Sabtu, 07 Januari 2023 – Hari Biasa Masa Natal

Rm. Antonius Tugiyatno SCJ dari Komunitas SCJ Tegal Sari, Sumatera Selatan – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Galatia 4:4-5

Allah telah mengutus Putra-Nya, yang dilahirkan oleh seorang wanita, agar kita diangkat menjadi anak-anak Allah.

PENGANTAR:

Bila pria dan wanita saling mencinta dan saling mengetahui bahwa pasangannya satu sama lain punya arti dalam hidupnya, maka mereka bahagia. Tuhan pun menaruh cinta kasih kepada kita. Ia mau mengadakan pesta perkawinan. Bagi kita, mengalami cinta kasih demikian itu membahagiakan dan menyebabkan kita mau berdoa dan hidup seturut kehendak Tuhan.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, dengan kedatangan Putra-Mu Engkau telah menampakkan diri dalam cahaya baru. Kami mengimani Dia sebagai manusia seperti kami. Semoga kami rukun bersatu dengan Dia di dalam kerajaan surga. Demi Yesus Kristus, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes 5:14-21

“Allah mengabulkan doa kita.”

Saudara-saudaraku terkasih, inilah sebabnya kita berani menghadap Allah, yaitu karena Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita tahu juga bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang kita minta kepada-Nya. Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah; maka Allah akan memberikan hidup kepadanya, yaitu kepada dia yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut itu. Ada dosa yang mendatangkan maut, dan tentang ini, tidak kukatakan bahwa ia harus berdoa. Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut. Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindungi orang itu, dan si jahat tidak dapat menjamahnya. Kita tahu bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat. Akan tetapi kita tahu bahwa Anak Allah telah datang, dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan kehidupan yang kekal. Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 149:1-6.9b

Ref. Tuhan berkenan kepada umat-Nya

  1. Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh! Biarlah Israel bersukacita atas Penciptanya, biarlah Sion bersorak-sorai atas raja mereka.

  2. Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang yang rendah hati dengan keselamatan.

  3. Biarlah orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur! Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka; itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Luk 7:16) Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita, dan Allah telah mengunjungi umat-Nya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 2:1-12

“Yesus mulai mengerjakan tanda-tanda-Nya di kota Kana di Galilea.” 

Pada waktu itu ada pesta perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ. Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika mereka kekurangan anggur, Maria berkata kepada Yesus, “Mereka kehabisan anggur!” Kata Yesus kepadanya, “Mau apa engkau dari pada-Ku, Ibu?” Saat-Ku belum tiba!” Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan, “Apa yang Ia katakan kepadamu, buatlah!” Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu, “Isilah penuh tempayan-tempayan itu dengan air!” Dan mereka pun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka, “Sekarang cedoklah, dan bawalah kepada pemimpin pesta!” Lalu mereka pun membawanya. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air yang telah menjadi anggur itu — dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan yang mencedok air itu mengetahuinya, — ia memanggil mempelai laki-laki dan berkata kepadanya, “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dulu, dan sesuah orang puas minum, barulah yang kurang baik. Akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.” Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, dan merupakan yang pertama dari tanda-tanda-Nya. Dengan itu Ia menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya. Sesudah itu Yesus pergi ke Kapernaum bersama dengan ibu, dan saudara-saudara dan murid-murid-Nya, dan mereka tinggal di situ beberapa hari saja.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Antonius Tugiyanto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudara–saudari sahabat Resi Dehonian yang dikasihi oleh Tuhan, kita berjumpa kembali dalam Resi renungan singkat Dehonian edisi Sabtu 7 Januari 2023. Bersama saya Romo Antonius Tugiyatno SCJ dari komunitas Tegal Sari Sumatera Selatan. Kita akan mendengarkan dan merenungkan Sabda Tuhan dari Injil Yohanes 2: 1-12. Marilah kita memulainya dengan membuat tanda kemenangan Tuhan, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Tuhan, kisah kota Kana yang baru saja kita dengar dalam perikop Injil tadi adalah salah satu kutipan yang saya senangi. Ada sebuah kisah happy ending. Kita bisa membayangkan kalau seandainya kitalah yang mengadakan pesta dan saat tamu mengantri jamuan makan ternyata makanan sudah habis. Pasti ada rasa malu ataupun kesedihan yang kita rasakan. Dalam situasi yang sulit itu bunda Maria memiliki inisiatif dialog yang sungguh mebawa kebaikan. Hanya satu kata yang berbunyi “mereka kehabisan anggur.” Sama sekali bukan kalimat perintah seorang Ibu terhadap anaknya, tetapi Yesus segera melakukan tindakan yang terbaik. Dalam permohonan  intensi Misa saya tidak jarang mendengarkan ucapan syukur atas terkabulnya novena salam Maria atas berbagai situasi. Di sanalah betapa Maria sebagai bunda yang baik akan selalu peduli terhadap kesulitan anak-anaknya.

Bagi saya kisah mukjizat air menjadi anggur di kota Kana ini meneguhkan bahwa kehadiran Yesus adalah tanda yang menyatakan keselamatan, kelimpahan dan hidup baru yang hadir di tengah dunia, di tengah keluarga, bahkan di tengah kesulitan. Air menjadi anggur adalah simbol kebaikan Tuhan yang melimpah terhadap umat-Nya. Menurut beberapa tafsir yang saya baca satu tempayan berisi antara 20-30 galon air. Permenungan Yesus yang mengubah begitu banyak air menjadi anggur terbaik adalah tanda bahwa jalan Tuhanlah yang terbaik bagi hidup manusia. Mungkin ketika kita berdoa, terkadang kita lupa bahwa bukanlah tempat kita untuk memberi tahu Tuhan apa yang harus dilakukan: kita dapat meminta, tetapi kita juga perlu mendengarkan kehendak dan suara Tuhan.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, peran serta bunda Maria dalam sejarah keselamatan sungguh amat besar. Bila sukacita kehidupan kita habis, melalui perantaraan bunda Maria, Yesus mengubah air kesedihan menjadi anggur kebahagiaan. Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa sumber damai, sudilah menolong kami agar dengan persembahan ini kami menghormati Engkau dengan pantas. Semoga dengan menerima sakramen, kami semua rukun bersatu padu. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Yohanes 1:16

Dari kelimpahannya, kita semua telah menerima rahmat demi rahmat.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa Yang Mahamurah Hati, Engkau membimbing umat-Mu dengan pelbagai bantuan, supaya kami memperoleh rahmat dari kemurahan hati-Mu untuk hidup sekarang dan di masa mendatang. Semoga dengan bantuan harta dunia, kami semakin merindukan harta abadi. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

1 Comment

Leave a Comment