Senin, 12 Juni 2023 – Hari Biasa Pekan X – Novena Hati Kudus Yesus VI

Rm. Y. Eko Yuniarto SCJ dari Komunitas RR La Verna Pajar Isuk-Pringsewu Lampung-Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA —  Mazmur 34:9

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya.

PENGANTAR: 

Yang dipuji Injil lain dengan yang dipuji dunia. Kekuasaan, pangkat, uang yang dipuji dunia. Segala cara dan sarana baik, asal menguntungkan. Sedangkan Yesus menilai penderitaan, kemiskinan, kesedihan. Karena itu, Paulus merasa terhibur dan sanggup menghibur sesama.

DOA PEMBUKA: 

Marilah berdoa: Allah Bapa Raja mahamulia, kerajaan-Mu Kaujanjikan kepada orang miskin dan rendah hati. Kami mohon, semoga kami dapat menerima semangat-Mu, agar dapat memasuki kedamaian-Mu dan menjadi putra dan putri-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu,….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus 1:1-7

“Allah menghibur kita, sehingga kita sanggup menghibur semua orang yang berada dalam macam-macam penderitaan.”

Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius, saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus dan kepada semua orang kudus di seluruh Akhaya. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasih dan Allah sumber segala penghiburan. Ia menghibur kami dalam segala penderitaan, sehingga kami sanggup menghibur semua orang yang berada dalam macam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah. Sebab seperti halnya kami mendapat bagian berlimpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula berlimpahlah penghiburan kami oleh Kristus. Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kalian, jika kami dihibur, hal itu adalah untuk penghiburanmu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita. Kami mempunyai harapan yang teguh akan kalian. Sebab kami tahu, sebagaimana kalian turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, demikian juga kalian turut mengambil bagian dalam penghiburan kami.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 34:2-3.4-5.6-7.8-9

Ref. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan.

  1. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.

  2. Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya. Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.

  3. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

  4. Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Mat 5:12a) Bersukacitalah dan bergembiralah, sebab besarlah ganjaranmu di surga.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 5:1-12

“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah.”

Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit, sebab melihat orang banyak. Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Yesus mulai berbicara dan menyampaikan ajaran ini kepada mereka, “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kalian, jika demi Aku kalian dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacitalah dan bergembiralah, sebab besarlah ganjaranmu di surga, sebab para nabi sebelum kalian pun telah dianiaya.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Yustinus Eko Yuniarto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Terpujilah Hati Yesus melalui Hati Maria.

“Allah Sumber kehidupan, kebenaran, dan kebahagiaan”

Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, kembali berjumpa dengan saya Rm. Yustinus Eko Yuniarto SCJ dari Rumah Retret Laverna, Padang Bulan, Pajaresuk, Pringsewu, Lampung, Indonesia, dalam Resi, Renungan Singkat Dehonian, edisi hari Senin, pada hari biasa pekan ke X, tanggal 12 Juni 2023.  Saya berharap Anda semua ada dalam keadaan sehat dan melimpah berkat.

Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan. Gema Sabda Bahagia yang senada dengan yang baru saja kita dengar, juga bisa kita temukan dalam sastra Kebijaksanaan dan para nabi, misalnya Amsal 3: 13; 28:14; Sirakh 25: 7-9; 48: 1-11; Yes 30:18; 32:20. Sedangkan Matius menyusun sabda itu dalam delapan pernyataan paralel berisi berkat dan janji dalam bentuk orang ketiga plural (ay. 3-10) dan diakhiri dengan sabda Bahagia kesembilan dalam bentuk orang kedua plural (ay. 11). Lukas berbeda lagi, ia menyusun sabda-sabda tersebut menjadi empat berkat yang diikuti dengan empat sabda celaka (6: 20-26). Matius memindahkan sabda celaka ini ke tempat dimana Yesus dengan panjang lebar mengutuk para AhliTaurat dan kaum Farisi dalam 23: 13-23. Ganjaran yang pasti untuk para murid sampai batas tertentu sebenarnya sudah dialami sekarang dengan kata “berbahagialah…”, tetapi masih menunggu kepenuhannya di akhir jaman.

