Selasa, 02 Mei 2023 – Peringatan Wajib St. Atanasius, Uskup dan Pujangga Gereja

Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON KOMUNI – Sir 44:15.14

Kebijaksanaan orang suci diwartakan bangsa-bangsa. Kemuliaannya dikabarkan umat, dan nama mereka hidup terus, dikenangkan turun-temurun.

PENGANTAR

Ketika Atanasius menjadi batrik di Alexandria, nampaknya Gereja akan mengalami masa tenang. Penganiayaan berdarah sudah berlalu. Tetapi ternyata di dalam Gereja sendiri muncul pertentangan sengit. Arius seorang imam keuskupannya mengingkari bahwa Yesus adalah Tuhan. Pengikut-pengikutnya mengarahkan sasarannya kepada Atanasius, sebab ia dekat dengan umat, dan tidak menyembunyikan imannya akan keallahan Yesus. Berkali-kali Atanasius tak berkenan di hati Kaisar. Gerak-geriknya dibatasai. Berkat pernyataan imannya yang tegas ia dijuluki ‘Rasul Penjelmaan Tuhan’.

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau menugasi Santo Atanasius, uskup,Mu, untuk membela keallahan Putera-Mu. Kami mohon semoga kebenaran ini semakin meresap di dalam hati kami, sehingga kami semakin mendalami iman kami dan semakin berkembang dalarn cinta kasih. Demi Yesus Kristus,…..

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 11:19-26

“Mereka berbicara kepada orang-orang Yunani, dan memberitakan Injil bahwa Yesus adalah Tuhan.”

Banyak saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang-orang Yahudi saja. Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia, dan berbicara juga kepada orang-orang Yunani; mereka ini memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan. Tangan Tuhan menyertai mereka, dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan. Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem. Lalu jemaat di Yerusalem itu mengutus Barnabas ke Antiokhia. Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan. Karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman, sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya dsebut Kristen.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 87:1b-3.4-5.6-7

Ref. Pujilah Tuhan, hai segala bangsa!

  1. Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangun-Nya; Tuhan lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion daripada segala tempat kediaman Yakub. Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah.

  2. Aku menyebut Rahab dan Babel di antara orang-orang yang mengenal Aku, bahkan tentang Filistea, Tirus dan Etiopia Kukatakan, “Ini dilahirkan di sana.” Tetapi tentang Sion dikatakan, “Tiap-tiap orang dilahirkan di dalamnya,” dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya.

  3. Pada waktu mencatat bangsa-bangsa Tuhan menghitung, “Ini dilahirkan di sana.” Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai, “Semua mendapatkan rumah di dalammu.”

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Yoh 10:27) Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 10:22-30

“Aku dan Bapa adalah satu.”

Pada hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem, ketika itu musim dingin, Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo. Dan orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya, “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” Yesus menjawab mereka, “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku. Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tdak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar daripada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.

Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ 

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Mariae.

Sahabat Resi Dehonian yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Jumpa Kembali Bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Palembang dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Selasa, 02 Mei 2023, PW. St. Antanasius, Uskup dan Pujangga Gereja. Semoga belas kasih, kerahiman, dan berkat melimpah dari Hati Kudus Yesus turun atas kita semua. Amin.

Tema Resi kita kali ini adalah: Domba yang baik”. Mari kita persiapakan hati untuk mendengarkan bacaan hari ini. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin

Para Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Bacaan injil hari ini mengisahkan tentang pertanyaan orang-orang Yahudi yang ingin mencari penegasan dan kepastian siapakah Yesus itu. Mereka sangat mengharapkan bahwa Yesus adalah seorang mesias yang mereka tunggu-tunggu, akan tetapi konsep mesianis mereka berbeda dengan Mesias yang dimaksud Tuhan Yesus. Orang Yahudi mengharapkan kedatangan Mesias yang membebaskan mereka dari penjajahan bangsa Romawi dan mengembalikan tahta Daud atau kerajaan Daud sehingga bangsa Yahudi kembali menjadi bangsa yang unggul dan jaya. Namun sekali lagi Tuhan Yesus mengecewakan mereka, Tuhan Yesus kembali menggunakan bahasa kiasan, bahasa metafora, bahasa perumpamaan yang tidak mereka mengerti. Mereka adalah domba-domba yang tidak mengenal Tuhan Yesus Sang Gembala yang baik, gembala yang utama. Hati mereka tertutup sehingga tidak mengenal karya Allah yang sesungguhnya.

Lalu apa yang bis akita pelajari dari bacaan yang kita dengar hari ini? Saya menawarkan tida hal saja:

  1. Tuhan Yesus kembali menegaskan bahwa dia adalah Mesias yang sesunggunya, yaitu Mesias yang menyelamatkan manusia dari kematian kekal kepada hidup yang kekal. Sebab Messia berasal dari Allah Bapa, sedangkan Yesus dan Allah Bapa adalah satu. Yesuslah sang Putra, Mesias yang sejati.

  2. Kita adalah domba-domba Yesus, maka kita dituntut menjadi domba-domba yang baik. Domba yang baik dituntut untuk selalu mendengar dan taat kepada sang Gembala. Syarat yang mutlak sebagai donba yang baik adalah mendengar suara gembala dan taat kepada pimpinan gembala. Kita sebagai doma adalah manusia yang lemah, manusia yang rapuh, kita semumpama bejana dari tanah liat yang mudah hancur berkeping-keping, mudah terluka, mudah terhanyut oleh bujukan setan alias jatuh dalam dosa. Domba pada hakekatnya adalah hewan yang sangat lemah dan rentan, kemampuan bertahannya buruk Ketika berhadapan dengan predator. Domba digambarkan sebagai mahkluk yang lemah, bodoh, mudah tersesat, dan tidak berdaya saat menghadapi bahaya. Oleh karenanya agar menjadi donba yang baik haruslah mendengarkan dan taat kepada Sang Gembala Agung.

  3. Domba juga dituntut untuk menjadi saksi bagi gembalanya bagi domba-domba yang lain, sehingga dalam satu kawanan akan saling menjaga dibawah pimpinan Sang Gembala, kita harus menjadi satu, sama seperti Tuhan Yesus adalah satu dengan Allah Bapa.

Para sahabatku yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Marilah kita senantiasa belajar dan menimba kasih dari Hati-Nya Yang Maha Kudus, dan bersama Bunda Maria kita berdoa agar kita semakin mengenali Gembala Agung kita dan terus menerus belajar menjadi domba yang baik.

Semoga Hati Yesus semakin merajai hati kita sehingga kita dimampukan untuk menjadi domba yang baik, domba yang selalu mendengarkan dan taat kepada Sang Gembala Agung, Tuhan Yesus. Tuhan memberkati. Berkah dalem

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa yang mahaagung, pandanglah dengan rela persembahan kami pada peringatan Santo Atanasius ini. Semoga imannya yang murni serta kesaksiannya akan kebenaran, sungguh bermanfaat bagi kaum beriman. Demi Kristus,…..

ANTIFON KOMUNI – 1Kor 1:23-24

Kami memaklumkan Kristus yang tersalib Kristus, kuasa dan kebijaksanaan Allah.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahakuasa, bersama Santo Atanasius kami mengimani keallahan Putera-Mu yang tunggal. Kami mohon semoga berkat perayaan ekaristi ini iman kami semakin hidup dan semakin teguh. Demi Kristus,….

DOWNLOAD AUDIO RESI

Santo Atanasius Agung, Uskup dan Pujangga Gereja

Atanasius dilahirkan di Aleksandria kurang lebih pada tahun 297. Pada tahun 318, Atanasius ditabhiskan menjadi diakon, dan ditunjuk sebagai sekretaris Uskup Aleksandria. Dalam kurun waktu singkat setelah tabhisan diakon itu, ia menerbitkan karangannya tentang rahasia Penjelmaan. Sebagai sekretaris Uskup, ia berhubungan erat dengan para rahib padang gurun, seperti St. Antonius Abas, sang pertapa dari Mesir. Athanasius sendiri sangat tertarik sekali dengan kehidupan para rahib itu. Akhirnya dia sendiri pun meneladani cara hidup para pertapa itu dan menjadi seorang pendoa besar.

Atanasius membaktikan seluruh hidupnya untuk membuktikan bahwa Yesus adalah sungguh Allah. Hal ini amat penting, karena dimasa itu ada sekelompok orang yang disebut Arian menyangkalnya. Ajaran itu disebut ajaran Arianisme. Sebelum ia menjadi seorang imam, Atanasius telah banyak membaca buku tentang iman. Oleh sebab itulah dengan mudah ia dapat menunjukkan kelemahan-kelemahan ajaran bidaah Arian.

