Jumat, 09 April 2021 — Hari Jumat dalam Oktaf Paskah

Rm. Agustinus Riyanto SCJ dari Komunirtas SCJ Palembang Indonesia

 
 
 
 

AUDIO RESI

 

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 78:53⁣

Tuhan mengantar umat-Nya dengan selamat dan mencampakkan musuh mereka ke laut. Aleluya.⁣⁣

PENGANTAR⁣

Yesuslah yang menyiapkan santapan dan membagikan rezeki kepada kita, seperti di dalam Injil hari ini dilakukan-Nya ber sama para murid. Semoga perayaan Ekaristi ini merupakan ungkapan iman kita akan Yesus yang bangkit, yang hari ini mengajak kita memberi kesaksian, bahwa hanya pada-Nyalah orang memperoleh keselamatan.⁣⁣

DOA PEMBUKA⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau telah menganugerahkan misteri Paskah sebagai jaminan perjanjian damai antara Engkau dan umat manusia. Kuatkanlah kiranya hati kami, supaya damai yang kami rayakan ini, kami nyatakan pula dalam perbuatan. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, …⁣⁣

ATAU⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa pencipta dan penyelamat, segala sesuatu tercipta oleh Sabda-Mu dan baiklah adanya. Kami mohon, ciptakanlah lagi kami menjadi manusia baru. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….⁣⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 4:1-12

“Keselamatan hanya ada di dalam Yesus.”

Sekali peristiwa, sesudah menyembuhkan seorang lumpuh, Petrus dan Yohanes berbicara kepada orang banyak. Tiba-tiba mereka didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki. Mereka ini sangat marah, karena Petrus dan Yohanes mengajar orang banyak dan memberitakan bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati. Maka mereka ditangkap, lalu diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam. Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki. Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan para ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar. Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: “Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?” Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus, “Hai pemimpin-pemimpin umat dan kaum tua-tua, jika sekarang kami harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit, dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa semua itu kami lakukan dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi dibangkitkan Allah dari antara orang mati; karena Yesus itulah orang ini sekarang berdiri dengan sehat di depan kamu. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, yaitu kamu sendiri, namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 118:1-2.4.22-24.25-27a

Ref. Bersyukurlah kepada Tuhan, karna baiklah Dia

  1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya. Biarlah Israel berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya!” Biarlah orang yang takwa pada Tuhan berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya!”

  2. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi pada pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya!

  3. Ya Tuhan, berilah kiranya keselamatan! Ya Tuhan, berilah kiranya kemujuran! Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan! Kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan. Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Mzm 118:24) Inilah hari yang dijadikan Tuhan. Marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 21:1-14

“Yesus mengambil roti dan memberikannya kepada para murid; demikian juga ikan.”

Sesudah bangkit dari antara orang mati, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias. Ia menampakkan diri sebagai berikut: Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid Yesus yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka, “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya, “Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepada mereka, “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka, “Tidak ada!” Maka kata Yesus kepada mereka, “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya, dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus berkata kepada Petrus, “Itu Tuhan!” Ketika Petrus mendengar bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja; dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. Ketika tiba di darat, mereka melihat ada api arang, dan di atasnya ada ikan serta roti. Kata Yesus kepada mereka, “Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu.” Simon Petrus naik ke perahu, lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya; dan sungguh pun sebanyak itu ikannya, jala tidak koyak. Kata Yesus kepada mereka, “Marilah dan sarapanlah!” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya, “Siapakah Engkau,” sebab mereka tahu bahwa Ia adalah Tuhan. Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka; demikian juga ikan itu. Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Agustinus Riyanto SCJ

PASKAH: HIDUP BARU

Vivat Cor Jesus per Cor Mariae!

Saudara-saudari terkasih pencinta Resi, Selamat Paskah. Setelah kebangkitanNya, Yesus Berulang kali menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Injil hari ini, mengisahkan penampakan Yesus kepada murid-muridNya di pantai danau Tiberias di wilayah Galilea sebagai penampakan yang ketiga kalinya.

Dia menampakkan diri, menyatakan diri, kemuliaan-Nya, kemenangan-Nya atas maut, menyatakan penggenapan karya-Nya di atas kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa. Dia ingin kita mengenal Dia, percaya kepada-Nya dan sungguh-sungguh menjadikan ajaranNya sebagai jalan hidup kita. Kristus menyatakan diri-Nya sekaligus guna meneguhkan para murid serta mengutus mereka untuk memberitakan kabar baik, yaitu: kabar kematian dan kebangkitan-Nya, kabar kemenangan Kristus, supaya semua yang percaya datang, beriman dan akhirnya masuk dalam jala keselamatan Allah.

Murid murid perlu mendapat peneguhan, karena mereka semua terpukul,  kehilangan orientasi dan bingung atas semua hal yang telah mereka saksikan tentang Yesus. WafatNya Yesus dengan cara keji dan hina, memupuskan semua harapan dan eforia kepada Yesus yang selama ini mereka ikuti sebagai Guru, mereka akui sebagai Mesias dan mereka banggakan atas pengajaran yang penuh kuasa dan karya mukjizatNya. Kondisi sulit tersebut, mulai melemahkan iman mereka, sehingga akhirnya mereka kembali lagi pada kehidupan semula: Pulang ke Galilea dan menjala Ikan.

Saudara saudariku yang terkasih, bukankah sikap yang sama dengan para murid kerap terjadi juga dalam diri kita? Saat hidup menjadi sulit, saat harapan tinggi kita lambungkan kepada Tuhan dalam doa namun kita tidak mendapatkan semua yang kita harapkan, saat semua hal yang kita banggakan lenyap di depan mata dalam waktu singkat, saat kita ditinggalkan oleh orang-orang terdekat kita, saat kita harus menanggung penderitaan dan kesulitan sendirian, semuanya dapat menjadi alasan kita untuk kehilangan orientasi hidup serta iman. Kendati sudah sekian lama menjadi pengikut Yesus bahkan menjadi murid yang setia dan rajin, tetapi tak jarang situasi hidup membuat banyak orang berpaling dari Yesus dan ajaranNya. Mereka kembali kepada kehidupan lama, yang selama ini dianggap menguntungkan, memberi harapan dan dapat diandalkan.

Yesus hadir dan menampakan diri kepada para murid beberapa kali, untuk membuktikan bahwa Dia telah mengalahkan semua derita dan maut, bahwa Dia tidak meninggalkan para murid berjuang sendirian dan juga mengutus para muridNya untuk meneruskan karya keselamatan yang sudah diperjuangkan olehNya. Kehadiran semua murid Yesus di dunia ini diharapkan menjadi seperti jala yang menangkap sebanyak mungkin jiwa untuk diselamatkan. Rahmat kebangkitan yang menyelamatkan dan keteguhan iman kita kepadaNya, menjadi pewartaan para murid Yesus di zaman ini kepada dunia dan semua insan. Namun, semua itu tak akan pernah dapat terlaksana, kalau para murid Yesus kehilangan kepercayaan kepada Yesus dan cenderung kembali kepada kehidupan lama yang hanya mengandalkan diri sendiri atau keunggulan manusiawi sehingga Tuhan hanya ditempatkan dalam Gereja dan peribadatan semata.

Kebangkitan Yesus memberikan pengharapan bahwa orang yang bertekun dalam kesetiaan kepada Tuhan akan dimampukan untuk menjadi saksi akan kebangkitan Yesus sehingga mampu memberikan hidupnya menjadi pewarta Kabar Baik bagi semua orang. Kita telah dimatikan manusia lama kita, dan dibangkitkan sebagai manusia baru, agar hidup kita tidak lagi menghasilkan buah buah dosa, melaikan buah-buah keselamatan yang dinikmati oleh banyak orang. Selamat Paskah, Selamat bangkit sebagai manusia baru. Tuhan memberkati.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣

Allah Bapa maharahim, sempurnakanlah dalam diri kami hubungan mesra dengan diri-Mu, yang dilambangkan kurban Paskah ini. Semoga kami Kaulepaskan dari pengaruh jahat dunia dan Kauberi kerinduan akan kebahagiaan surgawi. Demi Kristus,⁣…⁣

ATAU⁣

Allah Bapa sumber kedamaian, di mana roti anggur dibagi-bagikan, di situ pula Engkau hadir. Kami mohon, kumpulkanlah kami dalam satu umat berkat nama-Mu, berkat Putra-Mu, yang merupakan kedamaian kami. Sebab Dialah ….⁣⁣

ANTIFON KOMUNI – lih. Yohanes 21:12-13⁣

Yesus berkata kepada para murid, “Mari, silakan makan!” Lalu diambil-Nya roti dan diberikan-Nya kepada mereka. Aleluya⁣⁣

DOA SESUDAH KOMUNI⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber sukacita, kasihani dan jagalah selalu umat yang sudah Kauselamatkan. Kami sudah ditebus berkat derita Putra-Mu. Semoga kami bergembira atas kebangkitan-Nya. Sebab Dialah ….⁣⁣

ATAU: ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahabaik, melalui Yesus Putra-Mu yang telah bangkit Engkau hadir di tengah-tengah kami dalam Ekaristi. Kami mohon, dampingilah kami sepanjang hidup, agar dapat selalu menghayati iman kami akan kebangkitan Putra-Mu, yang hidup..

No Comments

Leave a Comment