Jumat, 28 Agustus 2020 – Peringatan Wajib St. Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja

Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas Skolastikat SCJ Yogyakarta Indonesia

 
 

ANTIFON PEMBUKA – Sir.15:5

Ia membuka mulutnya di tengah umat, Roh kebijaksanaan dan pengetahuan dilimpahkan Tuhan ke dalam hatinya. Ia dihias semarak mulia. 

 

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah bapa cahaya kebenaran sejati, Baharuilah kiranya di dalam Gereja-Mu semangat yang Kaucurahkan dalam diri Santo Agustinus. Semoga kami merindukan Dikau, sumber kebijaksanaan sejati, dan mencari Engkau,asal segala cinta Ilahi. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu….

 

BACAAN PERTAMA: I Korintus 1:17-25

“Kami memberitakan Kristus yang tersalib, suatu sandungan bagi kebanyakan orang, tetapi bagi mereka yang terpanggil, merupakan hikmat Allah.”

Saudara-saudara, Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, melainkan untuk memberitakan Injil; dan ini pun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia. Sebab pemberitaan tentang salib memang suatu kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. Karena ada tertulis, ‘Aku akan membinasakan hikmat orang-orang arif dan melenyapkan kearifan orang-orang bijak.’ Di manakah terdapat orang berhikmat? Di manakah si ahli Taurat? Di manakah orang cerdik pandai dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? Sebab hikmat Allah telah menentukan bahwa dunia dengan hikmatnya tidak mengenal Allah. Oleh karena itu Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya berkat kebodohan pemberitaan Injil. Orang Yahudi menuntut tanda dan orang Yunani mencari hikmat. Tetapi kami memberitakan Kristus yang tersalib, suatu sandungan bagi orang Yahudi, dan kebodohan bagi orang bukan Yahudi. Tetapi bagi mereka yang dipanggil, baik Yahudi maupun bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan dan hikmat Allah! Karena yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya daripada manusia, dan yang lemah dari Allah lebih kuat daripada manusia.

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 33:1-2.4-5.10ab,11

Ref. Kita memuji Allah kar’na besar cinta-Nya.

  1. Bersorak-sorailah, dalam Tuhan, hai orang-orang benar, dalam Tuhan! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang jujur. Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!

  2. Sebab firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya.

  3. Tuhan menggagalkan rencana bangsa-bangsa; Ia meniadakan rancangan suku-suku bangsa; tetapi rencana Tuhan tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.

 

BAIT PENGANTAR INJIL:

U: Alleluya
S: (Mat 24:42a.44) Berjaga-jagalah dan berdoalah selalu, agar kalian layak berdiri di hadapan Anak Manusia.

 

BACAAN INJIL: Matius 25:1-13

“Lihatlah pengantin datang, pergilah menyongsong dia!

Pada suatu hari Yesus mengucapkan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong pengantin. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Yang bodoh membawa pelita, tetapi tidak membawa minyak. Sedangkan yang bijaksana, selain pelita juga membawa minyak dalam buli-bulinya. Tetapi karena pengantin itu lama tidak datang-datang, mengantuklah mereka semua, lalu tertidur. Tengah malam terdengarlah suara berseru, ‘Pengantin datang! Songsonglah dia!’ Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Yang bodoh berkata kepada yang bijaksana, ‘Berilah kami minyakmu sedikit, sebab pelita kami mau padam.’ Tetapi yang bijaksana menjawab, ‘Tidak, jangan-jangan nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kalian. Lebih baik kalian pergi membelinya pada penjual minyak.’ Tetapi sementara mereka pergi membelinya, datanglah pengantin, dan yang sudah siap sedia masuk bersama dia ke dalam ruang perjamuan nikah. Lalu pintu ditutup. Kemudian datanglah juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata, ‘Tuan, Tuan, bukakanlah kami pintu!’ Tetapi tuan itu menjawab, ‘Sungguh, aku berkata kepadamu, aku tidak mengenal kalian.’ Karena itu, berjaga-jagalah sebab kalian tidak tahu akan hari maupun saatnya.’

 

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria.

Pendengar Resi Dehonian terkasih, Jumpa kembali dengan saya, Romo Antonius Edi Prasetyo SCJ Dari Komunitas Skolastikat SCJ Yogyakarta Dalam Resi – Renungan Singkat Dehonian Selasa, 28  Agustus 2020 bertepatan dengan peringatan Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja. Mari kita dengarkan dan renungkan bersama bacaan dari Injil Matius 25:1-13. Saudara/I, Para Sahabat Hati Kudus Yesus yang terkasih, Di wilayah Yogyakarta, dimana saya tinggal,  beberapa kali terjadi pemadaman listrik bergiliran yang dilakukan oleh pihak PLN dalam rangka pemeliharaan jaringan listrik. Menariknya, pemadaman itu tidak terjadi secara tiba-tiba, seperti yang sering terjadi di beberapa wilayah di sumatera yang durasi pemadamannya sering kali tidak jelas. Pihak PLN selalu mengirimkan surat pemberitahuan pemadaman bergilir itu kepada para pelanggan beberapa hari sebelumnya, dengan menyebutkan tanggal sekaligus durasi waktunya secara jelas. Hal ini membuat para pelanggan termasuk kami yg tinggal di Skolastikat SCJ Yogyakarta bisa bersiap-siap untuk mengantisipasi, sehingga pemadaman itu tidak mengganggu aktivitas harian kami, terutama mereka yang sedang bekerja mengunakan komputer. Tidak ada alasan untuk kehilangan dokumen karena belum sempat tersimpan ketika pemadaman terjadi.

Saudara-saudari yang terkasih, Bacaan hari ini menampilkan sesuatu yang berbeda. Warta injil hari ini menyatakan bahwa kedatangan Tuhan itu tidak disertai dengan surat pemberitahuan sebelumnya. Tuhan bisa sewaktu-waktu menjumpai kita. Persoalannya adalah apakah hidup kita sungguh siap dan layak ketika tiba-tiba Tuhan yang datang menjumpai kita. Warta injil mengingatkan kita untuk berani berjaga-jaga seperti yang dilakukan oleh lima gadis bijaksana. 5 gadis bijaksana itu sadar bahwa Pelita dan minyak adalah sebuah realita yang tak terpisahkan. Pelita membutuhkan minyak yang cukup untuk terus menyala. Mereka adalah visioner, mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi. Sebaliknya 5 gadis lainnya adalah gadis yang mandeg, orientasi hanya saat ini.

Pelita adalah lambang terang iman yang menjadi penuntun langkah sang empunya pelita. Dan terang iman itu akan tetap terus menyala, jika sang empunya memiliki cukup bahan bakar atau minyak sebagai penopangnya. Minyak itu adalah keutamaan-keutamaan hidup yang ada dalam diri setiap orang. Bagaimana mungkin iman akan tumbuh dan berkembang dan terus hidup kalau seseorang tak punya keutamaan-keutaman hidup.

Yesus mengundang kita untuk sadar bahwa, meski dalam ketidakpastian, tetap ada pengharapan. Maka, semestinya kita juga tetap mengusahakan hidup kita seturut kehendaknya dalam hidup kita. Yesus ingin kita memiliki kewaspadaan rohani dengan menghidupi ajaran-ajaran Yesus dalam hidup kita, membangun kesucian hidup kita lewat pekerjaan-pekerjaan dan karya-karya kita.

Semoga Allah memberkati usaha dan perjuangan hidup anda dalam membangun keutamaan-keutamaan hidup itu setiap hari melalui berkatnya yang melimpah, Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin.

Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin 

 

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa Yang Mahamurah hati, dengan sangat kami mohon kebaikan hati-Mu sambil merayakan peristiwa penyelamatan-Mu. Semoga sakramen belas dan cinta kasih ini menjadi tanda persatuan dan ikatan cinta kasih. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin

 

ANTIFON KOMUNI – Mat. 23:10:8

Pemimpin-Mu hanya satu yakni Kristus. Kalian ini saudara satu sama lain.

 

DOA PENUTUP

Marilah berdoa: Allah Bapa Yang Mahakudus, berkat perjamuan suci ini, kami menjadi anggota tubuh mistik Kristus, Putera-Mu terkasih. Sucikanlah kiranya kami, sehingga menjadi serupa pula dengan Dia yang kami sambut dalam perayaan ini. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

1 Comment

  • FX Heru Agustus 28, 2020 at 1:17 am

    Semakin meresap di dalam hati Romo renungan nya…tks

    Reply

Leave a Comment