Senin, 05 Juni 2023 – PW. St. Bonifasius Usk.Mrt

Rm. Agustinus Kelik Pribadi SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Stefanus Cilandak Jakarta Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA:

Merekalah orang suci, sahabat Allah, yang mulia karena mewartakan kebenaran ilahi.

KATA PENGANTAR:

Karya perintisan sampai sekarang masih tetap menarik. Winfried, seorang misionaris dari Inggris juga seorang perintis religius. Tanpa mengenal lelah ia menjelajai seluruh jerman. Banyak orang suku Sakks yang bertobat. Didirikannya pula bermacam biara. Oleh Sri Paus Gregorius II ia ditahbiskan menjadi uskup. Dalam perjalanan keliling di Friesland ia dibunuh dan dimakamkan di Fulda, salah sebuah biara yang didirikannya sendiri.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa, keteguhan para martir, hari ini kami memperingati Santo Bonifasius, uskup dan martir-Mu, yang telah memeteraikan dengan darah iman yang diajarkannya dengan lidah. Semoga berkat doa restunya kami selalu memegang teguh iman itu, serta menghayatinya dengan setia. Demi Yesus Kristus, …

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Tobit 1:1-3, 2:1b-8

“Tobit lebih takut kepada Tuhan daripada kepada raja.”

Aku, Tobit, menempuh jalan kebenaran dan kesalehan seumur hidupku dan banyak melakukan kebajikan kepada para saudara dan segenap bangsaku yang bersama dengan daku telah berangkat ke pembuangan, ke negeri Asyur, ke kota Niniwe. Sekali peristiwa pada hari raya Pentakosta, yaitu hari raya Tujuh Minggu, disajikan kepadaku suatu jamuan makan yang baik. Aku pun telah duduk untuk makan. Sebuah meja ditempatkan di hadapanku dan kepadaku disajikan banyak hidangan. Tetapi berkatalah aku kepada anakku Tobia, “Nak, pergilah, dan jika kaujumpai seorang miskin dari saudara-saudara kita yang diangkut tertawan ke Niniwe dan yang dengan segenap hati ingat akan Tuhan, bawalah ke mari, supaya ikut makan. Aku hendak menunggu, hingga engkau kembali.” Maka keluarlah Tobia untuk mencari seorang saudara yang miskin. Sepulangnya berkatalah ia, “Pak!” Sahutku, “Ada apa, nak?” Jawabnya, “Salah seorang dari bangsa kita telah dibunuh. Ia dicekik dan dibuang di pasar. Jenazahnya masih ada di situ!” Aku meloncat berdiri, dan jamuan itu kutinggalkan sebelum kukecap. Jenazah itu kuangkat dari lapangan dan kutaruh di dalam salah satu rumah hingga matahari terbenam, untuk kukuburkan nanti. Kemudian aku pulang, kubasuh diriku, lalu makan dengan sedih hati. Maka teringatlah aku akan sabda yang diucapkan Nabi Amos mengenai kota Betel, “Hari-hari rayamu akan berubah menjadi hari sedih dan segala nyanyianmu akan menjadi ratapan!” Lalu menangislah aku. Setelah matahari terbenam aku pergi menggali liang, lalu jenazah itu kukuburkan. Para tetangga menertawakan daku, katanya, “Ia belum juga takut! Sudah pernah ia dicari untuk dibunuh karena perkara yang sama. Dahulu ia melarikan diri dan sekarang ia menguburkan jenazah lagi!” Tetapi Tobit lebih takut kepada Allah daripada kepada Raja.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 112:1-2.3-4.5-6

Ref. Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan

  1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka akan segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.

  2. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap dikenang selama-lamanya. Bagi orang benar ia bercahaya laksana lampu di dalam gelap, ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil.

  3. Orang baik menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya. Orang jujur tidak pernah goyah, ia kan dikenang selama-lamanya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Why 1:5a) Yesus Kristus, Engkaulah saksi yang setia, yang pertama bangkit dari alam maut; Engkau mengasihi kami dan mencuci dosa kami dalam darah-Mu.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 12:1-12

“Mereka menangkap dan membunuh putra kesayangan, dan melemparkannya ke luar kebun anggur.”

