
Rm Finsentius Ari Setiono SCJ dari Komunitas SCJ Pasangsurut Palembang Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – Yehezkiel 34:11
Aku sendirilah yang akan memperhatikan domba-domba-Ku dan mencari mereka.
PENGANTAR:
Kita mendambakan keadilan, tetapi segala kuasa akhirnya jatuh k dalam korupsi dan penindasan. Betapa sulit memahami bahwa oran lain tidak berpendirian yang sama dengan kita. Maka Tuhan be tindak dan menunjukkan bahwa gembala sejati selalu didorong ole kebaikan hati dan kasih sayang.
DOA KOLEKTA:
Marilah berdoa: Allah Bapa, gembala segala gembala, berkenanlah mengutus gembala yang sanggup menuntun umat-Mu seturut teladan Yesus Putra-Mu, yang telah mengurbankan hidup-Nya demi kesejahteraan dan keselamatan domba-domba-Nya. Sebab Dialah Putra-Mu,….
ATAU PERINGATAN St. Yohanes Eudes, Imam
ANTIFON PEMBUKA – Lukas 4:18
Roh Tuhan menyertai aku. Aku diurapinya dan diutus mewartakan kabargembira kepada kaum fakir miskin dan menghibur yang remuk redam.
DOA KOLEKTA:
Marilah kita berdoa. (hening sejenak): Allah Bapa Yang Mahakudus, secara mengagumkan Engkau telah memilih Santo Yohanes Eudes, imam-Mu, untuk mewartakan kekayaan Kristus yang tak terselami. Semoga berkat teladan dan nasihat-nasihatnya kami yang sedang bertumbuh dalam pengenalan akan Dikau, setia untuk hidup dalam terang Injil. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yehezkiel 34:1-11
“Aku akan melepaskan domba-domba-Ku dari mulut mereka sehingga seterusnya tidak lagi menjadi mangsanya.”
Tuhan bersabda kepadaku, “Hai anak manusia, bernubuatlah melawan gembala-gembala Israel, bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka, kepada gembala-gembala itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan dirinya sendiri! Bukankah domba-domba yang seharusnya digembalakan oleh gembala-gembala itu? Kamu menikmati susunya, dari bulunya kamu buat pakaian, yang gemuk kamu sembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan. Yang lemah tidak kamu kuatkan, yang sakit tidak kamu obati, yang luka tidak kamu balut, yang tersesat tidak kamu bawa pulang, yang hilang tidak kamu cari, melainkan kamu injak-injak mereka dengan kekerasan dan kekejaman. Dengan demikian mereka berserak, oleh karena gembala tidak ada, dan mereka menjadi makanan bagi segala binatang di hutan. Domba-domba-Ku berserak dan tersesat di semua gunung dan di semua bukit yang tinggi; ya, di seluruh tanah itu domba-domba-Ku berserak, tanpa seorangpun yang memperhatikan atau yang mencarinya. Oleh sebab itu, hai gembala-gembala, dengarlah firman TUHAN: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, sesungguhnya oleh karena domba-domba-Ku menjadi mangsa dan menjadi makanan bagi segala binatang di hutan, lantaran yang menggembalakannya tidak ada, oleh sebab gembala-gembala-Ku tidak memperhatikan domba-domba-Ku, melainkan mereka itu menggembalakan dirinya sendiri, tetapi domba-domba-Ku tidak digembalakannya– oleh karena itu, hai gembala-gembala, dengarlah firman TUHAN: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku sendiri akan menjadi lawan gembala-gembala itu dan Aku akan menuntut kembali domba-domba-Ku dari mereka dan akan memberhentikan mereka menggembalakan domba-domba-Ku. Gembala-gembala itu tidak akan terus lagi menggembalakan dirinya sendiri; Aku akan melepaskan domba-domba-Ku dari mulut mereka, sehingga tidak terus lagi menjadi makanannya. Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 23:1-a.3b-4.5-6
Ref. Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku.
-
Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: ‘ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. ‘Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.
-
Sekalipun aku harus berjalan berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
-
Kau siapkan hidangan bagiku dihadapan lawanku, Kauurapi kepalaku dengan minyak, dan pialaku melimpah.
-
Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu, sepanjang umur hidupku, aku akan diam di rumah Tuhan, sekarang dan senantiasa.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya
S : (Ibr 4:12) Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji pikiran dan segala maksud hati.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 20:1-16a
“Iri hatikah engkau, karena aku murah hati?”
Sekali peristiwa Yesus mengemukakan perumpamaan berikut kepada murid-murid-Nya, “Hal Kerajaan Surga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan mereka pun pergi. Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi. Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari? Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku. Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu. Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga. Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari. Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Finsentius Ari Setiono SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Sahabat Resi Dehonian dimanapun berada, jumpa lagi bersama saya Rm. Finsentius Ari Setiono SCJ dari Pasang Surut dalam ReSi (Renungan Singkat) Edisi Rabu, 19 Agustus 2026, pada peringatan Santo Yohanes Eudes, seorang imam. Mari sekarang kita siapkan hati untuk mendengarkan bacaan Injil pada hari ini dari Injil Matius 20:1-16a.
Para sahabat Resi yang terkasih, Perjanjian adalah kata yang sangat familiar dengan kehidupan kita sehari-hari. Kadang kala perjanjian itu membuat kita merasa aman karena ada sebuah keterikatan antara diri kita dengan diri kita sendiri atau dengan yang diluar diri kita. Biasanya perjanjian itu akan menghasilkan hak dan kewajiban bagi yang melakukan perjanjian. Jika perjanjiannya jelas dari awal, maka hak dan kewajibannya biasanya akan jelas. Namun semakin tidak jelas sebuah perjanjian, maka hak dan kewajiban kadang kala juga menjadi kabur.
Konsep perjanjian juga sangat sering kita jumpai di dalam Alkitab, seperti yang kita dengarkan dalam bacaan injil hari ini. Dalam injil yang kita dengarkan hari ini, Yesus menampilkan sebuah perumpamaan mengenai tuan rumah yang mencari pekerja untuk kebun agurnya. Dari awal sudah dikatakan dengan jelas bahwa antara tuan rumah dan pekerja sudah sepakat dengan perjanjian upah sedinar sehari. Namun demikian, ada sebuah hal yang sangat menarik dalam perekrutan pekerja selanjutnya.
Dalam perekrutan selanjutnya, pekerja hanya dijanjikan dengan sesuatu yang pantas untuk mereka. Bahkan untuk pekerja yang direkrut di pukul 5 sore, tuan rumah hanya meminta para pekerja untuk pergi ke kebun anggur. Pekerja yang terakhir direkrut kemungkinan bukan karena malas, sehingga mereka tidak bekerja. Kemungkinan mereka adalah pekerja-pekerja yang dianggap tidak mampu melakukan pekerjaan tertentu. Hal ini mungkin terjadi karena memang di masa itu pekerja-pekerja berkumpul di suatu tempat, bisa di pasar atau di perbatasan kota, untuk menunggu orang yang mau mempekerjakan mereka. Maka alasan para pekerja mengatakan “tidak ada orang yang mengupah kami” menjadi masuk akal.
Kemudian keputusan tuan tanah untuk mempekerjakan orang-orang itu kemungkinan besar hanya karena belas kasih. Hal ini harus kita lihat dari segi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi satu keluarga dalam satu hari. Kurang lebih, pengeluaran satu keluarga dalam satu hari adalah satu dinar. Dengan satu dinar, sebuah keluarga hanya dapat memenuhi kebutuhan dasar yang sederhana. Jika seorang kepala keluarga tidak mendapatkan satu dinar sehari, kemukinan keluarga itu harus berhutang untuk memenuhi kebutuhan yang dasar. Dengan ini sangat jelaslah bahwa dasar yang digunakan tuan tanah untuk para pekerja yang terakhir bukan sebuah perjanjian, tetapi dasarnya adalah belas kasih dan kemurahan hati dari tuan rumah.
Mari sekarang kita kambali lagi di bingkai awal dari perumpamaan yang diberikan Yesus ini. Perumpamaan ini digunakan oleh Yesus untuk menunjukan bagaimana kerejaan Allah itu bisa dipahami. Singkatnya, Allah itu tidak hanya mendasarkan hubungannya dengan manusia pada sebuah perjanjian saja, melainkan juga atas dasar kasih dan kemurahan hati. Kalau saja Allah tidak memberikan belas kasih dan kemurahan hati-Nya, saya kira sangat sulit bagi manusia untuk mencapai keselamatan. Maka, usaha tetap harus dilakukan, seperti orang-orang pekerja yang diceritakan tadi, namun kita juga harus melihat bahwa belas kasih dan kemurahan hati Allah sangat berperan dalam hidup dan keselamatan kita. Tuhan memberkati kita semua.
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa maha penyayang, panggillah kami mengikuti perjamuan, tempat kami dapat bertemu guna mempererat persaudaraan dalam Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
ANTIFON KOMUNI – Matius 20:6-7
Mengapa kalian menganggur saja di sini sepanjang hari? Karena tidak ada orang yang mengupah kami. Pergi jugalah kalian ke kebun anggurku.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, kami bersyukur, karena Engkau telah mengutus Yesus Mesias berkarya di kebun anggur-Mu. Semoga Ia sudi mengajar kami, bagaimana kami dapat ikut serta berkarya dalam kebun anggur-Mu serta membuat subur dunia milik-Mu ini. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.
ATAU PERINGATAN St. Yohanes Eudes, Imam
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa Yang Mahaluhur, dengan rendah hati kami menghadap Engkau. Roti dan anggur ini kami persembahkan pada peringatan Santo Yohanes Eudes untuk memberikan kesaksian tentang kekuasaan-Mu. Semoga perayaan suci ini mendatangkan jugahasil penebusan bagi kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U: Amin.
ANTIFON KOMUNI – Matius 28:20
Aku akan menyertai kalian setiap hari sampai pada akhir dunia.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah kita berdoa. (hening sejenak): Allah Bapa Yang Mahakuasa, kami telah dikuatkan dengan santapan suci. Semoga kami tetap mengabdi Engkau seturut teladan Santo Yohanes Eudes, dengan cinta yang tak kenal lelah demi keselamatan semua orang. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U: Amin.
DOWNLOAD AUDIO RESI:
Resi-Rabu 19 Agustus 2026 oleh Rm Finsentius Ari Setiono SCJ dari Komunitas SCJ Pasangsurut Palembang – IndonesiaUnduh
Santo Yohanes Eudes
Rasul Devosi pada Hati Kudus Yesus Pendiri Congregation of Jesus and Mary (CJM), dan Konggregasi Suster Sisters of Our Lady of Charity of the Refuge

No Comments