Minggu, 22 November 2020 – Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam

Rm. Andreas Nugroho SCJ dari Komunitas SCJ Jakarta Indonesia

 
 

AUDIO RESI DEHONIAN

ANTIFON PEMBUKA  –  Why 5:12, 1:6

Pantaslah Anak Domba yang disembelih itu menerima kuasa dan kekayaan, hikmat, kekuatan, dan hormat. Bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya.

 

PENGANTAR

Allah berjanji memperhatikan domba-dombanya satu per satu. la akan mengutus gembala yang menggembalakan penuh kasih dan keadilan. Kristus telah memerdekakan kita dari segala kekuasaan yang telah menindas dan menyeret ke alam maut dengan wafat dan kebangkitan-Nya. Pada akhir zaman, Yesus akan mengadili setiap orang berdasar tindakan masing-masing. Dasar pengadilan Tuhan adalah tindakan belas kasih kepada mereka yang menderita. Mereka yang mengabdi Kristus pada orang miskin dan menderita akan mengalami kebahagiaan abadi.

 

DOA PEMBUKA

Marilah kita berdoa. (hening sejenak): Allah Yang Mahakuasa dan kekal, Engkau berkenan mem barui segala sesuatu dalam diri Putra-Mu terkasih, Raja Semesta Alam. Semoga segala makhluk yang telah dibebaskan dari perbudakan berhamba pada kebesaran-Mu dan tanpa henti memuji-muji Engkau. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

 

BACAAN PERTAMA: Nubuat Yehezkiel 34:11-12.15-17

“Wahai domba-domba-Ku, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba”

Beginilah firman Tuhan Allah, “Dengar, Aku sendirilah yang akan memperhatikan domba-domba-Ku dan mencari mereka. Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanannya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku, dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserakkan pada hari berkabut dan hari kegelapan. Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku, dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan Allah. Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, sedang yang gemuk dan kuat akan Kulindungi. Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.” “Wahai kamu domba-domba-Ku,” beginilah firman Tuhan Allah, “Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan.”

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 23:1-3a.3b-4.5.6

Ref. Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku.

  1. Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: ‘ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. ‘Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.

  2. Sekalipun aku harus berjalan berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.

  3. Kau siapkan hidangan bagiku dihadapan lawanku, Kauurapi kepalaku dengan minyak, dan pialaku melimpah.

  4. Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu, sepanjang umur hidupku, aku akan diam di rumah Tuhan, sekarang dan senantiasa.

BACAAN KEDUA: I Korintus 15:20-26.28 

“Ia menyerahkan Kerajaan kepada Bapa supaya Allah menjadi semua di dalam semua.”

Saudara-saudara, Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tibalah kesudahan, yaitu bilamana Kristus menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Kristus harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh terakhir yang dibinasakan ialah maut. Dan kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Kristus sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia yang telah menaklukkan segala sesuatu, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.

 

BAIT PENGANTAR INJIL

Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. (Mrk 11:10; 2/4)
Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Diberkatilah kerajaan yang telah tiba, kerajaan Bapa kita Daud

BACAAN INJIL: Matius 25:31-46

“Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya dan akan memisahkan mereka seorang dari seorang.”

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya, dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing; Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya, dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum, ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan bertanya kepada-Nya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makanan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Maka Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Lalu Raja itu akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal, yang telah disediakan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. Lalu mereka pun akan bertanya kepada-Nya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara, dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka itu akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar masuk ke dalam hidup yang kekal.”

 

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Andreas Nugroho Astomo SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat  Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya Romo Andreas Nugroho SCJ dari komunitas SCJ-Jakarta-Indonesia, dalam Resi – Renungan Singkat – Dehonian edisi Minggu, 22 November 2020, Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam.

Sabda Tuhan hari ini berkisah tentang adegan Penghakiman Terakhir di mana Tuhan Yesus yang datang dalam kemuliaan dan berkuasa menghakimi tiap orang sesuai dengan perbuatan masing-masing.

Paus Pius XI-lah yang membawa Pesta Kristus Raja ke dalam liturgi pada tahun 1925 untuk menegaskan Kristus sebagai Penguasa satu-satunya, berharap agar nilai-nilai Kristiani, dihidupi oleh semua pengikut Kristus, di dalam masyarakat, dan dalam politik.

Pesta ini menantang kita untuk bisa mengenali Kristus Raja dalam setiap orang, terutama mereka yang dianggap paling tidak penting oleh masyarakat kita, dan untuk memperlakukan setiap orang dengan cinta, belas kasih, sama seperti Tuhan Yesus berkenan berbelaskasih kepada kita.

Tuhan Yesus adalah Raja yang sudah dinantikan sejak lama.

Dari sejak zaman nabi-nabi perjanjian lama, menubuatkan kedatangannya. Dalam Perjanjian baru semakin ditegaskan akan hadir Tuhan Yesus sebagai raja. Dalam peristiwa kabar sukacita diwartakan oleh malaikat Allah kepada Maria:

“Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” (Lukas 1:32-33)

Orang majur dari timur bertanya-tanya kepada orang-orang Yerusalem: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” (Matius 2:2)

Ketika Pilatus bertanya kepada Yesus: Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Jadi Engkau adalah raja?” Jawab Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.” (Yohanes 18:37)

Tuhan Yesus adalah seorang raja. Salib adalah tahtaNya dan sabda bahagia dalam kotbah di bukit adalah aturan hukumNya. Orang-orang yang mengakui Yesus sebagai raja harus melaksanakan perintah ini: hendaklah kamu saling mengasihi (yoh 15:12). Sebagai Raja, Ia sangat mengasihi baik orang-orang yang percaya atau pun yang tidak percaya kepadaNya. KasihNya yang tulus nampak dalam pengorbanan, belarasa, pengampunan-Nya.

Menarik untuk merenungkan sabda Tuhan yang disajikan hari ini untuk merenungkan Tuhan Yesus sebagai Raja.

Satu tindakan kebaikan: memberi segelas air atau memberi sebungkus makanan, atau memberi pakaian terlihat seperti ukuran minimal dan biasa-biasa saja sebagai bentuk ungkapan kepercayaan kepada Yesus. Akan tetapi, apa yang menurut kita biasa, ternyata diperhitungkan oleh Tuhan Yesus sebagai Raja dan hakim pada akhir zaman. Tuhan Yesus sebagai raja memperhitungkan semua itu walaupun sedikit karena itu dilakukan untuk DIA walaupun kita saat melakukannya untuk orang yang berkekurangan.

Banyak orang mengalami, tentunya anda juga., pernah melakukan hal yang baik namun kita tidak menyadari itu sebagai sebuah kebaikan dan itu amat bermanfaat untuk sesama. Ada baiknya bahwa, saat melakukan itu kita tidak memandang sebagai sebuah kebaikan supaya tidak jatuh pada kesombongan, dan pamer, tapi itu kita lakukan dengan tulus.

Baik orang yang disebelah kanan dan kiri dari sang raja itu, sama-sama tidak menyadari akan perbuatan baik atau tidak, sampai pada saat hari penghakiman tiba.

25:37 Maka orang-orang benar itu (di sebelah kanan) akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?

25:44 Lalu mereka pun (di sebelah kiri) akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?

Sebagai raja, Tuhan Yesus melihat dengan belaskasih-Nya, mencari yang baik dari antara perbuatan yang biasa dan jelek sekalipun. Beda dengan kita, kalau kita sering mencari yang buruk di antara yang biasa dan baik sekalipun. Bagi Tuhan, seorang pendosa yang pernah melakukan satu kebaikan tetap BISA diselamatkan.

Lalu apa yang perlu kita lakukan sebagai pengikut Tuhan Yesus, Sang Raja kita semua: Bunda Teresa pernah mengatakan, pada saat sambutan menerima Nobel Perdamaian, 17 Oktober 1979:

“Tidaklah cukup bagi kita untuk mengatakan: ‘Aku mencintai Tuhan, tetapi aku tidak mencintai sesamaku.’

Bagaimana kamu bisa mencintai Tuhan yang tidak kamu lihat, jika kamu tidak mencintai sesamamu yang kamu lihat, yang kamu sentuh, dengan siapa kamu tinggal? Jadi, ini sangat penting bagi kami untuk menyadari bahwa cinta, untuk menjadi sejati, harus mau berkorban. “

Untuk menunjukkan cinta kepada Allah melalui sesama, tidak perlu harus melakukan hal-hal besar. Akan tetapi, “Lakukanlah hal-hal yang sederhana dan biasa dengan cinta yang besar (St. Teresa of Calcutta – Mother Teresa).

Semoga hati kita tetap hangat dan bersemangat dalam ikut mewartakan kehangatan cinta kasih Tuhan di dunia kita.

Berkat Allah yang Mahakuasa menyertai kita semua, + Bapa Putra dan Roh Kudus. Amin Semoga hati Kudus Yesus merajai kita semua. Amin

 

SYAHADAT

 

DOA UMAT

I : Marilah kita berdoa kepada Tuhan, Raja Semesta Alam dan sumber keselamatan semua orang.

L : Bagi para rohaniwan dan biarawan-biarawati, Ya Raja Semesta Alam, bimbinglah para rohaniwan dan biarawan-biarawati agar berusaha hidup menurut Injil dan senantiasa mau melayani, bukan minta dilayani. Kami mohon ..

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L : Bagi para pemimpin politik dewasa ini: Ya Raja Semesta Alam, doronglah para pemimpin politik agar senantiasa mengusahaka kerukunan dan perdamaian serta kesejahteraan rakyatnya dengan jujur. Kami mohon …

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L : Bagi para warga Gereja yang sakit dan cacat:  Ya Raja Semesta Alam, dampingilah saudara-saudara kami yang sakit dan cacat karena merekapun warga Gereja penuh yang dengan  tetap mampu berjasa bagi keselamatan manusia. Kami mohon …

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L : Bagi kita semua: Ya Raja Semesta Alam, berkatilah kami dalam membangun dunia baru ini dan semoga kami selalu ingat akan hukum cinta kasih-Mu. Kami mohon …

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

I : Allah Bapa Yang Mahakuasa dan kekal, Putra-Mu telah Kauangkat menjadi Raja Semesta Alam. Karena percaya dan berharap kepada-Nya, kami ingin selalu bekerja sama dengan Dia dalam membangun dunia baru, yang memberi kesempatan untuk hidup baik sekarang dan selamanya. U Amin

 

DOA PENGANTAR PERSEMBAHAN

Ya Allah, sambil mempersembahkan kepada-Mu kurban perdamaian ini, kami mohon dengan rendah hati, semoga Putra-Mu sendiri berkenan menganugerahkan persatuan dan damai kepada segala bangsa. Dialah Tuhan kami yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. U Amin

 

ANTIFON KOMUNI  – Mzm. 29:10-11

Tuhan  akan bertakhta sebagai Raja untuk selamanya. Tuhan akan memberkati umat-Nya dengan damai.

 

DOA PENUTUP

Marilah kita berdoa:Tuhan, kami telah menerima santapan suci, jaminan hidup abadi. Semoga kami yang bangga menaati perintah Kristus, Raja Semesta Alam, diperkenankan menikmati hidup abadi di dalam Kerajaan Surga bersama Dia, yang hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. U Amin.

 

No Comments

Leave a Comment