Jumat, 07 Mei 2021 — Hari Biasa Pekan V Paskah

Rm. Anselmus Inharjanto SCJ dari Komunitas SCJ Seminari Menengah St. Paulus Palembang Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA — Wahyu 5:12⁣

Anak Domba yang telah dikurbankan patut menerima kekuatan dan keallahan, kebijaksanaan, keperkasaan, dan kehormatan. Aleluya.⁣

PENGANTAR: ⁣

Yesus menyebut kita bukan lagi hamba, tetapi sahabat bila kita melakukan apa yang diperintahkan-Nya. Ia menyebut kita sa habat, sebab la telah memberitahukan apa yang didengar-Nya dari Bapa. Orang-orang demikian mengabdikan diri seutuhnya pada nama Tuhan kita Yesus Kristus. Mereka dibimbing oleh Roh Kudus menjadi pembantu-pembantu dalam membaha giakan orang banyak.⁣

DOA PEMBUKA⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa pangkal keselamatan manusia, kami telah Kautebus dalam misteri Paskah Kristus yang kami rayakan dengan gembira. Semoga kami dilindungi dan diselamatkan oleh daya kekuatan Kristus, Tuhan dan pengantara kami, yang…..⁣

ATAU: ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber cinta kasih, Engkau menaruh cinta kasih kepada kami dan menganugerahkan Putra Manusia kepada kami, ialah Yesus, Putra-Mu terkasih. Kami bersyukur, namun masih mohon, semoga cinta kasih-Nya menjiwai kami. Sebab Dialah ….⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 15:22-31

“Adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban daripada yang perlu.”

Pada akhir sidang pemuka jemaat di Yerusalem yang membicarakan soal sunat, rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas. Yang terpilih yaitu Yudas yang disebut Barnabas, dan Silas. Keduanya adalah orang yang terpandang di antara saudara-saudara itu. Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya: “Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua, dari saudara-saudaramu, kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia yang berasal dari bangsa-bangsa lain. Kami telah mendengar, bahwa ada beberapa orang di antara kami, yang tidak mendapat pesan dari kami, telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu dengan ajaran mereka. Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi, yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus. Jadi kami telah mengutus Yudas dan Silas, yang dengan lisan akan menyampaikan pesan tertulis ini juga kepada kamu. Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban daripada yang perlu, yakni: kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari pencabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat.” Setelah berpamitan, Yudas dan Silas berangkat ke Antiokhia. Di situ mereka memanggil seluruh jemaat berkumpul, lalu menyerahkan surat itu kepada mereka. Setelah membaca surat itu, jemaat bersukacita karena isinya yang menghiburkan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 57:8-9.10-12

Ref. Aku mau bersyukur kepada-Mu, Tuhan, di antara bangsa-bangsa.

  1. Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap; aku mau menyanyi, aku mau bermazmur. Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah hai gambus dan kecapi, mari kita membangunkan fajar!

  2. Tuhan, aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa. Sebab kasih setia-Mu menjulang setinggi langit, dan kebenaran-Mu setinggi awan-gemawan. Bangkitlah mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu meliputi seluruh bumi!

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Yoh 15:15b) Aku menyebut kamu sahabat, sabda Tuhan, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 15:12-17

“Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah orang akan yang lain.”

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak lagi menyebut kamu hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya. Tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Anselmus Inharjanto SCJ

Vivat Cor Iesu, Per Cor Mariae. Terpujilah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Injil hari ini berkisah tentang Yesus yang sedang memberikan amanat perpisahan kepada para murid-Nya. Saat kita menghadiri upacara perpisahan biasanya ada sambutan atau kata perpisahan dari orang yang akan pergi. Biasanya kata-katanya akan lebih diperhatikan, orang menyimak dengan baik, dan nasihatnya lebih mengena. Begitu pun saat seseorang akan meninggalkan keluarga atau dalam sakratul maut, biasanya juga ada petuah atau wasiat yang diwariskan. Dan wasiat itu, petuah itu, akan dilaksanakan atau diwujudkan.

Yesuspun memberikan amanat perpisahan hari ini dan sangat layak untuk disimak dengan sungguh. Dia menguraikan soal sahabat, lebih tepatnya kasih seorang sahabat. Luar biasa menyentuh pesannya. Menyajikan figur sahabat sangatlah menampakkan kerendahan hati Allah. Dia adalah sahabat perjuangan, peziarahan, perjalanan manusia, kita semua. Kita tahu bahwa sahabat sering diungkapkan: ada di saat suka, ada juga di saat duka. Bahkan ujian seorang sahabat adalah di kala duka nestapa, kita membutuhkan, atau dalam kesulitan. A friend in need is a friend indeed, istilahnya. Dan kita semua tahu bagaimana sahabat mesti berbuat di setiap situasi.

Terima kasih Yesus sudah menampilkan gambaran wajah Allah yang bersahabat kepada manusia. Syukur bahwa Engkau sudah menjadi sahabat kami. Biarkan kami menjadi sahabat satu dengan yang lain sehingga Kerajaan Hati Kudus-Mu semakin meraja.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣

Allah Bapa mahakudus, kuduskanlah persembahan ini dan terimalah dengan murah hati. Semoga berkat rahmat-Mu, kami menjadi persembahan sempurna bagi-Mu. Demi Kristus, ….⁣

ATAU: ⁣

Allah Bapa maha pengasih, berilah kami lambang cinta kasih-Mu dalam roti anggur ini, dan semoga kami dapat selalu bergembira karena Kaudampingi dan Kaulindungi. Demi Kristus, ….⁣

ANTIFON KOMUNI: ⁣

Kristus yang disalibkan telah bangkit dan menebus kita. Aleluya.⁣

DOA SESUDAH KOMUNI⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, Putra-Mu meminta kami merayakan ibadat ini untuk mengenangkan Dia dengan penuh rasa syukur. Kami telah mengambil bagian dalam kurban-Nya dan mohon dengan rendah hati, semoga Engkau mengobarkan cinta kasih kami kepada-Mu. Demi Kristus, ….⁣

ATAU: ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa, sumber kebahagiaan, kami tentu Kaudengarkan, bila kami menyebut nama-Mu atas nama Putra-Mu terkasih. Semoga kami Kauberi Roh-Nya, yang menjadi jaminan kasih setia-Mu dan semoga kami menemukan kebahagiaan hidup kami. Demi Kristus, ….

 

No Comments

Leave a Comment