Minggu, 28 Maret 2021 – Minggu Palma

Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas SCJ Yogyakarta Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

PERARAKAN

 

ANTIFON PEMBUKA  —  Mat 21:9

Terpujilah Putra Daud! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Terpujilah Yang Mahatinggi!

 

PENGANTAR   

Saudara-saudara terkasih, sudah sejak awal Masa Prapaskah kita menyiapkan diri dengan olah tobat dan karya amal kasih. Pada hari ini, kita semua berkumpul dan bersama seluruh Umat Allah mengawali misteri Paskah Tuhan kita, yakni sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya. Untuk menggenapi misteri inilah, Yesus memasuki Yerusalem, kota-Nya. Oleh karena itu, marilah dengan penuh iman dan bakti kita mengiringi Tuhan sambil mengenangkan peristiwa yang menyelamatkan itu. Dengan demikian, kita memetik buah salib suci, yakni kebangkitan dan kehidupan.⁣

(Kemudian, sambil merentangkan tangan, Imam mengucapkan salah satu dari doa-doa berikut) ⁣

Marilah kita berdoa: Allah Yang Mahakuasa dan kekal, kuduskanlah daun palma ini dengan berkat-Mu. Semoga kami, yang mengiringi Raja Kristus dengan penuh sukacita, diperkenankan me masuki Yerusalem abadi bersama Dia, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. U : Amin⁣

ATAU⁣

Marilah kita berdoa: Ya Allah, tambahlah iman kami yang berharap pada-Mu dan dengan murah hati dengarkanlah doa-doa kami. Se moga kami, yang hari ini memegang daun palma untuk mengelu-elukan Kristus, juga menghormati Engkau dengan  hidup baik menurut semangat Kristus, yang hidup dan ber kuasa sepanjang segala masa. U Amin.⁣

 

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 11:1-10

“Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan.”

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari. Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, jawablah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya ke sini.” Merekapun pergi, dan menemukan seekor keledai muda tertambat di depan pintu di luar, di pinggir jalan, lalu melepaskannya. Dan beberapa orang yang ada di situ berkata kepada mereka: “Apa maksudnya kamu melepaskan keledai itu?” Lalu mereka menjawab seperti yang sudah dikatakan Yesus. Maka orang-orang itu membiarkan mereka. Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya. Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang. Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru: “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapak kita Daud, hosana di tempat yang maha tinggi!”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

 

ATAU

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 12:12-16

“Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan.”  

Menjelang Hari Raya Paskah, ketika orang banyak yang datang untuk merayakan pesta mendengar bahwa Yesus sedang dalam perjalanan menuju Yerusalem, mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru, “Hosanna! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!” Yesus menemukan seekor keledai muda, lalu naik ke atasnya, seperti ada tertulis: Jangan takut, hai puteri Sion, lihatlah Rajamu datang, duduk di atas seekor keledai. Mula-mula para murid Yesus tidak mengerti akan hal itu, tetapi sesudah Yesus dimuliakan, teringatlah mereka, bahwa nas itu mengenai Dia, dan mereka telah melakukannya juga untuk Dia.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Bunda Maria.

Pendengar Resi Dehonian terkasih, Jumpa kembali dengan saya, Romo Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas Skolastikat SCJ Yogyakarta,  dalam Resi – Renungan Singkat Dehonian  Edisi Minggu 28 Maret 2021 bertepatan dengan Hari Minggu PALMA.

Mari kita dengarkan dan renungkan bersama bacaan dari Injil Markus 11:1-10.

Saudara/I, Para Sahabat Hati Kudus Yesus yang terkasih, hari ini kita memasuki Pekan Suci dengan merayakan minggu Palma. Kita ingin memasuki misteri paling agung, paling indah sekaligus paling penting dari karya penyelamatan Allah dalam diri Yesus Kristus. Minggu Palma menandai dimulainya kisah sengsara dan penderitaan Yesus yang akan mencapai puncaknya di Kalvari pada hari Jumat Agung.

