣

Marilah kita berdoa. Ya Allah, kami telah Engkau segarkan dengan santapan Paskah. Maka, kami mohon curahkanlah Roh kasih-Mu kepada kami dan buatlah kami sehati sejiwa dalam kasih sayang-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U Amin.⁣⁣

ATAU⁣

Marilah kita berdoa: Allah Bapa kami, kami bersyukur atas santapan Paskah Putra-Mu yang telah kami terima. Kami mohon, kuatkanlah kami dalam peziarahan hidup untuk menyongsong Paskah Putra-Mu yang abadi. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami. U : Amin.

BERKAT MERIAH

I : Saudara-saudari yang berbahagia, malam ini peringatan sengsara Tuhan kita Yesus Kristus telah mencapai puncaknya dalam perayaan meriah Paska yakni perayaan kebangkitan-Nya yang mulia. Demikian pula hidup kita di dunia ini akan memuncak dalam kebahagiaan abadi di surga bersama dan bersatu dengan Kristus. Kebangkitan Kristus memberi arti baru kepada kita. Dari sebab itu marilah kita mengakhiri perayaan ini dengan mohon berkat Tuhan.
Imam membuka tangan

I : Tu-han ber – sa – ma – mu
U : Dan ber-sa-ma roh-mu

(Imam mengulurkan kedua belah tangan ke arah umat.}
I : Se-moga karena perayaan meriah Paka ini, Allah yang mahakuasa dan maharahim
melindungi Saudara terhadap segala do-sa.
U : A-min

I : Se-moga karena kebangkitan Putera-Nya yang tunggal, Allah menganugerahkan
kepada Saudara hidup abadi yang sempur-na.
U : A-min

I : Se-moga karena bimbingan Yesus Kristus yang jaya, Saudara dengan hati riang
gembira sampai pada perayaan Paska abadi di sur-ga.
U : A-min

I : Se-moga Saudara sekalian dilindungi, dibimbing, dan diberkati oleh Allah yang
Mahakua-sa:  Ba-pa dan Pu-tra dan Roh Ku – dus
U : A-min

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment