Minggu, 31 Oktober 2021 – Hari Minggu Biasa XXXI

Rm. Alexander Pambudi SCJ dari komunitas SCJ Teluk Betung Lampung-Indonesia

 
 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Yer 29:11,12,14

Aku memikirkan rancangan damai, bukan bencana; kamu akan berseru kepada-Ku dan Aku akan mendengarkan kamu; Aku akan membawa kamu kembali dari semua tempat pembuanganmu.

PENGANTAR

Tahun Liturgi hampir berakhir. Kini liturgi membicarakan akhir dunia. Suatu pesan yang agak mengejutkan juga. Tetapi itu pun suatu Injil, artinya Warta Gembira. Kita tahu tiada kebinasaan satu pun merupakan akhir segala-galanya, dan bahwa pekerjaan dan pembangunan kita bersifat sementara. Sebab sekali waktu Putra Manusia akan datang dan barangsiapa hidup baik, akan bersinar bagaikan matahari dan hidup kekal. Berjaga-jagalah jika kamu ingin diselamatkan! Sebab tidak ada yang tahu kapan Penolong akan datang. Hanya Bapa yang mengetahuinya.

DOA PEMBUKA:

Marilah kita berdoa: (hening sejenak) Ya Allah, melalui pengurbanan Putra-Mu di kayu salib, Engkau berkenan untuk menyelamatkan umat manusia di sepanjang zaman. Dampingilah kami untuk tetap setia mengikuti Putra-Mu sehingga kelak Kauikutsertakan dalam perkumpulan para pilihan-Mu di surga. Sebab, Dialah Tuhan danPengantara kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Ulangan 6:2-6

“Dengarkanlah, hai orang Israel, kasihilah Tuhan dengan segenap hatimu.”

Sekali peristiwa Musa berkata kepada bangsanya, “Seumur hidup hendaknya engkau dan anak cucumu takut akan Tuhan, Allahmu, serta berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu; dan supaya lanjut umurmu, dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah ketetapan dan perintah itu dengan setia supaya baiklah keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan Tuhan, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa! Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dan dengan segenap kekuatanmu! Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 18:2-3a.3bc-4.47+51ab

Ref. Aku mengasihi Tuhan, Dia sumber kekuatan. Hidupku kan menjadi aman dalam lindungan-Nya.

  1. Aku mengasih Engkau, ya Tuhan, kekuatanku; ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahanan dan penyelamatku.

  2. Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! Terpujilah Tuhan, seruku; maka aku pun selamat dari para musuhku;

  3. Tuhan itu hidup! Terpujilah Gunung Batuku, dan mulialah Allah Penyelamatku. Tuhan mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya, Ia menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani 7:23-28

“Yesus tetap selama-lamanya, maka imamat-Nya tidak dapat beralih kepada orang lain.”

Saudara-saudara, dalam jumlah yang besar kaum Lewi telah menjadi imam karena mereka dicegah oleh maut untuk tetap menjabat imam. Tetapi Yesus tetap selama-lamanya; maka imamat-Nya tidak dapat beralih kepada orang lain. Karena itu Yesus sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang demi Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup lestari untuk menjadi Pengantara mereka. Imam Agung seperti inilah yang kita perlukan; yakni saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang telah terpisah dari orang-orang berdosa dan ditinggikan mengatasi segala langit; yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan kurban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya. Hal itu telah dilakukan Yesus satu kali untuk selama-lamanya, yakni ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai kurban. Hukum Taurat menetapkan orang-orang yang diliputi kelemahan menjadi imam agung. Tetapi sesudah hukum Taurat itu, diucapkan sumpah, yang menetapkan Anak, yang sudah menjadi sempurna sampai selama-lamanya menjadi Imam Agung.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya.
S : (Yoh 14:33) Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti Firman-Ku; Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepada-Nya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 12:28b-34

“Inilah perintah yang paling utama, dan perintah yang kedua sama dengan yang pertama.”

Pada suatu hari, datanglah seorang ahli Taurat kepada Yesus, dan bertanya, “Perintah manakah yang paling utama?” Yesus menjawab, “Perintah yang paling utama ialah: Dengarlah, hai orang Israel! Tuhan Allah kita itu Tuhan yang esa! Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi dan dengan segenap kekuatanmu. Dan, perintah yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada perintah lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus, “Guru, tepat sekali apa yang Kaukatakan itu, bahwa Allah itu esa, dan tidak ada Allah lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, serta mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri jauh lebih utama daripada semua kurban bakaran dan kurban sembelihan.” Yesus melihat, betapa bijaksananya jawab orang itu. Maka, Ia berkata kepadanya, “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan tak seorang pun masih berani menanyakan sesuatu kepada Yesus.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Alexander Pambudi SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Dehonian yang terkasih, salam jumpa dengan saya, Rm. Alexander Pambudi SCJ, dari komunitas Superiorat SCJ Telukbetung, Lampung, dalam RESI-Renungan Singkat Dehonian, edisi Minggu, 31 Oktober 2021. Marilah kita mendengarkan firman Tuhan hari ini. Inilah Injill Yesus Kristus menurut Mrk 12:28b-34:

Sahabat resi, hari ini kita kita sudah memasuki penghujung bulan Okotober. Salam sehat dan tetap semangat. Sahabat Resi yang diberkati Tuhan, pertanyaan kepada Yesus di dalam bacaan Injil hari ini “Guru, perintah manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” tentu membuat orang ikut berpikir, dari sekian banyak hukum dalam Taurat, manakah yang paling pokok. Menurut para ahli, dalam rumusan aslinya, pertanyaan tadi sebenarnya berbunyi: “Guru, perintah macam apa bisa disebut besar di dalam Taurat?” Jadi yang dipertanyakan bukanlah yang mana, melainkan macamnya, jenisnya, kategorinya. Pertanyaan ini mengarah pada ciri-ciri yang membuat perintah tertentu dapat dikatakan perintah utama. Memang diandaikan perintah-perintah dalam Taurat tidak sama bobotnya. Ahli Taurat itu mau tahu apa Yesus memiliki kemampuan menimbang bobot perintah-perintah itu dan bukan hanya asal kutip sana-sini.

Dalam versi Mark, masih ditambahkan bahwa sang ahli Taurat membenarkan pendapat Yesus dan malah menegaskan bahwa kedua perintah itu mengatasi semua kurban bakaran dan kurban lainnya (Mrk 12:32-33). Kesadaran seperti ini membuat Yesus mengatakan bahwa orang itu tak jauh lagi dari Kerajaan Allah. Ia sudah melihat jangkauan yang lebih luas dalam hidup beragama. Bukan sekedar menjalankan kurban, tapi juga upaya memahami sesama sebagai yang sama-sama diperhatikan Allah. Inilah yang membuatnya dapat mengasihi Allah dengan utuh. Inilah yang membuatnya dekat dengan kehadiran ilahi.

Sahabat Resi, hari ini kita diajak untuk menempatkan hukum yang terutama ini sebagai prioritas dalam hidup kita dibanding hukum-hukum yang lain. Mencintai Tuhan saat kita mengalami kebahagiaan dan sukacita barangkali bukan hal sulit. Karena saat itu kita dipenuhi rasa syukur yang mendalam. Tetapi bagaimana jika kita diajak tetap mencintai Tuhan jika kita dalam situasi yang sulit: musibah, penderitaan, kegamangan hidup, dan keputusaasaan? Tentu ini tidak mudah, tetapi pergulatan batin yang mendalam ini akan memurnikan iman kita kepada Tuhan. Sudahkah kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi kita? Mencintai atau mengasihi diri sendiri adalah ”menerima diri sendiri apa adanya”, termasuk pengalaman-pengalaman yang menyakitkan, entah yang disadari maupun belum/tidak disadari; Jika kita belum selesai dengan penerimaan diri kita – diri sendiri apa adanya- , jangan pernah berharap kita ”bisa mencintai sesama” apalagi ”mencintai Tuhan”. Bahwa dengan menerima diri sendiri apa adanya, kita dapat menerima orang lain seperti apa adanya mereka, tanpa menuntut orang lain menjadi seperti ‘mau’nya kita.

Mencintai seseorang saat kita tidak merasa aman, adalah hal yang perlu kita perjuangkan setiap hari. Inilah yang dimaksud dengan mencintai dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan dengan segenap kekuatan. Amin. Tuhan memberkati.

DOA UMAT

I : Allah Bapa menghendaki kita semua dapat bersatu dengan-Nya dalam Kerajaan-Nya yang mulia. Marilah kita panjatkan doa-doa kita kepada-Nya agar kita termasuk dalam hitungan orang-orang yang dipilih-Nya, yang layak masuk dan tinggal di Kerajaan-Nya.

L : Bagi Gereja, Umat Allah yang masih berziarah. Semoga Allah Bapa Mahabaik menuntun langkah peziarahan umat sehingga tidak berpaling ke belakang, namun memandang ke depan untuk membangun masa yang lebih baik, berkat karunia Kristus. Marilah kita Kami mohon,…

L : Bagi masyarakat yang tertimpa kelaparan, perang, dan bencana alam. Semoga kami tidak muak atau putus asa atas keadaan dunia dewasa ini, melainkan mampu melihat juga sinar-sinar harapan yang cerah dan mampu mewartakan Injil Kristus dengan mempertimbangan dunia serta manusianya. Marilah kita mohon,…

L : Bagi orang-orang yang dianiaya demi kebenaran dan keadilan. Semoga Allah Bapa Mahakasih senantiasa meneguhkan dan menghibur orang-orang yang dianiaya demi keadilan dan kebenaran sehingga mereka terus bertekun dalam menjadi saksi Injil-Mu bagi semakin carahnya dunia. Marilah kita mohon,…

L : Bagi komunitas kita. Semoga komunitas kita selalu hidup waspada dan prihatin, saling terbuka, giat bekerja sama dengan tulus untuk kesejahteraan dunia, dan terbuka untuk bertumbuh dalam Kristus. Marilah kita mohon,…

I : Allah, Bapa kami, Engkau telah memilih kami dalam Kristus dan menghendaki kami hidup seperti Dia. Maka, kami mohon semoga kami mengenal-Nya sedalam-dalamnya, dan semoga Ia menjadi daya utama hidup kami. Sebab, Dialah Tuhan kami kini dan sepanjang masa. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Ya Allah, terimalah persembahan kami ini dan persatukanlah dengan kurban Kristus, Putera-Mu agar mendatangkan keselamatan bagi kami. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 73:28

Berpaut pada Tuhan Allah itu baik bagiku, demikian juga menaruh harapan kepada-Nya.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah kita berdoa: Allah Bapa kami di surga, puji syukur kami aturkan kepada-Mu atas hidangan surgawi yang telah kami nikmati dalam perjamuan kudus-Mu ini. Semoga pengorbanan Putra-Mu ini menjiwai kami untuk berani berkorban demi kepentingan Gereja dan masyarakat kami serta memperkuat harapan kami akan langit dan bumi baru yang Kaujanjikan. Sebab, Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment