Minggu, 06 September 2020 – Hari Minggu Biasa XXIII

Br. Andreas Gatot SCJ dari Komunitas SCJ Palembang Indonesia

 
 
 

ANTIFON PEMBUKA  –  Mzm 119:137,124

Engkau adil, ya Tuhan, dan hukum-hukum-Mu benar. Perlakukanlah hamba-Mu sesuai dengan kasih setia-Mu.

DOA PEMBUKA: 

Marilah berdoa: Ya Allah, Engkau telah menebus kami dan mengangkat kami menjadi anak-anak-Mu. Pandanglah anak-anak kesayangan-mu dengan rela hati, supaya semua orang yang percaya pada Kristus memperoleh kebebasan sejati serta warisan abadi. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Yehezkiel 33:7-9

Jika engkau tidak berkata apa-apa kepada orang jahat, Aku akan menuntut pertanggungjawaban atas nyawanya dari padamu.

Beginilah firman Tuhan, “Wahai engkau anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar suatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka demi nama-Ku. Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! Dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, maka Aku akan menuntut pertanggungjawaban atas nyawanya. Sebaliknya, jikalau engkau mengingatkan orang jahat itu supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi ia tidak mau bertobat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu.”

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 95:1-2.6-7.8-9

Ref. Singkirkanlah penghalang Sabda-Mu, cairkanlah hatiku yang beku, dan bimbinglah kami di jalan-Mu.

  1. Marilah kita bernyanyi-nyanyi bagi Tuhan bersorak-sorai bagi gunung batu keselamatan kita. Biarlah kita memandang nama-Nya dengan lagu syukur, bersorak-sorai bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.

  2. Masuklah, mari kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kta. Sebab Dialah Allah kita; kita ini umat gembalaan-Nya serta kawanan domba-Nya.

  3. Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara-Nya, janganlah bertegar hati seperti di Meriba, seperti waktu berada di Masa di padang gurun, ketika nenek moyangmu mencobai dan menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.

BACAAN KEDUA: Roma 13:8-10

“Kasih itu kegenapan hukum Taurat.”

Saudara-saudara, janganlah berhutang apa-apa kepada siapa pun, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. Karena firman berikut ini: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini, serta segala firman lain mana pun juga, sudah tersimpul dalam firman ini: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia. Karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U: Alleluya.
S:  (2 Kor 5:19) Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus, dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.

BACAAN INJIL: Matius 18:15-20 

“Jika seorang berdosa mendengarkan nasihatmu, engkau telah mendapatnya kembali.”

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Apabila  saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan dikau, bawalah seorang atau dua orang lain, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai orang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. Aku berkata kepadamu: Sungguh, apa yang kalian ikat di dunia ini akan terikat di surga, dan apa yang kalian lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang di antaramu di dunia ini sepakat meminta apa pun, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga. Sebab di mana ada dua atau tiga orang berkumpul demi nama-Ku, Aku hadir di tengah-tengah mereka.”

 

RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ

Vivat Cor Jesu, per Cor Marie… Hiduplah Hati Kudus Yesus, melalui hati Maria…

Sahabat Resi Dehonian yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa Bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Palembang dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Minggu, 6 September 2020, Masa Biasa Pekan ke 23. Tema Resi kita kali ini adalah: “Menasehati Sesama”

Mari kita persiapakan hati untuk mendengarkan bacaan hari ini. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin

Para sahabatku yang dikasih dan mengasihi Hati Yesus, tentu kita pernah menjumpai saudari-saudara kita, sahabat kita, kenalalan kita sendiri yang jatuh dalam dosa atau kesalahan. Bagaimana perasaan Anda. Marah? Jengkel? Sedih? Kasihan? Lalu bagaimana tindakan sahabatku semua? Apakah membicarakan kepada orang lain tanpa mencoba klarifikasi? Seperti yang dicontohkan dengan sangat baik oleh Bu Tejo dalam film tilik? Menggosip meski belum tahu kebenarannya? Bagaimana kalua itu justru terjadi pada kita yang menjadi bahan gosip? Bacaan yang kita dengar hari ini Tuhan Yesus memberikan nasehat dan pengajarannya bagaimana cara hidup bersaudara dengan sesame kita khususnya kepada mereka yang telah melakukan kesalahan atau dosa. Bagaimana kita menasehati sesama kita. Terhadap orang yang bersalah, kita dapat berdiam diri, membiarkan dia bersalah atau dapat juga kita marah atas kesalahannya. Ada orang yang menegur karena dia benci atau kesal, ada yang menegur karena kasih, karena ia tidak mau orang itu jatuh lagi ke dalam dosa.

Kita bisa belajar dari sabda Yesus yang kita dengar hari bagaimana menasehati sesame kita. Paling tidak ada 3 hal yang bisa kita pelajari.

  1. Jikalau kita menasehati atau menegur orang yang sedang melakukan kesalahan, hendaklah kita menasehatinya dengan kasih. Jikalau kita menasehati karena kesal atau benci, maka kita tidak akan dapat mengubahnya. Ada orang tua yang marah terhadap anaknya, bukan mau mendidik, tetapi karena kesal terhadap anaknya. Ada orang yang memarahi pasangannya, bukan karena sayang atau ingin pasangannya berubah, tetapi karena kesal hati. Hal-hal seperti ini, tidak akan mengubah orang itu.

  2. Terhadap orang yang bersalah, Yesus menghendaki agar kita menegurnya pertama-tama di bawah empat mata, atau berduaan. Jika ia mendengarkan nasehatmu engkau telah mendapatnya kembali. Hal ini dikarenakan orang yang berbuat salah masih dapat diperbaiki. Kita tidak perlu mengutuk, membenci atau menghukumnya. Sebagai orang yang beriman kita percaya Tuhan turut bekerja melalui kita untuk memperbaiki orang yang salah itu. Asal ada kasih, pengampunan, dan usaha dari kita untuk menolong orang yang bersalah itu.

  3. Seorang yang dapat membimbing orang lain untuk kembali kepada jalan yang benar sesuai dengan yang Tuhan kehendaki akan tercatat namanya di surga. “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga“(Mat 18:18). Betapa mulianya, bila kita memberi kesempatan kepada seseorang yang telah hidup dalam kesalahan atau jatuh dalam dosa, tetapi karena nasehat, bimbingan dan kasih yang kita berikan sehingga hidupnya berubah. Para malaekat di sorga bergembira. Dan kita telah mendapatkan mahkota dari Allah Bapa di surga.

Andaikan ajaran sabda Tuhan ini dipraktekkan dengan baik dan benar, kita percaya bahwa umat Allah akan hidup dalam kerukunan, penuh damai sejahtera tanpa ada dengki dan dendam.  “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.”  (Mazmur 133:1-3)

Dibutuhkan hikmat dari Tuhan untuk membereskan persoalan dosa dan kesalahan orang lain, jika tidak, kita cenderung menyelesaikannya dengan akal manusia yang akhirnya berdampak buruk bagi orang lain dan juga diri sendiri! Namun percayaah sebab satu dua orang yang berkumpul atas nama Tuhan, pasti Tuhan ada Bersama kita membantu dan memberkati niat-niat baik kita menyelamatkan salah satu dari domba-dombaNya yang hilang.

Semoga Hati Kudus Yesus selalu merajai hati kita. Amin.

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Tuhan memberkati.. Berkah Dalem.

 

DOA UMAT

I : Yesus berabda, “Di mana ada dua atau tiga orang berkumpul atas nama-Ku, di situlah Aku hadir.” Maka dengan Yesus di tengah-tengah kita, dapatlah kita berdoa kepada Bapa di surga:

L : Bagi Gereja masa sekarang: Ya Bapa, tabahkanlah Gereja-Mu pada masa sekarang ini, agar berani menyuarakan peringatannya terhadap ketidak-adilan dan kekerasan yang berkecamuk di tengah masyarakat.

U : Semoga umat-Mu semakin teguh memperjuangkan keadilan dan kebenaran dalam Kristus. 

L : Bagi semua yang mencari kebenaran: Ya Bapa, bimbinglah mereka yang mencari kebenaran, semoga perjumpaan dengan umat-Mu membawa mereka pada Kristus, Sang Kebenaran sejati,

U : Semoga umat-Mu semakin teguh memperjuangkan keadilan dan kebenaran dalam Kristus.
L : Bagi keluarga-keluarga yang tidak dikaruniai anak: Ya Bapa,hiburlah keluarga-keluarga yang tidak dikaruniai anak dengan kasih-Mu, sehingga mereka menyadari bahwa masih ada anak-anak yang amat membutuhkan uluran cinta dan kasih sayang mereka.
U : Semoga umat-Mu semakin teguh memperjuangkan keadilan dan kebenaran dalam Kristus.
L : Bagi kita di sini: Ya Bapa, curahilah kami cinta kasih-Mu, sehingga kami dapat mencintai siapapun juga tanpa membeda-bedakan.
U : Semoga umat-Mu semakin teguh memperjuangkan keadilan dan kebenaran dalam Kristus.
I : Allah Bapa kami, karena diperkuat oleh Sabda-Mu, maka setiap kali kami mengikuti Ekaristi kami ulangi pilihan kami pada Putera-Mu. Engkaulah yang memberi kami kekuatan agar kami semakin menyelami tuntutan-tuntutan pilihan itu. Semoga Kauterima usaha saling cinta kasih kami dalam korban Yesus Kristus, Putera-Mu dan Tuhan kami. Amin

 

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Ya Allah, Engkaulah pangkaldamai dan kesalehan yang sejati. Kami mohon semoga dari korban persembahan ini membumbung ke hadirat-Mu hormat dan pujian kami yang selayakmya; dan semoga, dengan mengambl bagian dalam misteri suci ini, kami semua menjadi rukun bersatu.Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. 

ANTIFON KOMUNI  –  Bdk. Mzm. 42:2-3

Bagaikan rusa merindukan air, demikian jiwaku merindukan Dikau, ya Allah. Jiwaku haus akan Allah, Allah yang hidup.

DOA PENUTUP

Marilah berdoa: Ya Allah, Engkau telah menyegarkan dan menghidupkan kami dengan santapan Sabda dan sakramen surgawi. Semoga berkat anugerah Putera-Mu yang sedemikian besar, kami dapat bertumbuh dalam iman agar layak mendapat bagian yang tetap dalam hidup-Nya. Dialah Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang masa. Amin.

No Comments

Leave a Comment