Pada suatu hari Yesus berbicara kepada imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan kaum tua-tua dengan perumpamaan, kata-Nya, “Adalah seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Dan ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu dari mereka. Tetapi mereka menangkap hamba itu dan memukulnya, lalu menyuruhnya pergi dengan tangan hampa. Kemudian ia menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka. Orang ini mereka pukul sampai luka kepalanya dan sangat mereka permalukan. Lalu ia menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul dan ada yang mereka bunuh. Sekarang tinggal hanya satu orang anaknya yang kekasih. Akhirnya ia menyuruh dia kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu. Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain. Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.” Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi mereka pergi dan membiarkan Dia.”

Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Kelik Pribadi SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat resi yang mengasihi Tuhan. Jumpa lagi dengan saya romo Agustinus Kelik Pribadi SCJ dari Cilandak Jakarta Selatan dalam resi, renungan singkat dehonian edisi Senin 5 Juni 2023. Mari kita dengarkan firman Tuhan yang diambil dari Injil Markus 12:1-12

Antara Pekerja (penggarap) dan pemilik kebun anggur

Sahabat resi yang mengasihi Tuhan, dalam kehidupkan sehari hari kita selalu terhubung dan berjuang untuk hidup dalam sebuah relasi yang baik, sehat dan benar. Kalau relasi kita berjalan lanjar dan benar maka yang akan kita alami tentunya adalah sukacita dalam kehidupan bersama kita. Kalau di tanya apa yang paling penting dalam hidup kita untuk dijaga supaya relasi kita baik adanya dalam kebbersaman kita. Menyangkut relasi kita dengan anak kalau kita orang tua, relasi kita dengan guru kalau kita murid, relasi kita sebagai imam dengan umat, relasi kita sebagai pedagang dengan pembeli, relasi kita sebagai pemberi kerja dengan pekerja, relasi kita dengan Tuhan dan kita sebagai umatnya.

Kalau kita dengarkan dari seluruh cerita perumpapaan antara pemilik kebun anggur dan para penggarap yang diharapkan oleh Tuhan Yesus relasi itu seharusnya dibangun atas sikap saling percaya. Para penggarap diberi kepercayaan oleh pemilik kebun anggur untuk mengolah kebun anggur di mana keuntungan atas hasil panen dari pengelolaan kebun anggur dinikmati bersama. Ketika kebun dipercayakan dan penggarap mengerjakan kewajibanya mengelola kebun anggur dapatlah sebuah hasil. Tapi mereka para penggarap lupa mengenai kesepakatan bahwa keuntungan dinikmati bersama, maka pemilik  kebun anggur mengirim beberapa utusann para hambanya dan terahirnya anak yang dikasihinya sendiri untuk menagih hasil yang menjadi bagian dari tuanya. Ada yang dihajar, ada dianiaya, ada yang dibunuh dan dibinasakan. Maka sangat jelas bahwa para penggarap secara sengaja dan konsisten mengingkari kepercayaan yg diberikan oleh pemilik kebun anggur dan mau untung sendiri. Mereka bukan hanya tidak mau berbagi keuntungan tetapi mereka membunuh 3 utusan yang dipercaya pemilik kebun anggur bahkan yang terahir anak Tuanya sendiri.

Kalau Tuhan secara jelas mengatakan bahwa para penggarap akan dibinasakan, bagaimana dengan kita? Kalau kita secara konsisten dan menyakinkan bertahan untuk melawan kehendak Tuhan. Apa yang sepantasnya kita dapatkan kalau dalam relasi sebagai suami  istri, orang tua anak, gerjeja dan umat, pekerja dan owner kita konsisten tidak bisa dipercaya, mau cari untung sendiri, merasa paling benar meskipun pintu maaf terbuka lebar. Jangan salahkan kalau kemudiaan kita dibinasakan atau binasa sendiri dijalan kegelapan kita. Maka penting menghidupi apa artinya percaya, bisa dipercaya yang mendatangkan hidup dan hidup yang kekal.

Berkat Tuhan Menyertai Kita.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa yang mahakuasa, terimalah kiranya persembahan umat-Mu pada peringatan Santo Bonifasius, uskup dan martir-Mu. Semoga dalam hidup kami sehari-hari kami meneladan pengurbanan Kristus yang kami kenangkan dalam perayaan ini. Sebab Dialah …

ANTIFON KOMUNI:

Domba-domba-Ku akan Kugembalakan, dan akan kujaga senantiasa.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa Allah Bapa, sumber iman kepercayaan kami, teguhkanlah hamba-hamba-Mu dalam iman berkat daya perayaan suci ini. Semoga iman itu kami akui dan kami hayati dengan perkataan dan perbuatan di mana-mana. Demi Kristus, …

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Santo Bonifasius

Rasul Bangsa Jerman Winfrid, Winfried, Wynfrith, Boniface of Crediton

Rasul besar Jerman ini dilahirkan di Wessex, Inggris, antara tahun 672 dan 680. Ketika ia masih kecil, beberapa orang misionaris tinggal sementara waktu lamanya di rumahnya. Mereka menceritakan kepada Bonifasius segala sesuatu yang mereka lakukan. Para misionaris itu begitu gembira serta penuh semangat dalam mewartakan Kabar Gembira kepada orang banyak. Dalam hati Bonifasius memutuskan bahwa kelak, apabila telah dewasa, ia pun akan seperti mereka.

Ketika masih muda, ia belajar di sebuah sekolah biara Benediktin. Beberapa tahun kemudian, ia menjadi seorang guru yang populer. Ketika ditahbiskan sebagai seorang imam, ia menjadi seorang pengkhotbah yang ulung sebab ia begitu penuh semangat.   

Bonifasius ingin agar semua orang mempunyai kesempatan untuk mengenal serta mengasihi Yesus dan Gereja-Nya. Ia menjadi seorang misionaris di bagian barat Jerman. Paus St. Gregorius II memberkatinya serta mengutusnya dalam misi tersebut. Bonifasius berkhotbah dan berhasil dengan gemilang. Ia seorang yang lemah lembut serta baik hati. Ia juga seorang yang amat pemberani. Suatu ketika, guna membuktikan bahwa berhala-berhala kafir itu tidak benar, ia melakukan sesuatu yang sangat berani.

Adalah suatu pohon oak yang sangat besar yang disebut “Oak Thor”. Orang-orang kafir percaya bahwa pohon itu pohon keramat bagi para dewa mereka. Di hadapan orang banyak, Bonifasius menebas pohon itu beberapa kali dengan sebuah kampak. Pohon besar itu pun tumbang. Orang-orang kafir menjadi sadar bahwa dewa-dewa mereka itu tidak ada ketika tidak suatu pun terjadi atas Bonifasius.

Marilah kita berdiri tegak mempertahankan kebenaran dan mempersiapkan jiwa-jiwa kita menghadapi pengadilan… hendaknya kita tidak menjadi anjing yang tidak menggonggong atau penonton yang diam membisu atau pun gembala upahan yang melarikan diri menghadapi serigala.”  ~St. Bonifasius

Di mana saja Bonifasius berkhotbah, orang-orang bertobat diterima dalam pangkuan Gereja. Sepanjang hidupnya, ia mempertobatkan sejumlah besar orang. Sebagai ganti patung-patung berhala, Bonifasius mendirikan gereja-gereja dan biara-biara.


Pada tahun 732, Bapa Suci yang baru, St. Gregorius III mentahbiskan Bonifasius sebagai Uskup Agung di Bavaria, yang sekarang merupakan wilayah negara Jerman. Bersama rekan-rekannya, Bonifasius pergi untuk mengajarkan iman yang benar kepada penduduk di sana.

Di Bavaria, uskup yang kudus ini berhasil dengan gemilang pula. Kemudian, suatu hari, Bonifasius sedang mempersiapkan penguatan bagi beberapa orang yang bertobat. Sekelompok prajurit yang ganas menyerang mereka. Bonifasius tidak mengijinkan para pengikutnya berkelahi melawan mereka. “Tuhan kita menghendaki agar kita membalas kejahatan dengan kebaikan,” katanya. “Telah tibalah hari yang telah lama kunanti-nantikan. Percayalah kepada Tuhan dan Ia akan menyelamatkan kita.” Orang-orang barbar itu pun menyerang dan Bonifasius adalah orang pertama yang terbunuh. Ia wafat sebagai martir pada tanggal 5 Juni 754.

St. Bonifasius dimakamkan di sebuah biara terkenal yang didirikannya di Fulda, Jerman, seperti yang diinginkannya.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Arti Nama

Bonifasius = Yang berbuat baik (Latin)

Variasi Nama

Bonifác (Czech), Bonifaas, Faas (Dutch), Bonifaz (German), Bonifác (Hungarian), Bonifacio (Italian), Bonifatius (Late Roman), Bonifacy (Polish), Bonifacio (Portuguese), Bonifacio (Spanish) 

Sumber: https://katakombe.org/para-kudus/juni/bonifasius.html

2 Comments

  • Herlin Juni 5, 2023 at 3:19 am

    St.Bonifacius
    Doakanlah kami

    Reply
  • Firmus dega Juni 5, 2023 at 9:03 am

    Makasih Romo

    Reply

Leave a Comment