Selasa, 18 Agustus 2020 – Hari Biasa Pekan XX

Rm. YAM. Fridho Mulya SCJ Dari Komunitas SCJ Leo Dehon Metro Lampung Indonesia

 

ANTIFON PEMBUKA   –  II Kor. 8:9

Yesus Kristus telah menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, agar kalian menjadi kaya berkat kemiskinan-Nya.


DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa Mahaluhur, semoga kami Kaujadikan rendah hati dan semoga kami dapat bertobat berkat sabda-Mu.Ajarilah kami bertindak jujur dalam pengabdian kami.Demi Yesus Kristus Putera-Mu,…

 

BACAAN PERTAMA: Nubuat Yehezkiel 28:1-10

Tuhan bersabda kepadaku, “Hai anak manusia, katakanlah kepada raja Tirus, ‘Beginilah sabda Tuhan Allah: Engkau telah menjadi tinggi hati dan berkata, ‘Aku ini Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan’. Padahal engkau itu manusia, bukan Allah, walaupun hatimu menempatkan diri sama dengan Allah. Memang hikmatmu melebihi hikmat Daniel. Tiada rahasia yang tersembunyi bagimu. Dengan hikmat dan pengertianmu engkau memperoleh kekayaan. Emas dan perak kaukumpulkan dalam perbendaharaanmu. Karena engkau sangat pandai berdagang, engkau memperbanyak kekayaanmu, dan karena itu engkau menjadi sombong. Oleh karena itu beginilah sabda Tuhan Allah, “Karena hatimu menempatkan diri sama dengan Allah, maka sungguh, Aku membawa orang asing melawan engkau, yaitu bangsa yang paling ganas. Mereka akan menghunus pedang melawan hikmatmu yang terpuja dan menajiskan semarakmu. Mereka akan menurunkan dikau ke liang kubur dan engkau akan mati seperti orang mati terbunuh di tengah lautan. Apakah engkau masih akan mengatakan di depan pembunuhmu, ‘Aku ini Allah’? Padahal bagi para penikammu engkau adalah manusia, bukan Allah. Engkau akan mati seperti orang tak bersunat, dibunuh oleh orang asing. Sebab Akulah yang mengatakannya.”

 

KIDUNG TANGGAPAN: UlANGAN 32:26-27ab. 27cd-28.30.35cd-36ab

Ref. Tuhanlah yang mematikan; Tuhan pulalah yang menghidupkan.

  1. Tuhan bersabda, “Seharusnya Aku menghempas bangsa jahat ini, dan melenyapkan ingatan akan mereka di antara manusia. Tetapi Aku kuatir disakiti hati-Ku oleh musuh, jangan-jangan lawan mereka salah mengerti.”

  2. Jangan-jangan lawan berkata, “Tangan kamilah yang jaya, bukanlah Tuhan yang melakukan semuanya itu.” Sebab lawan itu suatu bangsa yang bodoh, dan tidak ada pengertian pada mereka.

  3. Bagaimana mungkin satu orang dapat mengejar seribu orang, dan dua orang dapat menghalau sepuluh ribu orang, kecuali kalau Allah gunung batu mereka, telah menjual mereka, dan menyerahkan mereka.

  4. Hari bencana bagi musuh telah dekat, dan akan segera datang apa yang telah disediakan bagi mereka. Sebab Tuhan akan memberi keadilan kepada umat-Nya. Ia merasa sayang akan hamba-hamba-Nya.

 

BAIT PENGANTAR INJIL:

Ref. Alleluya
Ayat. Yesus Kristus telah menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, agar kamu menjadi kaya berkat kemiskinan-Nya.

 

BACAAN INJIL: Matius 19:23-30

Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, sukar sekali bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga.” Mendengar itu gemparlah para murid dan berkata, “Jika demikian siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata, “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.” Lalu Petrus berkata kepada Yesus, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” Kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sungguh, pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kalian yang telah mengikuti Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang demi nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudara-saudarinya, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

 

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. YAM.Fridho Mulya SCJ

Vivat Cor Jesus Per Cor Mariae; Hidup Hati Jesus melalui Hati Bunda
Maria.
Para Pendengar Resi Dehonian yang setia, jumpa dengan saya Romo Y.A.M Fridho Mulya, SCJ dari Komunitas Dehon Metro, Lampung, Indonesia, dalam RESI (Renungan Singkat) hari ini Selasa, 18 Agustus 2020. Hati Kudus Yesus menjiwai Anda sekalian.
Para Pendengar RESI, yang dicintai Allah di manapun berada. Pertama-tama saya mengucapkan Hari Raya Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ke-75. Dengan tema INDONESIA MAJU. Singkat, dua kata, tetapi mempunyai makna sangat mendalam. Pemerintah Jokowi – Makruf Amin mencanangkan tema Indonesia Maju dengan suatu program besar, yakni pembangunan insfrastruktur, pembangunan sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja serta pemberdayaan Usaha Kecil, Macro dan Menengah.
Indonesia Maju adalah sebuah representasi dari Pancasila yang jadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Sebuah simbolisasi dari Indonesia yang mampu memperkokoh kedaulatan, persatuan dan kesatuan Indonesia, yang membuat Indonesia bisa menghadapi persaingan global. Kemerdekaan adalah kesempatan untuk bermimpi hingga jadi kenyataan dan kesempatan berkarya tanpa batas.
Dari pencanangan tema Indonesia Maju, sudah barang tentu Indonesia dibawah kepemimpinan Jokowi Makruf Amin, akan menggerakkan sebanyak mungkin energi dan kekuatan bangsa negara. Kekayaan alam, ekonomi, daya pikir, para ahli, menggerakkan dan memberdayakan para tokoh baik tokoh masyarakat maupun tokoh agama, mangajak seluruh rakyat sesuai kemampuan untuk ikut andil membuat Indonesia Maju. Semua dilakukan dalam suatu kesatuan – persatuan demi mewujudkan mimpi besar bangsa.
Sebagai suatu bangsa dan negara semua harus dilakukan. Namun tak boleh melupakan Allah, sebagai Pemilik bangsa – negara. Sebagai orang beriman yang hidup di bumi Indonesia, kita harus mendukung dan berpartisipasi. “apa yang menjadi milik Allah berikanlah kepada Allah, apa yang menjadi milik Kaisar berikanlah kepada Kaisar.” (Matius 22:21). Sebagai bangsa, sebagai seorang manusia tidak boleh sombong, tak boleh mengandalkan kekayaan, tak boleh mengandalkan kekuatan manusia. Orang yang sombong tidak disukai Allah, karena ia akan mengatakan “hebat”, menyamakan dirinya dengan “Allah”, bisa mengadili orang lain dengan segala hikmah manusiawinya. Orang yang demikian, melalui sang Nabi Yeheskiel mengatakan, “Karena hatimu menempatkan dirimu sama dengan Allah, sungguh, Aku membawa orang asing melawan engkau, yaitu bangsa yang paling ganas.” (Yeh 28:1-10). Ini menjadi peringatan bagi kita untuk bersikap rendah hati.
Apalagi kalau sampai manusia yang sombong itu, hidupnya mengandalkan kekayaannya, Tuhan Yesus menegaskan, “sukar sekali bagi sorang kaya untuk masuk ke dalam Kerjajaan Surga. Lebih mudah seekor untuk masuk melalui lobang jarum dari pada orang kaya masuk kedalam Kerajaan Allah.” (Mat 19:24). Yesus tidak melarang orang menjadi kaya, memiliki harta bagi penunjang/pendukung hidupnya, yang dimaksudkan Yesus adalah orang kaya yang lekat dan terikat pada hartanya, hartanya menjadi pusat hidupnya, hartanya menjadi andalan keselamatan hidupnya, “dimana hartamu, disitu hatimu.” Allah, yang Penyelenggara hidup, Sang Pemberi kekayaan ditinggalkan, tidak menyembah Allah, tetapi menyembah kekayaannya. Bapa Fransiskus, manusia yang mengandalkan kekuatannya sendiri, mengandalkan kekayaannya, ia adalah seorang Pelagian, yakni seorang memposisikan iman pada kelas kedua, yang penting adalah upaya manusia Bagi para pelagian, Tuhan yang merencanakan, manusia yang menentukan.
Singkat kata, manusia adalah yang memegang kendali. Manusia yang
diagungkan. (Gaudete at Exsulltate 57-59). Bila manusia demikian, maka sabda Yesus pasti terlaksana, Alangkah sukarnya orang kaya masuk Kerajaan
Surga. Karena itu, mari kita bersikap rendah hati. Segala sesuatu yang ada pada kita sesungguhnya milik Allah, maka kita tinggalkan, jangan lekat, jadikan diri kita lepas bebas. Percayalah bila segala sesuatu yang kita tinggalkan atau kita tinggalkan demi Tuhan, kita dapat menerimanya kembali dari Tuhan. Kita akan menerima kebahagiaan/keselamatan dari Tuhan. “Setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. “(Mat 19:29). Sabda Tuhan ini, tidak diartikan secara harafiah, melainkan dipahami bahwa manusia menjadi tidak lekat, bisa lepas bebas, dan dengan rendah hati mengandalkan Allah.


Jadikan nanas minuman segelas Minuman segelas segar rasanya
Minuman segelas segar rasanya Tidak mahal murah harganya
Jadikan hati lepas bebas Lepas bebas sangat berharga
Andalkan Allah yang kuasa Sebagai bekal masuk surga

Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita, sehingga hati kita menjadi seperti hatiNya. Tuhan memberkati. Amin.

 

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa kami Raja damai, berilah kami kiranya jaminan kerakjaan-Mu, sebab kami telah mengikuti Putera-Mu. Semoga kami dapat menikmati kedamaian, yang dibawa-Nya bagi semua orang. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami. Amin

 

ANTIFON KOMUNI – Mat. 19:20

Setiap orang yang demi nama-Ku meninggalkan rumah-Nya, saudara-saudarinya, bapak atau ibunya, anak dan ladangnya,akan menerima kembali seratus kali lipat, dan akan memperoleh hidup yang kekal.

 

DOA PENUTUP

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber pembaharuan hidup,kami bersyukur karena Putera-Mu telah menjadikan kami manusia baru. Kami bersyukur, karena Roh Kudus telah menjadikan kami orang yang boleh menyapa Bapa kepada-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

No Comments

Leave a Comment