Selasa, 17 Oktober 2023 – Peringatan Wajib St. Ignasius dari Antiokhia, Uskup dan Martir

Rm. Agustinus Guntoro SCJ dari Komunitas SCJ Martino Capelli Hong Kong

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Efesus 2:4-5

Allah yang kaya rahmat, telah menghidupkan kita bersama Kristus, sekalipun kita telah mati karena kesalahan-kesalahan kita. Jadi, kita diselamatkan karena kasih karunia.

PENGANTAR:

‘Orang bodoh, malam ini juga jiwamu akan diambil. Bagi siapakah nanti apa yang telah Kausediakan itu?’ Injil membuat kita kaya di hadapan Allah. Dan kekayaan itu takkan dapat dirampas orang. Kita memperolehnya bukan karena memilikinya, bukan karena menerima, tetapi karena memberi semakin banyak. Demikianlah kita ini karya Allah di dunia seturut teladan Kristus.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa mahamulia, penuhilah kiranya kami dengan Roh Yesus, yang telah menghampakan diri guna membela kami. Perkenankanlah Dia menunjukkan jalan kehidupan kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami, Yang ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus Kepada Umat di Roma 1:16-25

“Sekalipun mereka mengenal Allah, namun mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah.”

Saudara-saudara, aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil itu kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalam Injil kebenaran Allah menjadi nyata, dan kebenaran itu bertolak dari iman dan menuju kepada iman, seperti ada tertulis, “Orang benar akan hidup oleh imannya.” Sebab murka Allah nyata dari surga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah telah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuasaan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran tentang karya-Nya sejak dunia dijadikan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau pun mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia, dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi nyatanya mereka telah menjadi bodoh. Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang baka dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat, atau binatang-binatang yang menjalar. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada nafsu kecemaran mereka, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta, dan memuja serta menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya. Amin.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 19:2-3.4-5

Ref. Langit mewartakan kemuliaan Allah.

  1. Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan karya tangan-Nya; hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain, dan malam yang satu menyampaikan pengetahuannya kepada malam berikut.

  2. Meskipun tidak berbicara, dan tidak memperdengarkan suara, namun di seluruh bumi bergaunglah gemanya, dan amanat mereka sampai ke ujung bumi.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Ibr 4:12) Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji segala pikiran dan maksud hati.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 11:37-41

“Berikanlah sedekah dan semuanya menjadi bersih.”

Pada suatu ketika, selesai mengajar, Yesus diundang seorang Farisi untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Yesus ke rumah itu, lalu duduk makan. Tetapi orang Farisi itu heran melihat Yesus tidak mencuci tangan sebelum makan. Lalu Tuhan berkata kepadanya, “Hai orang-orang Farisi, kalian membersihkan cawan dan pinggan bagian luar, tetapi bagian dalam dirimu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah yang menjadikan bagian luar, Dialah juga yang menjadikan bagian dalam? Maka berikanlah isinya sebagai sedekah, dan semuanya akan menjadi bersih bagimu.”
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Guntoro SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para sahabat dimana pun Anda berada, berjumpa udara lagi dengan saya, Agustinus Guntoro, scj dari komunitas Martino Capelli di Hong Kong, dalam RESI (Renungan Singkat) Dehonian, hari ini, tanggal 17 Oktober 2023.

Para sahabat yang terkasih, wah… kali ini aku ada di sisi orang Farisi untuk sementara waktu. Mencuci tangan sebelum makan, tentu kebiasaan yang sangat baik, untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Maka sangatlah wajar jika orang Farisi tersebut heran kenapa Yesus tidak mencuci tangan. Mengapa heran? Karena Yesus yang dimata orang Farisi adalah seorang pemuka, pasti tahu artinya tradisi (kebiasaan baik) yang harus dihidupi. Toh.. orang Farisi itu juga hanya menunjukkan gesture heran, tidak kok sampai mengatakan atau menyalahkan Yesus dengan kata-kata. Jadi sekali lagi, dalam hal ini aku bersimpati dengan orang Farisi tersebut.

Di sisi lain, aku yakin, Yesus tidak sedang membela diri, untuk pembenaran diri. Tetapi menggunakan kesempatan atau kejadian itu, untuk mengajarkan hal yang lebih esensial dalam hidup ini, bahwa pertobatan itu harus diwujudkan secara lahir dan batin, kata dan tindakan. Pertobatan dari dalam lebih digarisbawahi. Apakah yang kelihatan atau bagian luar tidak penting? Tetaplah penting. Dan ini menjadi bukti, bahwa Yesus tidak sedang membela diri. Lihatlah, konteks dialog Yesus dengan Orang Farisi ini adalah saat setelah Yesus selesai mengejarkan soal pelita tubuh. “Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu.”

Menjadi terang benderang sekarang, bahwa Yesus mengajarkan harmoni, keseimbangan antara yang lahir dan batin, antara kulit (cover) dan isi. Semuanya penting, menjadi tidak penting ketika salah satunya ditonjolkan, kemudian yang lain diabaikan.

Para sahabat, semoga Hati Kudus Yesus dan Hati Maria semakin merajai hati kita, agar kita digerakkan untuk bertumbuh secara holistik. Tuhan memberkati kita semuanya.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa kami di surga, lepaskanlah kiranya kami dari nafsu serakah dan angkara murka berkat Yesus, Putra-Mu terkasih, yang telah mengurbankan hidup-Nya guna menyelamatkan kami. Sebab Dialah ….

ANTIFON KOMUNI – Lukas 12:21

Demikianlah jadinya dengan orang yang menimbun harta bagi dirinya, tetapi tidak kaya di hadapan Allah.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, kami bersyukur atas segala sesuatu yang telah Kausiapkan bagi kami dalam diri Yesus Mesias. Kami mohon, semoga kami mengalami belas kasih-Mu sehari-hari demi kedamaian dan kebahagiaan umat manusia sedunia. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Santo Ignasius dari Anthiokia

St.Ignatius adalah salah satu dari para Bapa Apostolik (kelompok otoritatif terawal dari para Bapa Gereja). Dia mendasarkan otoritasnya pada statusnya sebagai seorang uskup Gereja, menjalani hidupnya dengan meneladani Kristus.  St. Ignatius adalah Uskup Antiokhia ketiga sesudah Santo Petrus dan St.Evodius (yang wafat sekitar tahun 67 Masehi). 

Sejarahwan Eusebius mencatat bahwa St.Ignatius menggantikan St. Evodius setelah Pertus sendiri yang menunjuk Ignatius untuk menjabat sebagai uskup Antiokhia. Sebutan lain untuk dirinya adalah Teoforus yang berarti “Pemanggul Tuhan” dan menurut tradisi St.Ignatius seperti juga Santo Polikarpus adalah murid-murid dari Rasul Yohanes.

Pada masa penganiayaan uskup Ignatius ditangkap dan dijatuhi hukuman mati dalam masa pemerintahan Kaisar Trajan. Ia digiring dari Antiokhia ke gelanggang pertunjukan di pusat kota Roma. Dalam perjalanan menyongsong kemartirannya di Roma, Ignatius menulis serangkaian surat yang terlestarikan sebagai sebuah contoh teologi Kristen paling awal. Topik-topik penting yang diuraikan dalam surat-surat tersebut mencakup eklesiologi, sakramen-sakramen, dan peranan para uskup. Dengan demikian, ia menggunakan cara yang sama dengan St.Paulus dalam mewartakan Kabar Sukacita. Sepanjang perjalanan itu dia menulis enam pucuk surat kepada Gereja-Gereja di kawasan itu dan sepucuk surat  untuk St.Polikarpus, yang kelak juga menjadi seorang martir.

Surat-surat St. Ignatius memberikan keterangan mengenai penangkapannya oleh penguasa dan perjalanannya ke Roma :

“  …. dari Suriah bahkan sampai Roma aku berhadapan dengan binatang-binatang buas, di darat dan laut, di malam dan siang hari, terbelenggu di tengah-tengah sepuluh ekor macan tutul, dan bersama sekelompok serdadu, yang akan berkelakuan semakin buruk  bilamana diperlakukan dengan sopan..”. — Ignatius kepada jemaat di Roma.

Ketika Ignatius yang terkasih tiba di Roma, ia dojebloskan kedalam penjara bersama para umat Kristiani yang sudah ditahan sebelumnya. Akhirnya, tibalah hari dimana sang uskup dilemparkan ke arena pertunjukan. Dua ekor singa ganas menerkamnya. St. Ignatius wafat sekitar tahun 107. Ia mewariskan kepada kita kesaksian hidup Kristiani serta surat-suratnya yang indah..

Arti Nama

Ignatius berasal dari nama keluarga Romawi yang artinya tidak diketahui. Namun sering dihubungkan dengan kata Latin : IGNIS  yang berarti “api.

Variasi Nama

Egnatius (Ancient Roman), Iñaki (Basque), Ignasi (Catalan), Ignác (Czech), Ignaas (Dutch), Ignace (French), Ignatz (German), Ignác (Hungarian), Ignazio (Italian), Ignas (Lithuanian), Ignacy (Polish), Inácio (Portuguese), Ignac, Ignacij, Nace (Slovene), Ignacio, Nacho, Nacio (Spanish)

Sumber: https://katakombe.org/para-kudus/oktober/ignasius-dari-anthiokia.html 

2 Comments

  • Herlin Oktober 17, 2023 at 5:01 am

    Santo Ignatius
    Doakanlah kami.

    Reply
  • Firmus dega Oktober 17, 2023 at 9:34 am

    Makasih Romo

    Reply

Leave a Comment