Jumat, 26 November 2021 – Hari Biasa Pekan XXXIV

Rm. Gregorius Jenli Imawan SCJ dari Komunitas SCJ Palembang – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Daniel 7:14

Kepada Putra Manusia diserahkan kekuasaan, kehormatan, dan kerajaan. Dan segala bangsa, suku dan bahasa berbakti kepada-Nya. Kekuasaan-Nya kekal adanya dan kerajaan-Nya takkan binasa.

PENGANTAR:

‘Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Bila pohon itu telah bertunas, tahulah kalian bahwa musim panas sudah dekat.’ Benih kerajaan surga yang ditanam Yesus dapat menjadi hidup baru bagi setiap orang. Kerajaan Allah ada di tengah-tengahmu. Kerajaan-kerajaan lain tampaknya lebih kuasa, tetapi bila kita bekerja sama dengan Roh Kristus, maka kerajaan-Nya dalam diri kita akan tumbuh dan berkembang.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa kami yang mahaagung, datangkanlah kiranya kerajaan-Mu di dunia dan tumbuhkanlah harapan pada setiap orang, yang menderita kesulitan dan kesengsaraan, melalui Yesus, Sabda-Mu pembawa harapan. Sebab Dialah Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Daniel 7:2-14

“Seseorang serupa Anak Manusia datang bersama awan-gemawan.”

Aku, Daniel, mendapat suatu penglihatan pada waktu malam. Tampak keempat angin dari langit mengguncangkan laut besar. Lalu naiklah empat binatang besar dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain. Yang pertama rupanya seperti seekor singa dan mempunyai sayap burung rajawali. Aku terus melihatnya sampai sayapnya tercabut dan ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia dan kepadanya diberikan hati manusia. Dan tampak ada seekor binatang lain, yang kedua, rupanya seperti beruang. Ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada dalam mulutnya di antara giginya. Kepadanya dikatakan demikian, ‘Ayo makanlah daging banyak-banyak’. Kemudian aku melihat, tampak seekor binatang lain lagi, rupanya seperti macan tutul. Ada empat sayap burung pada punggungnya. Lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan. Kemudian aku melihat dalam penglihatan malam itu, tampak seekor binatang yang keempat, yang menakutkan dan mendahsyatkan, ia sangat kuat. Ia bergigi besar dari besi. Ia melahap dan meremukkan mangsanya, dan sisanya diinjak-injak dengan kakinya. Ia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu. Lagipula ia bertanduk sepuluh. Sementara aku memerhatikan tanduk-tanduk itu, tumbuhlah di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sehingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu tercabut. Pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong. Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya. Pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba. Takhta-Nya dari nyala api, rodanya dari api yang berkobar-kobar. Suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya. Beribu-ribu melayani Dia, dan beratus-ratus ribu berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab. Aku terus melihatnya, karena tanduk kecil binatang yang keempat itu mengucapkan kata-kata sombong. Aku terus melihatnya sampai binatang itu dibunuh. Bangkainya dibinasakan dan dilemparkan ke dalam api yang membakar. Juga kekuasaan binatang-binatang yang lain dicabut, dan jangka hidup mereka ditentukan sampai waktu dan saatnya. Aku terus melihat dalam penglihatan waktu malam itu, nampak seseorang serupa Anak Manusia datang dari langit bersama awan-gemawan. Ia menghadap Dia yang telah lanjut usia-Nya dan diantar ke hadapan-Nya. Kepada yang serupa Anak Manusia itu diserahkan kekuasaan, kehormatan dan kuasa sebagai raja. Dan segala bangsa, suku dan bahasa mengabdi kepada-Nya. Kekuasaan-Nya kekal adanya dan kerajaan-Nya takkan binasa.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

KIDUNG TANGGAPAN: Daniel 3:75.76.77.78.79.80.81

Ref. Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

  1. Pujilah Tuhan, hai gunung-gemunung

  2. Pujilah Tuhan, hai segala tumbuhan di bumi

  3. Pujilah Tuhan, hai segenap mata air dan bukit

  4. Pujilah Tuhan, hai lautan dan sungai

  5. Pujilah Tuhan, hai raksasa lautan dan segala yang bergerak di air

  6. Pujilah Tuhan, hai unggas di udara

  7. Pujilah Tuhan, hai segala binatang buas dan ternak di bumi

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Luk 21:28) Angkatlah kepalamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 21:29-33

“Jika kalian melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.”

Pada waktu itu Yesus mengemukakan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya, “Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kalian melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kalian tahu dengan sendirinya, bahwa musim panas sudah dekat. Demikian pula, jika kalian melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Sungguh, angkatan ini takkan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi sabda-Ku takkan berlalu.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Gregorius Jenli Imawan SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Romo Jenli, SCJ dari Komunitas SCJ – Palembang, Indonesia dalam ReSi (Renungan Singkat) Dehonian, edisi hari Jumat, 26 November 2021. Marilah kita mendengarkan Sabda Tuhan, yakni dari Injil Lukas 21: 29-33.

Kepekaan terhadap hadirnya Kerajaan Allah menjadi inti dari Injil hari ini. Perumpamaan Tuhan yang ditujukan kepada para murid tentang pohon ara atau pohon apa saja yang sudah bertunas, yang menunjukkan bahwa musim panas sudah dekat, menjadi dasar untuk menjelaskan tentang Kerajaan Allah. Dari perumpamaan itu, Tuhan ingin menekankan bahwa kehadiran Kerajaan Allah ditandai dengan tanda-tanda yang menyertai. Jika kita memahami bahwa Kerajaan Allah itu sebuah situasi di mana Allah yang memerintah, maka dapat kita refleksikan bahwa Kerajaan Allah merupakan sebuah situasi di mana kebaikan Allah hadir dan meliputi. Atas dasar ini, para murid dalam Injil pada hari ini sebenarnya sudah dan sedang mengalami suasana serta pengalaman tentang Kerajaan Allah. Itu terjadi karena Allah yang Maha Agung hadir dalam diri Kristus secara nyata dan manusiawi di antara mereka.

Namun, jika Injil pada hari ini menunjukkan tentang bagaimana Tuhan menampilkan perumpamaan tentang hadirnya Kerajaan Allah itu kepada para murid-Nya, saya menangkap bahwa – bisa jadi – bahwa mereka kurang peka terhadap kehadiran sejati dari Guru mereka; mereka belum mengenal siapakah Yesus Kristus, Sang Guru. Para murid Tuhan Yesus rasanya masih kurang yakin bahwa Guru mereka itu adalah Mesias yang telah dijanjikan; artinya Ia adalah Orang yang Diurapi oleh Allah sendiri; Ia adalah Allah sendiri yang hadir dan tinggal bersama mereka. Para murid yang dihadapkan pada realitas kehadiran Kristus masih diliputi oleh dinamika hati yang mungkin terus ingin mencari tahu sekaligus memperdalam pengenalan mereka tentang Guru mereka itu. Yesus Kristus, Sang Guru, sepertinya memaklumi mereka dan dengan sabar memberikan pengertian kepada para murid agar mereka mencapai pemahaman dan semakin beriman. Satu hal yang ingin dicapai oleh Tuhan adalah bahwa agar para murid sungguh mengenal Dia; mengenal kehadiran Allah yang mencintai manusia; mengenal Allah dalam diri Kristus, Guru mereka.

Kepekaan terhadap kehadiran Allah dalam diri Kristus mungkin menjadi pergulatan hati dan pergulatan iman kita hingga detik ini. Bisa jadi kita masih hanya mengandalkan logika berfikir untuk memahaminya; padahal, beriman itu tidak hanya soal logika manusiawi saja, akan tetapi berkaitan dengan ketetapan hati untuk percaya. Maka benar jika orang mengatakan bahwa: “Allah tak sebatas kata”. Artinya adalah kata-kata manusiawi tidak dapat dengan sempurna menjelaskan siapa Allah itu sebenarnya. Logika berfikir itu perlu untuk beriman, tapi ketetapan hati juga dibutuhkan. Maka, jika kita percaya bahwa Kristus adalah Penyelamat dan Sumber dari segala rahmat, pertama-tama ketetapan hati kita untuk meyakinin-Nya adalah yang utama untuk mendasari. Ini semua adalah tentang iman. Untuk itu, benarlah jika ada kata-kata bijak demikian: “Iman tidak terlihat, tetapi dirasakan. Iman adalah kekuatan ketika kita merasa tidak memiliki apa-apa. Iman adalah harapan ketika semua tampak hilang”. Semoga Hati Kudus Yesus, selalu memberkati kita. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa kami di surga sumber kehidupan, semoga benih yang Kautaburkan menghasilkan buah di dalam diri kami. Berilah kiranya kami rezeki yang membawa kehidupan sejati. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Lukas 21:33

Sungguh, angkatan ini takkan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi sabda-Ku takkan berlalu.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, kami mohon kunjungilah kami segera dan semoga kami dapat menyaksikan tanda-tanda kehadiran-Mu di tengah-tengah kami. Buatlah dunia bersukacita dan semua orang dipenuhi harapan. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

1 Comment

Leave a Comment