Senin, 03 April 2022 – Hari Senin dalam Pekan Suci

Fr. Fransiskus Edi Setiawan SCJ dari Komunitas SCJ Visma Vijaya Praya (VVP) Yogyakarta – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA — Mazmur 35:1-2; 140:8⁣

Ya Tuhan, adililah mereka yang merugikan daku, perangilah mereka yang memerangi aku. Angkatlah senjata dan perisai dan bangkitlah membantu aku, ya Tuhan, sumber selamatku.⁣⁣

PENGANTAR⁣

Pekan Suci telah dimulai. Dalam madah “Hamba Yahwe” kita lihat foto Yesus. Sebagai Hamba pilihan, penuh dengan Roh, dengan rendah hati dan lemah lembut, la akan menjadi nabi kebaikan dan keagungan Allah …. Enam hari sebelum Paskah, la diurapi minyak wangi oleh Maria, mendahului pemakaman Nya. Derita dan maut adalah jalan menuju kejayaan ke bangkitan⁣. ⁣

DOA PEMBUKA⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakuasa, kami sering gagal karena lemah. Kami mohon semoga kami selalu dapat menimba kekutan baru dari sengsara Putra-Mu yang tunggal. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan ….⁣ ⁣

ATAU:⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, panggillah kami ke Yerusalem untuk melihat Hamba-Mu yang telah Kaucurahi Roh-Mu sepenuhnya, agar kami dapat memahami dan meyakini, bahwa Dialah butir gandum yang jatuh ke tanah dan mati, supaya dapat menghasilkan buah berlimpah. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, …. ⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 42:1-7

“Ia tidak berteriak atau memperdengarkan suaranya di jalan.”

Beginilah firman Tuhan, “Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suaranya, atau memperdengarkan suaranya di jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.” Beginilah firman Allah, Tuhan, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang menghuninya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya, “Aku, Tuhan, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan. Aku telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan membuat engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 27:1.2.3.13-14

Ref. Aku percaya kepada-Mu, Tuhanlah pengharapanku. Tuhan, pada-Mu kuberserah, dan mengharap kerahiman-Mu.

  1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?

  2. Ketika penjahat-penjahat menyerang untuk memangsa aku, maka lawan dan musuh itu sendirilah yang tergelincir dan jatuh.

  3. Sekali pun tentara berkemah mengepung aku, tidak takutlah hatiku; sekali pun pecah perang melawan aku, dalam hal ini pun aku tetap percaya.

  4. Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S : Salam, ya Raja kami. Hanya Engkaulah yang mengasihani kesesatan-kesesatan kami.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 12:1-11

“Biarkanlah Dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.”

Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang Ia bangkitkan dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia. Marta melayani, dan salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak itu semerbak memenuhi seluruh rumah. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata, “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar, dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus, “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.” Banyak orang Yahudi mendengar bahwa Yesus ada di Betania. Maka mereka datang, bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermufakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dialah banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Fr. Fransiskus Edi Setiawan SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudara-saudari pendengar Resi Dehonian yang terkasih dalam Kristus, jumpa kembali dengan saya Frater Fransiskus Edi Setiawan, SCJ dari Komunitas Skolastikat SCJ Yogyakarta, Visma Vijaya Praya, Prapingan, Yogyakarta, Indonesia, dalam Resi (renungan singkat) Dehonian edisi Hari Senin, tanggal 03 April 2023, Hari Senin Dalam Pekan Suci.

Sahabat resi yang terkasih dalam Kristus, Sabda Tuhan yang baru saja kita dengarkan merupakan suatu rangkaian peristiwa dalam perjalanan Yesus menuju Yerusalem, kota Daud, tempat di mana Yesus melaksanakan puncak karya keselamatan Allah bagi manusia, puncak peristiwa iman kita. Yesus hendak menunjukkan kepada kita bahwa kasih itu menjadi dasar dalam hidup bersama. Kedekatan relasi suatu persahabatan dalam hidup ini merupakan hal yang mendasar dalam hidup bersama, baik dalam sebuah keluarga maupun dalam suatu komunitas.

Gambaran relasi persahabatan itu tercermin dalam kisah Yesus dengan Lazarus, Maria dan Marta serta para murid Yesus. Kedekatan suatu persahabatan itu akan membuat seseorang merasa kerasan, betah berada di dekatnya. Dalam persahabatan itu, baik suka maupun duka, baik susah maupun senang dirasakan bersama, maka dengan demikian kasih menjadi dasar dan tujuan bersama. Hal ini tampak dalam suasana perjamuan di rumah keluarga Lazarus, Marta dan Maria. Dalam persahabatan tersebut tampak masing-masing orang memiliki peran yang khas untuk melayani dengan kasih bagi sesamanya, untuk memberikan yang terbaik bagi mereka. Maria menunjukkan cintanya dengan meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu. Ia ingin memberikan yang terbaik, dengan kasih yang tiada tara. Sedangkan, Marta menyiapkan berbagai makanan untuk perjamuan. Yudas Iskhariot malah sebaliknya, memberikan kasih besar pada hal-hal duniawi, terutama uang. Ia melihat bahwa tindakan Maria itu adalah suatu hal yang salah, sebab seharusnya minyak itu dapat dijual dan uangnya diberikan kepada orang miskin.

Sahabat resi yang terkasih, dalam kehidupan kita sehari-hari bersama orang lain barangkali kita seperti Maria atau juga seperti Yudas Iskhariot. Dalam membangun kedekatan relasi dengan sesama acapkali kita seperti Yudas Iskhariot yang lebih sibuk dengan urusan-urusan duniawi, misalnya uang, sehingga semuanya diukur dengan uang. Hendaknya kita  sebagai orang kristiani bersikap seperti Maria yang memberikan kasih yang besar kepada sesama, kasih yang tak ternilai harganya. Ia tidak merasa rugi memberikan yang terbaik bagi Yesus. Ia memberikan minyak narwastu yang mahal harganya hanya untuk mengurapi kaki Yesus.

Saat ini kita memasuki pekan suci. Pekan suci menjadi masa yang baik bagi kita untuk merenungkan kembali iman dan identitas kita sebagai orang kristiani. Sudahkah kita memberikan kasih yang besar kepada sesama dan memberikan yang terbaik untuk mereka tanpa mengukur harganya? Sebab, Tuhan sendiri telah menunjukkan kasih yang besar dan memberikan yang terbaik bagi kita, yang tidak ternilai harganya dengan hidupnya demi kita manusia.

Semoga dalam masa pekan suci ini, kita semakin dimampukan untuk mewujudkan kasih yang besar dalam hidup kita, dalam relasi dengan sesama, tanpa memandang ukuran dan harganya kepada sesama di sekitar kita.

Tuhan memberkati. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣

Allah Bapa maharahim, perhatikanlah misteri suci yang kami rayakan. Semoga penebusan yang Kaurencanakan untuk membatalkan hukuman kami, menghasilkan hidup kekal. Demi Kristus, ..⁣⁣

ATAU :⁣

Allah Bapa mahamulia, berilah kiranya kami semangat Yesus Hamba-Mu, dan ajarilah kami berani berkurban sampai mati demi kebahagiaan sesama. Demi Kristus, …⁣⁣

ANTIFON KOMUNI — Mazmur 102:3⁣

Janganlah Kaupalingkan wajah-Mu daripadaku. Bila aku sedih, dengarkanlah keluhanku, bila aku memohon, kabulkanlah doaku.⁣⁣

DOA PENUTUP⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa maharahim, kunjungilah kiranya umat-Mu dan lindungilah kami, yang telah Kausucikan dalam perayaan ini. Semoga dengan bantuan-Mu kami menjunjung tinggi jaminan keselamatan ini. Demi Kristus, ..⁣ ⁣

ATAU⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, kekuasaan dan keluhuran-Mu tampak dengan merendahkan Yesus Hamba-Mu sampai wafat. Karena Dia, kami bersyukur dan mohon, semoga sengsara-Nya menjadi berkat bagi kami. Sebab Dialah⁣…

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment