Kamis, 15 Juni 2023 – Hari Biasa Pekan X – Novena Hati Kudus Yesus IX

Rm. Gregorius Jenli Imawan SCJ dari Komunitas SCJ Postulat-Novisiat St Yohanes Gisting Lampung Indonesia

 
 

 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 85:13

Kasih dan kesetiaan akan bertemu keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan.

PENGANTAR:

Semakin orang membiarkan diri dibimbing oleh Roh, semakin ia dibebaskan dari kebutaannya untuk menemukan cahaya Injil. Maka tuntutan Yesus untuk pengudusan menjadi lebih berat dari Perjanjian Lama. Adapun tuntutan-Nya ialah agar saling memaafkan dengan tulus ikhlas. kita

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, kami mohon curahilah kami Roh Kudus, agar dapat melihat siapakah Engkau sebenarnya. Semoga cahaya- Mu menyinari hidup kami, dan semoga cinta kasih dan kebebasan semakin berkembang dengan suburnya di tengah-tengah kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus 3:15-4:1.3-6

“Allah membuat terang-Nya bercahaya dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah.”

Saudara-saudara, memang benar, setiap kali orang-orang Israel membaca kitab Musa ada selubung yang menutup hati mereka, sampai pada hari ini. Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. Dan dengan muka yang tidak terselubung kita semua mencerminkan kemuliaan Allah. Dan karena kemuliaan itu datang dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati. Jika Injil yang kami wartakan masih tetap tertutup maka hanya tertutup untuk mereka yang akan binasa, yaitu orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang tidak lain adalah gambaran Allah sendiri. Sebab yang kami wartakan bukan diri kami sendiri! Yang kami wartakan adalah Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan kami sendiri sebagai hambamu karena kehendak Yesus. Sebab Allah yang telah bersabda, “Dari dalam gelap akan terbit terang!” Dialah juga yang membuat terang-Nya bercahaya dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.

Demikianlah sabda Tuhan.

U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 85:9ab-10.11-12.13-14

Ref. Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan.

  1.  Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya. Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.

  2.  Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.

  3. Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Mat 13:34) Perintah baru Kuberikan kepada kalian, sabda Tuhan, yaitu supaya kalian saling mengasihi, sebagaimana Aku telah mengasihi kalian. Alleluya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 5:20-26

“Barangsiapa marah terhadap saudaranya harus dihukum.”

Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi, kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Kalian telah mendengar apa yang disabdakan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya, harus dihukum! Barangsiapa berkata kepada saudaranya: ‘Kafir!’ harus dihadapkan ke mahkamah agama, dan siapa yang berkata: ‘Jahil!’ harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah, dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dia di tengah jalan, supaya lawanmu jangan menyerahkan engkau kepada hakim, dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya, dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar utangmu sampai lunas.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH  Rm. Gregorius Jenli Imawan SCJ 

Vivat Cor Jesu, Per Cor Marie… Hiduplah Hati Kudus Yesus, melalui Hati Maria..

Pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Romo Jenli, SCJ dari Komunitas Postulat – Novisiat SCJ St. Yohanes, Gisting (Lampung), dalam ReSi (Renungan Singkat) Dehonian, edisi hari Kamis, 15 Juni 2023.

Sahabat Dehonian yang diberkati Tuhan, merenungkan bacaan Injil hari ini, mengundang kita untuk menjadi orang Katolik yang memiliki kualitas kepribadian yang baik. Tuhan dalam Injil menegaskan bahwa sebagai pengikut-Nya, hendaknya kita menaruh hormat dan kasih terhadap sesama. Sabda-Nya yang mengarahkan kita untuk tidak mudah marah dan tidak berkata yang jahat terhadap sesama – misal menyebut yang lain itu kafir, jahil serta mungkin sebutan-sebutan negatif lainnya – merupakan cara serta sekaligus usaha menampilkan kualitas diri sebagai orang Katolik yang baik.

Dalam kehidupan, realitas bahwa ada orang yang kurang menghargai sesamanya adalah sesuatu yang dapat dengan mudah kita temukan. Artinya adalah bagian dari kehidupan kita sekarang ini sarat dengan kurangnya semangat menaruh hormat dan kasih kepada sesama. Bahkan, hal itu bisa jadi kita temukan atau bahkan menjadi pengalaman kita di tengah Gereja – misal: konflik atau pertikaian dengan sesama anggota Gereja – dan juga dalam lingkup kecil keluarga kita.

Mari kita kembali merenungkan apa yang difirmankan Tuhan: “Barangsiapa berkata kepada saudaranya: ‘Kafir’! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama, dan siapa yang berkata: ‘Jahil’ harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala”. Dalam Sabda itu, Tuhan memberikan nasihat bagi kita untuk menjadi pewarta kedamaian bagi yang lain. Bahwa kita sudah mendapatkan rahmat keselamatan dari-Nya itu pasti, apalagi dengan rahmat baptisan dan Ekaristi yang kita terima; namun, itu semua sejatinya mengundang kita untuk berbagi berkat dengan yang lain. Berbagi berkat untuk sesama dapat dimulai dari niat dalam diri dengan memandang yang lain, bukan dari segi negatif atau yang jelek, namun melihat sesama dengan kualitas kebaikan yang dimiliki. Bukankah sesama kita itu dicipta dengan memiliki citra dan segambar dengan Allah (bdk. Kej 1:27)? Bukankah kita dan juga sesama memiliki kualitas yang baik karena Allah melihat segala yang dijadikan-Nya sungguh amat baik (bdk. Kej 1:31)?

Memiliki cara pandang yang baik terhadap sesama adalah bagian dari panggilan kita sebagai pengikut Kristus. Beberapa hal yang dapat kita buat untuk itu adalah sebagai berikut. Pertama, pentingnya memiliki kesadaran diri; di sini perlu untuk mengenali pikiran dan sikap negatif yang bisa muncul, dalam interaksi dengan orang lain. Kesadaran itu membantu untuk memerhatikan dan mengubah pemikiran serta reaksi negatif menjadi lebih positif. Kedua, berempati, yang memungkinkan untuk memahami dan merasakan apa yang mungkin dirasakan oleh orang lain. Ini dapat membantu untuk mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang sesama dan mengurangi kemungkinan mengambil sikap serta tindakan negatif terhadap yang lain. Ketiga, terbuka terhadap perbedaan; di sini kita dimungkinkan untuk menghargai keragaman hal yang dimiliki oleh orang lain. Menghormati perbedaan akan membantu kita untuk menghargai dan merangkul yang lain meski ada perbedaan, termasuk perbedaan karakter: boleh saja berdebat atau berdiskusi, hanya saja harus didasarkan pada argumen dan bukan sekadar sentimen.

Sahabat Dehonian, beberapa hal tadi dapat kita usahakan di hari ini; dan itu dapat menjadi jawaban kita atas nasihat Tuhan, yakni untuk menjadi pribadi yang baik bagi sesama.

Semoga Hati Kudus Yesus, memberkati karya baik kita di hari ini. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa mahakuasa dan kekal, semoga roti anggur ini menandakan pengampunan dan pepulih, agar kami dapat saling bergaul sebagai saudara se-Bapa. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Yohanes 6:64b.69b

Sabda-Mu adalah roh dan kehidupan, ya Tuhan. Engkaulah yang memiliki sabda kehidupan kekal.

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kebebasan sejati, kami mohon, berilah kiranya kami kebebasan putra dan putri-Mu. Semoga Kausingkirkan pula dari kami tutup ketidakpercayaan dan dosa. Ajarilah kami menempuh jalan yang lurus, agar dapat menemukan Dikau, Allah dan Bapa kami. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment