Sabtu, 22 Agustus 2020 – Peringatan Wajib SP. Maria, Ratu

Rm. Andreas Nugroho SCJ dari Komunitas SCJ St. Antonius Bidaracina Jakarta – Indonesia

 
 
 

ANTIFON PEMBUKA  – Mzm 44:10

Permaisuri berdiri di sisi Baginda, pakaiannya beraneka warna dan selubungnya berkilau laksana emas.

 

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa Raja Mahalur, Mahamulia,Engkau sudah menentukan Bunda Putera-Mu menjadi Bunda dan Ratu. Sudilah menyokong kami berkat doa restunya, agar kami memperoleh kemuliaan putera dan puteri-Mu dalam kerajaan surga. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu…

 

BACAAN PERTAMA: Nubuat Yehezkiel 43:1-7a

“Kemuliaan Tuhan mauk kembali ke dalam bait suci”     

Sekali peristiwa aku dibawa malaikat Tuhan ke pintu gerbang Bait Suci yang menghadap ke timur. Sungguh, kemuliaan Allah Israel datang dari timur, dan terdengarlah suara seperti suara air terjun yang menderu, dan bumi bersinar karena kemuliaan-Nya. Apa yang nampak olehku itu mirip dengan apa yang dahulu kulihat, ketika Tuhan datang untuk memusnahkan Kota Yerusalem, dan mirip juga dengan apa yang kulihat di tepi Sungai Kebar. Maka aku bersujud menyembah. Sewaktu kemuliaan Tuhan masuk ke dalam Bait Suci melalui pintu gerbang timur, aku diangkat oleh Roh dan dibawa ke pelataran dalam. Sungguh, Bait Suci itu penuh kemuliaan Tuhan. Lalu, sedang orang yang mengukur bait suci berdiri di sampingku, aku mendengar Tuhan bersabda kepadaku dari dalam Bait Suci. Beginilah firman-Nya kepadaku, “Hai anak manusia, inilah tempat takhta-Ku dan inilah tempat tapak kaki-Ku. Di sinilah Aku akan tinggal di tengah-tengah orang Israel untuk selama-lamanya.”

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 85:9ab-10.11-12.13-14

Ref. Kemuliaan Tuhan tinggal di bumi kita.

  1. Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai? Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.

     

  2. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.

     

  3. Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

 

BAIT PENGANTAR INJIL: 

U: Alelluya

S: Bapamu hanya satu, ialah yang ada di surga. Pemimpinmu hanya satu, yaitu Kristus.  

 

BACAAN INJIL: Matius 23:1-12

“Mereka mengajarkan, tetapi tidak melakukan,”

Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada orang banyak dan murid-murid-Nya, “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kalian turuti perbuatan mereka, karena mereka mengajarkan, tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang. Mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang. Mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kalian, janganlah kalian suka disebut ‘Rabi’; karena hanya satulah Rabimu, dan kalian semua adalah saudara. Dan janganlah kalian menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di surga. Janganlah pula kalian disebut pemimpin, karena hanya satu pemimpinmu, yaitu Kristus. Siapa pun yang terbesar di antaramu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Barangsiapa meninggikan diri, akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri, akan ditinggikan.”

 

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm.Andreas Nugroho SCJ

Vivat cor Iesu per Cor Mariae . Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat  Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya Romo Andreas Nugroho SCJ dari komunitas SCJ-Jakarta-Indonesia, dalam Resi – Renungan Singkat – Dehonian edisi SABTU, 22 AGUSTUS 2020, Pekan Biasa KE DUAPULUH, yang juga merupakan Peringatan Wajib Santa Perawan Maria-Ratu.

Sahabat  Pendengar Resi Dehonian terkasih, pemberian gelar Ratu kepada Bunda Maria, Bunda Tuhan Yesus ditetapkan dalam sebuah Surat Ensiklik Ad Caeli Reginam oleh Paus Pius XII pada tanggal 11 Oktober 1954. Bunda Maria adalah ratu oleh karena relasi keilahiannya dengan Yesus sang Putra, Sang Raja segala raja.

Bunda Maria diberi Gelar ratu oleh karena ia adalah seorang perempuan yang penuh rahmat Allah. Bunda maria mengandung bayi laki-laki yang mewarisi tahta daud leluhurnya. Penginjil Lukas menuliskan:

1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,

1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”

Sehingga dengan alasan itulah Maria disebut ratu karena ia adalah seorang ibu yang melahirkan raja bagi dunia.

Manusia biasa saja bisa menjadi raja dan ratu oleh karena dipilih oleh rakyatnya. Maka, betapa lebih luhurnya Bunda Maria-Sang Ratu yang dipilih oleh Allah Bapa yang mahatinggi.

Saudara-saudariku,. Dalam sebuah kerajaan, Sang Ratu yakni Ibu dari raja yang sedang berkuasa mempunyai peran yang penting dalam sebuha kerajaan. Sang Ratu akan turut ambil bagian dalam jalannya pemerintahan dan kekuasaan sebuah kerajaan yang sedang dipimpin oleh sang Raja yang adalah anaknya demi kesejahteraan dan keselamatan rakyatnya.

Maka, Bunda Maria sebagai Ratu menunjukkan kepada kita akan betapa pentingnya peran Bunda maria sebagai pengantara rahmat bagi semua umat beriman. Seperti dilukiskan dalam Kitab 1 Raja-raja 2:20:

2:20 Berkatalah Ratu Batsyeba kepada raja salomo putranya: “Suatu permintaan kecil saja yang kusampaikan kepadamu, janganlah tolak permintaanku.” Jawab raja kepadanya: “Mintalah, ya ibu, sebab aku tidak akan menolak permintaanmu.”

Sama seperti Sang raja selalu menanggapi permintaan sang ratu-bundanya, demikian pula Tuhan Yesus sang raja alam semesta, akan selalu menanggapi tiap permintaan Bunda Maria.

Maka, menjadi semakin jelaslah ungkapan ini: Per mariam ad Jesum! (melalui maria kita bisa sampaikepada Yesus). Vivat cor Jesu per Cor mariae (Terpujilah Hati Yesus melalui hati Maria).

Semoga kita pun bisa menunjukkan kualitas iman kita dengan mau melayani. Kita yakin bahwa di saat kita mau melayani, Tuhan pasti akan mencukupkan hidup dan keluarga kita sebab yang kita layani adalah Tuhan Yesus yang mewujud dalam kebutuhan sesama dan orang lain yang dipercayakan kepada kita untuk kita layani.

Mari kita berdoa bersama Bunda Maria, kita sampaikan doa dan kebutuhan kita kepada Bunda maria supaya Bunda bisa menyampaikannya kepada Tuhan Yesus sang Putra.

Semoga hati Kudus Yesus merajai kita semua amin.

 

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa Yang Maharahim, kami mempersembahkan roti anggur ini untuk merayakan peringatan Santa Perawan Maria. Semoga Putera-Mu yang menjelma menguatkan kami, karena sudah menyerahkan diri pada salib sebagai kurban tak bernoda. Dialah Tuhan dan Pengantara kami. Amin

 

ANTIFON KOMUNI  –  Luk. 1:45

Berbahagialah engkau yang telah percaya,bahwa sungguh akan terlaksana apa yang sudah disampaikan Tuhan kepadamu. 

 

DOA PENUTUP

Marilah berdoa: Allah Bapa kami Yang Mahamurah hati, pada peringatan Santa Maria Ratu ini, kami sudah menyambut santapan surgawi. Kami mohon dengan rendah hati dan mantab, semoga kami layak turut serta dalam perjamuan abadi. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

 

No Comments

Leave a Comment