Rabu, 13 Oktober 2021 – Hari Biasa Pekan XXVIII

Rm. Vincen Suparman SCJ dari Komunitas SCJ Florida USA

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Ibrani 4:12

Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji segala pikiran dan maksud hati.

PENGANTAR

Bila terjadi suatu kegagalan, kita cenderung menyalahkan orang lain. Kita cenderung cuci tangan. Maka tepatlah pepatah. “Perbaikilah dunia, mulailah dengan dirimu sendiri”. Janganlah menegur orang lain, apa yang tidak kaulakukan sendiri. Orang tidak dapat menerima hal itu, Yesus pun demikian, sikap demikian itu munafik.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa kami yang mahabaik, sungguh besar kesabaran-Mu dan sungguh agung kerahiman-Mu. Perkenankanlah kami bertobat mengakui kebenaran-Mu, yang tampak dalam diri Yesus, Sabda-Mu yang terpercaya dan mendatangkan harapan. Dialah Tuhan ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma 2:1-11

“Allah membalas setiap orang menurut perbuatannya.”

Hai manusia, siapapun juga engkau, kalau menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari kesalahan. Sebab dalam menghakimi orang lain, engkau pun menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama. Tetapi kita tahu, bahwa hukuman Allah berlangsung secara jujur atas mereka yang berbuat demikian. Dan engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang berbuat demikian, sedangkan engkau sendiri melakukannya juga, adakah engkau sangka, bahwa engkau akan luput dari hukuman Allah? Ataukah kauanggap sepi kemurahan-Nya yang berlimpah? Kauanggap sepikah kesabaran dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri untuk hari penghakiman. Saat murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan. Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Hidup kekal akan diberikan kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, yang mencari kemuliaan, kehormatan dan kebakaan. Tetapi murka dan geram akan diberikan kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman. Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani. Sebaliknya kemuliaan, kehormatan, dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani. Sebab Allah tidak memandang bulu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 62:2-3.6-7.9

Ref. Tuhan, Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.

  1.  Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batu dan keselamatanku; hanya Dialah kota bentengku, aku tidak akan goyah.

  2. Hanya pada Allah saja aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. Hanya Dialah gunung batu dan keselamatanku; hanya Dialah kota bentengku, aku tidak akan goyah.

  3. Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Yoh 10:27) Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan; Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 11:42-46

“Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi! Celakalah kamu, hai ahli-ahli kitab.”

Sekali peristiwa Yesus bersabda, “Celakalah kalian, hai orang-orang Farisi! Sebab kalian membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kalian mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Celakalah kalian, hai orang-orang Farisi, sebab kalian suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar. Celakalah kalian, sebab kalian seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya. Seorang ahli Taurat menjawab, “Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga.” Tetapi Yesus berkata lagi, “Celakalah kalian juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kalian meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kalian sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Vincen Suparman SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Perikopa ini diawali dengan perisitwa dalam mana Jesus diundang makan di rumah seorang Farisi. Pada kesempatan itu menurut pengamatan orang Farisi, ada sesuatu yang tak lazim. Jesus didapati tidak mencuci tangan sebelum makan. Ketidaklaziman ini menimbulkan pertanyaan bagi kaum Farisi. Menyadari bahwa perbuatan tidak mencuci tangan lebih dahulu sebelum makan, Jesus memberikan jawaban, penjelasan, dan sekaligus teguran keras kepada kaum Farisi.

Bahkan Jesus bukan hanya menegur, tetapi juga marah kepada kaum Farisi. Dalam kemarahan-Nya itu Jesus membongkar kemunafikan kaum Farisi. Kebanyakan dari mereka dipercaya untuk menduduki jabatan penting di Bait Allah. Kendati mereka mimiliki posisi penting di Bait Allah, mereka  gagal:

  • Dalam mendengarkan Sabda Tuhan;

  • Dalam membawa umat kepada Tuhan;

  • alam membangun relasi antar umat  Allah.

Kecuali hal-hal di atas dalam kemarahan-Nya Jesus membongkar kelakuan kaum Farisi, sehubungan dengan hal-hal berikut ini:

  1. 1.Dengan segala cara yang cerdik kaum Farisi memaksa umat  membayar perpuluhan demi memenuhi peraturan Hukum Taurat. Baik kaya maupun miskin mereka membayar. Hal itu sangat ditegaskan oleh Kaum Farisi yang bekerja di lingkungan Bait Allah.

  2. Namun kaum Farisi tidak membayar perpuluhan sebagaimana dilakukan oleh umat. Kaum Farisi tidak benar-benar memberikan sepuluh persen dari pendapatan mereka. Sebagai gantinya, mereka membayar dengan selasih, inggu, dan segala jenis sayuran yang nilainya tak sampai sepuluh persen dari penghasilan mereka. Boleh jadi mereka tidak memetik dari kebun mereka sendiri. Tetapi mereka  memakai  barang-barang persembahan  dari  umat yang mungkin sudah layu, atau mereka sudah bekelebihan, untuk membayar perpuluhan. Sebagai pejabat keagamaan mereka meminta umatnya agar membayar perpuluhan sesuai dengan ketentuan HUKUM TAURAT (Hukum Musa).  Tetapi mengapa Kaum Farisi yang adalah pengajar dan pemimpin umat justru tidak mematuhi ketentuan hukum itu. Hukum harus dipatuhi tetapi Keadilan harus ditegakkan! Inilah kemunafikan para pejabat Bait Allah yang dikritik habis-habisan oleh Jesus.

  3. Narsistik: Kaum Farisi suka menduduki tempat terhormat di rumah ibadat, tetapi mereka tidak melakukan ajaran Taurat. Mereka tampil sebagai orang-orang saleh. Namun, sebenarnya mereka lebih sibuk dengan hal-hal lahiriah. Contoh:  Jesus makan tanpa mencuci langan lebih dahulu diperbincangkan, tetapi ketidakadilan dalam masyarakat mereka biarkan.

  4. Kubur tanpa tanda: Perilaku kaum Farisi ini dikritik oleh Jesus dengan sangat tajam. Mereka diibaratkan seperti KUBUR yang tidak memakai tanda(unseen graves). Mereka adalah orang-orang yang Hafal HUKUM dan mendalami secara detail setiap hari. Sayang sekali, ketika dihadapkan pada situasi konkret, mereka tidak merealisir nilai-nilai hukum Taurat yang semestinya menjadi pedoman hidup dalam menolong sesama.

Dengan contoh-contoh di atas marilah kita memberanikah diri sekali lagi mengali perilaku kita sebagai umat beriman. Saat ini munking kita tersenyum mencermati perilaku kaum Farisi. Namun, dalam relung hati yang terdalam kaum Farisi itu adalah kita yang belum banyak berbuat untuk membantu sesama. Munking selama ini masih menyibukkan diri dengan aneka doa dan devosi yang sifatnya liturgis dan lahiriah. Marilah, kita merealisir iman kita secara konkret yang menyentuh langsung relung hati kita dan meringankan beban banyak orang yang kita jumpai entah di dalam keluarga atau di tempat-tempat kita bekerja. Amen.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa kami yang mahabaik, berkenanlah membebani kami dengan ketaatan akan kehendak-Mu. Patahkanlah kesombongan kami dan ajarilah kami saling menaruh cinta kasih. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Yohanes 14:5

Aku ini jalan, kebenaran dan hidup. Tiada orang dapat sampai kepada Bapa kecuali lewat Aku.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih jadikanlah kiranya kami orang yang menyesuaikan hidup kami dengan kehendak hati-Mu, dan ajarilah kami memanggul beban cinta kasih karena Yesus, jalan kehidupan kami. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI:

No Comments

Leave a Comment