Jumat, 11 September 2020 – Hari Biasa Pekan XXIII

Rm. Gregorius Dedi Rudianto SCJ dari Komunitas SCJ Paroki Hati Kudus Pangkalan Kerinci Riau – Indonesia

 
 
 

ANTIFON PEMBUKA  –  Maz. 84:3

Jiwaku merana merindukan pekataran rumah Tuhan. Jiwa ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.

 

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa Mahakuasa, orang miskij dibuat kaya, orang buta dibuat melihat oleh-Mu melalui yesus, Putera Manusia. Semoga kami mengimani pribadi-Nya, sabda-Nya, dan tanda-tanda-Nya. Sebab Dialah Putera-Mu, …

 

BACAAN PERTAMA: I Korintus 9:16-19.22b-27

“Bagi semua orang aku menjadi segala-galanya, untuk menyelamatkan mereka semua.”

Saudara-saudara, memberitakan Injil bukanlah suatu alasan bagiku untuk memegahkan diri. Sebab bagiku itu suatu keharusan. Celakalah aku bila aku tidak memberitakan Injil. Andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku. Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil. Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka. Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya. Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain,

 

MZMUR TANGGAPAN: Mazmur 84:3.4-5-6.8.12

Ref. Betapa menyenangkan tempat kediaman-Mu, ya Tuhan semesta alam!

  1. Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran Tuhan; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.

  2. Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya Tuhan semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!

  3. Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau. Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!

  4. Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.

  5. Sebab Tuhan Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.

 

BAIT PENGANTAR INJIL:

U: Alleluya, alleluya
S: Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah kebenaran. Kuduskanlah kami dalam kebenaran.

 

BACAAN INJIL: Lukas 6:39-42

“Mungkinkah seorang buta membimbing orang buta?”

Pada suatu ketika Yesus menyampaikan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya, “Mungkinkah seorang buta membimbing orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lubang? Seorang murid tidak melebihi gurunya, tetapi orang yang sudah tamat pelajarannya, akan menjadi sama dengan gurunya. Mengapa engkau melihat selumbar dalam mata saudaramu, sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak kauketahui? Bagaimana mungkin engkau berkata kepada saudaramu, ‘Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar dalam matamu’, padahal balok dalam matamu tidak kaulihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

 

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Gregorius Dedi Rusdianto SCJ

Vivat Cor Jesu, Per Cor Mariae

Para pendengar terkasih, saya Rm. Gregorius Dedi Rusdianto bergembira sekali dapat berjumpa dengan anda dalam RESI, Renungan Singkat Dehonian. Hari ini adalah hari Jumat, tanggal 11 September 2020.

Para pendengar Renungan Dehonian terkasih,

Di dalam gegap gempita kehidupan di dunia ini, kita sangat membutuhkan nilai atau visi misi kehidupan sebagai tongkat atau pegangan hidup, supaya kita tidak mudah terhanyut dalam arus duniawi dan selamat sampai kepada tujuan atau cita-cita hidup kita masing-masing.

Orang Jawa memiliki istilah kebijaksanaan yaitu kita harus memiliki semangat teken, tekun, takon, dan akhirnya tekan. Artinya apa? Teken adalah tongkat atau pegangan untuk berjalan, tekun adalah rajin, keras hati, dan bersungguh-sungguh dalam kehidupan kita, lalu takon artinya mau dan tidak malu bertanya jika menghadapi keragu-raguan atau memang tidak tahu kemana harus melangkah. Dan akhirnya di harapkan kita bisa tekan, artinya selamat sampai kepada tujuan. Inilah langkah-langkah untuk mencapai tujuan atau cita-cita kehidupan.

Hari ini Yesus bersabda: “dapatkah orang buta menuntun orang buta?, bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?” maka dalam hidup kita membutuhkan tongkat atau pegangan dan pegangan kita yang utama adalah Injil dan ajaran-ajaran Gereja Katolik. Nah, setelah memiliki pengetahuan iman dan prinsip-prinsip Kristiani yang mencukupi, maka di butuhkan sikap keteguhan hati atau ketekunan dalam menerapkan atau menjalankan ajaran Kitab Suci tersebut.

Selanjutnya, dalam perjalanan hidup, kita seringkali akan menghadapi banyak pertanyaan atau persimpangan-persimpangan jalan ataupun tantangan-tantangan kehidupan. Di sinilah kita harus berani bertanya pada orang yang lebih tahu, supaya tidak tersesat di jalan, maka harus berani bertanya, seperti kata pepatah: “malu bertanya, sesat di jalan.” Pada akhirnya dengan membawa tongkat atau pegangan ajaran iman dan Kitab Suci, bertekun dalam pengharapan, berani bertanya jika tidak mengetahui arah, maka kita akan mencapai garis finish atau tekan, yakni sampai kepada tujuan atau cita cita hidup kita, yakni kekudusan di dunia ini dan nantinya kehidupan kekal bersama para kudus di Surga. Berkat Allah menyertai kita sekalian, amin.

 

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah bapa Kekal dan Kuasa, tunjukkanlah kiranya kekuatan sabda-Mu, dalam diri Yesus Putera-Mu terkasih yang telah wafat dan bangkit demi hidup kami. Dialah Tuhan dan pengantara kami.

 

ANTIFON KOMUNI  –  Maz. 84:4-5a

Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, yang memuji Engkau tanpa henti. Berbahagialah para peziarah yang mendapat kekuatan daripasa-Mu. Yang bertolak dengan penuh gairah.

 

DOA PENUTUP

Allah Bapa Gembala utama, kami bersyukur karena Engkau telah mengutus, Gembala dan Penuntun, yaitu Yesus, Saudara se-Bapa kami. Semoga Ia sudi menuntun kami menuju kedamaian yang sangat didambakan dunia. Sebab Dialah,…

No Comments

Leave a Comment