Rabu, 07 Oktober 2020 – Peringatan Wajib St. Perawan Maria, Ratu Rosario

Rm. Anselmus Inharjanto SCJ dari Komunitas Seminari Menengah St. Pauluas Palembang Indonesia

 

ANTIFON PEMBUKA –  Bdk. Luk 1:28, 42

Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu. Terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu.

 

PENGANTAR

Suatu tanda bahaya, seruan mohon bantuan, selalu diulang-ulang dengan harapan akan mendapat jawaban. Suatu kegembiraan mendalam, suatu saat yang membahagiakan, berkali-kali dikenang untuk dinikmati lebih lama. Mungkin tiada kebaktian yang amat erat hubungannya dengan manusia seperti rosario, doa harian orang-orang kecil sederhana. Mungkin ulangan-ulangan itu kurang mengena bagi kita. Tetapi hendaknya kita tanyakan, apakah doa-doa kita juga sejujur dan seikhlas sesederhana doa rosario itu? 

 

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahamurah hati, kami mengetahui dari kabar malaikat, bahwa Yesus Kristus, Putra-Mu, menjadi manusia. Kami mohon, curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami, supaya berkat sengsara dan salib-Nya kami diantar menuju kebangkitan mulia. Demi Yesus Kristus, Putramu,… 

 

BACAAN PERTAMA: Galatia 2:1-2.7-14

“Mereka melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku.”

Saudara-saudara, empat belas tahun setelah dipilih Tuhan, aku pergi ke Yerusalem bersama dengan Barnabas, dan Titus pun kubawa serta. Aku pergi ke sana berdasarkan suatu pernyataan. Di sana aku membentangkan Injil yang kuberitahukan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, jangan sampai dengan percuma aku telah berusaha. Pada kesempatan itu aku berbicara tersendiri dengan orang-orang yang terpandang. Mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil bagi orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus bagi orang-orang bersunat; maka mereka menjadi yakin. Sebab sebagaimana Tuhan telah memberi Petrus kekuatan untuk menjadi rasul bagi orang-orang bersunat, demikian pula Ia memberi aku kekuatan untuk menjadi rasul bagi orang-orang yang tak bersunat. Mereka pun menjadi yakin mengenai kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku. Maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan daku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan. Semua setuju bahwa kami pergi kepada orang-orang yang tak bersunat, sedangkan mereka kepada orang-orang yang bersunat. Mereka hanya minta agar kami tetap mengingat orang-orang miskin; dan hal itu sungguh-sungguh kuusahakan. Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku terus terang menentang dia, karena ia salah. Sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat. Tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. Juga orang-orang Yahudi lain ikut berlaku munafik seperti dia, sehingga Barnabas sendiri terseret oleh kemunafikan mereka. Aku melihat, bahw kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil. Maka aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua, “Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?”

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 117:1bc.2

Ref. Pergi ke seluruh dunia, wartakanlah Injil!

  1. Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!

  2. Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.

 

BAIT PENGANTAR INJIL:

U: Alleluya, alleluya
S: Kalian akan menerima roh pengangkatan menjadi anak; dalam roh itu kita akan berseru, ‘Abba, ya Bapa.’

 

BACAAN INJIL: Lukas 11:1-4

“Tuhan, ajarilah kami berdoa.”

Pada waktu itu Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya, “Tuhan, ajarlah kami berdoa sebagaimana Yohanes telah mengajar murid-muridnya.” Maka Yesus berkata kepada mereka, “Bila kalian berdoa, katakanlah: ‘Bapa, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu. Berilah kami setiap hari makanan yang yang secukupnya, dan ampunilah dosa kami sebab kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”

 

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Anselmus Inharjanto SCJ

AJARLAH KAMI

Vivat Cor Iesu, Per Cor Mariae. Terpujilah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Konteks guru adalah mengajar murid-muridnya. Di masa pandemi ini, kita semua sadar, proses pembelajaran berevolusi secara drastis. Semakin banyak orang tua terlibat dalam proses pendidikan formal anak-anaknya. Teknologi yang semula kebanyakan digunakan untuk social media, kini diandalkan untuk menimba ilmu pengetahuan. Para orang tua pun menjadi guru-guru di rumah bagi anak-anaknya.

Kisah Injil hari ini juga melukiskan relasi guru dan murid. Seorang murid memberanikan diri, mewakili yang lain, memohon kepada Yesus untuk mengajari mereka berdoa. Mereka melihat dengan jelas bahwa Yesus sering ambil waktu untuk berdoa. Mereka juga membandingkan guru lain, yakni Yohanes, yang juga pasti mengajari murid-muridnya berdoa. Lazim memang seorang guru di zaman itu, sekarang pun juga, mengajarkan formula-formula tertentu kepada murid-muridnya.

Menarik mencermati perkataan sang murid tersebut: Tuhan, ajarlah kami berdoa. Kerendahan hati memohon sesuatu yang baik adalah sebuah keutamaan. Banyak sekali teladan dan keutamaan Tuhan Yesus yang dikisahkan Injil menginspirasi kita murid-muridNya. Tinggal kita berkehendak untuk belajar atau tidak dari Sang Guru. Mari kita rendah hati minta diajari banyak hal dari Yesus. Bukankah kita sudah biasa sejak kecil, manakala tidak tahu hal-hal tertentu, lalu kita minta diajari. 

Semoga Hati Kudus Yesus yang penuh pengajaran dan teladan menjadi Guru Utama kita.

 

DOA PENGANTAR PERSEMBAHAN

Allah Bapa maha pengasih, berilah kami semangat baru berkat roti anggur ini. Semoga kehidupan Putra-Mu kami renungkan sedemikian rupa hingga kami layak menerima kebahagiaan yang dijanjikan-Nya. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. 

 

ANTIFON KOMUNI

Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang Putra yang harus kaunami Yesus.

 

DOA PENUTUP

Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahamulia, dalam perayaan suci ini kami wartakan wafat dan kebangkitan Kristus. Semoga kami yang ikut serta dalam hidup dan sengsara Putra-Mu, tetap bersatu dengan Dia dalam kemuliaan Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

No Comments

Leave a Comment