Sabda Bahagia pertama yakni ptochos yang menunjuk kepada pengemis, yakni orang yang sungguh melarat. Tema ini tentang Allah yang memperhatikan orang miskin, seperti dalam Perjanjian Lama dalam Kel. 22: 25-27; Ul. 15: 7-11; Yes. 61: 1). Penjelasannya adalah bahwa kekayaan bisa saja menjadi penghalang untuk menjadi murid Yesus, yang tidak menutup kemungkinan pada saat itu banyak juga komunitas orang kaya yang ingin bergabung dalam komunitas murid Yesus, karena kepastian akan Kerajaan Surga membingkai sabda Bahagia ini (ay 3 dan 10).

Sabda Bahagia kedua tentang penghiburan bagi mereka yang berduka (ay. 4). Ini mengingatkan pada penghiburan yang dijanjikan Yesaya kepada Sion saat berdukacita karena kehancuran Bait Allah (Yes. 61: 1-3), sabda ini juga ada unsur antisipatif yang menunjuk ke depan, saat para perempuan meratapi Yesus menjelang kematianNya (26: 6-13; 27:55-56. 61; 28: 1-10) serta kegembiraan yang mereka alami Ketika melihat Dia hidup (28:8).

Sabda ketiga “berbahagialah orang yang lemah lembut “(ay. 5). Kata preis menunjuk pada baik budi dan rendah hati. Rendah hati itu dalam Bahasa Ibrani anawim, pada dasarnya sama dengan miskin di hadapan Allah.

Para pendengar Resi Dehonian yang dikasihi Tuhan. Kita tidak akan mengulas kesembilan sabda itu, cukup tiga ini saja, yang utama adalah bahwa Sabda Bahagia ini mengajak kita untuk melihat pengalaman konkret kita dari sudut pandang yang berbeda, supaya kita paham akan cara pandang Yesus terhadap dunia dan situasinya. Maka yang perlu adalah bagaimana kita mengambil sikap pada Tuhan, pada sesama, dan kepada semesta. Mengapa perlu kesadaran ini? Karena memang Allah adalah sumber kehidupan, kebenaran, dan kebahagiaan bagi semua ciptaan. Mencari kehidupan harus di dalam Allah, mencari kebenaran harus di dalam Allah, mencari kebahagiaan juga harus di dalam Allah, karena jika di luar Allah yang kita temukan hanya keputusasan dan kehancuran.

Sahabat Resi, dari seruan Sabda Bahagia ini kita bisa belajar bahwa percaya kepada Yesus dan kehendakNya itu penting. Percaya akan sabdaNya itu utama. Karena tak ada kalimat Yesus yang sia-sia, semuanya menjadi nyata, konkret dan mengagumkan. Namun kita sering tertutupi oleh rasio kita sendiri yang sebenarnya terbatas. Kita hanya sering mengandalkan diri sendiri, padahal Yesus mengatakan “berbahagialah kamu jika kamu melakukannya”. Maka mari kita lakukan apa yang disabdakanNya, dan mari kita laksanakan apa yang pernah diperintahkanNya. Terutama tentang sabda Bahagia ini.

Tuhan memberkati Anda, dalam nama Bapa dan putra dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: 

Allah Bapa Raja mahamulia, semoga kerajaan-Mu Kauwujudkan di tengah-tengah kami melalui roti anggur ini, melalui Yesus yang sudi menjadi miskin sampai wafat untuk membela kami, umat manusia. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI  —   Matius 5:3

Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya kerajaan surga.

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, semoga kami siap sedia. Kauangkat menjadi putra dan putri-Mu. Semoga kerajaan-Mu semakin berkembang. Di situlah akan terdapat kedamaian bagi semua yang lemah lembut, bagi semua yang mendambakan keadilan. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

1 Comment

  • Firmus dega Juni 12, 2023 at 9:48 am

    Makasih Romo
    Rip untuk adik carlo

    Reply

Leave a Comment