Kamis, 23 Juli 2026 – Hari Biasa Pekan XVI

Rm Gregorius Virdiawan Mubin SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St St Petrus Kota Batak Riau – Indonesia

 
 
 

 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 36:8.10

Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu. Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat cahaya.

PENGANTAR:

Tiada di antara kita yang pernah melihat Tuhan. Kita hendaknya puas mendengar sabda-Nya saja. Sering kita mengatakan bahwa tidak mengena. Kita lupa, siapa yang berada di belakangnya: sumber air hidup, Tuhan yang telah bangkit dan berbaik hati dengan kita. Dengan telinga, kita mendengarkan, namun tidak menangkap; dengan mata, kita memandang, namun tidak melihat ‘Dia yang hidup di tengah-tengah kita.’

DOA KOLEKTA:

Marilah bedoa: Allah Bapa mahakuasa, bukalah mata kami, agar dapat menyaksikan kehadiran-Mu di tengah-tengah kami; bukalah hati kami, agar dapat memahami perumpamaan tentang kehadiran-Mu di tengah-tengah kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yeremia 2:1-3.7-8.12-13

“Mereka meninggalkan Daku, sumber air hidup, dan menggali sendiri kolam yang bocor.”

Tuhan bersabda kepadaku, “Pergilah dan beritahukanlah kepada penduduk Yerusalem dengan mengatakan, ‘Beginilah sabda Tuhan: Aku teringat akan kasihmu pada waktu engkau masih muda, akan cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin. Pada waktu itu engkau mengikuti Aku di padang gurun, di negeri yang tidak ditaburi’. Ketika itu Israel kudus bagi Tuhan, sebagai buah bungaran dari hasil tanah-Nya. Semua orang yang memakannya bersalah dan tertimpa malapetaka”, demikianlah sabda Tuhan. Aku telah membawa kalian ke tanah yang subur agar kalian menikmati buahnya dan segala yang baik dari padanya. Tetapi segera setelah kalian masuk, kalian telah menajiskan tanah-Ku. Tanah milik-Ku telah kalian cemarkan. Para imam tidak lagi bertanya, ‘Di manakah Tuhan?’ Para ahli hukum tidak mengenal Aku lagi, dan para gembala mendurhaka terhadap Aku. Para nabi bernubuat demi Baal, mereka mengikuti apa yang tidak berguna.” “Terperanjatlah akan hal itu, hai langit, menggigil dan gemetarlah dengan sangat,” demikianlah sabda Tuhan. Sebab umat-Ku berbuat kejahatan ganda: mereka meninggalkan Daku, sumber air yang hidup, dan menggali sendiri kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 36:6-7ab.8-9.10-11

Ref. Pada-Mulah, ya Tuhan, ada sumber kehidupan.

  1. Ya Tuhan, kasih-Mu sampai ke langit, setia-Mu sampai ke awan. Keadilan-Mu adalah seperti gunung-gunung Allah, hukum-Mu bagaikan samudera raya yang hebat.

  2. Betapa berharganya kasih setia-Mu ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu. Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumah-Mu, Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu.

  3. Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang. Lanjutkanlah kasih setia-Mu bagi orang yang mengenal Engkau, dan keadilan-Mu bagi orang yang tulus hati.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya.
S : Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 13:10-17

“Kalian diberi kurnia mengetahui rahasia Kerajaan Surga, tetapi mereka tidak.”

Setelah Yesus menceritakan perumpamaan tentang seorang penabur, murid-murid bertanya kepada-Nya, “Mengapa Engkau mengajar mereka dengan perumpamaan?” Jawab Yesus, “Kalian diberi karunia mengetahui rahasia Kerajaan Surga, tetapi orang-orang lain tidak. Karena barangsiapa mempunyai, akan diberi lagi; tetapi barangsiapa tidak mempunyai, maka apa pun yang ada padanya akan diambil juga. Itulah sebabnya Aku mengajar mereka dengan perumpamaan, karena biarpun melihat, mereka tidak tahu, dan biarpun mendengar, mereka tidak menangkap dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: ‘Kalian akan mendengar dan mendengar lagi, namun tidak mengerti, kalian akan melihat dan melihat lagi, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan matanya melekat tertutup, agar jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya lalu berbalik sehingga Kusembuhkan’. Akan tetapi berbahagialah mata kalian sebab melihat, berbahagialah telinga kalian sebab mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu, ‘Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kalian lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kalian dengar, tetapi tidak mendengarnya.”
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Gregorius Virdiawan Mubin SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Menjaga Hati yang Lembut di Telapak Tangan yang Berkapalan

Saudara sekalian yang direngkuh oleh Hati Yesus, kembali bersama saya Pastor Gregorius Virdi Mubin SCJ, dari komunitas SCJ Kota Batak – Riau. Mari sejenak kita merenungkan bacaan Injil hari ini, Hari Kamis Pekan Biasa XVI. Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin

Saudara-saudari terkasih, Ketika membagikan Komuni dalam Perayaan Ekaristi, perhatian saya sering kali tertuju pada telapak tangan beberapa umat yang terhulur jujur menyambut Tubuh Kristus. Banyak dari mereka memiliki telapak tangan yang tebal, kasar, dan berkapalan akibat bertahun-tahun menggenggam egrang untuk memanen sawit. Kapalan di tangan terbentuk secara alami, bagi saya merupakan tanda cinta, kerja keras, dan pengorbanan yang luhur. Kulit itu mengeras secara alami agar mereka tahan terhadap gesekan gagang egrang dan beratnya beban harian. Namun, sebuah kehidupan iman akan menjadi tragis ketika fenomena “kapalan” ini tidak terjadi di telapak tangan, melainkan mengendap diam-diam di dalam ruang batin dan hati kita sendiri.

Inilah tepatnya yang disinyalir oleh Yesus ketika mengutip nubuat Nabi Yesaya: “Sebab hati bangsa ini telah menebal” (Mat 13:15). Rutinitas keagamaan yang hambar bisa terjadi saat sekedar menjadi rutinitas. Hadir dalam Misa tanpa kerinduan, mendengarkan Sabda tanpa mencerna, atau berdevosi tanpa pertobatan. Mungkin kita sangat rajin melakukannya, namun kalau tidak ada hati di dalamnya akan membuat batin kita mengalami gesekan hingga mati rasa. Yesus mengajar lewat perumpamaan bukan untuk menyembunyikan kebenaran secara sewenang-wenang, melainkan sebagai penyingkap kepekaan batin. Bagi mereka yang hatinya berkapalan, pengajaran Yesus hanyalah cerita lalu; namun bagi hati yang terbuka, perumpamaan itu akan menjadi pintu masuk untuk menyelami rahasia ilahi Kerajaan Surga.

Betapa indahnya jika kita belajar dari kontras ini: biarlah telapak tangan kita berkapalan karena tekun bekerja dan setia berkorban, namun jagalah agar hati kita tetap lembut dan peka bagai tanah yang siap menerima benih Sabda. Jangan biarkan jiwa kita mengeras oleh formalisme yang dingin dan rasa puas diri yang menumpulkan nurani. Hari ini, mari kita memohon rahmat agar Tuhan melembutkan kapalan rohani kita, supaya telinga batin ini kembali bergetar lembut mendengar bisikan kasih-Nya, dan mata iman kita kembali mampu melihat keajaiban Allah yang tersirat dalam diri sesama. Sebab sungguh berbahagialah mata yang tidak hanya melihat tetapi menangkap, dan telinga yang tidak hanya mendengar tetapi mengerti dengan hati. Tuhan memberkati.

DOA PERSEMBAHAN DIRI:

Allah Bapa sumber kedamaian, berkenanlah ramah lagi terhadap kami berkat persembahan perjanjian-Mu dan curahkanlah kiranya semangat kedamaian. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Matius 13:12

Kalian diberi kuasa mengetahui misteri kerajaan surga, orang lain tidak. Karena barangsiapa sudah punya, akan diberi lagi; tetapi yang tidak punya, apa pun yang ada padanya, akan diambil lagi.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa Raja mahamulia, kami bersyukur karena telah menerima sabda Yesus, Saudara kami. Semoga kami dapat menyerupai Dia dan dengan demikian kerajaan-Mu semakin berkembang di dunia ini Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment