Rabu, 13 April 2022 – Hari Rabu dalam Pekan Suci

Rm.Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Paroki Santo Yohanes Penginjil Bengkulu – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA  — Filipi 2:10.8.11

Dalam nama Yesus, bertekuklah setiap lutut di surga, di bumi, dan di bawah bumi. Sebab Yesus telah taat sampai wafat, bahkan salib. Maka, Yesus Kristus adalah Tuhan untuk kemuliaan Allah Bapa.⁣⁣

PENGANTAR⁣

Dalam pertemuan hari ini, kita kenangkan taat setia Yesus sam pai pengahbisan dan sebaliknya pengkhianatan Yudas. Yesus adalah Hamba Penderita Yahwe yang mencapai dasar jurang penderitaan insani. Namun, la akan tetap taat setia karena yakin Tuhanlah penolong-Nya. Mungkin kita termasuk para murid yang bergantian bertanya, “Bukannya aku, ya Tuhan?”⁣⁣

DOA PEMBUKA⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahabijaksana, menurut rencana-Mu, Putra-Mu menanggung derita di salib untuk mematahkan kuasa musuh kami. Semoga kami hamba-hamba-Mu Kauanugerahi kurnia kebangkitan. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….⁣⁣

ATAU : ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kebahagiaan, wajah-Mu Kautunjukkan kepada kami dalam diri pria yang rendah hati, yaitu Yesus Kristus, Putra-Mu terkasih, yang telah mengurbankan hidup-Nya demi keselamatan dan kebahagiaan kami. Kami mohon, semoga kami dapat menanggapi sengsara-Nya. Sebab Dialah Putra-Mu, ….⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 50:4-9a

“Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku diludahi.”

Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataanku aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. Tetapi Tuhan Allah menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Maka aku meneguhkan hatiku seperti teguhnya gunung batu, karena aku tahu bahwa aku aku tidak akan mendapat malu. Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku beperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku! Sungguh, Tuhan Allah menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah?
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 69:8-10.21bcd-22.31.33-34

Ref. Demi kasih setia-Mu yang besar, ya Tuhan, jawablah aku pada waktu Engkau berkenan.

  1. Karena Engkaulah ya Tuhan, aku menanggung cela, karena Engkaulah noda meliputi mukaku. Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, menjadi orang asing bagi anak-anak ibuku; sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.

  2. Cela itu telah mematahkan hatiku, dan aku putus asa; aku menantikan belaskasihan, tetapi sia-sia, dan waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam.

  3. Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan lagu syukur; Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; biarlah hatimu hidup kembali, hai kamu yang mencari Allah! Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya yang ada dalam tahanan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S : Salam, ya Raja kami, hanya Engkaulah yang mengasihani kesesatan-kesesatan kami.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 26:14-25

“Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan apa yang tertulis tentang Dia, tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan!”

Sekali peristiwa, pergilah seorang dari keduabelas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata, “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata, “Di manakah Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu? Jawab Yesus, “Pergilah ke kota, kepada Si Anu, dan katakan kepadanya: Beginilah pesan Guru: Waktu-Ku hamper tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.” Lalu murid-murid melakukan seperti apa yang ditugaskan Yesus kepada mereka, dan mempersiapkan Paskah. Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama dengan keduabelas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya, “Bukan aku, ya Tuhan?” Yesus menjawab, “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan! Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan!” Yudas, yang hendak menyerahkan Yesus itu menyahut, “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya, “Engkau telah mengatakannya.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Paskalis Aditya Wardana SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat pencinta Hati Kudus Yesus yang terkasih dalam Tuhan. Kita berjumpa kembali dalam RESI (renungan singkat) dehonian pada Rabu 13 April 2022 bersama saya Romo Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Paroki Santo Yohanes Penginjil Bengkulu. Kita akan mengawali permenungan kita dengan mendengarkan sabda Tuhan yang diambil dari Injil Yesus Kristus menurut Santo Matius 26:14-25.

Saudara/i terkasih dalam Tuhan, kedewasaan seorang pribadi tidak berjalan searah dengan pertambahan usianya. Hal inilah yang tampak dalam tokoh Yudas dalam Injil hari ini. Yudas merupakan salah seorang murid yang dipilih oleh Yesus bersama kesebelas murid lainnya. Artinya, sudah banyak pengalaman yang ia lalui bersama Yesus. Ternyata, durasi waktu yang lama itu tidak serta merta menjamin ia menjadi murid yang baik. Pengkhianatan yang dilakukan oleh Yudas menunjukkan bahwa ia belum mengenal Yesus secara menyeluruh. Namun hal yang mengagumkan diberikan oleh Yesus. Yesus tetap memberi kesempatan berahmat kepada Yudas melalui teguran yang keras, “Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” Perjamuan Paskah yang identik dengan pengenangan karya Allah yang membebaskan Bangsa Issrael dari penindasan Bangsa Mesir juga dijadikan pintu berahmat oleh Yesus kepada Yudas supaya terbebas dari belenggu dosa. Sayangnya, Yudas menolak rahmat tersebut dengan ketidakjujurannya.

Sengsara-Nya yang berdarah, wafat-Nya yang hina, dan kebangkitan-Nya yang mulia merupakan bentuk kasih Allah kepada kita. Apakah kita sungguh mau menerima tawaran kasih Allah yang begitu agung tersebut dengan hati sukacita, atau kita justru menjadi Yudas masa kini yang menolak kasih yang mengagumkan itu dengan pengkhianatan dalam aneka bentuk. Saudara/i yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, semoga retret agung kali ini menghantar kita pada pengenalan akan Sang Juruselamat sekaligus menegaskan panggilan kemuridan kita untuk menghadirkan rahmat belaskasih dan pengampunan layaknya yang telah dicontohkan Sang Guru kepada Yudas. Semoga aliran rahmat Hati Kudus memampukan kita menjadi penyalur rahmat belaskasih dan sukacita kepada siapapun yang kita jumpai. Tuhan memberkati. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣

Allah Bapa maha pengasih, terimalah roti anggur ini. Semoga kami Kauperkenankan memperoleh penebusan berkat misteri sengsara Putra-Mu yang kami rayakan. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.⁣⁣

ATAU⁣

Allah Bapa maha pengasih, dengan roti anggur ini  kami meluhurkan Yesus, Tuhan kami, sambil mengenangkan jasa-jasa-Nya yang demikian besar sebagai tebusan kami semua. Semoga Engkau berkenan memberkati kami yang berkumpul di sini. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.⁣

DOA SESUDAH KOMUNI⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakuasa, dalam ibadat suci ini wafat Putra-Mu kami maklumkan. Berilah kami iman yang teguh, bahwa kami telah Kauanugerahi hidup abadi. Demi Kristus, ….⁣⁣

ATAU :⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa Yang Mahaagung, semoga semua orang terbuka dan siap sedia hatinya untuk menerima anugerah-Mu yang agung, yaitu Yesus Kristus, Saudara kami. Dialah yang memiliki sabda kehidupan. Dialah pula yang menunjukkan jalan menuju kedamaian sejati. Semoga kami pantas menghayati sengsara dan wafat-Nya dan kelak memandang kemuliaan-Nya. Sebab Dialah ….

DOWNLOAD AUDIO RESI:

No Comments

Leave a Comment