Rabu, 13 Desember 2023 – Peringatan Wajib St. Lusia, Perawan dan Martir

Rm.Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Paroki Santo Yohanes Penginjil Bengkulu – Indonesia

 
 

AUDIO MP3:

ANTIFON PEMBUKA

Inilah martir sejati yang setia menumpahkan darah untuk membela nama Kristus. Ia tidak takut terhadap ancaman di pengadilan. Kerajaan surga kini menjadi miliknya.

KATA PENGANTAR:

Di dalam gelap gulita orang mengharapkan cahaya. Di dalam masa yang serba sulit orang-orang tabah bagi kebanyakan orang menjadi cahaya dan harapan. Dalam penganiayaan kejam di Sisilia tingkah laku Lusia seorang gadis yang baru bertobat,mejadi pegangan banyak orang seiman. “Cahaya” namanya. Cahaya iman dipancarkan kendati sakit, menderita sampai meninggalnya. Teladannya amat terkenal di seluruh Gereja Muda. Di Skandinavia sekarang orang setia tahun merayakan dengan pesta cahaya.

DOA PEMBUKA:

Allah Bapa, sumber cahaya abadi, dengarkanlah kiranya kami berkat bantuan Santa Lusia, martir-Mu. Semoga kemuliaannya yang kami peringati di dunia, kelak kami saksikan pula di surga. Demi Yesus Kristus, Putra-Mu,….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 40:25-31 

“Tuhan yang mahakuasa memberikan kekuatan kepada yang lelah.” 

Yang Mahakudus berfirman, “Dengan siapa kalian hendak menyamakan Daku? Siapa yang setara dengan Daku? Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah! Siapa yang menciptakan semua bintang itu? Siapa yang menyuruh mereka ke luar seperti tentara, sambil memanggil nama mereka masing-masing? Tidak ada satu pun yang tidak hadir, sebab Dia itu Mahakuasa dan Mahakuat. Hai Yakub, hai Israel, mengapa engkau berkata begini, ‘Hidupku tersembunyi dari Tuhan, dan hatiku tidak diperhatikan Allahku?’ Tidakkah engkau tahu, dan tidakkah engkau mendengar? Tuhan itu Allah yang kekal, yang menciptakan alam semesta. Tuhan tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu. Pengertian-Nya tidak terduga. Tuhan memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada mereka yang tidak berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung. Tetapi orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru. Mereka seumpama rajawali yang terbang tinggi dengan kekuatan sayapnya. Mereka berlari dan tidak menjadi lesu. Mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 103:1-2.3-4.8-10

Ref. Pujilah Tuhan, hai jiwaku!
atau Puji, jiwaku, nama Tuhan, jangan lupa pengasih Yahwe.

  1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!

  2. Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu, dan menyembuhkan segala penyakitmu! Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur, dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat!

  3. Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita, atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita.

BAIT PENGANTAR INJIL: 

U : Alleluya
S : Tuhan akan datang menyelamatkan umat-Nya. Berbahagialah orang yang menyongsong Dia

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 11:28-30  

“Datanglah kepada-Ku kalian yang letih lesu.”

Sekali peristiwa bersabdalah Yesus, “Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah-lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm.Paskalis Aditya Wardana SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat pencinta Hati Kudus Yesus yang terkasih dalam Tuhan. Kita berjumpa kembali dalam RESI (renungan singkat) dehonian pada Rabu, 13 Desember 2023 bersama saya Romo Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Paroki Santo Yohanes Penginjil Bengkulu. Kita akan mengawali permenungan kita dengan mendengarkan sabda Tuhan yang diambil dari Injil Yesus Kristus menurut Santo Matius 11:28-30

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”

Saudara/i terkasih dalam Tuhan, tentu semua dari kita pernah mengalami proses pembelajaran seperti belajar berjalan sewaktu bayi, belajar baca-tulis sewaktu SD, dan aneka pelajaran lainnya dalam rekam jejak hidup kita masing-masing. Dengan demikian, undangan dari Tuhan Yesus yang meminta kita untuk belajar dari-Nya adalah sebuah hal yang sudah menjadi bagian dari hidup kita alias sudah biasa kita hidupi. Ada kemungkinan ketika kita hendak belajar kepada Sang Guru Sejati, ada perasaan tidak pantas melihat rekam jejak pelajaran kita yang banyak remidinya atau justru ada perasaan menyepelekan ajaran Guru Sejati karena pengalaman gilang-gemilang dalam berbagai segi kehidupan.

Nah, perasaaan tidak pantas atau sombong sekalipun sama-sama tidak bermuara pada ketenangan dan kelegaan jiwa. Pada titik itulah perbedaan pelajaran yang diberikan Tuhan Yesus dengan guru-guru lainnya. Ia mau supaya kita semua merasakan kelegaan dan ketenangan entah itu jejak kehidupan kita penuh kekelaman maupun cerah sekalipun. Saudara/i yang baik, semoga Hati Kudus Yesus mengaruniakan rahmat kepada kita untuk tetap menjadi murid-Nya yang setia untuk menimba kebaikan dari Yesus, Sang Guru Sejati agar kita mampu menjadi saksi-saksi akan kebaikan Tuhan.  Tuhan memberkati. Amin.                       

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa yang nahamulia, kami meluhurkan keagunagn-Mu yang nyata dalam hidup Santa Lusia, martir-Mu. Engkau telah berkenan melihat jasanya, maka sudilah kiranya Engkau berkenan juga menerima pengabdian kami. Demi Kristus,…

ANTIFON KOMUNI – Yoh 14:21-23

Barang siapa mencintai Aku, dicintai Bapa-Ku. Kami akan datang dan tinggal padanya.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami yang mahaagung, semoga kudus yang kami selenggarakan untuk menghormati Santa Lusia martir-Mu, sungguh mendorong dan menerangi kami. Siapkanlah kami pada perjamuan di surga. Demi Kristus,…

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Santa Lusia

Lucy of Syracuse

Santa Lusia dilahirkan pada akhir abad ketiga di Syracuse, pulau Sicilia. Orangtuanya berasal dari kalangan bangsawan Kristen yang saleh dan kaya-raya. Ayahnya meninggal ketika Lusia masih kecil. Lusia secara diam-diam berjanji kepada Yesus bahwa ia tidak akan pernah menikah agar ia dapat menjadi milik-Nya saja. 

Namun Ibunya, Eutychia, telah mengatur sebuah pernikahan untuknya. Selama tiga tahun Lucia berhasil menunda rencana pernikahan yang diatur ibunya itu. Untuk mengubah pikiran ibu Lusia mengajak ibunya yang sedang sakit untuk berdoa memohon kesembuhan di makam Santa Agatha, dan secara ajaib penyakit hemoragik panjang ibunya disembuhkan. Sebagai ungkapan rasa terima kasih atas kesembuhannya, ibunya mengijinkan Lusia memenuhi panggilan hidupnya.

Tetapi  Paschasius, pemuda kepada siapa ibunya pernah menjanjikan Lusia; amat marah karena kehilangan Lusia. Dalam puncak kemarahannya, ia melaporkan Lusia sebagai seorang pengikut Kristus kepada Gubernur Sicilia.  Gubernur memerintahkan agar Lusia ditangkap dan dibuang ke tempat pelacuran. Tetapi ketika para penjaga pergi untuk menjemputnya, mereka tidak bisa membawa lucia pergi karena Tuhan menjadikan tubuh wanita suci ini menjadi demikian berat. Bahkan walau mereka sudah mengikat Lusia pada seekor lembu; namun lembu tersebut tetap tidak dapat menyeret Lucia.

Gubernur memerintahkan untuk menyiksa dan membunuhnya. Santa lusia kemudian mengalami penyiksaan yang sangat hebat. Ia dianiaya dan kedua matanya dicongkel keluar. Bundel kayu diletakan dikelilingnya lalu dibakar agar Lusia tersiksa dalam api yang bernyala-nyala. Namun sungguh ajaib; Lusia sama sekali tidak merasa kepanasan dalam perapian itu. Karena itu Seorang algojo kemudian menghunus pedangnya lalu menusukkannya ke arah leher perawan suci ini sampai ia meninggal.

Lusia menjadi martir bagi Yesus pada tahun 304.  Namanya tercantum dalam doa “Nobis quoque peccatoribus” dalam Kanon Misa.

Variasi Nama

Luce (Italian), Luzia (German), Lucy (English), Llúcia (Catalan), Luca, Lucija (Croatian), Lucie (Czech), Luus (Dutch), Lucie, Luce, Lucette, Lucile, Lucille, Lucinde (French), Luca (Hungarian), Luus (Limburgish), Lucinda (Literature), Łucja, Lucja (Polish), Lúcia, Luzia, Lucinda (Portuguese), Liùsaidh (Scottish), Lucija (Slovene), Lucía, Lucila (Spanish), Lleucu (Welsh)

Bentuk Maskulin : Lucio (Italian), Lucius (English), Lucius (Ancient Roman)

 

Sumber:  https://katakombe.org/para-kudus/desember/lusia.html

1 Comment

  • Yufita Barito Desember 13, 2023 at 6:26 am

    Makasih Romo untuk renungannya 😊🕊

    Reply

Leave a Comment