Senin, 06 Desember 2021 – Hari Biasa Pekan II Adven

Rm. Agustinus Kelik Pribadi SCJ dari Komunitas SCJ Palembang Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA- 1Sam 2:35

Dengarkanlah sabda Tuhan, hai bangsa-bangsa, dan wartakanlah sampai ke batas bumi: Janganlah takut! Lihat, Penebus kita akan datang”

PENGANTAR:

Bukanlah suatu sikap pesimis kalau kita menyatakan bahwa kita masing-masing memerlukan pembebasan dari keterbatasan insani kita. Badan yang tidak enak, terlalu lelah, putus asa dapat melumpuhkan atau menghambat kegiatan kita. Namun, kita semua ini pencari kebahagiaan. Nabi Yesaya menggambarkan masa depan yang cerah. Dengan tampilnya Yesus, nubuat-nubuat Yesaya bukanlah suatu ilusi belaka. Yesuslah Penyembuh dan Pengampun.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa mahabaik, semoga doa permohonan kami naik kehadirat-Mu. Perkenankanlah kami mengabdi pada-Mu dengan hati tulus ikhlas, agar kami layak menyambut misteri penjelmaan Putra-Mu. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami, ..Amin

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 35:1-10

“Allah sendiri yang menyelamatkan kamu.”

Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorai dan berbunga; seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon, semarak Karmel dan Saron akan diberikan kepadanya; Orang akan melihat kemuliaan Tuhan, semarak Allah kita. Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati, “Kuatkanlah hatimu, jangan takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan ganjaran. Ia sendiri datang menyelamatkan kalian!” Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; tanah pasir yang yang hangat akan menjadi kolam dan tanah gersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebut Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya. Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur

Ref. Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan.

  1. Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya. Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.

  2. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.

  3. Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U :  Alleluya
S :  (Yes 33:22)  Lihat, raja kita, Tuhan semesta alam, datang!

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 5:17-26

“Hari ini kita telah menyaksikan hal-hal yang sangat menakjubkan.”

Pada suatu hari, ketika Yesus sedang mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Yesus, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. Maka datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur. Mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. Tetapi karena banyaknya orang di situ, mereka tidak dapat membawa masuk. Maka mereka naik ke atap rumah dan membongkar atap itu. Kemudian mereka menurunkan si lumpuh ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia, “Hai Saudara, dosamu sudah diampuni.” Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hati, “Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa dapat mengampuni dosa selain Allah sendiri?” Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu Ia berkata kepada mereka, “Apa yang kalian pikirkan dalam hati? Manakah lebih mudah mengatakan, ‘Dosamu sudah diampuni’ atau mengatakan, ‘Bangunlah dan berjalanlah’? Tetapi supaya kalian tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa.” Lalu Yesus berkata kepada si lumpuh, “Aku berkata kepadamu: Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumah!” Seketika itu juga bangunlah orang itu di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. Semua orang takjub, lalu memuliakan Allah. Mereka amat takut dan berkata, “Hari ini kita telah menyaksikan hal-hal yang sangat menakjubkan.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Kelik Pribadi SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

BERUBAH ATAU MATI

Sahabat resi yang mengasihi Tuhan. Jumpa lagi dengan saya romo Agustinus Kelik Pribadi SCJ dari komunitas Palembang dalam resi, renungan singkat dehonian edisi 6 Desember 2021. Mari kita dengarkan firman Tuhan dari Injil Lukas 5:17-26

Ada slogan yang ditanamkan pada diri anak anak asrama dehonian di Metro Lampung untuk mempersiapkan masa depan mereka dari sejak semula dengan ungkapan berubah atau mati. Hal ini mau menekankan bahwa zaman selalu berubah maka anak anak sendiri diminta sebagai agen perubahan atau pertobatan untuk masa depan yang mereka tentukan. Tanpa perubahan atau pertobatan maka anak anak akan kehilangan kesempatan masa emas untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan sukses dari sebelumnya. Perubahan itu dalam bacaan injil hari ini tampak dalam beberapa peristiwa:

Pertama saat orang orang tidak menyerah untuk membawa silumpuh kepada Yesus. Meraka sudah antri, dan karena semua merasa penting dan mendesak untuk ketemu Yesus maka mereka tidak bisa membawa sisakit pada Yesus. Mereka merubah cara mereka dengan membongkar atap  dengan susah payah dan ahirnya meletakkan silumpuh tepat di depan Yesus.

Kedua, saat Yesus mengampuni silumpuh sebagai orang yang berdosa berubah menjadi orang yang suci, dari lumpuh berubah menjadi bisa berjalan.

Ketiga saat Yesus meminta silumpuh yang yang telah sembuh untuk tidak tinggal diam menikmati kesembuhanya, sebelumnya silumpuh di gotong diatas tilam karena sakitnya tetapi saat menjadi sisembuh dia diminta memangul tilamnya sendiri. Silumpuh saat sembuh berjuang dari sebelumnya tergantung pada orang lain berubah menjadi mandiri.

Sahabat resi yang terkasih. Hal yang sama sebenarnya berlaku juga untuk kita semua, berubah atau mati, bertobat atau semuanya akan menjadi sia sia. Kita tidak mungkin menuntut dengan keras orang lain untuk berubah, tetapi kita bisa melakukanya pada diri kita sendiri. Kalau kita menjadi orang banyak yang merasa bahwa diri kita yang paling penting dan mendesak untuk memenuhi kebutuhan diri kita, barangkali bisa belajar jujur melihat keadaan orang lain siapa tahu ada yang jauh lebih mendesak dan diberi priotas untuk diberi kesempatan.

Kalau menjadi silumpuh  kita perlu belajar menjadi rendah hati bahwa ada saat dimana kita dengan lapang dada harus meminta orang lain membantu kita untuk sampai pada sebuah kesembuhan, keberhasilan tetapi juga tidak lupa diri bagaimana kita memikul beban yang memang harus kita pikul kalau kita mampu melakukannya. Banyak orang barang kali tidak bisa berubah karena memandang karena dirinya agen perubahan maka hanya mengandalkan diri, tidak terbuka pada bantuan dari pihak lain, bahkan Tuhan sekalipun. Atau sebalik, banyak orang tidak bisa sunguh berubah karena meletakan perubahan itu selalu pada pihak orang lain, tidak berani memikul beban yang harus di pikul, membayar sakit yang harus dibayar. Semuanya diletakkan pada orang lain atau bahkan pada Tuhan dengan dalih pasrah. Semoga kita bisa berubah, kalau tidak mau mati.

DOA PERSEIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa mahakudus, Semoga ibadat yang kami hunjukkan ke hadirat-Mu dalam perjalanan di dunia ini kelak dapat menjadi anugerah penebusan kekal. Demi Kristus,…

ANTIFON KOMUNI – Yoh 15:16

Bukannya kalian yang memilih aku, melainkan Aku yang memilih kalian. Kalian telah Kutetapkan agar pergi dan berhasil dan hasilmu tinggal tetap.

DOA PENUTUP:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang maharahim, teguhkanlah kami dengan kekuatan sakramen ini, Semoga kami mengambil manfaat dari pengajaran Santo Ambrosius, sehingga tak gentar menempuh jalan-Mu dan semakin pantas menikmati perjamuan abadi. Demi Kristus,…

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment