Sabtu, 05 Februari 2022 – Peringatan Wajib Sta. Agata, Perawan dan Martir

Rm. Agustinus Kelik Pribadi SCJ dari Komunitas SCJ Palembang Indonesia

 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA:

Inilah perawan yang budiman yang keluar menyongsong Kristus dengan pelita yang bernyala.

PENGANTAR:

Lama sebelum ada biara-biara suster didirikan, sudah ada wanita-wanita yang mempersembahkan hidupnya kepada Tuhan. Secara perorangan mereka mengucapkan kaul kemurnian dan mengabdikan diri pada iman. Di dalam jemaat mereka melakukan tugas diakonia, terutama dalam bidang perawatan orang miskin dan sakit. Agata yang berasal dari Katana, Sisilia, telah memilih cara hidup demikian beberapa waktu sebelum ditahan. Walaupun diancam dan dianiaya ia bertahan dalam kaulnya dan akhirnya dibunuh sebagai martir pada zaman Kaisar Decius.

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa: Allah Bapa kami yang maharahim, kami mohon, kasihanilah kami demi permohonan Santa Agata, perawan dan martir. Ia senantiasa berkenan di hati-Mu karena tetap setia sampai mati dan selalu hidup murni. Demi Yesus Kristus,….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja 3:4-13

“Salomo memohon hati yang bijaksana agar sanggup memerintah umat Allah.”

Pada suatu hari Raja Salomo pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan kurban sebab di situlah bukit pengurbanan yang paling besar; seribu kurban bakaran ia persembahkan di atas mezbah itu. Di Gibeon itu Tuhan menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Bersabdalah Allah, “Mintalah apa yang kauharapkan dari pada-Ku!” Lalu Salomo berkata, “Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau! Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini. Sekarang, ya Tuhan, Allahku, Engkau telah mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman. Kini hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya. Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang paham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan tepat, dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?” Tuhan sangat berkenan bahwa Salomo meminta hal yang demikian. Maka bersabdalah Allah kepada Salomo, “Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu! Sungguh, Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau pun takkan bangkit seseorang seperti engkau. Namun yang tidak kauminta pun akan Kuberikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di kalangan raja-raja.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 119:9-14

Ref. Ajarkanlah ketetapan-Mu kepadaku, ya Tuhan.

  1. Bagaimana kaum muda mempertahankan hidupnya tanpa cela? Dengan mengamalkan firman-Mu.

  2. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, jangan biarkan aku menyimpang dari perintah-Mu.

  3. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

  4. Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

  5. Dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kauucapkan.

  6. Aku bergembira atas peringatan-peringatan-Mu, melebihi segala harta.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Yoh 10:27) Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku. Alleluya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 6:30-34

“Mereka itu bagaikan domba-domba tak bergembala.”

Pada waktu itu Yesus mengutus murid-murid-Nya mewartakan Injil. Setelah menunaikan tugas itu mereka kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Marilah kita pergi ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah sejenak!” Memang begitu banyaknya orang yang datang dan pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka pergilah mereka mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat, dan mereka mengetahui tujuannya. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu dan mereka malah menahului Yesus. Ketika mendarat, Yesus melihat jumlah orang yang begitu banyak. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Kelik Pribadi SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat resi yang mengasihi Tuhan. Jumpa lagi dengan saya romo Agustinus Kelik Pribadi SCJ dari palembang. Dalam resi, renungan singkat dehonian edisi Sabtu 5 Februari 2022. Mari kita dengarkan Firman Tuhan dari Injil Markus 6:30-34.

Memang begitu banyak orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka pergilah mereka mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.

Sahabat resi yang mengasihi Tuhan. Seberapa sibuk biduk kehidupan kita berlayar, seberapa lelah kita menjadi berguna dengan aneka pemberian diri kita dalam kerja, pelayanan, dedikasi buat keluarga, buat pekerjaan atau buat Tuhan sendiri. Sesibuk dan sesukacita apun biduk kehidupan kita, tetaplah jiwa dan raga kita butuh beristirahat untuk berjumpa dengan Tuhan. Untuk melepaskan kepenatan dan kelelahan kita, kita butuh waktu buat diri sendiri. Kita butuh hapy hapy bersama Tuhan, bersama orang orang dekat kita untuk mendaptkan kesegaran baru. Tetapi Yesus memberi teladan bukan sebuah alasan bagi kita yang barangkali lagi in dengan diri dan lagi in dengan Tuhan untuk lari dari tanggung jawab menjadi berguna dalam pemberian diri manakala situasi sunguh mendesak kita.

Dalam bacaan Injil secara jelas Yesus dan para murid barang kali belum terlalu lama ambil waktu untuk diri dan untuk Tuhan tetapi kemudian mereka akhirnya tetap menjumpai umat yang seperti domba tanpa gembala. Ini berarti dalam kondisi tertentu kita diminta untuk mengurbankan diri, barangkali kesengan kita bahkan kebutuhkan kita atas dasar belaskasihan. Tentu kita sendiri yang bisa mengukurnya dengan bijaksana kemendasakan hal itu untuk dilakukan. Belaskasih ini hanya mungkin diberikan kalau kita juga melindungi kepentingan orang banyak di sekitar kita. Semoga kita bisa belajar dari Yesus ditengah kesibukan biduk kehidupan kita untuk menjadi berguna, menjadi berkat bagi banyak orang tetap punya waktu sendiri hapy hapy dengan Tuhan dengan  orang dekat tetapi tidak larut dan tahu batasan waktu dimana perahu kehidupan kita harus berlayar. Berkat Tuhan menyertai kita.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa yang mahaagung, Kemuliaan dan keluhuran-Mu Nyata dalam kehidupan dan kematian Santa Agata. Engkau berkenan melihat karya dan penderitaannya menerima pengabdian kami ini. Demi Kristus,…

ANTIFON KOMUNI – Mat 25:6

*Pengantin sudah datang! Marilah menyongsong Kristus, Tuhan Kita!

DOA PENUTUP:

Marilah Berdoa: Allah Bapa yang Mahakuasa, tenaga baru telah kami terima berkat santapan suci Anugerah-Mu. Kami mohon, semoga seturut teladan Santa Agata kami mengabdi sepenuhnya kepada-Mu dan tidak takut menderita  bersama Yesus, Putera-Mu, yang….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

1 Comment

Leave a Comment