Selasa, 25 Agustus 2020 – Hari Biasa Pekan XXI

Rm. Valentinus Teja Anthara SCJ dari Komunitas Superiorat SCJ Teluk Betung Lampung Indonesia

 
 

ANTIFON PEMBUKA  – Mzm.96:13

Tuhan datang menghakimi dunia.Ia akan menghakimi dunia dengan adil dan para bangsa dengan tepat.

 

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga.Engkau mengendaki semua orang dijadikan umat-Mu berkat Yesus, gembala yang baik.Kami mohon, berilah kami orang-orang  yang mengucapkan sabda-Nya serta menghayati hidup-Nya. Demi Yesus Kristus,…

 

BACAAN PERTAMA: II Tesalonika 2:1-3a.13b-17

Berpeganglah pada ajaran-ajaran yang telah kalian terima dari kami.”

Saudara-saudara, tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan berkumpulnya kita dengan Dia, kami minta kepadamu, jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh kabar atau surat yang dikatakan berasal dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba. Hendaknya kalian jangan sampai disesatkan orang dengan cara bagaimana pun juga. Allah dari mulanya telah memilih kalian untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kalian dalam kebenaran yang kalian percayai. Untuk itulah Ia telah memanggil kalian lewat Injil yang kami wartakan, sehingga kalian dapat memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita. Sebab itu berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kalian terima dari kami baik secara lisan, maupun secara tertulis. Semoga Tuhan kita Yesus Kristus dan Allah, Bapa kita, menghibur dan memperkuat hatimu dalam segala karya dan tutur kata yang baik. Sebab Allah mengasihi kita, Ia memberi kita hiburan abadi dan harapan baik karena kasih karunia-Nya.

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 96:10-13

Ref. Tuhan akan datang menghakimi dunia dengan adil.

  1. Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja! Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”

  2. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak sorai, biar gemuruhlah laut serta segala isinya; biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya, dan segala pohon di hutan bersorak sorai.

  3. Biarlah mereka bersukacita di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

     

 

BAIT PENGANTAR INJIL:

U: Alleluya
S: Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji segala pikiran dan maksud hati. Alleluya.

 

BACAAN INJIL: Matius 23:23-26

“Yang satu harus dilakukan,tetapi yang lain jangan diabaikan.”

Pada waktu itu Yesus bersabda, “Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kalian bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kalian abaikan, yaitu keadilan, belas kasih dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan, tetapi yang lain jangan diabaikan. Hai kalian pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kalian tepiskan dari minumanmu tetapi unta di dalamnya, kalian telan. Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kalian bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. Hai orang-orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.

 

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Valentinus Teja Anthara SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Kudus Jesus melalui Hati Bunda Maria.

Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan  saya  Romo  Valentinus Teja Anthara scj dari Komunitas SCJ – Teluk Betung – Lampung – Indonesia, dalam Resi – renungan singkat – dehonian –  edisi hari Selasa – tanggal dua puluh lima – Agustus – dua ribu dua puluh – hari biasa minggu ke dua puluh satu – diambil dari Injil Matius bab dua puluh tiga ayat dua puluh tiga sampai dengan dua puluh enam.

Para pendengar Resi dehonian yang terkasih. Kalau kita membaca Injil secara lebih rinci dan reflektif, kita akan menemukan satu sikap dan tindakan yang jelek dan sangat dibenci oleh Yesus, yaitu munafik. Dan sikap itu sering alami oleh ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Tidak hanya benci, tetapi malah Jesus mengatakan ‘celakalah kamu!!”. Mengapa mereka dibenci oleh Yesus, padahal kita sering mengatakan bahwa Yesus itu sangat mencintai para pendosa, tetapi tidak pernah setuju dengan dosa yang mereka lakukan. Apa yang dilakukan mereka adalah perbuatan kecil dan sepele dalam tadisi hukum taurat, tetapi dari yang kecil itu yang besar-besar mereka lupakan dan abaikan.

Sejenak kita melihat sikap munafik dari ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Sering kita mendengar definisi bahwa orang munafik adalah orang yang perkataannya berbeda dengan isi hatinya atau perkataannya berbeda dengan perbuatannya. Dalam bacaan Injil hari ini lebih menekankan pada sisi perbuatan yang berbeda dengan sisi perkataan. Mereka membersihkan bagian luar, dengan maksud supaya terlihat baik dan benar oleh orang lain padahal sesungguhnya, dibalik penampilan luar yang baik, terkandung maksud yang jahat; sedikitnya untuk kepentingan diri sendiri.

Pendengar Resi yang terkasih, karena sikap munafik yang demikian membuat apa yang besar dan penting mereka abaikan? Dan inilah yang Yesus harapkan berubah dalam diri para pemimpin orang Yahudi.

Yang pertama adalah Belas Kasihan.  Kita tahu bahwa belas kasihan adalah sikap dasar yang harus dimiliki setiap orang beriman supaya dapat mewujudkan perbuatan kasihnya. Tanpa belas kasihan maka perbuatan baik yang dilakukan, biasanya terselip motivasi untuk mendapatkan sesuatu bagi dirinya. Maka belas kasih itu harus total, tanpa pamrih dan tidak mengharapkan apa-apa. Karena Allah telah mengasihi lebih dulu.

Yang kedua adalah Keadilan, Ini kesadaran bahwa diri kita tidak dapat hidup sendiri tanpa orang lain. Keadilan akan membuat kita dapat lebih toleransi kepada kepentingan orang lain, sehingga kita tidak semena-mena menuntut orang lain harus berbuat baik kepada kita. Kita harus berbuat sebaliknya, harus berbuat baik seperti perbuatan baik yang telah kita lakukan. dengan demikian keadilan bisa terwujud di dalam sikap hidup kita.

Yang ketiga adalah Kesetiaan; Banyak orang beriman tersandung pada ketidak-setiaan. Hal ini disebabkan adanya benturan antara keinginan untuk menyenangkan diri sendiri dengan keinginan mematuhi peraturan dan kehendak Tuhan. Biasanya terjadi konflik antara keinginan roh dengan keinginan daging yang bertentangan dan bertempur sengit di dalam diri kita sebelum memutuskan untuk tetap setia melakukan kehendak Tuhan.

Para pendengar terkasih. Mengapa Jesus mengatakan celakalah kepada mereka, karena orang-orang farisi dan ahli-ahli taurat sangat mahir bersikap munafik. Yesus sungguh mengerti sifat mereka itu, sehingga tidak usah heran kenapa Yesus mengecam dan menghardik mereka dengan berkata: celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik.

Apa yang Jesus inginkan dari kita. Dia mengajarkan kita dengan mengingatkan kita menggunakan contoh negatif itu. Maka dalam ayat sebelum perikopa ini, Yesus mengatakan: “sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. (Matius 23:3)

Pendengar yang terkasih, marilah kita merefleksi diri kita sendiri. Apakah ada tindakan-tidakan ini menjadi perilaku kita dalah hidup sehari-hari. Misalnya berambisi mendapatkan kuasa atau jabatan fungsional, merasa memiliki keahlian ketrampilan yang lebih khusus dan sombong karenanya; Apakah aku merasa pandai menyembunyikan motivasi dan tujuannya dan akhirnya pandai dan manis bertutur-kata demi menjaga penampilan luarnya. Kita harus hati-hati dengan sikap kita yang seperti ini. Kalau kita tidak sadar, kita akan jatuh dan menjadi orang yang munafik.

Marilah kita belajar dari Yesus, karena perbuatan kita baik atau jelek akan kelihatan dari buahnya. Kita mohon kerendahan hati dari sumbernya yang sejati. Lewat Hati Jesus kita diundang untuk belajar dan karena Yesus bersabda “belajarlah dari padaKu, karena aku ini lemah lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan”. Semoga kita tidak menjadi munafik karena Hati Jesus menjadikan hati kita seperti Hatinya. Sekian terima kasih, dan hiduplah hati Jesus dalam Hati kita semua. Amin.

 

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa Mahaluhur, jadikanlah kiranya kami umat-Mu berkat roti anggur, berkat Yesus, Saudara kami se-Bapa yang telah menyerahkan hidup-Nya demi kebahagiaan kami, kini dan …..

 

ANTIFON KOMUNI  –  Mzm. 96:10

Katakanlah di anatara para bangsa,”Tuhan itu Raja. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”

 

DOA PENUTUP

Marilah berdoa: Allah Bapa kami,sumber pembaharuan hidup,kami bersyukur karena Dia yang telah datang atas nama-Mu. Kami mohon, semoga Roh-Nya menjadikan kami orang-orang baru yang hidup di hadapan-Mu. Demi Kristus, ….

No Comments

Leave a Comment