Senin, 02 November 2020 – Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

Rm. C. Wahyu Tri SCJ dari Komunitas SCJ Pondok Kristofel Jambi – Indonesia

 
 
 
 

ANTIFON PEMBUKA – bdk. 1Tes 4:14; 1Kor 15:22

Sebagaimana Yesus telah wafat dan bangkit, demikian semua orang yang meninggal dalam Dia, akan dijemput Allah bersama Yesus. Dan seperti semua manusia mati dalam Adam, demikian semua orang dihidupkan kembali dalam Kristus.
      

PENGANTAR

“Cinta kasih Kristiani tak mengenal batas serta melampaui batas-batas ruang dan waktu sehingga memungkinkan kita untuk mengasihi mereka yang telah meninggalkan dunia ini.” Sebab itu, bukan hanya keyakinan akan api penyucian, melainkan juga kewajiban rohani untuk berdoa bagi jiwa-jiwa di api penyucian tetap merupakan bagian dari iman Katolik kita. Konsili Vatikan II dalam Konstitusi Dogmatis tentang Gereja (art. 51) menegaskan, “Itulah iman yang layak kita hormati, pusaka para leluhur kita: iman akan persekutuan hidup dengan para saudara yang sudah mulai di surga, atau sesudah meninggal masih mengalami penahiran. Konsili suci ini penuh khidmat menerima iman itu, dan menyajikan lagi ketetapan-ketetapan Konsili-konsili suci Nicea II, Florensia, dan Trente.”

   

 

DOA PEMBUKA:

Ya Allah, kami mohon, berkenanlah mendengarkan doa-doa kami. Engkau telah menganugerahkan kepada kami iman yang kokoh akan Putra-Mu yang bangkit dari antara orang mati. Semoga Engkau meneguhkan harapan kami bahwa bersama hamba-hamba-Mu yang telah meninggal kami pun akan bangkit untuk hidup abadi. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, kini sepanjang segala masa. Amin.

 

BACAAN PERTAMA: Kitab Kedua Makabe 12:43-46

“Kami yakin bahwa orang yang meninggal dengan saleh akan menerima pahala yang indah.”

Setelah menguburkan tentara yang gugur dalam pertempuran, Yudas, panglima Israel, menyuruh mengumpulkan uang di tengah-tengah pasukan. Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan kurban penghapus dosa. Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat, karena Yudas memikirkan kebangkitan. Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati. Lagipula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka.

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 130:1b-2.3-4.5-6ab

Ref. Aku percaya kepada-Mu, Tuhanlah pengharapanku. Atau: Tuhan, pada-Mu kuberserah, dan mengharap kerahiman-Mu.

  1. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.

  2. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, maka orang-orang takwa kepada-Mu.

  3. Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih daripada pengawal mengharapkan pagi.

  4. Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel dan segala kesalahannya.

 

BACAAN KEDUA: I Korintus  15:12-34

“Semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus”

Saudara-saudara, jika kami beritakan bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? Kalau kebangkitan orang mati tidak ada, maka Kristus pun tidak dibangkitkan. Dan andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah pula kepercayaanmu. Apalagi, andaikata betul demikian, kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan bahwa Ia telah membangkitkan Kristus, padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, andaikata benar bahwa orang mati tidak dibangkitkan. Sebab andaikata benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus pun tidak dibangkitkan. Dan kalau Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaanmu, dan kamu masih hidup dalam dosamu. Dengan demikian binasa pulalah orang-orang yang mati dalam Kristus. Dan jikalau kita berharap pada Kristus dalam hidup ini saja, maka kita adalah orang-orang yang paling malang di antara semua manusia. Namun ternyata Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa “segala sesuatu telah ditaklukkan”, maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk didalamnya. Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya dibawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua. Jika demikian, apakah faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati? Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptis bagi orang-orang yang telah meninggal? Dan kami juga—mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya? Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar. Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka “marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati.” Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.

 

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluia.
S : Ayat. (Yoh 6:40) Inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku, jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.

 

BACAAN INJIL: Yohanes 6:37-40

“Inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak beroleh hidup yang kekal.”

Di rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak, “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.

 

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. C. Wahyu Tri Haryadi SCJ

Vivat cor Iesu, per cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para pendengar yang berbahagia, resi, renungan singkat dehonian edisi 2 November 2020 ini menjadi istimewa karena saya Rm C. Wahyu Tri Haryadi SCJ dari komunitas Jambi mengajak Anda sekalian untuk bersukacita. Mengapa? Kita bersukacita karena kita telah memiliki jaminan sejati bahwa yang mati akan dibangkitkan, dan kematian orang beriman bukanlah pemusnahan tetapi merupakan saat hidup kita yang fana diubah kepada hidup yang abadi.

Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, santo Paulus bersaksi tentang jerih lelahnya dalam pewartaaan dan bagaimana ia senantiasa berhadapan dengan bahaya maut. Namun demikian, Ia tak kenal lelah dan gentar sama sekali. Ia memiliki alasan mengapa ia tidak takut kepada kematian: Yaitu karena Kristus telah bangkit. Kebangkitan Kristus merupakan bukti dan sekaligus dasar untuk mewartakan kebangkitan badan dan kehidupan abadi. Kebangkitan Kristus juga memberinya daya untuk bekerja keras demi hidup abadi.

