Jumat, 02 Juli 2021 – Hari Biasa Pekan XIII

Rm. C. Wahyu Tri SCJ dari Komunitas SCJ Pondok Kristofel – Jambi Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA –  Mazmur 106:1

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab la baik! Kekal abadi kasih setia-Nya.

PENGANTAR: 

‘Aku datang bukannya untuk memanggil orang benar, melain kan orang berdosa. Demikianlah tercatat dalam Injil hari ini. Maka Yesus memilih Matius dari antara para pemungut cukai menjadi murid-Nya. Dan la makan bersama orang-orang ber dosa. Sedangkan kita cenderung mengucilkan mereka, karena mau mempertahankan martabat dan harga diri kita. Kecen derungan semacam itu membuat kita buta. Sebab kita pun mem punyai kelemahan dan kesalahan. Namun, kita diikutsertakan dalam rencana-rencana Allah.

DOA PEMBUKA: 

Marilah berdoa: Allah Bapa maha penyayang, Engkau membuka pintu kerajaan surga bagi para pemungut cukai dan orang berdosa. Kami mohon dengan rendah hati, semoga kami mengakui, bahwa hanya rahmat-Mulah yang mampu menghidupi kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami, yang….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kejadian 23:1-4.19; 24:1-8.62-67

“Ishak mencintai Ribka, sehingga ia terhibur atas kematian ibunya.”

Sara, isteri Abraham, hidup seratus dua puluh tujuh tahun lamanya. Kemudian Sara meninggal di Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di tanah Kanaan. Lalu Abraham datang meratapi dan menangisinya. Sesudah itu Abraham bangkit dan meninggalkan jenazah isterinya, lalu berkata-kata kepada orang-orang Het, “Aku ini orang asing dan pendatang di antaramu. Berikanlah kiranya kepadaku sebuah kuburan di tanahmu ini, supaya aku dapat mengantarkan dan menguburkan isteriku yang telah meninggal.” Sesudah itu Abraham menguburkan Sara, isterinya, di dalam gua di ladang Makhpela, di sebelah timur Mamre, yaitu Hebron di tanah Kanaan. Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta diberkati Tuhan dalam segala hal. Berkatalah Abraham kepada hambanya yang paling tua, yang diberi kuasa atas segala miliknya, katanya, “Baiklah letakkan tanganmu di bawah pangkal pahaku, supaya aku mengambil sumpahmu. Demi Tuhan, Allah yang empunya langit maupun bumi, janganlah engkau mengambil seorang isteri bagi anakku dari antara wanita negeri Kanaan tempat aku tinggal ini. Tetapi engkau harus pergi ke negeriku, kepada sanak saudaraku, untuk mengambil seorang isteri bagi Ishak, anakku.” Lalu berkatalah hamba itu kepadanya, “Mungkin wanita itu tidak suka mengikuti aku ke negeri ini? Haruskah aku membawa anakmu ke negeri asal Tuanku itu? Abraham lalu berkata, “Awas, jangan kaubawa anakku itu kembali ke sana! Tuhan, Allah yang empunya langit, telah memanggil aku dari rumah ayahku dan dari negeri sanak saudaraku. Ia telah bersabda dan bersumpah kepadaku, ‘Negeri ini akan Kuberikan kepada keturunanmu.’ Dialah yang akan mengutus malaikat-Nya berjalan di depanmu, sehingga engkau dapat mengambil seorang isteri dari sana untuk anakku. Tetapi jika wanita itu tidak mau mengikuti engkau, maka bebaslah engkau dari sumpahmu kepadaku ini. Hanya saja, janganlah anakku kaubawa kembali ke sana.” Beberapa waktu kemudian Ishak datang dari arah sumur Lakhai-Roi; ia tinggal di tanah Negeb. Menjelang senja Ishak keluar untuk berjalan-jalan di padang. Ia melayangkan pandangannya dan melihat ada unta-unta datang mendekat. Itulah hamba Abraham yang kembali dari negeri tuannya dan membawa serta Ribka, calon isteri Ishak. Ribka juga melayangkan pandangannya dan melihat Ishak. Segera Ribka turun dari untanya dan bertanya kepada hamba Abraham, “Siapakah orang yang berjalan di padang menuju kita itu?” Jawab hamba itu, “Dialah tuanku.” Lalu Ribka mengenakan telekungnya dan menyelubungi diri. Kemudian hamba itu menceriterakan kepada Ishak segala yang dilakukannya. Maka Ishak mengantar Ribka ke dalam kemah Sara, ibunya, dan mengambil dia menjadi isterinya. Ishak mencintai Ribka, sehingga ia terhibur atas kematian ibunya. 
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 106:1–2.3–4a.4b–5

Ref. Bersyukurlah kepada Tuhan, karna baiklah Dia!

  1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya. Siapakah yang dapat memberitahukan keperkasaan Tuhan, dan memperdengarkan segala pujian kepada-Nya?

  2. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum, yang melakukan keadilan di setiap saat! Ingatlah akan daku, ya Tuhan, demi kemurahan-Mu terhadap umat.

     

  3. Perhatikanlah aku, demi keselamatan yang datang dari pada-Mu, supaya aku melihat kebahagiaan orang-orang pilihan-Mu, supaya aku bersukacita dalam sukacita umat-Mu, dan supaya aku bermegah bersama milik pusaka-Mu.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 9:9-13

“Bukan orang sehat yang memerlukan dokter; Aku menginginkan kasih sayang, bukan persembahan.

Pada suatu hari, Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Matius, lalu mengikuti Dia. Kemudian, ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa, makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada murid-murid Yesus, “Mengapa gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarnya dan berkata, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, melainkan orang sakit. Maka pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Christoforus Wahyu Tri Haryadi SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae … Hiduplah hati Yesus melalui hati Maria

Para pendengar resi yang terkasih, bersua lagi dengan saya romo christoforus wahyu tri haryadi scj dari komunitas jambi. Semoga Anda sekalian diberi imun yang cukup, semangat hidup yang bernyala-nyala dan stamina yang prima untuk menghadapi pandemic ini.

Dalam Injil yang kita dengarkan tadi, Tuhan Yesus melihat Matius dan kemudian mengundangnya untuk menjadi bagian dari karya pelayanannya. Setelah st Matius menerima undangan itu, Tuhan makan bersama dengannya dan teman lainnya. Namun kejadian itu dikomentari oleh para orang farisi yang sesungguhnya hendak menjatuhkan reputasi dan pengaruh Tuhan Yesus terhadap masyarakat saat itu.

Berhadapan dengan pertanyaan para farisi, Tuhan mengatakan hal ini: Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa. Yang dimaksudkan orang sakit dalam perkataan Tuhan tadi adalah orang berdosa. Dalam kisah di atas yang dimaksud orang berdosa adalah Matius pemungut cukai dan mungkin teman-temannya.

Saya rasa wajar ya orang menjadi bertanya-tanya dan was-was bila orang yang dikenalnya bergaul dengan mereka yang kita anggap sebagai pendosa (orang jahat, pembunuh, perampok, koruptor, pemakai narkoba atau pencuri atau provokator). Kita kawatir Ia tertular dan menjadi buruk. Maka orang lebih akan menganjurkan agar kenalannya bergaul dengan mereka yang berprestasi, terpandang, katanya bermutu dan secara moral diacungi jempol.

Lain halnya kalau ia adalah orang yang jelas secara mental dan kualitas bagus dan tidak akan pudar kualitasnya ketika berkumpul dengan pendosa. Ia bukan dipengaruhi tetapi sebaliknya mempengaruhi sesamanya. Bukan ia menjadi buruk tapi sesamanya menjadi baik. Bukan ia menjadi jahat tetapi sesamanya justru bertobat.   

Tuhan Yesus berada di posisi tersebut. Ia adalah terang yang bersinar dalam kegelapan. Ia adalah terang yang memasuki kegelapan dan menjadikan kegelapan itu sirna karena cahayanya. Belas kasihnya yang tak terbatas tidak akan rusak dan diberangus oleh para pendosa. Maka ketika Tuhan berkunjung ke rumah matius dan makan bersama matius dan rekan-rekannya sesungguhnya apa yang tadinya kegelapan telah berubah menjadi terang. Apa yang tadinya dicap pendosa, saat itu terjadi pertobatan. Dalam kebersamaan itu Tuhan telah menyembuhkan para pesakitan atau pendosa. Maka tak perlu ada yang dikhawatirkan.

Justru para farisi itulah yang tak dapat melihat terang itu bercahaya. Mata mereka terhalang oleh selumbar dan gajah sekaligus. Mereka sibuk mempertanyakan dan menghakimi sesamanya sehingga kehadiran Kristus justru mereka lewatkan. Keselamatan sejati di depan mata terlewatkan.

Para pendengar resi yang terkasih, lalu apa pesan dari sabda Tuhan di atas bagi kita? Kita diajak Tuhan Yesus untuk melihat apa yang oleh mata telanjang tak dapat dilihat. Yaitu hati dan kerinduannya. Kita juga diajak oleh Tuhan Yesus untuk digerakkan oleh belas kasih dalam menanggapi kehidupan bukan oleh penghakiman. Tuhan Yesus telah menunjukkan ketajaman matanya dan kebesaran kasihnya kepada Matius dan itu sungguh mengubah Matius menjadi murid yang akhirnya menulis injil bagi kita sekalian. Demikian Resi 2 Juli 2021 ini semoga Hati Kudus Yesus meraja dalam hati kita sekalian.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa Raja mahamulia, panggillah kiranya kami ikut dalam perjamuan dan limpahkanlah pengampunan dosa-dosa kami berkat roti anggur ini, Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 106:3

Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum, yang setiap saat melakukan keadilan.

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa: Allah Bapa mahabaik, Putra-Mu telah Kauutus mendatangi kami, guna menyembuhkan kami dari dosa dan menuntun kami di jalan-Mu. Semoga kami siap sedia mengabdi demi kebahagiaan dan keselamatan sesama dan karenanya kerajaan-Mu semakin berkembang. Demi Kristus, ….

 

1 Comment

  • Herlin djunaidy Juli 1, 2021 at 8:26 pm

    Amin

    Reply

Leave a Comment