Minggu, 05 Februari 2023 – Hari Minggu Biasa V

Rm. Agustinus Kelik Pribadi SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Stefanus Cilandak Jakarta Indonesia

 
 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA –Mazmur 95:6-7

Marilah bersujud dan menyembah, berlutut di hadapan Tuhan, yang menjadikan kita, sebab Dialah Allah kita.

PENGANTAR:

Hanya dengan membaurkan diri garam dapat memberi rasa kepada makanan. Hanya dengan menghamburkan diri ke dalam kegelapan cahaya dapat menyinari jalan yang kita lalui. Hanya dengan mengosongkan diri kita dapat mencapai tujuan kita, yahni memberi rasa kepada hidup orang lain dan memberi cahaya kepada mereka yang ragu-ragu melangkah maju. Yang diharapkan dari kita ialah agar membuktikan pengosongan atau penghampaan diri kita dengan membagi makanan dengan kaum papa-miskin, memberi tumpangan kepada para tuna-wisma, dan memberi pakaian kepada mereka yang telanjang. Dengan demikian kita akan mendapat pahala rasa bahagia. Barangsiapa bertindak demikian kita akan mendapat pahala rasa bahagia. Barangsiapa bertindak demikian akan didengarkan oleh Tuhan, dan Tuhan akan mendampinginya sebagai Allah yang memperhatikan dan memelihara.

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, kami ingin menjadi garam dunia, sehingga dapat menggarami masyarakat di sekitar kami agar berkenan kepada-Mu. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkau menghendaki kami menjadi cahaya dunia, yang menyinari masyarakat di sekitar kami agar dapat menemukan jalan yang benar menuju kebahagiaan sejati. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Engkau menghendaki kami menghampakan diri di hadapan-Mu agar dapat membawa masyarakat di sekitar kami menghadap Engkau Allah yang benar. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa yang penuh kasih, dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu, Engkau telah memancarkan cahaya kehidupan sejati. Kami mohon terangilah hati kami agar semakin mengimani Sabda Putra-Mu sehingga kami pun dapat memancarkan cahaya-Mu bagi dunia. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, Allah sepanjang masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 58:7-10

“Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri, maka terangmu akan terbit dalam gelap.”

Beginilah firman Tuhan Allah, “Aku menghendaki supaya engkau membagi-bagikan rotimu kepada orang yang lapar, dan membawa ke rumahmu orang-orang miskin yang tak punya rumah; dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian, dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah terangmu akan merekah laksana fajar, dan luka-lukamu akan pulih dengan segera. Kebenaran menjadi barisan di depanmu dan kemuliaan Tuhan menjadi pengiringmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil Tuhan dan Ia akan menjawab; engkau akan berteriak minta tolong, dan Ia akan berkata, ‘Ini Aku!’ Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu, dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah; apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri, dan memuaskan hati orang yang tertindas, maka terangmu akan terbit dalam gelap, dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 112:4-5.6-7.8a.9

Ref. Bagi orang benar Tuhan bercahaya laksana lampu di dalam gulita.

  1. Bagi orang benar Tuhan bercahaya laksana lampu di dalam gelap Ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil. Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya.

  2. Orang jujur tidak pernah goyah; ia akan dikenang selama-lamanya. Ia tidak takut kepada kabar buruk, hatinya tabah, penuh kepercayaan pada Tuhan.

  3. Hatinya teguh, ia tidak takut, ia murah hati, orang miskin diberinya derma. Kebajikan tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus 2:1-5

“Aku mewartakan kepadamu kesaksian Kristus yang tersalib.”

Saudara-saudara, ketika aku datang kepadamu, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa pun di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. Aku pun datang kepadamu dalam kelemahan, dengan sangat takut dan gentar. Baik ajaran maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, melainkan dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya imanmu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S :(Yoh 8:12) Akulah terang dunia, sabda Tuhan. Barangsiapa mengikuti Aku, ia mempunyai terang hidup.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 5:13-16

“Kamu adalah garam dunia.”

Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada gunanya lagi selain dibuang dan diinjak-injak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuliakan Bapamu yang di surga.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Kelik Pribadi SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat resi yang mengasihi Tuhan, jumpa lagi dengan saya romo agutinus Kelik Pribadi SCJ dari Cilandak Jakarta Selatan dalam resi renungan singkat dehonian edisi Minggu  5 februari 2023. Mari kita dengarkan firman Tuhan yang diambil Injil Matius 5:13-16.

