Jumat, 04 Februari 2022 – Hari Biasa Pekan IV

Rm. Gregorius Dedi Rusdianto SCJ dari Komunitas SCJ Pangakalan Kerinci Riau – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 18:47.50

Tuhan hidup! Terpujilah gunung Mulialah Allah Penyelamatku! batuku! Aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu, ya Tuhan, aku mau menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.

PENGANTAR:

Raja Daud adalah pribadi yang takkan lenyap. Sekalipun jatuh, ia menyesal. Warisannya yang paling indah ialah mazmur mazmurnya yang memuji Allah. Tuhanlah Raja yang diabdinya. Herodes melihat dirinya sebagai raja tunggal. Segala rintangan disingkirkannya. Yang dipikirkannya hanyalah kepentingan dan harga dirinya. Di situlah ia jatuh.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa umat manusia, semoga hati kami Kaupenuhi madah syukur dan lisan kami mengucapkan puji syukur kepada-Mu, sebab Engkaulah Allah dan Bapa kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu…..

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Putra Sirakh 47:2-11

“Dengan segenap hati Daud memuji-muji Tuhan dan mengungkapkan kasihnya kepada Sang Pencipta.”

Seperti lemak disendirikan untuk kurban penghapus dosa, demikianlah Daud dipungut dari orang-orang Israel. Singa dipermainkan olehnya seolah-olah kambing jantan saja, dan beruang seakan-akan hanyalah anak domba. Bukankah di masa mudanya ia membunuh seorang raksasa dan mengambil nista dari bangsanya dengan melemparkan batu dari pengumban dan mencampakkan kecongkakan Goliat? Karena berseru kepada Tuhan Yang Mahatinggi, yang memberikan kekuatan kepada tangan kanannya, maka Daud merebahkan orang yang gagah dalam pertempuran, sedangkan tanduk bangsanya ia tinggikan. Itulah sebabnya ia disanjung-sanjung karena “laksaan” dan dipuji-puji karena berkat-berkat dari Tuhan, ketika mahkota mulia dipersembahkan kepadanya. Sebab ia membasmi segala musuh di sekelilingnya, dan meniadakan orang-orang Filistin, lawannya, serta mematahkan tanduk mereka hingga hari ini. Dalam segala tindakannya Daud menghormati Tuhan, dan dengan kata sanjungan kepada Yang Kudus, Yang Mahatinggi. Ia bernyanyi-nyanyi dengan segenap hati, dan mengungkapkan kasihnya kepada Sang Pencipta. Di depan mezbah ditaruhnya kecapi, dengan bunyinya ia memperindah lagu dan kidung. Ia memberikan kemeriahan kepada segala perayaan, dan hari-hari raya diaturnya secara sempurna. Maka orang memuji-muji Nama Tuhan yang kudus, dan mulai pagi-pagi benar suara orang bertalu-talu di tempat kudus-Nya. Tuhan mengampuni segala dosanya serta meninggikan tanduknya untuk selama-lamanya. Tuhan menjanjikan kerajaan yang lestari, dan menganugerahkan kepadanya takhta yang mulia di Israel!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 18:31.47.50.51

Ref. Muliakanlah Allah, penyelamatku.

  1. Jalan Allah itu sempurna, janji Tuhan adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.

  2. Tuhan itu hidup! Terpujilah Gunung Batuku dan mulialah Allah Penyelamatku! Maka aku akan menyanyikan syukur bagi-Mu di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan; aku mau menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.

  3. Tuhan mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya; Ia menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya, yakni Daud dan anak cucunya, untuk selama-lamanya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Luk 8:15) Berbahagialah orang yang menyimpan sabda Allah dalam hati yang baik dan tulus ikhlas, dan menghasilkan buah berkat ketabahannya. Alleluya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 6:14-29

“Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, kini bangkit lagi.”

Pada waktu itu Raja Herodes mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya memang sudah terkenal, dan orang mengatakan, “Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati, dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia.” Yang lain mengatakan, “Dia itu Elia!” Yang lain lagi mengatakan, “Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu.” Waktu Herodes mndengar hal itu, ia berkata, “Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan kini bangkit lagi.” Memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegur Herodes, “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!” Karena kata-kata itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci; jadi ia melindunginya. Tetapi setiap kali mendengar Yohanes, hati Herodes selalu terombang-ambing; namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes – pada hari ulang tahunnya – mengadakan perjamuan untuk para pembesar, para perwira dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu puteri Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes serta tamu-tamunya. Maka raja berkata kepada gadis itu, “Mintalah dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!” Lalu Herodes bersumpah kepadanya, “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun itu setengah dari kerajaanku!” Anak itu pergi dan menanyakan ibunya, “Apa yang harus kuminta?” Jawab ibunya, “Kepala Yohanes Pembaptis!” Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta, “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis dalam sebuah talam!” Maka sangat sedihlah hati raja! Tetapi karena sumpahnya dan karena segan terhadap tamu-tamunya, ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu dalam sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu, dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kubur.
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Gregorius Dedi Rusdianto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para pendengar Resi Dehonian yang di kasihi Tuhan. Gembira sekali bisa berjumpa kembali dengan anda sekalian dalam Renungan Singkat Dehonian, hari ini 4 Februari 2022.

Saudara-saudariku yang terkasih. Ada pepatah mengatakan: “mulutmu adalah harimaumu” atau dalam bahasa Inggris: “your mouth, your tiger”,  artinya adalah berupa peringatan akan pentingnya menjaga perkataan agar tidak menerima konsekuensi-konsekuensi yang buruk akibat hal-hal yang kita ucapkan tanpa pikir panjang serta tanpa memikirkan perasaan orang lain.

Herodes, sama seperti kita manusia, terkadang melakukan “slip tongue”, kesleo lidah, keliru omong, artinya berbicara tanpa banyak di pikirkan akibat-akibatnya di kemudian hari. Herodes berjanji pada anak perempuannya bahwa ia akan memberikan apa saja, yang di minta anak perempuan itu. Dan pada akhirnya anak perempuan itu mengatakan, atas perintah ibunya, untuk membawa kepala Yohanes Pembaptis. Kita di ajak untuk berhati-hati dalam berbicara, dan juga ada kata-kata mutiara yang mengatakan : “kata-katamu adalah doamu.” Artinya: kata-kata adalah sebuah harapan, sebuah doa permohonan.

Hikmah kedua dari Injil ini adalah, Herodes lemah dalam berkomitmen kepada kebenaran dan hati nuraninya sendiri. Herodes suka akan kotbah-kotbah Yohanes Pembaptis, tetapi ia tidak memiliki keberanian dan keteguhan hati untuk berkomitmen kepada kebenaran dan hati nuraninya, kendati harus berani mengingkari sumpahnya sendiri, dan lebih berani menanggung malu demi kebenaran. Semoga Allah yang Maha Kuasa memberkati saudara-saudari sekalian, dalam Nama Bapa, Putera dan Roh Kudus

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa, sumber kehidupan, berkenanlah dalam lambang roti anggur ini menerima puji syukur kami, bahwasanya Engkau telah memberikan sabda-Mu sebagai rezeki kami dan memperteguh iman kami berkat Roh-Mu dalam diri Yesus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 18:31

Jalan Tuhan sempurna. Janji Tuhan murni. Dialah perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa maha penyayang, kami bersyukur bahwasanya Putra-Mu telah memberi kesaksian tentang nama-Mu sampai wafat. Semoga kekuatan yang demikian besar itu Kautumbuhkan dalam diri kami, sehingga kami menjadi orang yang Kausayangi. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI

 
 

No Comments

Leave a Comment