Selasa, 03 Oktober 2023 – Hari Biasa Pekan XXVI

Fr. Agustinus Dwi Handono SCJ dari Komunitas SCJ Visma Vijaya Praya (VVP) Yogyakarta – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA –  Zakharia 8:22

Banyak bangsa dan suku bangsa yang kuat akan datang mencari Tuhan semesta alam di Yerusalem dan melunakkan hati Tuhan.

PENGANTAR:

Bangsa Yahudi cenderung untuk menutup diri. Nabi Zakharia mengingatkan bahwa mereka mengemban tugas pula terhadap bangsa lain. Gereja pun sering tergoda hal yang sama. Namun, kepentingan-kepentingan negeri atau daerah lain membangunkan kesadaran bertanggung jawab kita. Bila kita tidak ditolak, kita cenderung seperti para murid, memaksakan diri masuk dengan kekerasan. Tetapi sikap demikian ditolak Yesus. Lainlah cara kerja Yesus.

DOA PEMBUKA :

Marilah bedoa: Allah Bapa mahabaik, Engkau akan memberi tahu kami, bagaimana Engkau mendampingi kami, bagaimana Engkau memperhatikan kami melalui Nabi-Mu yang paling agung, ialah Yesus dari Nazaret. Kami mohon kepada-Mu semoga hati dan budi kami Kautuntun kepada kedamaian berkat Roh-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu ….

BACAAN PERTAMA: Pembacaan dari Nubuat Zakharia 8:20-23 

“Banyak bangsa akan datang mencari Tuhan di Yerusalem.”

Beginilah sabda Tuhan semesta alam, “Bangsa-bangsa dan penduduk banyak kota masih akan datang. Penduduk kota yang satu akan pergi kepada penduduk kota yang lain dan mengatakan, ‘Marilah kita pergi untuk melunakkan hati Tuhan dan mencari Tuhan semesta alam!’ Kami pun akan pergi! Jadi bangsa dan suku bangsa yang kuat akan datang mencari Tuhan semesta alam di Yerusalem dan melunakkan hati Tuhan.” Beginilah sabda Tuhan semesta alam, “pada waktu itu sepuluh orang dari berbagai bangsa dan bahasa akan memegang kuat-kuat punca jubah seorang Yahudi dengan berkata, “Kami mau pergi menyertai kamu, sebab kami telah mendengar bahwa Allah menyertai kamu’!” Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUT TANGGAPAN: Mazmur 87:1-3.4-5.6-7

Ref. Allah beserta kita.

  1. Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangunkan-Nya: Tuhan lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman Yakub. Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah.

  2. Aku menyebut Rahab dan Babel di antara orang-orang yang mengenal Aku, bahkan Filistea, Tirus dan Etiopia: “Ini dilahirkan di sana.” Tetapi tentang Sion dikatakan: “Seorang demi seorang dilahirkan di dalamnya,” dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya.

  3. Tuhan menghitung pada waktu mencatat bangsa-bangsa: “Ini dilahirkan di sana.” Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai: “Segala mata airku ada di dalammu.”

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (1Sam 3:9; Yoh 6:68c) Bersabdalah, ya Tuhan, sebab hamba-Mu mendengarkan. Sabda-Mu adalah sabda hidup yang kekal.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 9:51-56

“Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem.”

Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke surga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem, dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya. Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?” Akan tetapi Ia berpaling dan menegur mereka. Lalu mereka pergi ke desa yang lain. Demikianlah Injil Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Fr. Agustinus Dwi Handono SCJ

Vivat Cor Iesus per Cor mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Resi dehonian yang terkasih, berjumpa dengan saya Fr. Agustinus Dwi Handono, SCJ dari komunitas Visma Vijaya Praya Yogyakarta, dalam resi dehonian hari Selasa tanggal 3 Oktober 2023. Kita akan merenungkan bacaan dari injil Lukas 9:51-56.

Saudara-saudari yang terkasih, dalam bacaan injil hari ini sangat menarik yaitu mengisahkan perjalanan Yesus dengan para murid-Nya ke Yerusalem.  Ketika mereka melewati daerah orang Samaria mereka ditolak. Mereka menanggapi penolakan itu dengan cara yang berbeda, meskipun pengalaman yang mereka alami adalah pengalaman yang sama. Yang menarik adalah reaksi yang ditunjukkan oleh para murid yaitu Yakobus dan Yohanes. Mereka berdua terpancing emosi dan hendak menurunkan api supaya menghanguskan orang Samaria. Akan tetapi Yesus menegor mereka.

Saudara-saudara yang terkasih, menarik untuk kita renungkan bahwa Yesus dan para murid-Nya mengalami sebuah peristiwa yang sama. Akan tetapi reaksi Yesus berbeda dengan reaksi para murid. Yesus cenderung lebih tenang dan mencari solusi yang terbaik. Sedangkan para murid cenderung emosi dan marah. Berdasarkan kisah injil hari ini, kita dapat belajar bahwa pengalaman pahit, kekecewaan, pengalaman ditolak merupakan pengalaman yang menyakitkan secara manusiawi. Akan tetapi sebagai pengikut Kristus kita diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi suatu persoalan. Jangan sampai kita terjebak pada suatu tindakan balas dendam, atau kekerasan terhadap orang yang tidak sejalan dengan kita. Meskipun kita punya kekuatan, meskipun kita punya kekuasaan, akan tetapi kita tidak boleh melegalkan tindakan kekerasan demi memenuhi kepuasan emosional kita semata.

Kita perlu ingat bahwa Allah juga tidak menghendaki cara-cara kekerasan atau memaksakan kehendak-Nya. Akan tetapi Allah justru memberikan kita kebebasan untuk menerima atau menolak tawaran keselamatan-Nya. Tugas kita sebagai orang beriman adalah berbuat baik, walaupun ada yang menerima dan ada yang menolak itu adalah resiko yang harus kita terima. Kita tidak berhak untuk mengadili sesama kita. Kadang pola pikir kita saja yang terlalu baper atau lebay dalam menanggapi sebuah persoalan. Maka marilah kita mohon rahmat kepada Allah supaya kita diberi iman yang tangguh, sikap sabar dan rendah hati. Sehingga kehadiran kita mampu membawa orang lain untuk semakin menyadari bahwa kasih Allah itu nyata. Semoga kehadiran kita di tengah masyarakat ataupun dalam pergaulan sehari-hari mampu membawa pengaruh-pengaruh positif dan membawa kebaikan bagi lingkungan di sekitar kita. Berkat Tuhan menyertai kita sekalian. Amin. 

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa mahabaik, berkatilah kiranya anggur roti ini menjadi lambang perjanjian-Mu. Semoga kami dapat menghayati, bahwa Engkau bersatu dengan kami dalam diri Yesus Mesias, hamba kedamaian yang ….

ANTIFON KOMUNI – Lukas 9:56

Putra Manusia datang bukan untuk membinasakan orang, melainkan untuk menyelamatkannya.

DOA SESUADAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, kami bersyukur karena telah .menerima seorang pemimpin, yaitu Yesus Kristus, utusan damai-Mu. Kami mohon semoga Roh-Nya bagaikan api menjiwai kami. Sebab Dialah …. 

DOWNLOAD AUDIO RESI:

1 Comment

Leave a Comment