Rabu, 14 Oktober 2020 – Hari Biasa Pekan XXVIII

Rm. Petrus Haryanto SCJ dari Komunitas Seminari St. Paulus Palembang Indonesia

 
 
 

ANTIFON PEMBUKA – Mzm 1:2)

Berbahagialah orang yang kesukaannya Taurat Tuhan, dan yang merenungkannya siang malam.\

 

PENGANTAR

Suatu himpunan yang hidup dengan cinta kasih, yang masing-masing anggotanya merasakan sukacita, kedamaian dan kesabaran, tempat orang merasakan keramahtamahan, kebaikan dan kesetiaan, adalah himpunan orang yang hidup dalam Roh Allah. Di situlah orang dapat saling meminta, bahkan saling menegur, menasihati. Himpunan demikian itulah sehati dan sejiwa

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, bukalah bagi kami kitab-kitab, agar dapat mempelajari apa yang dapat menenteramkan hati. Semoga Yesus Putra-Mu membawakan kesembuhan dan keselamatan kami. Sebab Dialah Putra-Mu Tuhan dan pengantara kamı, yang ..

 

BACAAN PERTAMA – Galatia 5:18-25

“Barangsiapa menjadi milik Kristus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.”

Saudara-saudara, kalau kalian membiarkan diri dibimbing oleh Roh, kalian tidak hidup di bawah hukum Taurat. Perbuatan daging telah nyata yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, pemujaan berhala, sihir, percekcokan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah dan kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Mengenai semuanya itu kalian kuperingatkan, seperti yang telah kulakukan dahulu bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah. Sebaliknya hasil Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, sikap lemah lembut dan penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jika kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur1-2.3.4.6

Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku. Atau. Yang mengikuti Engkau, ya Tuhan, hidup dalam cahaya

  1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.

  2. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan daunnya tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

  3. Bukan demikianlah orang-orang fasik; mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

  
BAIT PENGANTAR INJIL:

U: Alleluya

S: (Yoh 10:27) Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan; Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.

 

BACAAN INJIL: Lukas 11:42-46

“Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi! Celakalah kamu, hai ahli-ahli kitab.”

Sekali peristiwa Yesus bersabda, “Celakalah kalian, hai orang-orang Farisi! Sebab kalian membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan sejenis sayuran, tetapi kalian mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Celakalah kalian, hai orang-orang Farisi, sebab kalian suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar. Celakalah kalian, sebab kalian seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya tidak mengetahuinya. Seorang ahli Taurat menjawab, “Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga.” Tetapi Yesus berkata lagi, “Celakalah kalain juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kalian meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang tetapi kalian sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun.”

 

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Petrus Haryanto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor MariaHiduplah hati Yesus melalui Hati Bunda Maria

Pendengar RESI Dehonian yang terkasih,Istilah atau kata egois adalah sebutan untuk orang yang selalu mementingkan diri sendiri dan cenderung tidak mempedulikan orang-orang yang ada di sekitarnya. Sikap egois inilah yang biasanya membahayakan dirinya sendiri, juga orang lain, pun bagi keluarga dan masyarakat.

Yesus melalui SabdaNya hari ini, Ia mengecam orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang egois, yang tidak peduli dengan apa yang mereka perbuat demi kebahagiaan dan kemakmuran hidup mereka sendiri. Yesus menegaskan dan memperingatkan mereka: “Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tidak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun.” Yesus marah dan memberikan teguran keras kepada para pemimpin agama, karena mereka gagal mendengarkan firman Allah dan mereka justru menyesatkan orang-orang yang seharusnya mereka bimbing di jalan Tuhan.

Sikap egois orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itulah yang membuat mereka sendiri menjadi orang-orang yang munafik. Mereka merasa diri sudah bersih, suci, benar, dan sudah tahu segalanya, bahkan tidak mendengarkan perkataan siapa pun.

Pendengar RESI Dehonian yang terkasih, tanpa kita sadari, sikap dan tindakan egois itu ada dan mungkin sudah melekat dalam diri kita. Tak jarang bahwa kita menganggap orang lain itu rendah dan merasa diri tahu segalanya, seperti orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu. Jelas sekali bahwa sikap dan tindakan seperti itu dapat merusak keharmonisan dirinya sendiri, dalam keluarga dan juga dalam masyarakat.

Perkataan dan kecaman Yesus itupun juga ditujukan kepada kita semua. Bagi Yesus, beriman dan taat kepada Allah tidaklah hanya berpegang pada hukum yang berhubungan dengan Allah melainkan juga bersikap adil terhadap sesama.  Bila menaruh cinta kepada Allah berarti juga menaruh cinta kepada sesama.\

Pendengar RESI Dehonian yang terkasih, melalui SabdaNya, Yesus mengajar dan sekaligus mengajak kita untuk memperbaiki sikap kita agar tidak menjadi egois seperti orang Farisi dan ahli Taurat. Pertama-tama adalah belajar bersikap rendah hati dengan cara menghargai orang lain. Seperti yang juga dinasihatkan oleh Paulus, “Hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri tetapi kepentingan orang lain juga” (Flp 2:3-4).

Yang kedua, kita seperti didesak oleh oleh Yesus untuk lebih mengutamakan hukum Kasih dibandingkan segala aturan yang dibuat oleh manusia. Artinya, kita diundang untuk membudayakan suatu hidup yang lebih adil, jujur, mencintai atau menghargai proses dan semakin mengimani bahwa Allah melihat dan tahu segala sesuatu yang kita lakukan setiap saat; dan hanya karena kekuatan Tuhanlah maka kita bisa melakukannya semua.

Yang terakhir, hidup yang dipimpin oleh Roh Tuhan. Paulus, “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh” (Gal 5:24-25). Paulus menekankan agar kita tidak menjadi egois dan hidup dalam keinginan kedagingan. Hidup yang dipimpin oleh Roh, yakni kita hidup dalam kasih satu dengan yang lain, penuh dengan sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri; sehingga kita hidup damai dan bahagia bersama dengan yang lain; dan itulah yang kita kejar sampai dengan hari ini.

Tuhan memberkati niat-niat baik kita. Amin

 

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa kami yang mahakudus, bebaskanlah kami dari segala dosa berkat roti anggur ini, dan semoga kami bersedia menjadi rezeki bagi sesama, karena Yesus, Sang Mesias, Putra-Mu, .

 

ANTIFON KOMUNI – Galatia 5:24-25

Barangsiapa menjadi milik Kristus, ia menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jika kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita dipimpin oleh Roh

 

DOA PENUTUP

Marilah berdoa: Allah Bapa kami yang mahakudus, kami bersyukur atas semangat hidup Putra-Mu, yang akan dilimpahkan kepada kami. Kami mohon, semoga kami sabar, takwa dan patuh setia. Demi Kristus,… 

 
 

No Comments

Leave a Comment