Hari ini kita buka dengan sorak-sorai  menyambut Yesus yang memasuki Yerusalem sebagai Raja. Perayaan hari ini kaya akan simbol-simbol terutama daun-daun palma, keledai dan kerumunan orang banyak. Pertama, Daun-daun palma melambangkan kemuliaan Kristus dan kerajaannya yang penuh damai. Kedua, Keledai. Mengapa memilih keledai? Mengapa tidak kuda saja? Keledai adalah simbol kerendahan hati Kristus. Meskipun dia adalah raja, dia memilih untuk menunggangi seekor keledai, seekor hewan yang rendah hati. Ini bertentangan dengan apa yang kita lihat hari ini di dunia kita. Para pejabat dan penguasa kita hidup dalam kemakmuran, sementara rakyatnya masih banyak yang hidup dalam kemiskinan. Jadi, Kristus menunjukkan kerendahan hatinya, melalui solidaritasnya dengan yang miskin dan yang lemah.

Ketiga, kerumunan orang banyak. Orang banyak ini bersorak-sorak menyambut kedatangan Yesus sebagai Raja. Namun, beberapa hari kemudian mereka berbalik mengolok, menghina dan dengan beringas berteriak, “salibkan Dia!”. Adegan-adegan yang kontras ini mencerminkan realitas kehidupan kita. Orang-orang banyak ini mencerminkan betapa mudahnya kita tidak setia dalam hubungan kita dengan Tuhan dan sesama. Hari ini kita berkobar-kobar memuliakan Kristus dan bangga menjadi pengikutNya, tetapi di hari lain, kita malu mengakuinya dan berkali-kali menyakiti hatiNya lewat dosa-dosa kita yang berulang. Kristus menjadi sahabat terdekat kita saat kita dalam posisi sulit dan terpuruk, tapi kita anggap sebagai orang asing ketika kita dalam posisi nyaman atau sukses.

Kita dipanggil untuk mengikuti jejak Yesus, yang mempunyai kerendahan hati. Kita juga ditantang untuk membuktikan seberapa besar kesetiaan kita untuk mengikuti dia dalam berbagai situasi hidup kita, entah saat suka maupun duka, saat sehat maupun sakit, saat berjaya maupun hancur.

Semoga Allah memberkati usaha dan perjuangan hidup kita untuk senantiasa rendah hati, dan setia menjadi pengikutNya. Semoga permenungan kita selama pekan suci, semakin masuk dalam misteri keselamatan Allah dalam hidup kongkret kita melalui berkatNya yang melimpah, dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin. Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin 

 

MISA

 

DOA PEMBUKA⁣

Marilah kita berdoa. (hening sejenak): Allah Yang Mahakuasa dan kekal, Engkau telah menyerahkan Juru Selamat kami yang telah menjadi manusia dan diren dahkan sampai wafat di salib, sebagai teladan kerendahan bagi umat manusia. Perkenankanlah agar kami meneladani sengsara-Nya dan pantas untuk bangkit bersama Dia, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. U Amin.⁣

ATAU: ⁣

Marilah kita berdoa. (hening sejenak): Allah Bapa Yang Maha Pengasih, dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu, Engkau telah hadir di tengah-tengah kami sebagai orang yang dihina dan dianiaya. Kami mohon, bukalah hati kami untuk memahami misteri penderitaan Putra Mu itu serta jadikanlah kami bersedia mengikuti jejak-Nya sambil memanggul salib kami sendiri. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. U Amin.⁣


BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 50:4-7

“Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu.”

Tuhan Allah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataanku aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seperti seorang murid. Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabuti janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. Tetapi Tuhan Allah menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Maka aku meneguhkan hatiku seperti teguhnya gunung batu, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 22:8-9.17-18a.19-20.23-24

Ref.Allahku, ya Allahku, mengapa Kautinggalkan daku?

  1. Semua yang melihat aku mengolok-olok, mereka mencibirkan bibir dan menggelengkan kepala! Mereka bilang: “Ia pasrah kepada Allah! Biarlah Allah yang meluputkannya, biarlah Allah yang melepaskannya! Bukankah Allah berkenan kepadanya?”

  2. Sekawanan anjing mengerumuni aku; gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku. Segala tulangku dapat kuhitung.  

  3. Mereka membagi-bagikan pakaianku di antara mereka dan membuang undi atas jubahku. Tetap Engkau, Tuhan, janganlah jauh; ya kekuatanku, segeralah menolong aku!

  4. Maka aku akan memahsyurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji Engkau di tengah jemaat: Hai kamu yang takut akan Tuhan, pujilah Dia! Hai segenap anak cucu Yakub, muliakanlah Dia! Gentarlah terhadap Dia, hai segenap anak cucu Israel.

 

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Filipi 2:6-11

“Yesus merendahkan diri, maka Allah sangat meninggikan Dia.”

Saudara-saudara, Yesus Kristus, walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

 

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S : (Flp 2:8-9) Kristus taat untuk kita sampai wafat-Nya di salib. Dari sebab itulah Allah mengagungkan Yesus, dan menganugerahkan nama yang paling luhur kepada-Nya.

 

KISAH SENGSARA TUHAN YESUS KRISTUS

 

Keterangan:

N. Narator; PP. Pontius Pilatus; †. Yesus; SO. Semua Orang; Im. Imam Agung; S. Serdadu; R. Wakil Rakyat

 

N : Inilah Kisah Sengsara Tuhan kita Yesus Kristus menurut Markus

N : Dua hari lagi Hari Raya Paskah dan Hari Raya Roti Tidak Beragi akan dimulai. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan untuk menangkap dan membunuh Yesus dengan tipu muslihat, dan mereka berkata:

Im : “Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat.”

N : Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkan leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus. Ada orang yang menjadi gusar dan berkata kepada seorang yang lain,

R : “Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini? Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.”
N : Lalu mereka memarahi perempuan itu. Tetapi Yesus berkata, 

† : “Biarkanlah dia! Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka kapan saja kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini adalah disebut juga untuk mengingat dia.”

N : Lalu pergilah Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas murid Yesus, kepada imam-imam kepala dengan maksud untuk menyerahkan Yesus kepada mereka. Para imam sangat gembira waktu mendengarnya dan mereka berjanji akan memberikan uang kepada Yudas. Maka Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. 

N : Pada hari pertama dari Hari Raya Roti Tidak Beragi, pada waktu orang menyembelih domba Paskah, murid-murid berkata kepada Yesus, 

Rs : “Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”

N : Lalu Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan, 

† : “Pergilah ke kota! Di sana kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia dan katakanlah kepada pemilik rumah yang dimasukinya: Guru berpesan: Di manakah ruangan yang disediakan bagi-Ku untuk makan Paskah bersama dengan murid-murid-Ku? Lalu orang itu akan menunjukkan kamu sebuah ruangan atas yang besar, yang sudah lengkap dan tersedia. Di situlah kamu harus mempersiapkan perjamuan Paskah untuk kita.” 

N : Maka berangkatlah kedua murid itu. Setibanya di kota, mereka dapati semua seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu mereka menyiapkan Paskah. Setelah hari malam, datanglah Yesus bersama dengan kedua belas murid-Nya. Ketika mereka duduk di situ dan sedang makan, Yesus berkata, 

† : “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku, yaitu dia yang makan dengan Aku.”

N : Maka sedihlah hati mereka, dan seorang demi seorang berkata kepada-Nya, 

Rs : “Bukan aku, ya Tuhan?” 

N : Ia menjawab, 

† : “Orang itu ialah salah seorang dari kamu yang dua belas ini, yang mencelupkan roti ke dalam satu pinggan dengan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu seandainya ia tidak dilahirkan.” 

N : Ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkan roti itu lalu memberikannya kepada para murid dan berkata, 

† : “Ambillah, inilah Tubuh-Ku.”

N : Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada para murid, dan mereka semua minum dari cawan itu. Dan Yesus berkata kepada mereka, 

† : “Inilah Darah-Ku, Darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai pada hari Aku meminumnya yang baru, yaitu dalam Kerajaan Allah.”

N : Sesudah mereka menyanyikan lagu pujian, pergilah mereka ke Bukit Zaitun. Dalam perjalanan ke Bukit Zaitun Yesus berkata kepada mereka, 

† : “Kamu semua akan tergoncang imanmu. Sebab ada tertulis: Aku akan memukul gembala dan domba-dombanya akan tercerai-berai. Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea. “

N : Kata Petrus kepada Yesus,

Ptr : “Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak!” 

N : Lalu kata Yesus kepadanya, 

† : “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada hari ini, malam ini juga, sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” 

N : Tetapi dengan lebih bersungguh-sungguh Petrus berkata,

Ptr : “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” 

N : Semua yang lain pun berkata demikian juga. Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya, 

† : “Duduklah di sini, sementara Aku berdoa.” 

N : Dan Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Yesus sangat takut dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka, 

† : “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah.”

N : Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu berlalu dari pada-Nya. Kata-Nya, 

† : “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki terjadilah.” 

N : Setelah itu Yesus kembali, dan mendapati ketiga murid sedang tidur. Maka Yesus berkata kepada Petrus, 

† : “Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam saja? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan! Roh memang penurut, tetapi daging lemah.” 

N : Lalu Yesus pergi lagi dan mengucapkan doa yang sama. Dan ketika kembali, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak tahu apa yang harus mereka berikan kepada Yesus. Kemudian Yesus kembali untuk ketiga kalinya dan berkata kepada mereka,

† : “Tidurlah sekarang dan istirahatlah! Cukuplah! Saatnya sudah tiba! Lihat, Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa! Bangunlah, mari kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat. “

N : Waktu Yesus masih berbicara, muncullah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala, para ahli Taurat dan tua-tua. Orang yang menyerahkan Yesus telah memberitahukan tanda ini kepada mereka, 

Yd : “Orang yang kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia dan bawalah Dia dengan selamat!” 

N : Dan ketika ia sampai di situ ia segera maju mendapatkan Yesus dan berkata, 

Yd : “Rabi.” 

N : Lalu mencium Dia. Maka orang-orang yang bersama Yudas itu memegang Yesus dan menangkap-Nya. Salah seorang dari mereka yang ada di situ menghunus pedangnya, lalu menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya. Kata Yesus kepada rombongan yang menangkap-Nya, 

† : “Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengahmu mengajar di bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi haruslah digenapi yang ditulis dalam Kitab Suci!” 

N : Lalu semua murid itu meninggalkan Yesus dan melarikan diri. Pada waktu itu ada seorang muda, hanya memakai sehelai kain lenan untuk menutup tubuhnya, mengikuti Yesus. Mereka hendak menangkapnya, tetapi ia melepaskannya kain itu dan lari dengan telanjang. Kemudian Yesus dibawa menghadap Imam Agung. Lalu semua imam kepala, para tua-tua dan ahli Taurat berkumpul di situ. Sementara itu Petrus mengikuti Yesus dari jauh, sampai ke dalam halaman rumah Imam Agung, dan di sana ia duduk di antara pengawal-pengawal sambil berdiang dekat api. Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian terhadap Yesus supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya. Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu tentang Yesus, tetapi kesaksian-kesaksian itu tidak sesuai yang satu sama lain. Lalu beberapa orang naik saksi melawan Yesus dengan tuduhan palsu ini, 

R : “Kami sudah mendengar orang ini berkata: Aku akan merobohkan Bait Suci buatan tangan manusia ini dan dalam tiga hari akan Kudirikan yang lain yang bukan buatan tangan manusia.” 

N : Dalam hal ini pun kesaksian mereka tidak sesuai yang satu sama lain. Maka Imam Agung bangkit berdiri di tengah-tengah sidang dan bertanya kepada Yesus, 

Im : “Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan dan para saksi ini terhadap Engkau?”

N : Tetapi Yesus tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Sekali lagi Imam Agung itu bertanya kepada-Nya, 

Im : “Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?” 

N : Jawab Yesus, 

† : “Akulah Dia! Kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah awan-awan di langit.” 

N : Maka Imam Agung itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata, 

Im : “Untuk apa kita perlu saksi lagi? Kamu sudah mendengar hujat-Nya terhadap Allah. Bagaimana pendapatmu?” 

N : Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan bahwa Yesus harus dihukum mati. Lalu mulailah beberapa orang meludahi Dia dan menutupi muka-Nya serta meninju-Nya sambil berkata, 

R : “Hai nabi, cobalah terka!”

N : Malah para pengawal pun memukul Dia. Pada waktu itu Petrus masih ada di bawah, di halaman. Lalu datanglah seorang hamba perempuan Imam Agung, dan ketika melihat Petrus sedang berdiang, ia menatap mukanya dan berkata, 

W : “Engkau juga selalu bersama dengan Yesus, orang Nazaret itu.”

N : Tetapi Petrus menyangkalnya dan berkata,

Ptr : “Aku tidak tahu dan tidak mengerti apa yang engkau maksud.” 

N : Lalu Petrus pergi ke serambi muka (dan berkokoklah ayam). Ketika hamba perempuan itu melihat Petrus lagi, berkatalah pulalah iakepada orang-orang yang ada di situ, 

W : “Orang ini adalah salah seorang dari mereka.” 

N : Tetapi Petrus menyangkalnya pula. Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ berkata juga kepada Petrus, 

R : “Engkau ini pasti salah seorang dari mereka! Apalagi engkau seorang Galilea!” 

N : Maka mulailah Petrus dan bersumpah, 

Ptr : “Aku tidak kenal orang yang kamu sebut-sebut ini!” 

N : Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk kedua kalinya. Maka teringatlah Petrus, bahwa Yesus telah berkata kepadanya, “Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu menangislah ia tersedu-sedu. 

N : Pagi-pagi benar imam-imam kepala bersama tua-tua dan para ahli Taurat dan seluruh Mahkamah Agama sudah bulat mufakatnya. Mereka membelenggu Yesus lalu membawa Dia dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus. Pilatus bertanya kepada Yesus, 

PP : “Engkaukah raja orang Yahudi?” 

N : Jawab Yesus  

† : “Engkau sendiri mengatakannya.”

N :  Lalu imam-imam kepala mengajukan banyak tuduhan terhadap Yesus. Pilatus bertanya kepada-Nya,

PP : “Tidakkah Engkau memberi jawab? Lihatlah betapa banyaknya tuduhan mereka terhadap Engkau!”

N : Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawab lagi sehingga Pilatus merasa heran. Telah menjadi kebiasaan untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu menurut permintaan orang banyak. Pada waktu itu ada seorang yang bernama Barabas sedang dipenjarakan bersama beberapa orang pemberontak lainnya. Mereka telah melakukan pembunuhan dalam suatu pemberontakan. Maka datanglah orang banyak dan meminta supaya sekarang kebiasaan itu diikuti juga. Pilatus menjawab mereka dan bertanya,

PP : “Apakah kamu menghendaki supaya kubebaskan raja orang Yahudi ini?”

N : Pilatus mengetahui bahwa imam-imam kepala telah menyerahkan Yesus karena dengki. Tetapi imam-imam kepala menghasut orang banyak untuk meminta supaya Barabaslah yang dibebaskan bagi mereka. Pilatus sekali lagi menjawab dan bertanya kepada mereka,

PP : “Kalau begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Dia yang kamu sebut raja orang Yahudi ini?”

