Kamis, 14 Oktober 2021 – Hari Biasa Pekan XXVIII

Rm. Petrus Haryanto SCJ dari Komunitas SCJ Palembang Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Roma 3:25

Kristus Yesus ditetapkan oleh Allah, supaya darah-Nya menjadi tebusan bagi mereka yang percaya pada-Nya.

PENGANTAR

Satu hal yang pasti dalam hidup kita: tanpa iman yang mantap hukum kehilangan arti. Bila kita ingin masuk menjadi anggota Gereja dan mengikat janji untuk hidup sebagai orang kristiani seperti yang diberikan teladannya oleh Kristus sendiri, maka kita akan lebih mudah mengakui bahwa diperlukan hukum dan peraturan.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa kami sumber iman kepercayaan, kami telah Kauanugerahi iman dan Kauperkenankan ikuat serta dalam Roh-Mu. Kami mohon kekuatan, agar mampu menyelesaikan Apa yang sudah Kaumulai melalui Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma 3:21-30a

“Manusia dibenarkan berkat iman, bukan karena melakukan hukum.”

Saudara-saudara, tanpa hukum Taurat, kebenaran Allah kini telah dinyatakan, seperti yang sudah disaksikan dalam Kitab Taurat dan kitab-kitab para nabi, yaitu: kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada lagi pembedaan. Semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia Allah, semua telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditetapkan oleh Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini Ia perbuat untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa kini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan bahwa Ia juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus. Jika demikian, apakah masih ada alasan untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman. Sebab kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat. Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga Allah bangsa-bangsa lain? Ya benar! Ia juga Allah bangsa-bangsa lain! Artinya, hanya ada satu Allah yang membenarkan orang-orang bersunat karena iman, dan orang-orang tak bersunat juga karena iman.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 130:1b-2.3-4.5-6ab

Ref. Kasihanilah, ya Tuhan, Kau-lah pengampun yang rahim, dan belas kasih-Mu tak terhingga.

  1. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.

  2. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.

  3. Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih daripada pengawal mengharapkan pagi.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Yoh 14:6) Akulah jalan, kebenaran dan hidup; hanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 11:47-54

“Darah para nabi, mulai dari Habel sampai kepada Zakharia akan dituntut.”

Sekali peristiwa, tatkala duduk makan di rumah seorang Farisi, Yesus berkata, “Celakalah kalian, sebab kalian membangun makam bagi para nabi, padahal nenek moyangmulah yang telah membunuh mereka. Dengan demikian kalian mengakui, bahwa kalian membenarkan perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kalian membangun makamnya. Sebab itu hikmat Allah berkata, ‘Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul. Tetapi separuh dari antara para nabi dan para rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya. Maka dari angkatan ini akan dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan, mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan rumah Allah.’ Bahkan Aku berkata kepadamu, ‘Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini.’ Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat, sebab kalian telah mengambil kunci pengetahuan. Kalian sendiri tidak masuk ke dalamnya, tetapi orang yang berusaha masuk kalian halang-halangi.” Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, para ahli Taurat dan orang Farisi terus menerus mengintai, dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal. Dengan itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Petrus Haryanto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Maria. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

<<Orang yang menutup diri terhadap kebenaran, bisa jadi juga akan mudah menghakimi dan menghalang-halangi orang lain yang ingin benar-benar mengenal Allah dan mau mencari kebenaran>>

Pendengar RESI Dehonian yang terkasih. Kita mengenal siapa itu Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Mereka adalah pemuka-pemuka agama Yahudi, tokoh-tokoh penting yang menentukan dalam hidup bermasyarakat maupun hidup bersama. Mereka menguasai dan memahami aneka aturan dan tatanan hidup bersama. Tetapi sayangnya mereka tidak melaksanakannya. No action talk only. Mereka buta karena kecongkakan mereka terhadap pengetahuan iman dan pengetahuan akan Kitab Suci yang hanya untuk kepentingan mereka sendiri. Bahkan mereka menutup mata terhadap kebenaran Yesus Kristus.

Oleh karena itu wajar kalau Yesus mengecam mereka dengan amat tegas dan keras, bahkan mungkin menyakitkan mereka. Yesus mengecam kepalsuan dan kemunafikan mereka. Kepalsuan berarti mereka menutupi apa yang mestinya dinyatakan apa adanya. Kemunafikan mereka nyata dalam cara bicara, tindakan yang seolah-olah benar, tetapi kenyatakannya adalah sebaliknya.

Pendengar RESI Dehonian yang terkasih. Kecaman Yesus itu rasanya juga masih sangat factual bagi kehidupan kita sekarang ini. Orang yang menutup diri terhadap kebenaran, bisa jadi juga akan mudah menghakimi dan menghalang-halangi orang lain yang ingin benar-benar mengenal Allah dan mau mencari kebenaran. Keinginan untuk dipandang sebagai orang baik, bisa saja membuat kita menjaga sikap sebaik mungkin di depan orang lain, tetapi sebaliknya bila tidak ada orang lain di sekitar kita. Bagi Yesus, bila hati kita bersih maka motivasi dan sikap kita pun akan bersih, akan murni. Tindakan dan perbuatan yang lahir pun bersih. Jika kita hanya memperhatikan apa yang tampak dari luar maka tak dapat dipungkiri bila kesombongan justru akan muncul dari hati kita, dan ini akan merugikan diri kita sendiri, terlebih juga merugikan orang/orang di sekitar kita.

Pendengar RESI Dehonian yang terkasih. Kita disadarkan agar tetap terbuka terhadap sapaan Allah, dan terutama siap untuk membuka kemungkinan karya Allah yang mau menyapa kita dan juga orang lain. Bagi Yesus, sikap dan tindakan hidup hendaknya didasarkan pada iman yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan atas dasar kecemerlangan intelektualitas atau popularitas. Iman mendorong orang berbuat kebaikan. Dan dengan iman itu pulalah, kita memberikan kehidupan bagi sesama, bagi lingkungan yang ada di sekitar kita. Yesus mengajak siapa pun kita yang mau hidup berlandaskan iman untuk bercermin dalam setiap hikmah kehidupan. Yesus mendorong kita untuk sungguh hidup jujur, hidup benar di hadapan Tuhan dan sesama. Tuhan memberkati niat-niat baik kita. AMIN

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa kami yang mahakuasa, berilah kiranya kami kekuatan berkat roti anggur ini, agar dapat hidup seturut teladan Yesus Putra-Mu, yang telah sudi menjadi santapan kami.

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 130:1-2

Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami yang mahakudus, ajarilah kami mendengarkan sabda Putra-Mu dan mengalami benar-benar bahwa Engkau sendirilah yang sebenarnya berbicara kepada kami. Sebab Dialah ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment