
Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – Bdk Mzm 25:1-3
Kepada-Mu, ya Tuhan, kuangkat jiwaku; Allahku, kepada-Mu aku percaya. Janganlah kiranya aku mendapat malu. Janganlah musuh-musuhku beriang-ria atas aku. Ya, semua orang yang menantikan Dikau takkan mendapat malu.
PENGANTAR:
Saat ini kita merayakan minggu Adven pertama sebagai tanda bahwa kita memasuki tahun liturgi yang baru. Semoga tahun liturgi baru ini membuat kita tidak ragu-ragu untuk membangun keyakinan dan Allah yang selalu hadir dalam kehidupan ini. Kehadiran-Nya bukan untuk masa yang telah lampau saja, namun juga untuk masa sekarang dan masa mendatang. Untuk itu, sungguh amat baik jika setiap pribadi selalu berjaga-jaga menyambut kedatangan Allah dalam hidup masing-masing.
SERUAN TOBAT:
I : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah pembawa damai sejahtera ke dunia. Tuhan, kasihanilah kami.
U : Tuhan, kasihanilah kami.
I : Engkaulah cahaya penghalang kegelapan dunia. Engkaulah yang didamba-dambakan umat manusia. Kristus, kasihanilah kami.
U : Kristus, kasihanilah kami.
I : Engkaulah pembawa keselamatan dunia. Engkaulah yang diharap-harapkan umat manusia. Tuhan, kasihanilah kami.
U : Tuhan, kasihanilah kami.
DOA KOLEKTA:
Marilah bedoa: Allah Yang Mahakuasa, anugerahilah kami, umat-Mu, kehendak yang kuat untuk menyongsong kedatangan Kristus dengan cara hidup yang baik. Semoga dengan demikian kami layak mewarisi Kerajaan Surga, bersama Kristus, Putera-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 2:1-5
“Tuhan menghimpun semua bangsa dalam kerajaan Allah yang damai abadi.”
Inilah firman yang dinyatakan kepada Yesaya, putera Amos, tentang Yehuda dan Yerusalem, “Pada hari-hari yang terakhir akan terjadilah hal-hal ini: Gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di atas gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit. Segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata, ‘Mari kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuh jalan itu. Sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan dari Yerusalem akan keluar sabda Tuhan’. Tuhan akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa. Maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas. Bangsa yang satu tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa yang lain, dan mereka tidak akan lagi berlatih perang. Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAN: Mzm 122.1-2.4-5.6-7;8-9
Ref. ‘Ku menuju ke altar Allah dengan sukacita.
-
Ku bersukacita waktu orang berkata kepadaku: Mari kita pergi ke rumah Tuhan. Sekarang kaki kami berdiri di gerbangmu, hai Yerusalem.
-
Kepadamu suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan, untuk bersyukur pada nama Tuhan sesuai dengan peraturan.
-
Berdoalah agar Yerusalem sejahtera “Damai bagi orang yang mencintai Engkau. “Semoga damai turun atas wilayahmu dan kesentosaan atas purimu.”
-
Atas nama saudara dan sahabatku kuucapkan selamat kepadamu. Demi bait Tuhan Allah kita ku- mohonkan bahagia bagimu.
BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma 13:11-14a
“Keselamatan sudah dekat pada kita.”
Saudara-saudara, kamu mengetahui keadaan waktu sekarang: Saatnya telah tiba kamu bangun dari tidur. Sebab sekarang ini keselamatan sudah lebih dekat pada kita daripada waktu kita baru mulai percaya. Malam sudah hampir lewat, dan sebentar lagi pagi akan tiba. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan, dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan; jangan dalam percabulan dan hawa nafsu; jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya
S : (Mzm 85:8) : Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan, dan berilah kami keselamatan yang dari pada-Mu.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 24:37-44
“Berjaga-jaga dan siap siagalah!”
Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Seperti halnya pada zaman Nuh, demikianlah kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada zaman sebelum air bah itu orang makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera; mereka tidak menyadari apa yang terjadi sampai air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua. Demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Kalau ada dua orang perempuan sedang menggiling gandum, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Oleh karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pencuri datang waktu malam, pastilah ia berjaga-jaga, dan tidak membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu selalu siap siaga, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus
RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Para Sahabatku, Saudari-saudara yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia.dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Minggu, 30 November 2025. Bertepatan dengan Minggu Adven yang Pertama. Semoga Belas Kasih dan Kerahiman dari Hati Yesus yang Maha Kudus memberkati Anda semua. Amin. Tema Resi kita kali ini adalah “Bangun, Sebab Keselamatan Sudah Dekat.” Namun sebelumnya, mari kita persiapakan hati dan kita awali permenunga kita dengan tanda kemenangan kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus..
Para sahabatku, Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Hari ini kita memasuki Minggu Adven I, yang sering disebut juga sebagai Minggu Pengharapan, tanda bahwa Gereja mengajak kita membuka kembali hati untuk menantikan kedatangan Tuhan dengan sikap yang penuh harap dan berjaga. Bacaan Injil yang kita dengar hari ini mengingatkan kita akan zaman Nuh, ketika banyak orang menjalani hidup sehari-hari tanpa sadar bahwa “hari Tuhan” semakin dekat. Tuhan Yesus menegaskan bahwa kedatangan-Nya kelak akan terjadi “pada saat yang tidak kita duga.” Karena itu, Tuhan menegur kita dengan penuh kasih: “Berjagalah dan bersiaplah.” Pesan ini sangat cocok dengan suasana awal masa Adven ini, yaitu masa yang mengajak kita tidak hanya menunggu, tetapi menanti dengan hati yang terbangun.
Nah para sahabatku, apa yanhg bisa kita ambil maknanya dari bacaan injil yang kita dengar hari ini?. Saya menawarkan 2 hal saja.
-
Adven: Saatnya Sadar dan Terbangun dari Rutinitas: Adven bukan sekadar hitungan mundur menuju Natal, tetapi momen untuk menyadari kembali apa yang benar-benar penting dalam hidup kita. Seperti orang-orang di zaman Nuh yang larut dalam rutinitas sampai tidak peka pada panggilan Allah, kita pun mudah terjebak dalam kesibukan dan otomatisasi hidup. Bacaan hari ini mengajak kita untuk “bangun”, yaitu menyadari bahwa Tuhan hadir bukan hanya dalam peristiwa besar, tetapi juga dalam hal-hal kecil yang sering kita abaikan. Mungkin kita terbiasa menjalani hari dengan ritme kerja yang cepat, tetapi jarang berhenti untuk mendengarkan suara hati; mungkin kita sibuk melayani, tetapi lupa merawat kedalaman relasi dengan Tuhan. “Terbangun” berarti berani berhenti sejenak, melihat kembali arah hidup, menata ulang prioritas, dan memberi ruang bagi Tuhan untuk berbicara. Yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah: “Apa satu hal dalam hidupku yang perlu aku sadari kembali dan bangunkan agar hatiku lebih peka menyambut kehadiran Tuhan?
-
Adven: Masa untuk Berjaga dengan Pengharapan: Tuhan Yesus berkata, “Karena itu berjagalah, sebab kalian tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.” Berjaga bukan berarti hidup dalam ketakutan, tetapi hidup dalam pengharapan yang aktif. Pada Minggu Adven pertama ini, kita menyalakan lilin pengharapan. Hal ini mengingatkan kita bahwa Tuhan yang kita tunggu adalah Tuhan yang setia, yang selalu datang untuk memulihkan, menyembuhkan, dan menguatkan. Maka Berjaga berarti: menjaga hati tetap bersih dari egoisme, menjaga batin tetap penuh kasih, menjaga hidup tetap terarah pada kehendak Tuhan. Berjaga bisa kita lakukan melalui tindakan sederhana: memperbaiki relasi yang retak, melakukan satu kebaikan kecil setiap hari, atau menyediakan waktu khusus untuk doa pribadi. Dalam masa Adven ini, berjaga adalah cara kita berkata: “Tuhan, aku ingin Engkau datang dan menemukan hatiku siap.” Yang menjadi pertanyaan bagi kita, “Bagaimana aku dapat menghidupi sikap berjaga dalam minggu Adven pertama ini, baik dalam relasi, doa, maupun pelayanan?
Bro atau sis admin, belum ada button link untuk download audio Resi Minggu, 30 November 2025. Mohon dilengkapi. Terima kasih.
Amin🙏🙏
Terimakasih Romo , setiap hari saya bisa membaca dan merenungkan firman2 Tuhan melalui Resi dehonian. Tuhan Yesus memberkati 🙏