N : Mereka berteriak lagi, katanya,

SO : “Salibkanlah Dia!”

N : Lalu Pilatus berkata kepada mereka,

PP : “Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?”

N : Namun mereka makin keras berteriak:

SO : “Salibkanlah Dia!”

N : Dan karena Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak itu, ia membebaskan Barabas bagi mereka. Tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkan untuk disalibkan. Kemudian serdadu-serdadu membawa Yesus ke dalam istana, yaitu gedung pengadilan, dan memanggil seluruh pasukan berkumpul. Mereka mengenakan jubah ungu kepada Yesus, menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala Yesus. Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya, katanya:

S : “Salam, hai raja orang Yahudi!”

N : Mereka memukul kepala Yesus dengan buluh, meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia, mereka menanggalkan jubah ungu itu dari pada-Nya dan mengenakan pakaian Yesus sendiri. Kemudian Yesus dibawa ke luar untuk disalibkan. Pada waktu itu lewatlah seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. Mereka membawa Yesus ke tempat yang bernama Golgota, yang berarti: Tempat Tengkorak. Lalu mereka memberi anggur bercampur mur kepada-Nya, tetapi Yesus menolaknya. Kemudian mereka menyalibkan Yesus, lalu mereka membagi pakaian-Nya dengan membuang undi atasnya untuk menentukan bagian masing-masing. Saat Yesus disalibkan, hari menunjukkan jam sembilan. Alasan mengapa Ia dihukum disebut pula pada tulisan yang terpasang di situ: “Raja orang Yahudi”. Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya. Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi, “Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka.” Orang-orang yang lewat di sana menghujat Yesus, dan sambil menggelengkan kepala mereka berkata,

R : “Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, turunlah dari salib itu dan selamatkan diri-Mu!”

N : Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli Taurat mengolok-olokkan Dia di antara mereka sendiri dan mereka berkata,

Im : “Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Baiklah Mesias, Raja Israel itu, turun dari salib itu, supaya kita lihat dan percaya.”

N : Bahkan kedua orang yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus mencela-Nya juga. Pada jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga. Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring:

† : “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”

N : Yang berarti:

† : “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

N : Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata:

R : “Lihat, Ia memanggil Elia.”

N : Maka datanglah seorang dengan bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum serta berkata,

R : “Baiklah kita tunggu dan melihat apakah Elia datang untuk menurunkan Dia.”

N : Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.

(Semua berlutut dan hening sejenak)

N : Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah. Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia,

S : “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!”

N : Ada juga beberapa perempuan yang melihat dari jauh, di antaranya Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome. Mereka semuanya telah mengikut Yesus dan melayani-Nya waktu Ia di Galilea. Ada juga di situ banyak perempuan lain yang telah datang ke Yerusalem bersama-sama dengan Yesus. Sementara itu hari mulai malam, dan hari itu adalah hari persiapan, yaitu hari menjelang Sabat. Karena itu Yusuf, orang Arimatea, seorang anggota Majelis Besar yang termuka, yang juga menanti-nantikan Kerajaan Allah, memberanikan diri menghadap Pilatus dan meminta jenazah Yesus. Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya apakah Yesus sudah mati. Sesudah mendengar keterangan kepala pasukan, ia berkenan memberikan mayat itu kepada Yusuf. Yusuf pun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan jenazah Yesus dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan Dia di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu. Maria Magdalena dan Maria ibu Yoses melihat di mana Yesus dibaringkan.        

N : Demikianlah Injil Tuhan
U  : Terpujilah Kristus. 

