Rabu, 03 Agustus 2022 – Hari Biasa Pekan XVIII

Fr. Stephanus Lisdiyanto SCJ dari Komunitas SCJ Visma Vijaya Praya (VVP) Yogyakarta – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Yeremia 31:10d

Tuhan menjaga kita seperti gembala menjaga kawanannya.

PENGANTAR :

Kita lebih suka mengundang orang yang selalu bersedia datang. Maka di mana-mana kita bertemu dengan orang-orang yang sama. Namun, mereka pun akan bersedia pula ikut serta andaikata mendapat undangan. Pada hari itu Tuhan akan membawa keselamatan bagi setiap orang, dan dimana-mana akan dinikmati damai sejahtera dan sukacita.

DOA PEMBUKA :

Marilah bedoa: Allah Bapa mahasetia, perkenankanlah kami menerima sabda-Mu, dan percaya akan janji-Mu melalui Yesus Mesias, sabda-Mu terakhir serta cahaya hidup kami, yang hidup …. 

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yeremia 31:1-7

“Aku mengasihi engkau dengan kasih yang abadi.”

Tuhan bersabda, “Aku akan menjadi Allah segenap kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku. Mereka mendapat kasih karunia di padang gurun yaitu bangsa yang terluput dari pedang. Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya; dan dari jauh Tuhan menampakkan diri kepadanya, ‘Aku mengasihi engkau dengan kasih yang abadi, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. Aku akan membangun engkau kembali sehingga engkau pulih, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu lagi dengan rebana, dan akan tampil dalam tarian sukaria. Engkau akan membuat kebun anggur lagi di gunung-gunung Samaria; dan orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula. Sungguh, akan datang harinya para penjaga akan berseru di Gunung Efraim: Ayo, marilah kita naik ke Sion, menghadap Tuhan, Allah kita! Sebab beginilah sabda Tuhan: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah atas pemimpin para bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: Tuhan telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel.”  

Demikianlah sabda Tuhan 

U. Syukur kepada Allah.

KIDUNG TANGGAPAN: Yer. 31:10,11-12ab,13

Ref. Tuhan menjaga kita seperti gembala menjaga kawanannya.

  1. Dengarlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa, dan beritahukanlah di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan menghimpunnya kembali.

  2. Sebab Tuhan telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat daripadanya. Mereka akan datang bersorak-sorai di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan Tuhan.

  3. Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur dan menyukakan mereka sesudah kedukaan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya
S : (Luk 7:16) Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 15:21-28

“Hai ibu, sungguh besar imanmu!”

Pada suatu hari Yesus menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang wanita Kanaan dari daerah itu dan berseru, “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud. Anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.” Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawab. Lalu para murid Yesus datang dan meminta kepada-Nya, “Suruhlah wanita itu pergi, sebab ia mengikuti kita sambil berteriak-teriak.” Jawab Yesus, “Aku diutus hanya kepada domba-domba umat Israel yang hilang.” Tetapi wanita itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata, “Tuhan, tolonglah aku!” Yesus menjawab, “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Kata wanita itu lagi, “Benar Tuhan, tetapi anjing-anjing pun makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Bersabdalah Yesus kepadanya, “Hai Ibu, sungguh besar imanmu! Terjadilah bagimu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Fr. Stephanus Lisdiyanto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Dehonian dan saudara-saudari terkasih, berkah Dalem. Saya Fr. Stephanus Lisdiyanto SCJ dari komunitas Visma Vijaya Praya (SCJ 2) Yogyakarta. Kita berjumpa kembali dalam ReSi, Renungan Singkat Dehonian, Rabu, 03 Agustus 2022 Hari Biasa Pekan XVIII. Mari kita siapkan hati dan budi kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan.

Sahabat Dehonian dan saudara-saudariku terkasih. Perempuan Kanaan dalam Injil yang dikisahkan hari ini memberi sebuah teladan bagi kita. Bagaimana tidak, ketika ia datang memohon kesembuhan bagi anak perempuannya yang kerasukan setan, Yesus malah menjawab, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel” (ay. 24). Bagi orang-orang Israel, perempuan itu tidak termasuk dalam hitungan umat Israel, orang Kanaan dipandang sebagai orang kafir! Di dalam masyarakat Israel, ada beberapa kelompok masyarakat yang dipandang rendah statusnya, yakni kaum perempuan, orang cacat dan sakit dan orang asing. Nah, perempuan Kanaan ini termasuk ke dalam kriteria-kriteria tersebut, ia seorang perempuan, seorang asing dan memiliki anak perempuan yang sedang sakit kerasukan setan.

Perempuan ini mempunyai satu pengharapan yakni kesembuhan pada anaknya dan pada Yesuslah ia mengantungkan harapan itu. Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku (ay. 25). Kata “menyembah” (Yun: Prosekunei) juga dipakai dalam Injil Matius bab 2 untuk menggambarkan bagaimana orang -orang Majus datang dan menyembah bayi Yesus. Ini adalah sebuah penyembahan yang tulus datang dari hati yang terdalam.

Walaupun dalam situasi yang demikian, menariknya, perempuan ini tidak tersinggung tetapi terus mendekat, menyembah, dan memohon pertolongan. Tetapi siapa sangka, bukannya merasa iba, Yesus malah sekali lagi menguji dengan seolah merendahkan harga dirinya dengan menyamakannya seperti anjing. Tetapi lagi-lagi, bukannya pergi dengan amarah atau kekesalan, perempuan itu justru seolah membenarkan perkataan Yesus (ay. 26-27). Meskipun dipandang tidak masuk ke dalam hitungan tetapi perempuan ini adalah seorang ibu yang sedang berjuang demi anaknya. Setiap orang tua pasti berusaha keras melakukan yang terbaik demi anak-anaknya, terutama bagi kesembuhan anaknya jika anaknya dalam keadaan sakit. Tidak heran apabila pada akhirnya, Yesus pun memuji imannya sekaligus menyembuhkan anaknya. 

Sahabat Dehonian dan saudara-saudariku terkasih. Dalam keadaan apapun Tuhan melayakkan kita orang-orang berdosa ini untuk datang dan memohon kepada-Nya. Ingat, bahwa Tuhan itu Maha Belas kasih. Belas kasih Tuhan melampaui apa yang kita pikirkan, melampaui ketidaklayakan yang bergumul dalam hati kita. Setiap pribadi dan semua orang, yang dengan hati tulus mau datang kepada-Nya pasti Tuhan akan membuka tangan dengan lebar. Perempuan Kanaan tersebut percaya akan kasih dan kebaikan Tuhan Yesus menembus segala batas. Kasih Allah yang universal memungkinkannya untuk beroleh berkat.

Maka, marilah dengan penuh pengharapan kita berani datang kepada Tuhan yang Maha Belas kasih meskipun mungkin saat ini sebagai seorang manusia yang berdosa kita merasa tidak layak dan tidak pantas. Tuhan selalu menunggu kita dengan tangan terbuka.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: 

Allah Bapa maha pengasih, perkenankanlah kami menyantap rezeki yang sanggup memuaskan lapar kami akan kebahagiaan, ialah Yesus Mesias, Penyelamat dunia, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Yeremia 31:7

Kabarkanlah, pujilah, dan katakanlah: Tuhan telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih dan penyayang, kami bersyukur atas anugerah kesehatan yang Kaulimpahkan kepada kami berkat sabda kedamian, ialah Yesus Putra-Mu. Semoga karena Dia, dunia dapat bernapas lagi. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI:

1 Comment

Leave a Comment