Kamis, 07 Oktober 2021 – Peringatan Wajib St. Perawan Maria, Ratu Rosario

Rm. Anselmus Inharjanto SCJ dari Komunitas SCJ Palembang Indonesia

 
 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Luk 1:28,42

Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu. Terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu.

PENGANTAR

Suatu tanda bahaya, seruan mohon bantuan, selalu diulang-ulang dengan harapan akan mendapat jawaban. Suatu saat kegembiraan mendalam, suatu saat yang membahagiakan, berkali-kali dikenang untuk dinikmati lebih lama. Mungkin tiada kebaktian yang amat erat hubungannya dengan manusia seperti Rosario, doa harian orang-orang kecil sederhana. Mungkin ulangan-ulangan itu kurang mengena bagi kita. Tetapi hendaknya kita tanyakan, apakah doa-soa kita juga sejujur dan seikhlas sesederhana doa Rosario itu?

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahamurah, kami mengetahui dari kabar malaikat, bahwa Yesus Kristus, Putera-Mu, menjadi manusia. Kami mohon curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami, supaya berkat sengsara dan salib-Nya kami diantar kepada kebangkitan mulia. Demi Yesus Kristus, …

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Maleakhi 3:13-20b

“Hari Tuhan akan datang, menyala seperti api.”

Tuhan bersabda kepada orang-orang fasik, “Bicaramu tentang Aku kurang ajar. Meskipun demikian kalian bertanya, ‘Apakah yang kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?’ Kalian berkata, ‘Sia-sialah beribadat kepada Allah! Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap Allah dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan Tuhan semesta alam? Itulah sebabnya kita memuji bahagia orang-orang yang gegabah. Sebab mujurlah orang-orang yang berbuat jahat itu! Mereka mencobai Allah, namun luput juga.’ Sebaiknya orang-orang yang takwa berbicara demikian, ‘Tuhan memperhatikan dan mendengarkan kita; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takwa kepada Tuhan dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya.’ “Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri,” sabda Tuhan semesta alam, “pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia. Maka kalian akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang jahat, antara orang yang beribadat kepada Allah dan orang yang tidak beribadat kepada-Nya. Sesungguhnya hari itu akan datang, menyala seperti api. Maka semua orang gegabah dan orang fasik akan menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang akan datang itu,” sabda Tuhan semesta alam. “Mereka akan habis sampai ke akar dan cabangnya. Tetapi kalian yang takwa, bagi kalian akan terbit surya kebenaran yang sayapnya membawa kesembuhan.”
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 1:1-2.3.4.6

Ref. Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan

  1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.

  2. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan daunnya tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

  3. Bukan demikianlah orang-orang fasik; mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Kis 16:14b) Tuhan, bukalah hati kami, supaya kami memperhatikan sabda Putra-Mu.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 11:5-13

“Mintalah, maka kalian akan diberi.”

Pada waktu itu, sesudah mengajar para murid berdoa, Yesus bersabda kepada mereka, “Jika di antara kalian ada yang tengah malam pergi ke rumah seorang sahabat dan berkata kepadanya, ‘Saudara, pinjamilah aku tiga buah roti, sebab seorang sahabatku dalam perjalanan singgah di rumahku, dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya, masakah ia yang di dalam rumah itu akan menjawab, ‘Jangan mengganggu aku; pintu sudah tertutup, dan aku serta anak-anakku sudah tidur. Aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepadamu.’ Aku berkata kepadamu: Sekalipun dia tidak mau bangun dan tidak mau memberikan sesuatu meskipun ia itu sahabatnya namun karena sikap sahabatnya yang tidak malu-malu itu, pasti ia akan bangun dan memberikan apa yang dia perlukan. Oleh karena itu, Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, akan menerima, setiap orang yang mencari, akan mendapat, dan setiap orang yang mengetuk, akan dibukakan pintu. Bapa manakah di antara kalan, yang memberi anaknya sebuah batu, kalau anak itu minta roti? Atau seekor ular, kalau anaknya minta ikan? Atau kalajengking kalau yang diminta telur? Jika kalian yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anakmu, betapa pula Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada siapa pun yang meminta kepada-Nya.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Anselmus Inharjanto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Melanjutkan perikopa kemarin tentang bagaimana Yesus mengajarkan doa sederhana namun bermakna mendalam, hari ini Yesus hendak mengajarkan manfaat dari sebuah doa. Kalau doa adalah cara kita memupuk relasi mesra dengan Allah, membuat kita dekat dengan-Nya, kita pun akan merasakan buahnya dalam kehidupan harian. Yang ditekankan di sini bukan kalau kita meminta sesuatu pasti terkabul, namun lebih ke relasi yang berbuah hal yang baik.

Lihatlah yang Yesus tampilkan dalam bacaan hari ini, yakni relasi antar sahabat dan relasi bapak dan anak. Pertama soal sahabat yang minta tolong sahabatnya karena membutuhkan bantuan makanan. Kedua, seorang bapak yang memberikan makanan yang baik kepada anaknya.

Praktik kesalehan doa-doa kita semestinya mengarah kepada relasi yang sedekat sahabat dan keluarga tadi. Doa-doa kita membentuk relasi mesra kita dengan Allah sendiri, pemberi segalanya. Ada jaminan bahwa apa yang kita butuhkan niscaya terpenuhi karena kedekatan kita dengan Allah. Meminta dan mengetuk adalah simbol tindakan kerendahhati kita di hadapan Allah yang empunya kebutuhan dan empunya rumah. Kalau kita mengetuk pintu rumah seseorang, kita ada di luar. Itulah tanda bahwa kita ada di posisi lemah, semestinya rendah hati, mau berusaha, mau memohon, dll. Ini sikap iman yang luar biasa bagus di hadapan Allah tentu saja.

Semoga Hati Kudus Yesus mengajar bagaimana membangun kerendahan hati di hadapan Allah.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa yang maha pengasih, berilah kami semangat baru berkat persembahan ini. Semoga kehidupan Putera-Mu kami renungkan sedemikian rupa sehingga kami layak menerima kebahagiaan yang dijanjikan-Nya. Sebab Dialah,

ANTIFON KOMUNI – Luk 1:31

Engkau akan mengandung dan melahirkan seoran Putera yang harus kaunamai Yesus.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahamulia, dalam perayaan suci ini kami wartakan wafat dan kebangkitan Kristus. Semoga kami yang ikut serta dalam kehidupan dan kesengsaraan Putera-Mu, tetap bersatu dengan Dia dalam kemuliaan. Sebab Dialah, …

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment