Selasa, 28 November 2023 – Hari Biasa Pekan XXXIV

Rm. Aegidius Warsito SCJ dari Komunitas SCJ Toronto Kanada

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Daniel 3:57-58

Pujilah Tuhan, hai segala karya Allah, pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan, pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

PENGANTAR:

Atas pertanyaan para murid mengenai akhir zaman, Yesus memberikan beberapa tanda. Tetapi yang ditekankan-Nya ialah agar mereka waspada terhadap interpretasi palsu. ‘Yang mengikuti mereka, tetaplah setia’. Daniel berkata, ‘Membangun hanya di atas manusia, berarti membangun di atas pasir dan bangunan itu akan segera hancur berantakan.’ Bila kita bersentuhan dengan pandangan bermacam-macam, maka yang penting ialah percaya akan nilai keyakinan kita, dan juga berani menampilkannya.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa kami yang mahakuasa dan kekal, Engkau menghendaki mendirikan kerajaan yang akan lestari selamanya melalui Yesus Mesias, Hamba-Mu Perkenankanlah kami melaksanakan sabda janji-Nya dan memberi kesaksian dalam segala tingkah laku kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Daniel 2:31-45

“Allah akan mendirikan suatu kerajaan yang takkan binasa selama-lamanya dan akan meremukkan segala kerajaan.”

Pada waktu itu Daniel berkata kepada Raja Nebukadnezar, “Ya Raja, Tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang besar! Patung itu tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, berdiri tegak di hadapan Tuanku, dan tampak mendahsyatkan. Adapun patung itu kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga, pahanya dari besi, sedang kaki serta jari-jarinya sebagian dari besi dan sebagian dari tanah liat. Sementara Tuanku melihatnya, sebuah batu terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia. Batu itu menimpa patung itu tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk. Maka sekaligus diremukkan juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu. Semuanya menjadi seperti sekam yang dihembus angin, di tempat pengirikan pada musim panas sehingga tidak ada bekas-bekasnya lagi. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi. Itulah mimpi Tuanku. Adapun maknanya akan kami jelaskan sekarang kepada Tuanku Raja. Ya Tuanku Raja, raja segala raja! Kepada Tuanku Allah semesta langit telah memberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan. Ke dalam tangan Tuanku telah diserahkan-Nya semua manusia, di mana pun mereka berada, juga binatang-binatang di padang, burung-burung di udara. Tuanku telah diberi-Nya kuasa atas semuanya itu. Maka Tuankulah kepala yang dari emas itu. Tetapi sesudah Tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan Tuanku; kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi. Sesudah itu akan ada kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu. Seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan itu akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya. Dan seperti Tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti bahwa kerajaan itu terbagi. Memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang Tuanku lihat, besi bercampur tanah liat. Sebagaimana kaki dan jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu sebagian keras dan sebagian rapuh. Seperti Tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur karena perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat. Lalu pada zaman raja-raja itu, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang takkan binasa selama-lamanya. Kekuasaannya takkan beralih lagi kepada bangsa lain. Kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan melenyapkannya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya. Hal itu telah Tuanku lihat, yaitu bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak serta emas. Allah yang mahabesar telah memberitahukan kepada Tuanku Raja, apa yang akan terjadi di kemudian hari. Mimpi itu benar dan maknanya dapat dipercaya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

KIDUNG TANGGAPAN: Dan 3:57.58.59.60.61

Ref. Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

  1. Pujilah Tuhan, hai segala karya Tuhan.

  2. Pujilah Tuhan, hai segala malaikat Tuhan.

  3. Pujilah Tuhan, hai segenap langit.

  4. Pujilah Tuhan, hai segala air di atas langit.

  5. Pujilah Tuhan, segenap bala tentara Tuhan.

BAIT PENGANTAR Bait Pengantar Injil

U : Alleluya
S : (Why 2:10c) Hendaklah engkau setia sampai mati, sabda Tuhan, dan Aku akan mengurniakan kepadamu mahkota kehidupan.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 21:5-11

“Tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain.”

Ketika itu beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan yang dihiasi dengan batu indah, dan berbagai macam barang persembahan. Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Akan tiba harinya segala yang kalian lihat di situ diruntuhkan, dan tidak akan ada satu batu pun dibiarkan terletak di atas batu yang lain.” Lalu murid-murid bertanya, “Guru, bilamanakah hal itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?” Jawab Yesus, “Waspadalah, jangan sampai kalian disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku, dan berkata, ‘Akulah Dia’ dan ‘Saatnya sudah dekat’. Janganlah kalian mengikuti mereka. Dan bila kalian mendengar kabar tentang perang dan pemberontakan, janganlah kalian terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.” Kemudian Yesus berkata kepada mereka, “Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi yang dahsyat, dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan. Dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Aegidius Warsito SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Mariae.

Jumpa lagi saudara-saudari pendengar Resi Dehonian bersama saya: Rm. Aegidius Warsito SCJ, dari Komunitas SCJ – Toronto – Kanada, di dalam Resi-renungan singkat – Dehonian edisi hari Selasa Pekan Biasa ke 34, tanggal 28 November 2023. Mari kita baca bersama perikopa Injil pada hari ini yang diambil dari Lukas 21:5-11.