 

 

 

SYAHADAT: ⁣

DOA UMAT :

I : Bersama Yesus yang taat sampai wafat, tetapi dijunjung tinggi oleh Bapa-Nya, marilah kita menghadap Bapa dan berdoa⁣

P : Bagi Gereja yang menderita: Ya Bapa Yang Mahakuasa, tabahkanlah mereka yang men derita, dihina, difitnah karena imannya agar mereka tetap berpengharapan bahwa sesudah cobaan akan datang pembebasan. Kami mohon …⁣

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.⁣

P : Bagi para pemimpin masyarakat: Ya Bapa Yang Mahakuasa, dampingilah para pemimpin masyarakat kami agar dengan tabah tetap memperjuangkan kesejahteraan umum dan tidak tergoda untuk mementingkan kepentingan diri sendiri. Kami mohon…⁣

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.⁣

P : Bagi sanak-saudara yang menderita: Ya Bapa yang penuh kasih, berkatilah dan dampingilah saudara-saudari kami yang sedang mengalami penderita an agar dengan rela dan penuh iman mempersatukan pen deritaannya dengan penderitaan Kristus demi keselamatan sesama, Kami mohon …⁣

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.⁣

P : Bagi kita sendiri yang berkumpul di sekitar altar ini. Ya Bapa Yang Mahamurah, curahilah kami semangat Yesus Kristus, Putra-Mu agar kami dapat saling membantu da lam memanggul salib kehidupan kami sehari-hari dalam mengikuti jejak Putra-Mu. Kami mohon ..⁣

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.⁣

I : Allah Bapa kami di surga, demi cinta kasih-Mu, Engkau menghendaki kami menjadi putra dan putri-Mu berkat jasa Yesus Kristus, Putra-Mu. Kami mohon terimalah dan kabulkanlah permohonan doa kami. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. U : Amin. ⁣

 

LITURGI EKARISTI⁣

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣

Ya Allah, semoga oleh penderitaan Putra Tunggal-Mu pen damaian-Mu dengan kami semakin mendekat. Kami tidak mampu mencapainya dengan usaha kami sendiri, namun kami sudah merasakannya, berkat kurban yang penuh daya ini dan karena belas kasih-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U : Amin.⁣

ATAU :⁣

Ya Allah, terimalah persembahan kami ini dan persatukanlah dengan korban Putra-Mu, Yesus Kristus yang terkasih sehingga mendatangkan belas kasih-Mu bagi kami, yaitu rahmat pengampunan dosa yang mendamaikan kami dengan Dikau. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U : Amin.⁣

PREFASI MINGGU SENGSARA⁣

Sungguh layak dan sepantasnya, bahwa kami selalu dan di mana pun bersyukur kepada-Mu, Tuhan, Bapa yang kudus, Allah yang Mahakuasa dan kekal: dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. ⁣

Ia yang tidak bersalah, rela menderita bagi orang berdosa dan rela dihukum dengan tidak adil bagi orang jahat.Wafat-Nya menghapus dosa kami dan kebangkitan-Nya menyelamatkan kami.⁣

Maka, bersama semua Malaikat kami pun memuji Dikau dan bersorak gembira sambil bernyanyi berseru: ⁣

U : Kudus, kudus, kuduslah Tuhan.⁣

ANTIFON KOMUNI: ⁣

Ya Bapa, jika tak mungkin piala ini Kulewati tanpa me minumnya, maka jadilah kehendak-Mu.⁣

DOA PENUTUP⁣

Marilah kita berdoa: Ya Allah, kami yang telah dipuaskan oleh anugerah suci ini bersujud memohon kepada-Mu. Semoga sebagaimana berkat kematian Putra-Mu Engkau membantu kami mengharapkan apa yang kami imani demikian pula berkat kebangkitan Nya Engkau membantu kami mencapai apa yang kami tuju. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. U Amin.⁣

ATAU: ⁣

Marilah kita berdoa. Allah Bapa Yang Maharahim, dengan gembira kami telah menerima Putra-Mu di tengah-tengah kami sebagai santapan rohani bagi kami. Kami mohon, kuatkanlah kami dalam memanggul salib kami masing-masing dan terus mengikuti jejak-Nya menempuh jalan penderitaan menuju kebangkitan yang mulia. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. U : Amin.

No Comments

Leave a Comment