Menanggapi ajaran sesat Arianisme, Athanasius bersama uskupnya pergi menghadiri Konsili Nicea (sekarang: Iznik, Turki) yang diprakarsai oleh kaisar Konstantianus. Dalam konsili itu, Atanasius terlibat aktif dalam diskusi-diskusi mengenai Ke-Allah-an Yesus Kristus,Pribadi kedua dalam Tritunggal MahaKudus. Sekembali dari konsili itu, peranan Atanasius semakin terasa penting, terutama setelah meninggalnya uskup Aleksandria enam bulan kemudian. Atanasius kemudian ditahbiskan sebagai Uskup Agung Alexandria (Uskup dalam Gereja Timur disebut Patriark) ketika usianya masih belum tiga puluh tahun. Dalam tugasnya sebagai uskup, Atanasius mengunjungi seluruh wilayah keuskupannya, termasuk pertapaan-pertapaan para rahib. Ia mengangkat seorang uskup untuk wilayah Ethiopia. Ia sendiri memimpin keuskupannya selama 45 tahun.

Pada masa kepemimpinannya Arianisme mulai timbul lagi di Mesir. Dengan tegas Athanasius menentang Arianisme itu. Ia banyak menghadapi tantangan. Sebanyak lima kali ia terpaksa melarikan diri untuk menyelamatkan diri dari kepungan musuhnya. Athanasius dikenal sebagai seorang uskup yang banyak menulis. Dengan tulisan-tulisannya ia berusaha menerapkan dan membela ajaran iman yang benar.

Umat sungguh sangat mengasihi uskup agung mereka yang baik hati itu. Ia seperti seorang bapa bagi mereka. Sementara tahun-tahun berlalu, mereka menghargainya lebih dan lebih lagi, betapa banyak ia telah menderita bagi Yesus dan Gereja. Umatlah yang mengatur serta mengusahakan agar ia dapat hidup dengan tenang. Ia menghabiskan tujuh tahun terakhir hidupnya dengan tenang bersama mereka. Para musuhnya, kaum arian yang didukung oleh kaisar  tetap mengejarnya, namun tak pernah dapat menemukanya.Pada masa itu Gereja sedang berada dalam perpecahan akibat munculnya ajaran bidaah Aranisme yang mengingkari ke-Allahan Kristus. Aranisme bahkan telah merebak sampai kedalam istana kekaisaran Romawi dan beberapa kaisar juga sempat menjadi pengikut Arian. Uskup Athanasius berjuang sekuat tenaga untuk melawan ajaran sesat dari kaum arian ini. Bahkan Kaisar Romawi yang juga pengikut Arian tidak dapat memaksanya berhenti menuliskan penjelasan-penjelasannya yang terang dan jelas mengenai iman kita yang kudus. Para musuhnya menganiayanya dengan berbagai cara. Lima kali ia diusir dari keuskupannya sendiri. Pengasingannya yang pertama berlangsung dua tahun lamanya. Ia dibuang ke kota Trier pada tahun 336.

St. Atanasius adalah pembela terbesar ajaran Gereja Katolik tentang Tritunggal Maha Kudus dan misteri Penjelmaan Sabda menjadi Manusia. St. Atanasius dikenal sebagai ‘Bapak Ortodoksi’ karena perjuangannya yang besar dalam menentang ajaran-ajaran sesat yang berkembang pada masa itu. St.Atanasius wafat dalam damai pada tanggal 2 Mei 373. Ia tetap menjadi salah seorang santo terbesar dan tergagah sepanjang masa dan pembela iman kristiani yang paling gigih yang pernah ada.

Arti Nama

Abadi

Variasi Nama

Atanas, Tase (Bulgarian), Athanasios, Thanasis, Thanos (Greek), Atanas, Atanasij, Tase (Macedonian), Afanasiy, Afanasy (Russian), Atanasije (Serbian), Athanacio (Portugues), Athanacio (Spanish)

1 Comment

  • Herlin Mei 2, 2023 at 2:06 am

    St Atanasius
    Doakanlah kami

    Reply

Leave a Comment