
Rm Anselmus Inharjanto SCJ dari Komunitas SCJ Seminari Menengah St Paulus Palembang – Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 85:8
Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan, dan berilah kami keselamatan-Mu.
PENGANTAR:
Dalam bacaan pertama terdengar kata-kata penuh harapan, bahwa Tuhan selalu mau mengampuni lagi. Bapa menghendaki yang baik bagi siapa pun, juga orang jahat. Sedangkan Yesus prihatin akan kehendak Bapa. Hubungan keluarga pun tak mampu menghalangi Dia.
DOA KOLEKTA:
Marilah bedoa: Allah Bapa maha penyayang, semoga kami memahami kehendak-Mu, yang terungkap dalam sabda-Mu, dan semoga Engkau selalu mendampingi kami dengan penyelenggaraan-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Mikha 7:14-15.18-20
“Kiranya Engkau menunjukkan kasih setia-Mu”
Ya Tuhan, gembalakanlah umat-Mu dengan tongkat-Mu, kambing domba milik-Mu sendiri. Mereka terpencil mendiami rimba di tengah-tengah kebun buah-buahan. Biarlah mereka merumput di Basyan dan Gilead seperti pada zaman dahulu kala. Perlihatkanlah kepada kami tindakan-tindakan ajaib seperti pada waktu Engkau keluar dari Mesir. Adakah Allah lain seperti Engkau yang mengampuni dosa-dosa dan memaafkan pelanggaran yang dilakukan oleh sisa-sisa milik-Nya sendiri? Yang tidak murka untuk selama-lamanya, melainkan berkenan pada kasih setia? Biarlah Ia kembali menyayangi kita menghapus kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut. Kiranya Engkau menunjukkan setia-Mu kepada Yakub dan kasih-Mu kepada Abraham sebagaimana telah Kaujanjikan dengan sumpah kepada nenek moyang kami sejak zaman purbakala.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 85:2-4.5-6.7-8
Ref. Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan.
-
Engkau telah berkenan kepada tanah-Mu, ya Tuhan, telah memulihkan keadaan Yakub. Engkau telah mengampuni kesalahan umat-Mu, telah menutupi segala dosa mereka. Engkau telah menyurutkan segala gemas-Mu, telah meredakan murka-Mu yang menyala-nyala.
-
Pulihkanlah kami, ya Allah penyelamat kami, dan tiadakanlah sakit hati-Mu kepada kami. Untuk selamanyakah Engkau murka atas kami dan melanjutkan murka-Mu turun-temurun?
-
Apakah Engkau tidak mau menghidupkan kami kembali, sehingga umat-Mu bersukacita karena Engkau? Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan, dan berikanlah kepada kami keselamatan dari pada-Mu!
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya, alleluya
S : (Yoh 14:23) Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 12:46-50
“Sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya, Yesus bersabda, “Inilah ibu-Ku, inilah saudara-Ku.”
Sekali peristiwa ketika Yesus sedang berbicara dengan orang banyak, ibu dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia. Maka berkatalah seseorang kepada-Nya, “Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau.” Tetapi Yesus menjawab kepadanya, “Siapakah ibu-Ku?” Dan siapakah saudara-saudara-Ku?” Dan sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya, Ia bersabda, “Inilah ibu-Ku, inilah saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku, dialah saudari-Ku, dialah ibu-Ku.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Karistus
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Anselmus Inharjanto SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Sobat Resi terkasih, apakah Tuhan Yesus membenci atau tidak suka dengan Ibu dan sanak saudara-Nya? Mengapa perkataan-Nya terkesan ketus ketika diberitahu keberadaan Ibu dan saudara-saudara-Nya? Tentu saja, Tuhan Yesus sangat mencintai keluarga-Nya. Namun, konteks perikopa Injil hari ini adalah pengajaran Yesus tentang bagaimana melaksanakan kehendak Bapa sebagai bentuk ketaatan iman kita. Klaim sebagai ibu dan saudara-saudara Yesus harus dibuktikan dengan respon kita terhadap kehendak Allah sendiri.
Yang jelas, Yesus membedah konsep tradisional tentang sebuah ‘keluarga’ di mana intimitas atau kedekatan itu biasanya menjadi ciri utama. Anggota-anggota keluarga merasa dekat secara biologis karena mereka dilahirkan oleh orang tua mereka dan tentu ada ikatan darah daging. Terlebih dalam tradisi Yahudi, ikatan darah dalam keluarga sangatlah penting karena menentukan identitas seseorang. Yesus hari ini mengangkat sebuah ketaatan spiritual saat mengulik tentang kehendak Allah. Melaksanakan kehendak Allah yang pasti baik itu merupakan cara kita masuk atau peluang kita menjadi ibu dan saudara-saudara Yesus sendiri. So, tunggu apa lagi?
Semoga Hati Kudus Yesus memampukan kita.
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa mahakuasa dan kekal, semoga kami dapat memahami kehendak-Mu dalam tanda-tanda yang mewartakan Yesus Mesias, yang telah melaksanakan kehendak-Mu dengan taat setia sampai wafat. Sebab Dialah ….
ANTIFON KOMUNI – Matius 12:50
Siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku, dialah saudari-Ku, dilah ibu-Ku.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah Bapa kami yang mahabaik, kami bersyukur karena Yesus Putra Manusia telah mengajar kami mengenai kehendak-Mu. Kami mohon, semoga Roh-Nya menjadikan kami orang-orang jujur dan patuh setia. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
DOWNLOAD AUDIO RESI:
Amin
Makasih Romo
Terima kasih Romo