Sahabat resi yang mengasihi  Tuhan. Salah satu hal yang penting dan terus dibangun orang sama zaman ini adalah citra atau identitas dalam hidupnya. Lewat identitas ini mereka akan mengatakan siapa mereka pada semua orang yang ada disekitarnya sampai ke penjuru dunia.  Salah satu cara untuk membentuk citra atau identias adalah dengan memotret dirinya dan menyampaikan pada buplik dalam status media sosialnya. Di sana disampaiakan seribu satu pesan dan potret  idenditas itu dibangun. Dari satu hingga ribuan potret itu ditampilkan  pribadi yang gembira, makmur, sejahtera, sederhana, mewah, bersaudara, ramah, bahagia dan marah dan masih banyak lagi.

Bacaan hari ini mengingatkan identitas kita sebagai orang Kristini yaitu menjadi garam dan terang dunia. Seberapa asin dan terang hidup kita dalam keluaraga, lingkungan pekerjaan, pelayanan dan dunia kerja. Apakah asin dan terang hidup kita hanya untuk diri kita sendiri. Atau justru sebaliknya hidup kita terasa hambar dan gelap. Mari kita membuka hati, membuka pikiran kita supaya dalam dilaog, sinergi, keterlibatan dan partisipasi aktif kita menemukan cara baru bagaimana kita menjadi berkat dan saling membekarti.

Ada banyak peluang  meskipun dalam kegelapan hidup kita, kita tetap bisa menjadi terang dan garam dunia. Tentu rasa asin dan terang itu perlu kita bangkitakan dan hidupkan, supaya jangan sampai karena tidak terlihat  fungsinya ahirnya kita di injak injak orang. Sebagaiman potret satus kehidupan kita, bukan berhenti sebagai sebuah potret dengan gambaran palsu yang kita sampaikan. Tetapi sungguh sebagai sebuah cara bagaimana Allah bekerja dalam kehidupan kita. Tuhan memberkati.

DOA UMAT:

I : Kita adalah garam dan terang dunia. Maka, marilah kita panjatkan doa-doa kepada Bapa agar kita selalu hidup oleh Sabda-Nya, sebagai garam dan terang dunia.

L : Bagi para pewarta Injil: para Uskup, Imam, guru agama, dan katekis: Bapa, sadarkanlah para pewarta Injil bahwa Roh-Mulah yang berkarya dan menyapa hati orang-orang yang mencari kebenaran.

U: Tuntunlah kami untuk selalu hidp oleh Sabda-Mu sendiri, sebagai garam dan terang dunia.

L : Bagi mereka yang dengan pengorbanan mencurahkan tenaganya guna membantu rakyat di negara asing. Bapa, dampingilah mereka yang dengan sukarela demi kemanusiaan membantu rakyat negara asing.

U: Kobarkanlah semangat pengorbanan mereka sebagai kesaksian akan kasih-Mu yang menyelamatkan.

L : Bagi para petugas kesehatan: Bapa, berkatila karya cinta kasih para petugas kesehatan untuk meringankan beban penderitaan mereka yang sakit.

U: Semoga karya mereka sungguh mengalir dari-Mu sendiri yang selalu memperhatikan dan menyelamatkan orang-orang lemah dan menderita.

L : Bagi kita sendiri di sini: Bapa, perkenankanlah kami menghampakan diri dengan mau memahami serta ikut serta menghayati suka duka sesama kami.

U: Semoga iman, harapan, dan kasih kami semakin teguh dalam mewartakan karya penyelamatan-Mu bagi setiap orang.

I : Allah Bapa Yang Maha Pengasih, barangsiapa berseru kepada-Mu, takkan dikecewakan. Kuatkanlah usaha dan kesetiaan kami, dan berilah kami berkat-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Tuhan Allah kami, Engkau telah menciptakan roti dan anggur ini untuk menjadi makanan yang menguatkan kami. Semoga daya Ilahi-Mu mengubah persembahan ini menjadi sakramen kehidupan kekal bagi kami. Dengan pengantaraan Kritus, Tuhan kami. Amin

ANTIFON KOMUNI – Matius 5:4-6

Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Ya Allah, kami bersyukur atas karunia Sabda dan Tubuh Putra-Mu ini. Semoga Sabda-Nya selalu menerangi kami dan Tubuh-Nya memberi kekuatan kepada kami untuk mewartakan cinta kasih-Mu sampai kami mengalaminya secara penuh dalam kehidpan abadi di surga. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment