Selasa, 26 Oktober 2021 – Hari Biasa Pekan XXX

 

Rm. Gregorius Jenli Imawan SCJ dari Komunitas SCJ Palembang Indonesia

 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 126:6

Orang yang melangkah menangis sambil menaburkan benih, akan pulang dengan sorak-sorai membawa berkas-berkas panenannya.

PENGANTAR

Karya penyelamatan manusia biasanya tidak tampak hasil-hasilnya. Sering malahan kebalikannya yang tampak. Kita lalu cenderung melarikan diri kepada karya-karya dengan hasil yang tampak. Dengan demikian kita mengabaikan tugas-tugas kita. Bukan kita yang melaksanakan karya penyelamatan. Kita ini hanyalah sarana-sarana di tangan Tuhan. Dialah yang mengarahkan bumi langit menuju pewahyuan penuh kemuliaan-Nya.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa kami, sumber kebebasan, Engkau menghendaki ciptaan-Mu dibebaskan dan disempurnakan dalam diri Yesus, Adam Baru. Kami mohon perkenankanlah kami lahir kembali menjadi putra dan putri kebebasan. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma 8:18-25

“Seluruh makhluk dengan rindu menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.”

Saudara-saudara, aku yakin penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan amat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan karena kehendaknya sendiri, melainkan oleh kehendak Dia yang telah menaklukkannya; tetapi penaklukan ini dalam pengharapan, sebab makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan, dan masuk ke dalam kemerdekaan mulia anak-anak Allah. Kita tahu, sampai sekarang ini seluruh makhluk mengeluh dan merasa sakit bersalin; dan bukan hanya makhluk-makhluk itu saja! Kita yang telah menerima Roh Kudus sebagai kurnia sulung dari Allah, kita pun mengeluh dalam hati sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan lagi pengharapan. Sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang sudah dilihatnya? Tetapi kalau kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, maka kita akan menantikannya dengan tekun.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 126:1-2ab.2cd-3.4-5.6

Ref. Aku wartakan karya agung-Mu, Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.

  1. Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tawa-ria, dan lidah kita dengan sorak-sorai.

  2. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa, “Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!” Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.

  3. Pulihkanlah keadaan kami, ya Tuhan, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.

  4. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya.
S : (Mat 11:25) Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 13:18-21

“Biji itu tumbuh dan menjadi pohon.”

Ketika mengajar di salah satu rumah ibadat, Yesus bersabda, “Kerajaan Allah itu seumpama apa? Dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya. Biji itu tumbuh dan menjadi pohon, dan burung-burung di udara bersarang di ranting-rantingnya.” Dan Yesus berkata lagi, “Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah? Kerajaan Allah itu seumpama ragi, yang diambil seorang wanita dan diaduk-aduk ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai seluruhnya beragi.”
Demikianlah Injil Tuhan!
U. Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. 

Vivat Cor Iesu per Cor Maria. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Romo Jenli, SCJ dari Komunitas SCJ – Palembang, Indonesia dalam ReSi (Renungan Singkat) Dehonian, edisi hari Selasa, 26 Oktober 2021.

Marilah kita mendengarkan Sabda Tuhan, yakni dari Injil Lukas 13: 18-21.

Dalam Injil pada hari ini, Tuhan Yesus berbicara tentang Kerajaan Allah. Meski Ia berbicara tentang Kerajaan Allah dalam bentuk perumpamaan, tapi kita dapat menangkap sebuah poin penting, yakni bahwa Kerajaan Allah itu berkaitan tentang dinamika perkembangan yang memberikan manfaat. Maka tepat jika Tuhan menggambarkan Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi yang berkembang dan kemudian memberikan manfaat bagi burung-burung di udara bersarang di ranting-rantingnya; tepat pulalah jika Kerajaan Allah itu digambarkan seperti ragi yang diaduk-aduk ke dalam tepung terigu tiga sukat dan menjadikannya sebagai adonan yang diperlukan untuk membuat roti.

Merenungkan salah satu nilai dari Kerajaan Allah, yakni berkembang untuk memberikan manfaat, mengingatkan pada panggilan kita sebagai orang Kristiani. Tentunya apa yang memberikan manfaat itu tidak sebatas untuk diri sendiri. Seperti biji sesawi yang tumbuh dan memberikan tempat bagi burung-burung untuk membuat sarang di ranting-rantingnya dan seperti ragi yang menjadikan terigu sebagai adonan untuk membuat roti, maka panggilan kita pun hendaknya memberikan manfaat untuk orang lain.

Menjadikan diri sebagai pribadi yang bermanfaat bagi orang lain merupakan kebutuhan di jaman sekarang ini. Hingga detik ini, kita sudah menerima banyak berkat yang diterima dari Tuhan, baik itu kehidupan, kesehatan, pekerjaan yang mapan, keluarga dan masih banyak lainnya. Namun, di hadapan itu semua kadang kita lupa untuk membagikan apa yang sudah kita terima itu kepada sesama. Atas sekian banyak rahmat yang sudah diterima hendaknya menjadi dorongan bagi kita untuk berbagi; berbagi bagi sesama yang lebih membutuhkan. Bisa jadi bahwa ketika Tuhan memberikan rahmat kepada kita, misalnya dalam bentuk material berupa harta dan benda, itu merupakan cara Tuhan untuk memerhatikan umatnya yang sangat membutuhkan. Singkatnya, rahmat yang kita terima itu merupakan “titipan” Tuhan bagi sesama yang diberikan melalui tangan kita. Jika itu memang menjadi kehendak Tuhan, maka kita pun patut untuk merenung: “Sudah berapa kali aku berbagi dengan sesamaku, terlebih mereka yang lebih membutuhkan”?

Menjadi orang Katolik yang bermanfaat bagi sesama merupakan salah satu nilai dari Kerajaan Allah. Berbagi dari apa yang kita miliki merupakan sebuah cara luhur untuk mewujudkannya. Dan yang lebih penting: “Berbagi itu bukan hanya tentang seberapa besar dan berharganya apa yang kita beri, namun lebih pada seberapa tulusnya hati ketika memberi”.

Semoga Hati Kudus Yesus, selalu memberkati kita. Amin.

DO PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa maha pengasih, berkatilah kiranya persembahan ini, dan semoga terlaksanalah perjanjian-Mu dalam anggur roti ini, dalam diri Yesus, yang telah sudi menumpahkan darah bagi keselamatan kami. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Roma 8:25

Kalau kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, maka kita akan menantikannya dengan tekun.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, sumber kehidupan kami mengucap syukur karena roti anggur yang menjadi permulaan ciptaan baru. Berkenanlah memanggil semua orang mengikuti perjamuan di kerajaan-Mu. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment