Kamis, 14 Januari 2021 – Hari Biasa Pekan I

Rm. Petrus Haryanto SCJ dari Komunitas SCJ Seminari Menengah St. Paulus Palembang Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

 

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 95:6-7⁣⁣

Masuklah, mari kita bersujud menyembah. berlutut di hadapan Tuhan pencipta kita. Sebab Dialah Allah kita dan kita umat gembalaan-Nya dan kawanan domba-Nya.⁣⁣

 

PENGANTAR

Orang yang tenang dan yakin membuat mantap sesamanya. Yesus tidak terpengaruh oleh apa pun dan siapa pun. Ia tetap tenang dan tidak mencari sensasi. la melaksanakan tugas per utusan dari Bapa-Nya. Itulah yang kita lihat pada Dia sepanjang hidup dan karya-Nya.⁣⁣

 

DOA PEMBUKA: ⁣⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa di surga, semoga hati kami terbuka terhadap Roh-Mu, agar dapat menangkap semua sabda yang mewartakan nama-Mu: agar kami langsung mengenal Dia. Sabda-Mu sendiri, yang panit dipercaya dan penuh cinta kasih, yaitu Yesus Kristus Putra-Mu…..⁣⁣

 

BACAAN PERTAMA:  Ibrani (3:7-14)

“Hendaklah kalian saling menasihati setiap hari, selama masih dapat dikatakan ‘hari ini’.”

Saudara-saudara, dikatakan Roh Kudus, “Pada hari ini jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman, pada waktu pencobaan di padang gurun, di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya. Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan tidak mengenal jalan-Ku, sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.” Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup. Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini”’ supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hati karena tipu daya dosa. Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang pada keyakinan iman kita yang semula sampai kepada akhirnya.

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 95:6-7.8-9.10-11

Ref. Hari ini dengarkanlah suara Tuhan, “Janganlah kalian bertegar hati.” atau Singkirkanlah penghalang Sabda-Mu, cairkanlah hatiku yang beku, dan bimbinglah kami di jalan-Mu.

  1. Masuklah, mari kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita; kita ini umat gembalaan-Nya serta kawanan domba-Nya.

     

  2. Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara-Nya, janganlah bertegar hati seperti di Meriba, seperti waktu berada di Masa di padang gurun, ketika nenek moyangmu mencobai dan menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.

     

  3. Empat puluh tahun lamanya Aku muak terhadap angkatan itu; maka Aku berkata, “Mereka ini bangsa yang sesat hati! Mereka tidak mengenal jalan-Ku.” Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku, “Mereka takkan masuk ke tempat istirahat-Ku.”

 

BAIT PENGANTAR INJIL:

U :  Alleluya, alleluya
S :  (Mat 9:35b) Yesus mewartakan kerajaan Allah dan menyembuhkan semua orang sakit.

 

BACAAN INJIL: Markus 1:40-45

“Orang kusta lenyap penyakitnya dan menjadi tahir.”

Sekali peristiwa, seorang sakit kusta datang kepada Yesus. Sambil berlutut di hadapan Yesus, ia mohon bantuan-Nya, katanya, “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata kepadanya, “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Segera Yesus menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras, kata-Nya, “Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam, dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.” Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya ke mana-mana sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Yesus tinggal di luar kota di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.

 

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Petrus Haryanto SCJ

Vivat Cor Iesu – per cor Maria – Hiduplah hati Yesus melalui Hati Bunda Maria

Pendengar RESI Dehonian yang terkasih, Pada masa Yesus hidup, masih berlaku tradisi Perjanjian Lama bahwa orang yang sakit kusta diasingkan dari masyarakat. Selain takut tertular – – menurut hukum Musa — orang kusta itu najis dan dikutuk Allah (bdk. Im. 13:45-46).

Maka bisa kita bayangkan situasi ketika Yesus sedang mengajar orang banyak, tiba-tiba ada orang kusta yang mendekat kepada Yesus. Pastilah banyak orang yang merasa dirinya sehat akan lari ketakutan karena takut tertular penyakit kusta orang tersebut. Selain itu tentu ada banyak yang juga marah kepada orang tersebut, karena seharusnya orang yang kena penyakit kusta tidak boleh datang mendekat kepada orang yang sehat, bahkan ketika ada orang sehat yang tidak sengaja datang mendekat ke orang yang terkena kusta, maka orang kusta itu harus (wajib) berkata “najis, najis, najis” agar orang yang mendekat itu tahu bahwa ia sedang mendekati seseorang yang sakit kusta.

Pendengar RESI Dehonian yang terkasih, Dua hal yang cukup menarik dari kisah tentang si kusta yang diketengahkan oleh Yesus kepada kita adalah pertama, sikap orang kusta itu sendiri, yang datang kepada Yesus, berlutut dan berkata kepada Yesus, “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku” (ay. 40). Kita dapat mengatakan bahwa orang ini adalah orang yang cukup nekad, tetapi yang sangat penting adalah ia bertindak karena imannya kepada Yesus. Ucapannya adalah ucapan yang menempatkan Yesus sebagai Tuhan. Kita yakin bahwa orang yang sakit kusta itu tahu bahwa Tuhan Yesus mampu menyembuhkan siapapun dari penyakit apapun, terlepas  apakah Tuhan Yesus mau menyembuhkan dirinya dari penyakit kusta tersebut.

Hal menarik yang kedua, adalah sikap Yesus ketika berhadapan dengan orang kusta. Yesus tidak mengusir atau menjauh. Yesus justru menggerakkan tangan-Nya ke arah orang kusta itu lalu menyentuhnya. Dapat kita bayangkan kegemparan yang terjadi karena reaksi orang-orang yang melihat perbuatan ini. Mengapa Yesus mau menyentuhnya? Belas kasihan Yesus menyembuhkan dan mengalahkan segala-galanya.

Pendengar RESI Dehonian yang terkasih, Dari kisah si kusta dalam Injil hari ini, pertama-tama kita diminta bila datang kepada Tuhan dan memohon itu dilakukan dengan penuh iman, penuh kepercayaan, sehingga kita mengalami pembebasan dalam setiap kesesakan; dan kelegaan dalam setiap peristiwa yang menggembirakan dalam hidup kita. Tuhan Yesus juga memberikan teladan untuk senantiasa siap mendengarkan dan memberikan perhatian bagi siapa pun yang mengharapkan pertolongan dari kita, bukan sebaliknya kita malah cuek, masa bodoh atau pura-pura tidak tahu atau bahkan malah menghindari.

Pendengar RESI Dehonian yang terkasih,Belas kasihan Yesus membawa orang-orang pinggiran menjadi berada ke tengah- tengah peradaban manusia. Semoga kita memiliki hati seperti Hati Tuhan yang mau peduli terhadap mereka yang terasing, yang menderita dan bahkan yang terbuang dari dan oleh masyarakat. Tuhan memberkati niat-niat baik kita. AMIN

 

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣⁣

Allah Bapa, sumber kebahagiaan, jadikanlah roti anggur ini pertanda kedatangan-Mu di dalam diri kami, dan pertanda keselamatan dan kehidupan kami. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.⁣⁣

⁣⁣

ANTIFON KOMUNI⁣⁣

Si penderita kusta berkata, “Kalau Tuan mau, Tuan dapat membersihkan saya.” Terharu oleh belas kasih, Yesus mengulurkan tangan, menjamah dia dan berkata, “Aku mau. Jadilah bersih!”⁣⁣

⁣⁣

DOA PENUTUP⁣⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa maha penyayang. kami bersyukur atas sabda penyembuhan-Mu: atas Putra-Mu yang menjadi tanda cinta kasih-Mu kepada manusia. Kami mohon, semoga kami selalu memperhatikan sabda-Nya. Sebab Dialah.. 

 

No Comments

Leave a Comment