Para pendengaran Resi Dehonian yang Budiman, banyak orang di segala masa tidak habis habisnya mencoba untuk menafsirkan kapan persisnya Akhir jaman itu datang. Pernah diramalkan bahwa akhir jaman itu akan terjadi pada tahun 2000 dan tidak sedikit orang yang mempercayainya dan tidak sedikit orang yang menjadi takut akan hal ini. Bagaimana dengan kita sendiri? Apakah Anda dan saya juga takut akan akhir zaman ini? Mengapa kita menjadi takut?

Memang benar sih, kalau kita pikir-pikir, sebagai manusia biasa kita semua pasti mempunyai rasa takut di dalam hati kita, terutama ketika kita melihat badai yang membawa bencana hebat, wabah virus seperti Covid-19 pada tahun 2000, peperangan yang terjadi antara Rusia dan Ukrainia atau Hamas dan Israel. Akan tetapi Yesus sendiri melalui bacaan Injil pada hari ini menegaskan kepada kita semua untuk tidak menjadi takut akan akhir zaman ini. Kata-kata Yesus ini lebih kuat daripada gabungan perang, virus, dan badai manapun juga.

Para pendengar Resi Dehonian yang Budiman, di dalam Injil pada hari ini, Yesus menyinggung secara jelas tentang kehancuran dan peperangan dan ini dikatakan oleh Yesus lebih dari 2000 tahun yang lalu. Dan kalau kita mau jujur apa yang Yesus katakan, pada Injil hari ini, itu sebenarnya sedang terjadi saat ini. Setelah masalah Covid-19 agak reda, kita dikejutkan dengan perang antara Rusia dan Ukraine, gempa bumi hebat di Pakistan, dan bulan lalu dunia tersentak dengan serang Hamas ke Israel yang memicu perang di jalur Gaza berkorbar lagi sampai hari ini. Angka kemiskinan terus meningkat tidak hanya di negara negara miskin dan berkembang akan tetapi juga melanda negara negara maju. Melihat keadaan yang semacam ini, apakah hal ini memicu ketakutan dan kegilasahan di dalam hati kita akan kedatangan akhir zaman yang semakin dekat?

Tentu saja tidak, karena jauh di dalam lubuk hati kita, kita masih menaruh sebuah harapan yang kita dapatkan dari Yesus sendiri. Yesus memberitahu kita untuk tidak takut karena Dia jauh lebih berkuasa daripada peperangan dan kehancuran apa pun. Oleh karena itu, yang harus kita lakukan adalah memiliki pengharapan dan iman kepada Yesus karena ketika kita memiliki Yesus di dalam hati kita, maka tidak ada yang perlu kita takuti. Bahkan peperangan dan bencana yang paling merusak sekalipun tidak akan pernah menjadikan kita takut.

Mari kita ingat bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang mahapengasih yang menghendaki keselamatan umat-Nya. Seperti yang dikatakan oleh St Teresa dari Kanak-kanak Yesus: “Jangan biarkan apa pun mengganggumu, jangan biarkan apa pun membuatmu takut, segala sesuatu akan berlalu. Tuhan tidak pernah berubah. Kesabaran memperoleh segalanya. Barangsiapa memiliki Tuhan, ia tidak kekurangan apa pun. Percaya kepada Tuhan saja itu sudah cukup.”

Maka untuk menutup permenungan kita pada hari ini, marilah kita bertanya pada diri kita masing-masing: apakah kita mempunyai rasa takut saat ini? Apa yang menyebabkan kita takut? Dan bagaimana kita akan mengatasi rasa takut ini? Apa yang mesti kita lakukan untuk mempersiapkan kedatangan Yesus di akhir zaman ini?

Para pendengar Resi Dehonian yang Budiman, semoga bacaan hari ini menyadarkan kita semua pentingnya berserah dan percaya kepada Yesus serta setiap hari adalah berkat bagi kita untuk bersiap diri menyambut  Yesus pada kedatangan-Nya di akhir zaman. Dan semoga kasih Tuhan memberkati langkah dan perjuangan hidup kita di sepanjang hari ini, serta semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin

DOA PERSEMBAHAN:

Allah Bapa kami di surga, kami mohon, mulailah kedamaian-Mu dalam roti anggur ini, dalam diri Yesus, Saudara kami, yang telah berkenan menjadi santapan kami. Dialah Tuhan ….

ANTIFON KOMUNI – Lukas 21:8

Waspadalah supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku, dan berkata, ‘Akulah Dia.’ Dan ‘Saatnya sudah dekat.’ Janganlah kamu mengikuti mereka.

DOS SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, semoga kami mematuhi sabda-Mu serta Kauperkenankan merasakan apa yang membawa kedamaian dalam diri Yesus, Putra-Mu terkasih. Semoga kami dapat mendiami dunia ini dengan baik dan sabar. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

1 Comment

  • Yufita Barito November 28, 2023 at 6:32 am

    Terimakasih Romo untuk renungannya, note untuk diri sendiri untuk lebih bersiap lagi memperbaiki diri dan berserah kepada Yesus.

    Reply

Leave a Comment