Santo Paulus meneguhkan umat di Korintus agar tidak hanya berpikir tentang kehidupan fana. Adalah kebodohan bagi murid-murid Kristus yang telah disatukan dalam pembaptisan namun dalam hidupnya hanya mencari kesenangan dunia dan memakai kesempatan hidup hanya untuk berpesta pora, membesarkan egonya. Benar-benar sial bila setelah mengenal Kristus tetapi masih saja memuja dunia atau mengabdi kepada iblis dan maut, serta menghabiskan waktu untuk hal yang akan binasa. “Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi!” Demikian Paulus mengingatkan umat beriman.

Nah bacaan di atas mengajak kita untuk menjejakkan kaki di kuburan atau pemakaman atau di tempat penyimpanan abu, atau di mana saja kita berada dan melipat tangan kita agar kita tidak pernah lupa akan hidup abadi.

Pada tanggal 2 November kita berdoa untuk mereka yang telah tiada di bumi karena kita punya harapan akan hidup abadi bagi mereka. Dan keabadian bersama Bapa di surga membuat kita menjadi satu dengan sanak family kita yang telah wafat.

Mari kita hening sejenak dan berdoa dalam kuasa kebangkitan Kristus untuk mereka yang telah tiada, agar memperoleh belas kasih dan pengampunan sehingga menikmati buah penebusan Kristus. Kita percaya apa yang kita doakan bagi orang yang telah mati tidak akan sia-sia. Kita tetap hidup dalam harapan akan hidup abadi bagi sanak family kita.

Semoga kita pun sementara menjalani kehidupan kita di bumi tetap memandang ke muka, kepada kehidupan abadi.

Hati Kudus Yesus, kasihanilah kami!

 

DOA UMAT

I : Allah sumber kehidupan telah menciptakan manusia supaya hidup dan bahagia. Dia akan memberikan kita hidup kekal dan tidak akan menyerahkan kepada maut. Maka, marilah kita panjatkan doa kepada-Nya:

L : Bagi anggota keluarga serta umat paroki kita yang telah meninggal; bagi arwah semua orang yang kita cintai semasa hidup mereka: Ya Bapa, panggillah mereka dengan nama masing-masing dan gabungkanlah mereka dengan persekutuan para kudus di surga. Marilah berdoa kepada Tuhan

U : Tuhan sumber kehidupan, dengarkanlah umat-Mu.

L :  Bagi arwah mereka yang telah amat menderita semasa hidup, karena penyakit, ketidakadilan, dan kemiskinan: Ya Bapa akhirilah kesusahan mereka dan anugerahilah mereka kebahagiaan kekal bersama-Mu di surga. Marilah berdoa kepada Tuhan. 

U : Tuhan sumber kehidupan, dengarkanlah umat-Mu.

L : Bagi arwah mereka yang semasa hidupnya kurang mendapat perhatian dari sahabat-sahabat, ditinggalkan oleh keluarga dan anak-anak mereka: Ya Bapa Mahabaik, tuntunlah mereka semua dalam menemukan kebahagiaan kekal karena ditemani oleh para kudus Mu di surga. Marilah berdoa kepada Tuhan

U : Tuhan sumber kehidupan, dengarkanlah umat-Mu.

L : Bagi kita sendiri.: Ya Bapa, tinggallah bersama kami selalu, agar di perjalanan hidup ini, kami saling menolong dan mendukung. Tuntunlah kami di jalan-Mu untuk saling bahu membahu dan berbagi hidup dengan sesama kami karena kasih-Mu. Marilah berdoa kepada Tuhan

U : Tuhan sumber kehidupan, dengarkanlah umat-Mu.

I : Allah, Bapa kami, kami bersyukur atas jaminan-Mu, bahwa arwah umat beriman ada di tangan-Mu, dan bahwa kami semua Kaupanggil untuk bangkit bagi hidup kekal karena kebangkitan Kristus, Putra-Mu. Janganlah membiarkan hati kami gelisah, tetapi teguhkanlah perjalanan peziarahan kami menuju kepada-Mu. Berilah kepada kami Putra-Mu sebagai jalan, kebenaran, dan hidup kami, kini dan sepanjang masa. Amin

 

LITURGI EKARISTI

 

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Ya Allah, berkenanlah menerima persembahan kami. Semoga hamba-hamba-Mu yang telah meninggal dunia di terima ke dalam kemuliaan bersama Putra-Mu yang mem persatukan kami dengan diri-Nya dalam sakramen cinta kasih-Nya yang agung ini. Dialah Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. U Amin

 

ANTIFON KOMUNI – Yoh. 11:25-26

Akulah kebangkitan dan kehidupan, Sabda Tuhan. Siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup, walaupun ia sudah mati. Dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.

 

DOA PENUTUP

Marilah kita berdoa.: Ya Allah, kami telah merayakan misteri Paskah sambil memohon belas kasih-Mu untuk saudara-saudari kami yang telah meninggal. Semoga mereka beralih ke tempat kediaman yang terang benderang dan penuh kedamaian Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. U Amin

No Comments

Leave a Comment